Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
{ASK}Penggadaan KRDI untuk rute jabodetabek
#11
tinggal operatornya saja apakah mau menambah krd/i atau tidak. tapi kayaknya operator lebih suka beli krl bekas daripada krd/i yang barangkali harga dan perawatannya juga lebih murah. tinggal tunggu penambahan daya saja dari pln atau perusahaan lain.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#12
menurut saya krd tdk cocok untuk lintas jabodetabek karena selain lalu lintas padat yg membutuhkan akselerasi dan deselerasi tinggi untuk mengejar waktu tempuh juga perawatan krd lebih kompleks.
Lalu masalah polusi juga menjadi pertimbangan penggunaan krd, walaupu diproduksi dalam negeri bukan berarti murah, yg ada krdi buatan inka lebih mahal ketimbang krl bekas jepun.
Tinggal nunggu pasokan pln aja yg perlu ditingkatkan
Obsesi: Bikin perusahaan KA sendiri Ngiler
Reply
#13
lebih baik pasokan PLN ditingkatkan... buat hitungannya, mungkin ada yg bisa share data tarif listrik industri dan biaya hsd yg ekivalen dengan 1kW listrik.... teman saya pernah bilang kalau biaya listrik PLN lebih murah daripada hsd dari pertamina

masalahnya sekarang sih, dari mana PLN dapat daya tambahan u/ pasokan listrik KRL? jangan2 daya belum ditambah karena PLN sendiri tidak mampu memproduksinya...
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#14
(19-06-2011, 08:47 PM)kikansha_otaku Wrote: lebih baik pasokan PLN ditingkatkan... buat hitungannya, mungkin ada yg bisa share data tarif listrik industri dan biaya hsd yg ekivalen dengan 1kW listrik.... teman saya pernah bilang kalau biaya listrik PLN lebih murah daripada hsd dari pertamina

masalahnya sekarang sih, dari mana PLN dapat daya tambahan u/ pasokan listrik KRL? jangan2 daya belum ditambah karena PLN sendiri tidak mampu memproduksinya...

mas loko, ada baiknya anda baca ini. itu data untuk tarif listrik. tapi kalo hsd saya belum tahu. apakah sama dengan konsumsi lok2 c1/3/4 yang sekitar 3-5 liter per km?

"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#15
(19-06-2011, 08:47 PM)kikansha_otaku Wrote: lebih baik pasokan PLN ditingkatkan... buat hitungannya, mungkin ada yg bisa share data tarif listrik industri dan biaya hsd yg ekivalen dengan 1kW listrik.... teman saya pernah bilang kalau biaya listrik PLN lebih murah daripada hsd dari pertamina

masalahnya sekarang sih, dari mana PLN dapat daya tambahan u/ pasokan listrik KRL? jangan2 daya belum ditambah karena PLN sendiri tidak mampu memproduksinya...

(19-06-2011, 09:21 PM)ady_mcady Wrote:
(19-06-2011, 08:47 PM)kikansha_otaku Wrote: lebih baik pasokan PLN ditingkatkan... buat hitungannya, mungkin ada yg bisa share data tarif listrik industri dan biaya hsd yg ekivalen dengan 1kW listrik.... teman saya pernah bilang kalau biaya listrik PLN lebih murah daripada hsd dari pertamina

masalahnya sekarang sih, dari mana PLN dapat daya tambahan u/ pasokan listrik KRL? jangan2 daya belum ditambah karena PLN sendiri tidak mampu memproduksinya...

mas loko, ada baiknya anda baca ini. itu data untuk tarif listrik. tapi kalo hsd saya belum tahu. apakah sama dengan konsumsi lok2 c1/3/4 yang sekitar 3-5 liter per km?


memang biaya listrik jauh lebih murah mgkin, cuman dari berita di tv yg pernah ane liat, kesulitan penambahan armada KRL di jakarta adalah karena maslah insfrastrukturnya kelistrikannya gan, yang pernah ane tau untuk penambahan daya dan lain2 itu biayanya bisa milyaran, belom lagi kita harus nunggu keputusan dari PLN dulu, baru proses pembangunan, pengadaa KRL, dll, jika PLN gak sanggup apakah PT. KAI hanya berdiam diri melihat penumpang setianya menjadi kurang terlayani?KRDI nggak harus selamanya beroperasi di jabodetabek kan, ntar juga bisa mutasi ke daop lain, ketimbang saling menunngu untuk memberikan pelayanan yg lebih baik....Xie Xie

Reply
#16
wah, itu dia....

klo boleh tanya, yg jadi kendala di penambahan daya itu dari pembangkitannya atau kapasitas transmisi yg kurang sih?

@ kk ady_mcady:
weh, sorry blon banyak baca trit2 ttg krl dan manajemen... Xie Xie
thx linknya....
visit my blog


Obsesi: Menghapuskan 'Api' dari 'Kereta Api' Playboy

RF kikansha_otaku, telah menjadi warga Semboyan35, Indonesian Railfans sejak Sep 2010.
Reply
#17
Kalo diperhatiin sih 2-2 nya harus ditambah . Btw kalaupun mo ada krd baru masuk daop 1 paling cuma cocok dioperasikan ka arah banten.
Reply
#18
Thumbs Up 
(09-06-2011, 10:56 PM)ghazbhuld Wrote: Menurut ane sih klo KRDI dipake dilintas Jabotabek, nanti boros BBM, soalnya jarak antara satu stasiun dengan stasiun yang lainnya mayoritas berdekatan, sehingga bakal sering2 gas-rem, gas-rem terus. Bandingkan dengan diluar Jabotabek

betul gan.... tapi mendingan kalo KRDI itu dijadikan KRD Ekspress nya JABODETABEK aja biar gak gas rem gas rem gitu... (tapi sayangnya Ekspress sekarang udah diapus pus pussss) Sedih
Reply
#19
dapat data dari wiki, ternyata konversi solar per liter ke kWh adalah berkisar antara 0,28 - 0,4 liter per kWh.

berarti untuk menghasilkan energi 1 kWh, diperlukan solar 0,28 liter untuk mesin yang paling irit. jika 1 liter solar industri Rp. 10 ribu, untuk membangkitkan energi 1 kWh diperluan Rp. 2800.

padahal kalau menggunakan tarif traksi untuk krl, 1 kWh dihargai maksimal Rp. 780 saja.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)