TS sepenuhnya benar, jalur ini adalah jalur REL KA 1067 mm yang diantara tahun 1913-1915 dikukuti dan dijadikan jalan aspal terkait pengembangan area Menteng / Nieuw Hollandia, jejak rel sama sekali tidak dapat ditemukan karena rel diangkat dan dipindahkan ke jalur baru sekira 600 meter ke selatan (THB - MRI) yang sekarang.
Satu2nya penanda yg biasa kita temukan (berupa jembatan KA di peta 1912) pun tergantikan dengan jembatan Aspal.
kalau ditelusuri sekarang sebagai berikut :
1. Stasiun Tanah Abang maju 200 - 250 meter ke Selatan sampai 30 meter sebelum kolong jembatan dimana rel yg sekarang agak melengkung 10'
2. Rel lama melengkung 10-20' berlawanan mengarah tenggara ke sisi selatan pasar Jembatan Tinggi (perkiraan letak rel di tanjakan jalan jati bunder), lurus hingga rusun Jati Bunder (perkiraan rel di bawah rusun sekarang) sampai ketemu pertigaan Jati bunder dan Jl Lontar
3. nah sepanjang Jl. Lontar ini dulu adalah bekas REL KA 1067 mm lurus ke tenggara menyeberang Jl. Mas Mansyur masuk Jl. Kebon Kacang (depan Thmarin City) menikung 10 - 20' menjadi ke arah timur menuju Plaza Indonesia dan menyeberang sisi utara Bundaran Air Mancur HI
4. nah di seberang Bundaran Air Mancur saya tidak dapat pastikan apakah REL KA 1067 mm ada disisi utara (Jl Moh Yamin) atau sisi selatan (Jl. Sutan Syahrir) karena Kali di tengah belum ada di tahun 1912 (atau malah bisa jadi REL KA diatas Kali Menteng (Kali buatan yg dibuat bersamaan dgn Kanal Banjir Barat)) terus menyusur jalan hingga Cikini
Catatan 4. Halte Menteng (waktu itu) terletak setelah perempatan Rumah Sakit Bunda (Laboratorium Klinik) sebelum bersilang (tidak bersambung) dengan REL KA 1067 mm Petak Cikini - Gondangdia, di sekitar lokasi terdapat Halte Cikini (Stasiun Cikini sekarang) dan Halte Raden Saleh (sekitar belakang Hotel Mega Cikini)
5. Sekitar 100 - 200 meter Setelah bersilang dengan REL KA 1067 mm Petak Cikini - Gondangdia, Rel ini bergabung dengan REL KA 1067 mm percabangan Petak Halte Cikini - Stasiun Pabrik Opium dan sisa-sisa Jalur REL KA 1067 mm dapat kita temukan kasat mata kembali.
Catatan 5. Setelah Stasiun Opium (belakang RSCM sekarang) barulah Jalur ini berkorelasi dengan Foto Jembatan yg Sahabat Sejarah KA cantumkan diatas.
No 6 dst sudah sering dibahas disini...

6. Setelah menyeberang Sungai Ciliwung eks jalur KA 1067 mm dapat kita lihat kasat mata berupa pembatas belakang rumah sepanjang Jl Kenari 2 (coba permisi minta izin ke salah satu rumah yg ada untuk melihat ke tembok/halaman belakang)
Catatan 6. Halte Salemba terletak di depan Museum Muhammad Husni Thamrin
7. Rel menembus tepat di tengah Pasar Kenari Baru sebelum menyeberang Jl. Salemba masuk diantara Kenari Plaza dan Pasar Paseban.
8. Di Belakang Plaza Kenari Mas Rel setelah Kali Paseban (Di peta 1912 kali sekarang sudah menjadi Jl Kramat Lontar Gang 1) kembali bercabang.
8A. Menyusuri sisi Tenggara Kali Paseban (sekarang) untuk bergabung dengan petak Kramat - Sentiong mengarah Stasiun Pasar Senen.
8B. Menikung ke 10 - 20' ke Selatan menuju untuk bergabung dengan petak Kramat - Sentiong mengarah Stasiun Jatinegara (Shelter Gudang Percetakan Negara)
Catatan 8. Bekas tapak Jalur REL KA di point 8A dan B masih kasat mata terliat walu ada di tengah perkampungan padat.
Ini catatan pribadi antara 1987 - 1991 yg disesuaikan dgn kondisi saat ini,
Salam Mblusukers
ADK
Pecinta Kereta