Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Rel KA bekas kok ga dijual kiloan ya ?
#1
Mau nanya nih.......
Kan kita banyak menemukan jalur KA yang tak terpakai yang terkubur.

Kok jarang ya rel itu dikilokan / diloakkan ?
Apakah karena usaha membongkar dan memotongnya susah dan ga sebanding dengan harganya ?
Bukankah di negeri kita lumayan terkenal dengan tukang rongsoknya ?

Tapi ada untungnya juga si, kita masih bisa menemukan sisa-sisa jalur KA jaman dulu
Reply
#2
pola pikirnya tidak semudah itu ! rel tetap di jual namun dalam jumlah yang sangat besar dan tidak hanya relnya saja melainkan juga gerbong gerbong tua yang sudah mangkrak cukup lama dan beberapa waktu yang lalu PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memasok besi tua ke peleburan baja kalau tidak salah krakatau steel
tidak terbayangkan keindahan trem uap ketika lalu lalang di bawah jembatan kereta api jatinegara
foto ane yang lainnya ada disini kang !
https://www.flickr.com/photos/36503981@N02/
Reply
#3
Maksudku dijual oleh pemulung.......
Lebih tepatnya lagi dicuri oleh pemulung terus dijual.......

padahal di Jawa Tengah dan DIY yang aku tahu banyak tuh bekas rel, jembatan, sinyal, wesel dsb. yang masih nampak sisanya.

Kalau yang oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) si aku melihat di sejumlah stasiun masih banyak bantalan rel besi menumpuk juga belum dimanfaatkan.......
Reply
#4
(14-03-2014, 10:28 AM)bhaskara Wrote: Maksudku dijual oleh pemulung.......
Lebih tepatnya lagi dicuri oleh pemulung terus dijual.......

padahal di Jawa Tengah dan DIY yang aku tahu banyak tuh bekas rel, jembatan, sinyal, wesel dsb. yang masih nampak sisanya.

Kalau yang oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) si aku melihat di sejumlah stasiun masih banyak bantalan rel besi menumpuk juga belum dimanfaatkan.......

sekedar menambahkan.
apapun rel yang tidak terpakai dan masih berada di jalurnya berikut sinyal-sinyal yang tidak aktif, jembatan, gerbong tua, maupun stasiun yang sudah mati, merupakan aset yang masih terpakai dan masih milik 100% PT.Sepur
biarpun kondisinya tidak terawat dan hanya menyisakan rail bed-nya saja masih tetap 100% milik PT.Sepur.
Jadi intinya siapa pun yang telah merusak, mengambil yang bukan haknya, membangun rumah di sepanjang jalur mati kereta api adalah tindakan "P E N C U R I A N"
karena aset-aset yang di curi itu adalah milik pemerintah dan PT.Sepur bertanggung jawab untuk mengelola aset-aset tersebut. Gaya Gua

[Image: hira148591.gif]
"Memburu kereta api keseluruh nusantara."
Facebook : https://www.facebook.com/spoor.hunter
Reply
#5
(14-03-2014, 03:18 PM)spoor_hunter Wrote:
(14-03-2014, 10:28 AM)bhaskara Wrote: Maksudku dijual oleh pemulung.......
Lebih tepatnya lagi dicuri oleh pemulung terus dijual.......

padahal di Jawa Tengah dan DIY yang aku tahu banyak tuh bekas rel, jembatan, sinyal, wesel dsb. yang masih nampak sisanya.

Kalau yang oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero) si aku melihat di sejumlah stasiun masih banyak bantalan rel besi menumpuk juga belum dimanfaatkan.......

sekedar menambahkan.
apapun rel yang tidak terpakai dan masih berada di jalurnya berikut sinyal-sinyal yang tidak aktif, jembatan, gerbong tua, maupun stasiun yang sudah mati, merupakan aset yang masih terpakai dan masih milik 100% PT.Sepur
biarpun kondisinya tidak terawat dan hanya menyisakan rail bed-nya saja masih tetap 100% milik PT.Sepur.
Jadi intinya siapa pun yang telah merusak, mengambil yang bukan haknya, membangun rumah di sepanjang jalur mati kereta api adalah tindakan "P E N C U R I A N"
karena aset-aset yang di curi itu adalah milik pemerintah dan PT.Sepur bertanggung jawab untuk mengelola aset-aset tersebut. Gaya Gua

Justru itu, sebagai RF kita bersyukur bahwa masyarakat tidak memotong dan menjual besi bekas rel, sinyal, dsb. mengingat bahwa banyak grill besi penutup selokan, tempat sampah dari logam, pagar taman, banyak yang dipotong orang lalu dijual sebagai besi bekas.
Sebagai RF kita masih bisa melihat bekas-bekas peninggalan tsb.
Makanya di awal yang aku heran kenapa bisa begitu ? apa karena menjual potongan rel itu susah ?
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)