Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Lintas Benua, Eropa-Asia
#1
coba liat link ini :

http://www.geocities.com/johanes.christi...eijing.htm
Reply
#2
wuihh mantep tenan,,,

kurang sampe ujungnya eropa tapi mas,, yang ada di pikiran saya, pengennya dari lisbon(portugal). kan ujungnya eropa tuh. :gembira:

dari lisbon-vladivostok trus nyebrang naek ferry ke toyama, jepang. dari sana trus aja sampe ujung timurnya jepang di nemuro, hokkaido :asik:

kapan yah bisa wujudkan mimpi itu jadi nyata. Mupeng Banget Mupeng Banget

atawa, kalo dari beijing ada lho kereta ke hanoi. dari hanoi ada kereta lagi lanjut sampe ho-chi-minh city...

coba liat2 aja di <!-- m --><a class="postlink" href="http://www.seat61.com">http://www.seat61.com</a><!-- m --> bagian vietnam.
Reply
#3
itu page-nya blm sy perbarui, yg baru dr beijing udh terus ke shanghai-guilin-shenzhen-hongkong
knp ga dari lisbon tp sevilla, krn sy mau sambungin ke afrika (maroko), cm sy blm nemuin website kereta di sana.


eh iya, sy jg prnh susun rute keliling eropa, mencakup spanyol, perancis, inggris, belgia, belanda, jerman, swiss, austria, ceko, hungaria, kroasia, slovenia, dan italia. di dalamnya termasuk juga naik bernina ekspres yg terkenal itu... ntar sy share pagenya klo udh jadi.
sayang mahal banget ya dananya, sampai saat ini msh jd impian, mudah2an someday terwujud.. :p
Reply
#4
viewnya mantap GAN!!!!! Mupeng Banget

waktu tempuhnya parah juga ya...

112 jam???? :takut:
Reply
#5
DI JERMAN KAYAK APA YAH...

Naik Kereta di Jerman Terasa Nyaman dan tak Bergoyang
Nafiria Haschenz



Minggu, 1 Februari 2009 | 20:06 WIB

NAMANYA Nafiria Haschenz. Ia berasal dari Indonesia. Kini wanita itu hampir 14 tahun hidup di Berlin, Jerman. Ia bekerja sebagai karyawan bagian check in agent di airport. Bagaimana pengalamannya menumpang kereta api super cepat di Jerman? Berikut laporan Nafiria Haschenz, penulis Citizen Journalism Tribun Kaltim dari Jerman.

SEKARANG berita yang lagi hangat di Jerman adalah menyangkut aksi mogok kerja yang dilakukan pegawai Deutsche Bahn. Mereka menuntut kenaikan gaji sebesar sebesar 15 persen. Deutsche Bahn adalah perusahaan angkutan dan kereta terbesar di Eropa. Sebelumnya, pemerintah menginginkan sebagian perusahaan tersebut diswastakan paling lambat tahun 2009. Perusahaan itu melayani lebih dari lima juta penumpang setiap hari dengan menggunakan 28.000 rangkaian kereta api.

Jaringan rel kereta api di Jerman panjangnya mencapai 34 ribu kilometer. Setiap hari --terutama pada malam hari-- jalur itu dilewati sekitar 4.800 kereta barang. Tahun 2007 lalu, pada hari pertama pemogokan, sekitar 20 persen kereta barang tidak jalan.

Susahnya lagi, dalam menjalankan aktivitasnya, sebagian besar masyarakat Jerman tergantung kepada jasa angkutan kereta api. Mengapa? Kalau dihitung-hitung, ongkosnya lebih murah dibanding naik kendaraan sendiri. Anda bisa membayangkan, masyarakat Jerman kelas menengah ke bawah, sangat tergantung sekali dengan angkutan ini. Berangkat kerja, sekolah dan kemana-mana, mereka cenderung naik kereta, meskipun ada transportasi lain berupa bus. Mengapa? Karena tidak semua rute kereta api di Jerman, dilayani juga oleh bus.

Nah, kalau hendak menuju ke suatu tempat dengan menumpang bus, maka harus naik turun atau bergonta-ganti bus. Itupun tidak sekali, tetapi berkali-kali. Akibatnya, waktu kita habis di jalan. Saya sendiri setiap hari tidak menumpang kereta, karena saya membawa mobil menuju ke kantor. Jadi selama mogok berlangsung, saya aman-aman saja dan perjalanan tidak terganggu meskipun sebagai check in agent di airport, saya sering mulai bekerja pukul 04.00 pagi.

Di Kota Berlin, jenis kereta apinya bermacam-macam. Kereta api dua tingkat namanya Airport Express. Sedangkan kereta api biasa diberi nama S-Bahn dan kereta underground disebut U-Bahn. Sementara kereta api dengan jurusan ke luar kota atau sekitar Berlin, namanya Reginal Bahn. Kereta ini melayani Berllin, Frankfurt, Munich, Cologne, Erfurt dan lain-lain.

Ada juga kereta IC atau ICE. Apa perbedaan antara IC dan ICE? Kereta ICE kecepatannya luar biasa dibandingkan kereta IC. Bisa mencapai 200 Km/h. Selain itu kereta ini tidak berhenti di setiap stasiun. Jarak tempuhnya kalau di Indonesia seperti Jakarta-Semarang atau Jakarta-Bandung.

Wow.. cepat banget. Gimana tuh rasanya dengan kecepatan seperti itu? Saya sudah pernah menumpang kereta api itu dari Berlin menuju ke Munich. Kalau nggak salah waktu tempuhnya sekitar 2-3 jam. Jalannya enggak terasa walau kecepatannya cukup tinggi. Meski begitu rasanya nyaman saja naik kereta api karena keretanya nyaman dan tidak terasa bergoyang.

Selama dalam perjalan, saya tak menemukan pedagang asongan seperti yang ada di kereta Indonesia. Di Jerman, masing-masing kereta dilengkapi dengan restoran. Bagi para penumpang yang ingin makan dan minum, mereka bisa ke ruang restorasi. Tapi, kadang-kadang waitress restoran kereta juga keliling dari gerbong menuju ke gerbong lainnya. Mereka menawarkan kopi atau teh kepada para penumpang. Selain itu, para penumpang juga bisa membeli makanan dan minuman melalui mesin.

Bagi para penumpang bisa saja membeli tiket atau karcis kepada kondektur ketika sudah berada di dalam kereta api. Harga normal untuk perjalanan selam dua jam (penggunaan jalan satu arah) nggak bolak-balik taripnya sekitar 2,40 euro. Untuk para pelajar hanya sekitar 1,40 euro. Ada juga daily card yang bisa dipakai selama 24 jam pulang pergi. Tidak hanya itu, perusahaan kereta api juga menjual group ticket yang bisa dipakai buat lima orang. Tapi di sini banyak juga lho penumpang yang naik kereta api kagak bayar. Kalau ketahuan, dendanya mahal banget sekitar 60 euro. Kenapa kagak bayar? Stasiun di sana rata-rata terbuka. Kadang-kadang ada patroli atau razia di dalam kereta.. Petugasnya mengenakan pakaian bebas dan tidak ketahuan kalau mereka petugas.

Padahal di Jerman, untuk mempermudah pelayanan, karcisnya bisa dibeli di mesin tiket yang ada di masing-masing stasiun atau di bus kota. Kita bisa langsung beli ke sopirnya.
Itupun harga karcisnya dibedakan dengan zone system --pusat kota dan pinggiran kota. Bagusnya di Jerman, jika ada turis datang atau ingin menggunakan jasa kereta api mereka dengan mudah melakukannya karena petunjuknya jelas dan lengkap.

Begitu jadwal kereta apinya, sangat tepat sekali. Misalnya, kereta biasa (S-Bahn) hampir setiap 5-10menit kereta sudah harus berangkat. Beda dengan di Indonesia, jam karettt... dan fasilitasnya begitu-begitu saja. (*)
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)