10-03-2010, 06:07 PM
Lokomotif elektrodiesel, yang juga disebut sebagai lokomotif mode ganda, memperoleh daya dari dua jenis sumber tenaga, yaitu generator diesel (dapat berfungsi sebagai diesel-elektrik) dan pantograf (dapat berfungsi sebagai lokomotif listrik).
Apabila lokomotif jenis ini masuk ke lintas yang terelektrifikasi seperti di Jabotabek maka lok ini dapat mengambil daya dari LAA dengan menaikkan pantograf dan menonaktifkan generator diesel (baik secara otomatis maupun manual), begitu juga sebaliknya saat lokomotif memasuki daerah yang belum terelektrifikasi maka generator diesel dihidupkan disertai dengan turunnya lengan pantograf.
Dalam perkembangannya, suatu lokomotif elektrodiesel dapat dirancang dalam kecenderungan penggunaan diesel maupun kecenderungan penggunaan tenaga listrik dari LAA.
Pertanyaannya:
1. Apakah jenis loko ini cukup efisien untuk digunakan di lintas Jawa, terutama bagi KA AKAP yang akan memasuki lintas Jabotabek atau KA lokal sekitar Jakarta agar kadar polusi di lintas Jabotabek dapat dikurangi?
2. Berapa besar kebutuhan daya bagi lok elektrodiesel (terutama daya listrik untuk motor traksi) pada umumnya dan apakah LAA di Jabotabek mendukung lok semacam ini? Jika nantinya akan dibuat lok semacam ini apakah nantinya berkecenderungan untuk beroperasi sebagai lok diesel?
3. Seberapa besar efisiensi lok elektrodiesel dalam mengurangi polusi di lintas Jabotabek jika memang INKA akan merakit lok jenis ini?
Apabila lokomotif jenis ini masuk ke lintas yang terelektrifikasi seperti di Jabotabek maka lok ini dapat mengambil daya dari LAA dengan menaikkan pantograf dan menonaktifkan generator diesel (baik secara otomatis maupun manual), begitu juga sebaliknya saat lokomotif memasuki daerah yang belum terelektrifikasi maka generator diesel dihidupkan disertai dengan turunnya lengan pantograf.
Dalam perkembangannya, suatu lokomotif elektrodiesel dapat dirancang dalam kecenderungan penggunaan diesel maupun kecenderungan penggunaan tenaga listrik dari LAA.
Pertanyaannya:
1. Apakah jenis loko ini cukup efisien untuk digunakan di lintas Jawa, terutama bagi KA AKAP yang akan memasuki lintas Jabotabek atau KA lokal sekitar Jakarta agar kadar polusi di lintas Jabotabek dapat dikurangi?
2. Berapa besar kebutuhan daya bagi lok elektrodiesel (terutama daya listrik untuk motor traksi) pada umumnya dan apakah LAA di Jabotabek mendukung lok semacam ini? Jika nantinya akan dibuat lok semacam ini apakah nantinya berkecenderungan untuk beroperasi sebagai lok diesel?
3. Seberapa besar efisiensi lok elektrodiesel dalam mengurangi polusi di lintas Jabotabek jika memang INKA akan merakit lok jenis ini?


![[Image: 2r56iya.jpg]](http://i56.tinypic.com/2r56iya.jpg)


