Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Optimis
#21
(12-09-2011, 06:32 PM)Dana Komuter Wrote: ~ EDITED~
3. Jalan tol, mobil2 dan bus2 travel, pesawat2 murah dan mahal sedikit akan bersaing sehat dengan KA seiring masyarakat akan membutuhkan waktu perjalanan yang santai ketimbang mengejar waktu yang mana duluan sampai.
yang saya bold ntuh mas dana..... prasaan jaman semakin ke sini masyarakat makiin dituntut untuk bermobilitas lebih cepet deh..selain itu juga lebih praktis.. mangkanya sepengetahuan ane, K-1 kondisi dan okupensinya kurang menggembirakan... soalnya makin mahal dan suka telat...

maap nih... bukannya KA (terutama K-1 sebagai business train) kalo pengen kembali rame juga musti lebih cepet ya, agar penumpang yang kabur untuk milih mabur bisda kembali lagi ke kereta... mumpung belum tersaingi oleh Toll Trans Jawa dan harga pesawat yg makin ke sini makin terjangkau
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#22
Optimis kalo PT. KAI dalam penerimaan pegawai tidak lagi ada unsur SARA sebab semuanya adalah warga negara indonesia apapun asal usulnya. Semuanya berhak menyumbangkan pemikiran dan kemampuannya untuk mengembangkan perkeretaapian Indonesia. Semoga kualitas SDM PT. Kereta Api Indonesia (Persero) semakin meningkat dengan tidak lagi membatasi berdasarkan SARA.
Reply
#23
Setelah membaca RIPNas...gw koq yakin ya wacana pemisahan operator sarana & prasarana bakalan terlaksana....jadi kaya' operator pesawat donk.Xie Xie

[Image: Lempuyangan.jpg]
Reply
#24
nimbrung ah
kalo ane:
1. optimis jalur KA Bandara bisa jadi
2. Double track lintas barat (SRP-RK-MER)
3. Shortcut PRP-SWG-CTA
4. KA Wisata uap SI-LP
5. KRD Buge tambahan
6. jalur bogor dimasukin KRD/K3/K2/K1 (bisa gak yah?? hehehe,,,,)
7. aktivasi jalur KPB atas
8. KA Lokal Bogor Raya (bisa dri SI-BOO, BOO-NB0, BOO-MRI tapi make KRD/K3)

Segitu aja dulu ah
Tersenyuum
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply
#25
(14-09-2011, 02:14 PM)dany cristian Wrote: Setelah membaca RIPNas...gw koq yakin ya wacana pemisahan operator sarana & prasarana bakalan terlaksana....jadi kaya' operator pesawat donk.Xie Xie
wah ide bagus ntuh... kalo perlu PT KA suru ngurus KA komersial ajah... kan bentuknya udah PT dgn profit oriented... jadinya yaaa... dilepas ajah ke mekamnisme pasar dan karena hanya profit oriented ga harus dikasi banyak keistimewaan (subsidi, hak monopoli dll)

sementara untuk angkutan kelas ekonomi.. dibentuk badan usaha baru ajah.. (ane terinspirasi dari BPJS)... dibuat badan hukum negara (non-PT: orientasi ke pelayanan publik) dan dibebaskan dari semua kewajiban dividen serta diberikan hak-hak istimewa berupa subsidi dan keringanan pajak... karena status hukumnya bukan PT dan orientasinya adalah public service... mungkin nama operatornya bisa dikasi nama: Badan penyelenggara jaminan mobilitas publik.... yg bentuknya pelayanan mobilitas dasar bagi seluruh lapisan masyarakat.... namanya layanan dasar yaaa.... diperuntukkan bagi mayoritas masyarakat ekonomi yang wajib disubsidi oleh negara..... dan itu bisa dilakukan dengan kerjasama interkem terkaitXie Xie
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
#26
(14-09-2011, 09:27 PM)Bangunkarta Wrote:
(14-09-2011, 02:14 PM)dany cristian Wrote: Setelah membaca RIPNas...gw koq yakin ya wacana pemisahan operator sarana & prasarana bakalan terlaksana....jadi kaya' operator pesawat donk.Xie Xie
wah ide bagus ntuh... kalo perlu PT KA suru ngurus KA komersial ajah... kan bentuknya udah PT dgn profit oriented... jadinya yaaa... dilepas ajah ke mekamnisme pasar dan karena hanya profit oriented ga harus dikasi banyak keistimewaan (subsidi, hak monopoli dll)

sementara untuk angkutan kelas ekonomi.. dibentuk badan usaha baru ajah.. (ane terinspirasi dari BPJS)... dibuat badan hukum negara (non-PT: orientasi ke pelayanan publik) dan dibebaskan dari semua kewajiban dividen serta diberikan hak-hak istimewa berupa subsidi dan keringanan pajak... karena status hukumnya bukan PT dan orientasinya adalah public service... mungkin nama operatornya bisa dikasi nama: Badan penyelenggara jaminan mobilitas publik.... yg bentuknya pelayanan mobilitas dasar bagi seluruh lapisan masyarakat.... namanya layanan dasar yaaa.... diperuntukkan bagi mayoritas masyarakat ekonomi yang wajib disubsidi oleh negara..... dan itu bisa dilakukan dengan kerjasama interkem terkaitXie Xie

kalo ane malah harapannya bakalan ada operator sarana yang baru kang biar PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bisa ada saingannya...kan kalo ada kompetisi bisa mendongkrak kinerja agar lebih bagus lagi gt.kalo misalnya bener dipisah...ntar PPKAnya bukan berstatus pegawai PT. Kereta Api Indonesia (Persero) lg ya?

[Image: Lempuyangan.jpg]
Reply
#27
Kalo berita beginian : Xie Xie
Demokrat Dambakan Jembatan Selat Sunda Dibangun di Masa SBY
RABU, 22 JUNI 2011 | 13:16 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta - Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat Anas Urbaningrum mengharapkan Jembatan Selat Sunda segera dibangun di masa pemerintahan Presiden SBY. Hal itu menurutnya sudah lama menjadi perhatian Presiden. Jika benar-benar terwujud, hal itu akan menjadi salah satu legacy (warisan) bangsa. "Sejak 2008 SBY concern dengan Jembatan Selat Sunda. Kalau bisa kita mulai pembangunan pada periode SBY sampai 2014, akan jadi monumen yang sangat historis," katanya saat membuka seminar tentang rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda di Kantor DPP Demokrat Jakarta, Rabu 22 Juni 2011. Anas mengatakan pembangunan Jembatan Selat Sunda sudah lama diharapkan. Ia mengingatkan agenda ke depan harus lebih maju dari harapan dan rencana-rencana saat ini.

Menurut Anas, jembatan ini juga bukan sekadar bangunan fisik, tapi lebih besar dari jembatan itu sendiri. Jembatan yang menghubungan Pulau Jawa dan Sumatra itu adalah peristiwa integrasi nasional, ekonomi dan alat untuk memfasilitasi pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan rakyat, migrasi penduduk, budaya, dan segala dinamika Jawa-Sumatra. "Peristiwa itu akan menentukan masa depan Indonesia dalam pengertian yang komprehensif," katanya. Apalagi 80 persen penduduk Indonesia terkonsentrasi di Jawa dan Sumatra.

Direktur Jenderal Bina Marga Joko Muryanto mengatakan, Jawa dan Sumatra menyumbang 80 persen total PDB dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang sangat pesat. Rute Merak-Bakauheni sangat padat dan strategis. Peningkatan lalu lintas di jalur ini mengakibatkan sering terjadi antrean. "Layanan feri dirasa makin tidak optimal," katanya. Pembangunan jembatan diperlukan untuk meningkatkan pembangunan wilayah antarpulau. Jembatan Selat Sunda diharapkan menjadi jalan keluar untuk mobilitas yang sangat tinggi di jalur itu.

KARTIKA CANDRA

http://www.tempointeraktif.com/hg/kesra/...92,id.html
-----------------
Kira2 temen2 pada optimis gak nih??? Bingung

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)