09-06-2011, 05:39 PM
@ RF tomrys, terima kasih.
|
Bagaimana Seandainya Perkereta-apian masuk Kurikulum
|
|
09-06-2011, 05:39 PM
@ RF tomrys, terima kasih.
10-06-2011, 06:04 AM
Waktu aku SMP ada mata pelajaran PLKJ. Kepanjangan dari Pendidikan Lingkungan Kehidupan Jakarta. Di situ membahas bagaimana kehidupan Jakarta, situasi Jakarta terkini kala itu, kebudayaan Jakarta dan masih banyak lagi. Begitu pun dengan adikku yang di Tangerang dengan mata pelajaran bahasa Sunda-nya. Namun, alangkah baiknya jika budaya tertib berlalu lintas dan mematuhi aturan hukum yang berlaku di jasa transportasi itu diterapin di sekolah - sekolah yah... Seneng juga sih lihat anak2 TK yang sudah diajak naik KRD Baraya Beulis Bandung - Cicalengka bahkan KRD Sumo Surabaya - Lamongan. Tapi itu aja blom cukup. Harusnya diberi wawasan yang lebih, terutama emnyangkut kehidupan harian kita yang gak lepas dari jasa transportasi.
1. Memang armada kita kurang. Di dermaga Merak dg kapal - kapal roronya, di terminal bus dg bus2 malam yang cenderung hari raya Lebaran slalu dg kejar - kejaran dan armada KA di mana pr penumpang yang keluar - masuk gak tertib alias berebut, dll. 2. Bagaimana menyikapi perilaku konsumen yang didominasi oleh selain penumpang. Sebut saja itu pengemis, pengamen, jualan jajanan yang pasti menyampahi lantai armada yg kita naikin. 3. Sopan santun dalam bertransportasi. Di Jepang slalu diberitahu kapan waktu kita akan tiba di stasiun A, stasiun B, dll. Di Jakarta cuma di bbrp KRL Ekonomi AC saja yg melalui pengeras suara. Semua itu jadi bahan ujian kehidupan sehari2 kita. Anak2 sekolah dan kuliahan akan berbaur dg masyarakat umum yang cenderung berbeda dengan apa yang jadi gambaran seperti di luar negeri itu. Makanya ke depan mrk gak lagi harus anarkis seenaknya saja, seperti menguasai bus utk sekedar yel yel kesebelasan pujaan mrk, memalaki pr penumpang, naik ke atap, dll. Apa itu yang ada dalam harian kita? Benar... karena kurang dan ketiadaan pembenahan dan bimbingan di lingkungan sekolah, kampus, rumah tinggal kita, dll. Di rumah saja orang tua slalu berbicara gw elo, mam**s aja lo, dll ke anak. Pasti si anak akan merspon yang negatif di kemudian hari. Guru pun juga demikian. Beda dulu beda skarang... Dulu murid dilempat penghapus papan tulis dah biasa. Skr... jangan maen2 kalo gak lapor ke Komnasham perlindungan anak dha..!
10-06-2011, 06:31 PM
(08-06-2011, 09:40 PM)Ryzky_Widi Wrote: Dalam benak saya terbesit bagaimana seandainya perkereta-apian masuk dalam kurikulum sekolah. Entah berdiri sendiri seperti pelajaran atau disisipkan dipelajaran lain. Mengingat banyak masyarakat yang belum paham tentang kereta api. Padahal dengan adanya moda transportasi itu, dapat mengurai kemacetan dan meminimalisasi kecelakan di jalan. mengenai kurikulum/terpisah bisa saja dilakukan tetapi harus terpisah/mulok. atau ada sekolah khusus/kejuruan tentang KA. dan sebenarnya pmrnth tlah mnyediakn sekolh khusus jg bg calon pgwai yg mnrt sy kompten di bidng kepegawaian spt SMK dgn brbgai jurusan tataboga (restorasi), teknik/mesin dan administrasi. nah mngenai satpel/kurikulumnya itu sndri dmn mngndung unsur pd pmbntukn moral juga telh ada di mapel PKN /IPS SD/SMP/SMA sdh dimasukan walo tidak terperinci seperti tentang tema/materi : kedisiplinan, transportasi, teknologi serta globalisasi. untuk materi disesuaikan dgn usia siswa. mngkin anda pernh mnglami. spt contoh : PT KAImerupakan salah satu BUMN..... tempat pembuatan gerbong oleh PT INKA di Madiun.... bentuk disiplin dalam lalulintas salah satunya yaitu tidak menerobos palang pintu.... budaya mengantri.... larangan naik di atap kereta.... dll. semua itu sudah ada tinggal manusia itu sendiri yg mengaplikasikannya... hehe mngkin itu bsa cukup membntu..
seandainya ada kereta ke Pangandaran... mungkin bisa lebih hidup pariwisata di wilayah priangan timur, sedikit emisi untuk menyelamatkan bumi kita, naiklah kereta api....
11-06-2011, 11:26 AM
MEstinya tata tertib dalam menggunakan fasilitas KA harus diajarkan di kurikulum pelajaran anak sekolah. Karena selama ini tata tertib lingkungan yang diajarkan hanya mencakup kendaraan jalan raya.
Rumah bata en semen. Minum cendol..segarrr
11-06-2011, 04:16 PM
Bisa saja masuk kurikulum,,namun mungkin fokus ke jurusan tekhnik (secara khusus)..kalau secara umum, bisa dimasukkan ke dalam pelajaran yang berhubungan dengan tertib berlalu lintas (misalnya pelajaran kewarganegaraan), sehingga siswa sekarang tau tentang aturan-aturan dalam menjaga moda transportasi umum & tau bagaimana menjadi penumpang atau warga negara yang baik..
11-06-2011, 04:52 PM
Paul Fox Demon & gerbong Pupuk : Inti-nya memang harus ada tata tertib-nya. Apalagi dari dulu sampai sekarang banyak penumpang gelap dan tidak taat aturan, seperti tidak beli tiket, naik di atas KA, ataupun bergelantungan di bodi KA.
Kalau sekolah khusus KA memang sudah ada, tapi pelajaran yang masuk kurikulum sekolah umum, mungkin berkaitan dengan sejarah kereta api Indonesia, aturan2 naik kereta, dan sedikit tentang misteri2 seputar kereta api, seperti kenapa KA tidak bisa direm mendadak, KA goyang2 ketika melaju di atas rel, atau mesin kendaraan yang mati ketika di tengah perlintasan KA. Banyak yang tidak tahu akan hal itu, makanya setidaknya ada penjelasan untuk hal-hal semacam itu ... Kan lebih baik diajarkan sejak masih SD ... Dengan begitu, sejak dari kecil sudah hidup bertata tertib ...
- R y z k y W i d i A T m a j a -
02-09-2012, 05:32 PM
Nilai saya pasti 100 terus kalo ada pelajaran itu
![]() ![]()
|
|
« Next Oldest | Next Newest »
|