Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Pengadilan Jaman : Vonis untuk Jalur St. Tanah Abang - St. Kramat
#21
(31-05-2012, 12:40 PM)dedy vh Wrote: dapat info yang sangat berharga lagi nih dari om disa pusing eh disa pusang !
tapi dugaan saya itu jalur trem om . karena sudah sejak lama pelosok kota jakarta sudah terkoneksi dengan trem dan juga belanda sudah mempunyai masterplan yang baik pola transportasi waktu dulu. bentuk jembatan yang melintang di atas sungai ciliwung hingga saat ini tidak berubah hanya bangunan disisi kiri dan kanan saja yang tampak berubah total. bisa di lihat di trit " jelajah tram di jakarta " . saya punya sodara yang berdagang di pasar cikini di eks jln kereta ini memang saat ini pasar tersebut masuk aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Trims ya mas, Salam kenal ya. Saya hanya melihat legend pada peta Batavia 1914 di atas (yg menjelaskan perbedaan antara jalur tram dan KA) yg menyatakan bhw jembatan tsb adalah jembatan KA. Sedangkan jembatan tram ada di sebelah utaranya kira2 di belakang TIM sekarang. Dan yang lebih meyakinkan saya adalah KA dari Tn Abang menuju ke timur (Jatinegara dst) pada tahun2 tsb melalui Kebon Kacang, Menteng, Belakang RSCM, St Kramat terus ke Jatinegara seperti yang tertera pada peta tsb. Jadi tidak melalui St. Manggarai karena St. Tn Abang - Jatinegara adalah milik SS sedangkan St. Manggarai milik NIS. Jalur tsb dipindah lebih ke selatan setelah NIS menjualnya kpd SS. Tks.
Reply
#22
Wktu hunting di samping kali Sentiong, saya menemukan eks pondasi jembatan disebelah jembatan yg sekarang. Apakah itu dulunya buat jalur yg ke Cikini Bingung

Sampel foto


[Image: Foto2599.jpg]
Reply
#23
(11-06-2012, 02:23 AM)Disa Poeang Wrote:
(31-05-2012, 12:40 PM)dedy vh Wrote: dapat info yang sangat berharga lagi nih dari om disa pusing eh disa pusang !
tapi dugaan saya itu jalur trem om . karena sudah sejak lama pelosok kota jakarta sudah terkoneksi dengan trem dan juga belanda sudah mempunyai masterplan yang baik pola transportasi waktu dulu. bentuk jembatan yang melintang di atas sungai ciliwung hingga saat ini tidak berubah hanya bangunan disisi kiri dan kanan saja yang tampak berubah total. bisa di lihat di trit " jelajah tram di jakarta " . saya punya sodara yang berdagang di pasar cikini di eks jln kereta ini memang saat ini pasar tersebut masuk aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Trims ya mas, Salam kenal ya. Saya hanya melihat legend pada peta Batavia 1914 di atas (yg menjelaskan perbedaan antara jalur tram dan KA) yg menyatakan bhw jembatan tsb adalah jembatan KA. Sedangkan jembatan tram ada di sebelah utaranya kira2 di belakang TIM sekarang. Dan yang lebih meyakinkan saya adalah KA dari Tn Abang menuju ke timur (Jatinegara dst) pada tahun2 tsb melalui Kebon Kacang, Menteng, Belakang RSCM, St Kramat terus ke Jatinegara seperti yang tertera pada peta tsb. Jadi tidak melalui St. Manggarai karena St. Tn Abang - Jatinegara adalah milik SS sedangkan St. Manggarai milik NIS. Jalur tsb dipindah lebih ke selatan setelah NIS menjualnya kpd SS. Tks.

terima kasih atas penjelasanya namun dugaan saya seandainya itu jalur ka bukan trem kemungkinan besar tidak akan almarhum jalur jalur tersebut malah sebaliknya di buat ramai semaksimal mungkin karena pada saat itu belanda benar benar memaksimalkan / menjadikan ka sebagai tulang punggung angkutan barang dan orang dengan ka sama dengan jalur ka yang sekarang masih aktif namun kalau jalur jalur trem yang bertebaran di tengah kota jakarta pada saat orde lama karena tidak sesuai dengan perkembangan jaman pada saat itu dan dianggap berbau bau barat yang soekarno tidak suka maka nya ketika itu perusaahaan trem yang berbeda beda di lebur jadi satu yaitu PPD.mengenai terhubungnya jalur tengah antara manggarai - gambir dengan jalur timur jatinegara - senen itu memang jalur ka . dugaan saya jalur ini ada di jalan salemba tengah karena kalau di tarik garis lurus pas banget dengan jembatan yang ada di atas kali ciliwung.namun kalau yang lewat kebon kacang dugaan saya itu jalur trem.kalau salah mohon koreksi
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
http://www.flickr.com/photos/36503981@N02/

Reply
#24
(10-05-2012, 10:16 AM)Disa Poeang Wrote: ok mas Saya tambahkan gambar petanya dulu Peta Batavia 1912. Saya coba terangkan menurut kondisi Jakarta saat ini sbb :
  1. Dari selatan St. Tanah Abang berbelok ke timur menyusuri Gg. Lontar terus ke Jl. Kebon Kacang, memotong Jl. MH Thamrin sisi utara Bunderan HI, menyusur Jl. M. Yamin/ Sutan Syahrir, memotong rel Jakarta - Bogor (ada juga percabangan masuk St. Cikini), Masuk pasar kembang Cikini, memotong Sungai Ciliwung, Pasar Kenari, memotong Jl. Kramat, Sisi utara Jl. Paseban, lantas bercabang; yang kekiri ke St. Kramat Sentiong dan yang ke kanan ke St. Kramat.
  2. Menurut kondisi sesuai Peta Batavia 1912 dibandingkan dengan sekarang :
    1. Jl. MH Thamrin saat itu belum ada, juga bunderan HI.
    2. Perumahan Elite Menteng saat itu juga masih dalam bentuk Site Plan Nieuw Gondangdia.
    3. Ada ssebuah stasiun kecil kira2 dekat RS Bunda Menteng sekarang (mungkin sebuah Halte) yg menjadi percabangan ke St. Cikini sekarang (dulu Halte Pegangsaan).
    4. Jembatan di atas Sungai Ciliwung masih ada sampai sekarang.
    5. St. Salemba yg sudah tidak ada lagi tepat di sisi utara Pabrik Opium (sekarang bagian dari Universitas Indonesia).
    6. Setelah memotong Jl. Kramat, terjadi percabangan ke kiri ke St. Kramat Sentiong (dulu Halte Kramat) dan ke kanan ke St. Kramat (dulu Halte Struswijk).
    7. St Cikini dulu kira2 letaknya 300m - 400m sebelah utara St. Cikini sekarang.
    8. Dari utara Halte Pegangsaan (St. Cikini sekarang) ada percabangan ke timur ke arah St. Salemba.


[Image: 7168129258_71a0c120a2_c.jpg]

Boleh ditambahkan bila ada yang kurang atau belum lengkap. Trims

Code:
[img]http://farm9.staticflickr.com/8010/7168129258_71a0c120a2_c.jpg[/img]

Coba perhatikan pada peta baris 10 dan 11, di tunjukkan bhw rel kereta api (bukan tram) dari St. Tanah Abang menuju ke timur (St. Jatinegara dst), tanpa melalui St. Manggarai. Tapi melalui perumahan Menteng sekarang, St. Salemba, St. Kramat.
Reply
#25
Mau nambahin dikit, tambahan dari maps.kit.nl, coba buka link di bawah tulisan ini, St Tn Abang - St. Kramat benar2 terhubung via St. Cikini dan dr St. Abang ke St. Jatinegara tidak lewat St. Manggarai, Krn St. Manggarai dgn St. Jatinegara belum tersambung rel. Mengapa dan Kenapa saya sudah coba analisa sendiri spt diawal Thread. Trims.

http://maps.kit.nl/cgi-bin/iipview?krtid...=667#focus
Reply
#26
jadi memang ada jlur trem dan jalur ka dri THB menuju KMT/JNG yah?
RF aatea_goparmania, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Oct 2010.
Reply
#27
Jembatan yg diatas jalan Kimia itu adalah jembatan jalur cabang KA (bukan trem) yg masuk ke pabrik Opium Salemba, trus nyambung ke mainline di Cikini, kalau skrg posisinya kira2 di jln samping McDonald`s Cikini, ex trasenya skrg jd jalan yg masuk ke perkampungan.
Kalo jembatan trem yg lewat Ciliwung ada di daerah kalipasir, jd dulu dari jalur trem listrik Kramat Raya ada jalur belok single track msk ke Jl Kramat 3, trus menyebrangi Ciliwung (sekarang jembatan trem tsb jd jembatan mobil), setelah jembatan tsb ada dipo Trem Listrik Cikini, kemudian dari dlm dipo rel trem menuju jl Kalipasir dan akhirnya nongol di samping Kantor Pos Cikini dan bergabung dgn mainline trem listrik di sudut jl Menteng Raya dgn jl Cut Meutia.
Ini bisa dilihat dari peta Batavia thn 1934, disitu jelas terlihat jalurnya dan posisi dipo trem listriknya. Dan ada jg bbrp foto2 dipo trem listrik Cikini, dan foto jalur belok dr Kramat Raya ke jl Kramat 3 yg hanya single track, bisa dicari di internet. Jadi jalur trem ini memang utk akses ke dipo, karenanya hanya dibuat single track. Saya pernah telusuri jln Kramat 3 trus belok ke Kramat 4, kalau pagi jln ini jadi pasar, kemudian ketemu jembatan dan trus ke kalipasir, lebar jlnnya memang pas utk jalur trem single track. Kalo ex diponya kira2 di pinggir sungai, kalo diperhatikan di peta google skrg ini memang ada lahan dilokasi tsb yg lumayan luas, sy sdh cek skrg jd semacam gedung dgn pagar yg tinggi.


(27-06-2012, 11:29 AM)dedy vh Wrote:
(11-06-2012, 02:23 AM)Disa Poeang Wrote:
(31-05-2012, 12:40 PM)dedy vh Wrote: dapat info yang sangat berharga lagi nih dari om disa pusing eh disa pusang !
tapi dugaan saya itu jalur trem om . karena sudah sejak lama pelosok kota jakarta sudah terkoneksi dengan trem dan juga belanda sudah mempunyai masterplan yang baik pola transportasi waktu dulu. bentuk jembatan yang melintang di atas sungai ciliwung hingga saat ini tidak berubah hanya bangunan disisi kiri dan kanan saja yang tampak berubah total. bisa di lihat di trit " jelajah tram di jakarta " . saya punya sodara yang berdagang di pasar cikini di eks jln kereta ini memang saat ini pasar tersebut masuk aset PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Trims ya mas, Salam kenal ya. Saya hanya melihat legend pada peta Batavia 1914 di atas (yg menjelaskan perbedaan antara jalur tram dan KA) yg menyatakan bhw jembatan tsb adalah jembatan KA. Sedangkan jembatan tram ada di sebelah utaranya kira2 di belakang TIM sekarang. Dan yang lebih meyakinkan saya adalah KA dari Tn Abang menuju ke timur (Jatinegara dst) pada tahun2 tsb melalui Kebon Kacang, Menteng, Belakang RSCM, St Kramat terus ke Jatinegara seperti yang tertera pada peta tsb. Jadi tidak melalui St. Manggarai karena St. Tn Abang - Jatinegara adalah milik SS sedangkan St. Manggarai milik NIS. Jalur tsb dipindah lebih ke selatan setelah NIS menjualnya kpd SS. Tks.

terima kasih atas penjelasanya namun dugaan saya seandainya itu jalur ka bukan trem kemungkinan besar tidak akan almarhum jalur jalur tersebut malah sebaliknya di buat ramai semaksimal mungkin karena pada saat itu belanda benar benar memaksimalkan / menjadikan ka sebagai tulang punggung angkutan barang dan orang dengan ka sama dengan jalur ka yang sekarang masih aktif namun kalau jalur jalur trem yang bertebaran di tengah kota jakarta pada saat orde lama karena tidak sesuai dengan perkembangan jaman pada saat itu dan dianggap berbau bau barat yang soekarno tidak suka maka nya ketika itu perusaahaan trem yang berbeda beda di lebur jadi satu yaitu PPD.mengenai terhubungnya jalur tengah antara manggarai - gambir dengan jalur timur jatinegara - senen itu memang jalur ka . dugaan saya jalur ini ada di jalan salemba tengah karena kalau di tarik garis lurus pas banget dengan jembatan yang ada di atas kali ciliwung.namun kalau yang lewat kebon kacang dugaan saya itu jalur trem.kalau salah mohon koreksi
Reply
#28
TS sepenuhnya benar, jalur ini adalah jalur REL KA 1067 mm yang diantara tahun 1913-1915 dikukuti dan dijadikan jalan aspal terkait pengembangan area Menteng / Nieuw Hollandia, jejak rel sama sekali tidak dapat ditemukan karena rel diangkat dan dipindahkan ke jalur baru sekira 600 meter ke selatan (THB - MRI) yang sekarang.

Satu2nya penanda yg biasa kita temukan (berupa jembatan KA di peta 1912) pun tergantikan dengan jembatan Aspal.

kalau ditelusuri sekarang sebagai berikut :
1. Stasiun Tanah Abang maju 200 - 250 meter ke Selatan sampai 30 meter sebelum kolong jembatan dimana rel yg sekarang agak melengkung 10'
2. Rel lama melengkung 10-20' berlawanan mengarah tenggara ke sisi selatan pasar Jembatan Tinggi (perkiraan letak rel di tanjakan jalan jati bunder), lurus hingga rusun Jati Bunder (perkiraan rel di bawah rusun sekarang) sampai ketemu pertigaan Jati bunder dan Jl Lontar
3. nah sepanjang Jl. Lontar ini dulu adalah bekas REL KA 1067 mm lurus ke tenggara menyeberang Jl. Mas Mansyur masuk Jl. Kebon Kacang (depan Thmarin City) menikung 10 - 20' menjadi ke arah timur menuju Plaza Indonesia dan menyeberang sisi utara Bundaran Air Mancur HI
4. nah di seberang Bundaran Air Mancur saya tidak dapat pastikan apakah REL KA 1067 mm ada disisi utara (Jl Moh Yamin) atau sisi selatan (Jl. Sutan Syahrir) karena Kali di tengah belum ada di tahun 1912 (atau malah bisa jadi REL KA diatas Kali Menteng (Kali buatan yg dibuat bersamaan dgn Kanal Banjir Barat)) terus menyusur jalan hingga Cikini
Catatan 4. Halte Menteng (waktu itu) terletak setelah perempatan Rumah Sakit Bunda (Laboratorium Klinik) sebelum bersilang (tidak bersambung) dengan REL KA 1067 mm Petak Cikini - Gondangdia, di sekitar lokasi terdapat Halte Cikini (Stasiun Cikini sekarang) dan Halte Raden Saleh (sekitar belakang Hotel Mega Cikini)
5. Sekitar 100 - 200 meter Setelah bersilang dengan REL KA 1067 mm Petak Cikini - Gondangdia, Rel ini bergabung dengan REL KA 1067 mm percabangan Petak Halte Cikini - Stasiun Pabrik Opium dan sisa-sisa Jalur REL KA 1067 mm dapat kita temukan kasat mata kembali.
Catatan 5. Setelah Stasiun Opium (belakang RSCM sekarang) barulah Jalur ini berkorelasi dengan Foto Jembatan yg Sahabat Sejarah KA cantumkan diatas.

No 6 dst sudah sering dibahas disini... Ngakak
6. Setelah menyeberang Sungai Ciliwung eks jalur KA 1067 mm dapat kita lihat kasat mata berupa pembatas belakang rumah sepanjang Jl Kenari 2 (coba permisi minta izin ke salah satu rumah yg ada untuk melihat ke tembok/halaman belakang)
Catatan 6. Halte Salemba terletak di depan Museum Muhammad Husni Thamrin
7. Rel menembus tepat di tengah Pasar Kenari Baru sebelum menyeberang Jl. Salemba masuk diantara Kenari Plaza dan Pasar Paseban.
8. Di Belakang Plaza Kenari Mas Rel setelah Kali Paseban (Di peta 1912 kali sekarang sudah menjadi Jl Kramat Lontar Gang 1) kembali bercabang.
8A. Menyusuri sisi Tenggara Kali Paseban (sekarang) untuk bergabung dengan petak Kramat - Sentiong mengarah Stasiun Pasar Senen.
8B. Menikung ke 10 - 20' ke Selatan menuju untuk bergabung dengan petak Kramat - Sentiong mengarah Stasiun Jatinegara (Shelter Gudang Percetakan Negara)
Catatan 8. Bekas tapak Jalur REL KA di point 8A dan B masih kasat mata terliat walu ada di tengah perkampungan padat.

Ini catatan pribadi antara 1987 - 1991 yg disesuaikan dgn kondisi saat ini,
Salam Mblusukers

ADK
Pecinta Kereta
Reply
#29
(31-01-2013, 11:54 PM)babbykoen Wrote: TS sepenuhnya benar, jalur ini adalah jalur REL KA 1067 mm yang diantara tahun 1913-1915 dikukuti dan dijadikan jalan aspal terkait pengembangan area Menteng / Nieuw Hollandia, jejak rel sama sekali tidak dapat ditemukan karena rel diangkat dan dipindahkan ke jalur baru sekira 600 meter ke selatan (THB - MRI) yang sekarang.

Satu2nya penanda yg biasa kita temukan (berupa jembatan KA di peta 1912) pun tergantikan dengan jembatan Aspal.

kalau ditelusuri sekarang sebagai berikut :
1. Stasiun Tanah Abang maju 200 - 250 meter ke Selatan sampai 30 meter sebelum kolong jembatan dimana rel yg sekarang agak melengkung 10'
2. Rel lama melengkung 10-20' berlawanan mengarah tenggara ke sisi selatan pasar Jembatan Tinggi (perkiraan letak rel di tanjakan jalan jati bunder), lurus hingga rusun Jati Bunder (perkiraan rel di bawah rusun sekarang) sampai ketemu pertigaan Jati bunder dan Jl Lontar
3. nah sepanjang Jl. Lontar ini dulu adalah bekas REL KA 1067 mm lurus ke tenggara menyeberang Jl. Mas Mansyur masuk Jl. Kebon Kacang (depan Thmarin City) menikung 10 - 20' menjadi ke arah timur menuju Plaza Indonesia dan menyeberang sisi utara Bundaran Air Mancur HI
4. nah di seberang Bundaran Air Mancur saya tidak dapat pastikan apakah REL KA 1067 mm ada disisi utara (Jl Moh Yamin) atau sisi selatan (Jl. Sutan Syahrir) karena Kali di tengah belum ada di tahun 1912 (atau malah bisa jadi REL KA diatas Kali Menteng (Kali buatan yg dibuat bersamaan dgn Kanal Banjir Barat)) terus menyusur jalan hingga Cikini
Catatan 4. Halte Menteng (waktu itu) terletak setelah perempatan Rumah Sakit Bunda (Laboratorium Klinik) sebelum bersilang (tidak bersambung) dengan REL KA 1067 mm Petak Cikini - Gondangdia, di sekitar lokasi terdapat Halte Cikini (Stasiun Cikini sekarang) dan Halte Raden Saleh (sekitar belakang Hotel Mega Cikini)
5. Sekitar 100 - 200 meter Setelah bersilang dengan REL KA 1067 mm Petak Cikini - Gondangdia, Rel ini bergabung dengan REL KA 1067 mm percabangan Petak Halte Cikini - Stasiun Pabrik Opium dan sisa-sisa Jalur REL KA 1067 mm dapat kita temukan kasat mata kembali.
Catatan 5. Setelah Stasiun Opium (belakang RSCM sekarang) barulah Jalur ini berkorelasi dengan Foto Jembatan yg Sahabat Sejarah KA cantumkan diatas.

No 6 dst sudah sering dibahas disini... Ngakak
6. Setelah menyeberang Sungai Ciliwung eks jalur KA 1067 mm dapat kita lihat kasat mata berupa pembatas belakang rumah sepanjang Jl Kenari 2 (coba permisi minta izin ke salah satu rumah yg ada untuk melihat ke tembok/halaman belakang)
Catatan 6. Halte Salemba terletak di depan Museum Muhammad Husni Thamrin
7. Rel menembus tepat di tengah Pasar Kenari Baru sebelum menyeberang Jl. Salemba masuk diantara Kenari Plaza dan Pasar Paseban.
8. Di Belakang Plaza Kenari Mas Rel setelah Kali Paseban (Di peta 1912 kali sekarang sudah menjadi Jl Kramat Lontar Gang 1) kembali bercabang.
8A. Menyusuri sisi Tenggara Kali Paseban (sekarang) untuk bergabung dengan petak Kramat - Sentiong mengarah Stasiun Pasar Senen.
8B. Menikung ke 10 - 20' ke Selatan menuju untuk bergabung dengan petak Kramat - Sentiong mengarah Stasiun Jatinegara (Shelter Gudang Percetakan Negara)
Catatan 8. Bekas tapak Jalur REL KA di point 8A dan B masih kasat mata terliat walu ada di tengah perkampungan padat.

Ini catatan pribadi antara 1987 - 1991 yg disesuaikan dgn kondisi saat ini,
Salam Mblusukers

ADK
Pecinta Kereta

Saya setuju dengan teori ini..

Banyak orang2 daerah depan Thamrin City yang menyebut daerah ini Spoor lama dikarenakan jaman dulu sekali ini jalur Kereta masuk Lontar menuju Yn Abang

Disitu terdapat SD yg biasa disebut SD Spoor Lama Big Grin
Reply
#30
dah ada yang mblusukan blom ????
share fotonya dong....
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)