Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[INFO] KA di Atjeh...
C301 udah dirucat sejak sebelum tahun 90an, nggak ada sisanya lagi.
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
saya iseng-iseng lihat peta di wikimap seputar rel ka aceh. dibawah ini adalah peta seputar kota lhokseumawe (klik utuk melihat):

peta lhokseumawe
tenyata rel di stasiun lhokseumawe (lsm) adalah rel terminus. meskipun saya belum tahu apakah stasiunnya seperti stasiun jakarta kota, atau seperti stasiun purworejo yang bukan stasiun ujung tetapi relnya buntu. yang pastinya, kereta dari kotaraja/bandaaceh sampai lsm harus putar lok jika ingin melanjutkan perjalanan ke arah langsa atau besitang di sumut.

yang dibawah ini adalah peta seputar besitang (klik untuk melihat):

peta besitang
ini lebih unik lagi. jadi umpamanya rel aceh-sumut terwujud dengan gauge yang sama, maka kereta dari aceh sampai di besitang (bsg) putar lok, lalu menuju p.brandan. di p.brandan (pbd), lok kembali diputar untuk menuju binjai/medan. atau tidak usah putar lok, berarti kereta nya sesampai bsg berjalan mundur sejauh 15 km ke pbd. sesampai disana, maju ke arah binjai/medan. ( kasus mirip dengan kereta dari gambir mau ke tangerang (jika ada), maju sampai jakk, mundur ke kpb, maju lagi ke tng).

Quote:jadi secara keseluruhan, jika ada kereta api dari banda aceh - medan, maka dalam perjalanannya harus putar lok di lsm, bsg, dan pbd. itu jika tidak ingin ada gerakan mundur dari rangkaian. jika diperbolehkan gerakan mundur, maka kereta api cukup sekali putar lok di lsm, lalu berjalan mundur dari bsg ke arah pbd untuk selanjutnya kembali maju dengan normal ke arah medan.

seandainya ini benar2 terwujud, adalah merupakan peristiwa unik dan langka dalam suatu perjalanan kereta api di tanah air.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
Saya rasa mereka akan membuat alignment baru demi alasan kepraktisan.
Reply
kalau melihat peta, jaringan ka aceh ini mirip dengan jalur2 mati di jawa yang lokasinya mepet dengan jalan dan bangunan. sehingga wajar banyak penolakan dari pemkot2 disepanjang jalur ka, terutama yang berada di perkotaan.

mengingat penolakan yang sangat kuat dari berbagai lapisan masyarakat, agaknya memang harus bikin jalur baru dengan resiko agak jauh dari pusat kota. berarti di tukar guling dengan tanah2 aset pt. kai yang sekarang ditempati masyarakat.

keuntungan direlokasi, bisa merancang kelengkungan yang lebih lebar sehingga diharapkan kecepatan kereta bisa maksimal. apalagi yang mau dibuat adalah gauge standar.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)