Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
[Pics] Kecelakaan-Kecelakaan Kereta Api di Indonesia
(10-12-2013, 10:49 PM)nurcahyoms Wrote: Kawan-kawan, sebelumnya mohon buka link ini:
Saya sangat tersentuh ketika melihat gambar yang dirilis oleh http://img.antaranews.com/new/2013/12/or...ar-001.jpg DAN http://cdn.klimg.com/merdeka.com/resized...tangki.jpg

Sebelum menganalisis lebih lanjut, harap diingat bahwa rangkaian yang tabrakan ini adalah type EMU (Electric Multiple Unit) dimana kereta digerakkan oleh mesin listrik (motor traksi) yang dipasang di bogie-nya dan bukan ditarik lok. Apa artinya? tidak lain adalah bahwa kereta terdepan mendapat DORONGAN dari belakang saat motor traksi normal berjalan. Lihatlah gambar sebelah kiri yang dirilis oleh "Antara News": rangkaian kereta masih berdiri rapi saat terjadi tumburan di kereta paling depan. Apalagi terlihat jalur rel yang menikung, tidak tampak satupun roda kereta yang anjlog (kecuali kereta terdepan tentunya). Apa artinya ini? Artinya: sesaat sebelum terjadi tumbukan masinis telah berusaha mengerem kereta dengan baik, dan me-non-aktifkan motor traksi dengan menetralkan tuas gas. Jika tidak di-rem dan dinetralkan, tentunya kereta belakang akan mendorong kereta di depannya dan karena hukum kekekalan momentum serta hukum Newton I (tentang kelembaman) maka roda kereta akan anjlog dan mungkin kerela belakang akan melesak - menabrak kereta di depannya. Apa arti lanjutnya? Artinya: sampai detik-detik terakhir Sang Masinis masih memegang kendali rangkaian, melakukan tindakan dengan tepat, dan dengan ksatria berada di tempat untuk menjaga keselamatan kereta sesuai prosedur. Analisis saya diperkuat oleh foto kedua yang dikanan dan dirilis oleh "Merdeka.com". Lihatlah! Kereta terdepan terguling ke samping!!! (kanan dari arah kita).Gulingan ini hanya disebabdan oleh momentum ke kiri yang disebabkan oleh truk, mengakibatkan kesetimbangan momentum ke kanan. Kereta kedua SAMA SEKALI tidak melesak ke kereta pertama apa lagi sampai naik ke atasnya (bandingkan dg tragedi bintaro sebelumnya). Apa artinya? Mungkin pada saat tumburan terjadi sang masinis telah menggerakkan tangannya maksimal, sehingga sebenarnya pengereman maksimal telah "berhasil" dilaksanakan, semaksimal kemampuan gesekan roda terhadap rel. Sungguh menggetarkan pengabdian Sang Masinis ini, sampai2 pada saat tulisan ini akan saya akhiri tangan saya bergetar dan air mata ingin jatuh....


Masinis (terutama masinis KRL, dimana posisinya terdepan dengan pelindung yg kurang di bandingkan dgn masinis di lokomotif) adalah suatu profesi yg mempunyai tingkat kerja resiko tinggi. Karena masinis ini yg mengendalikan alat transportasi yg mengangkut banyak orang, dengan perjalanan yg standarnya bebas hambatan.

Sebagai sebuah profesi yg beresiko tinggi seorang masinis harus mengerti tentang keselamatan kerja (K3). Ada beberapa pilar dalam Keselamatan Kerja yaitu;
1. Keselamatan Diri Sendiri
2. Keselamatan Rekan kerja
3. keselamatan Masyarakat (penumpang, masyarakat umum)
4. Keselamatan Peralatan/instalasi/kendaraan (kereta api)

Dalam kejadian di Bintaro Masinis telah melakukan penyelamatan terhadap masyarakat umum (penumpang) dengan telah malakukan pengereman maksimal terhadap kereta. Teknisi kereta juga telah melakukan penyelamatan masyarakat (penumpang) dengan mengasih tau kepada penumpang kalau KA mau tabrakan.

Dengan melakukan pengereman KA masinis juga telah berusaha melakukan penyelamatan peralatan (kereta api) agar tidak bertabrakan dengan truk.

Untuk Keselamatan diri, sebagai suatu Profesi yg beresiko tinggi seorang masinis seharusnya di lengkapi dengan APD (alat pelindung diri). Mungkin Masinis perlu memakai Rompi untuk melindungi tubuh masinis, Ruangan masinis di lengkapi dengan kantong udara pengaman, di lengkapi dengan sabuk pengaman (seperti pada mobil).

Memang kalo di liat di kaca depan KRL (juga lokomotif) telah di lengkapi dengan kawat pengaman, yg tujuannya untuk melindungi masinis dari benda2 yg mungkin bisa memecahkan kaca dan melukai masinis, seperti lemparan batu dll.
Reply
Quote:Masinis (terutama masinis KRL, dimana posisinya terdepan dengan pelindung yg kurang di bandingkan dgn masinis di lokomotif) adalah suatu profesi yg mempunyai tingkat kerja resiko tinggi. Karena masinis ini yg mengendalikan alat transportasi yg mengangkut banyak orang, dengan perjalanan yg standarnya bebas hambatan.

Sebagai sebuah profesi yg beresiko tinggi seorang masinis harus mengerti tentang keselamatan kerja (K3). Ada beberapa pilar dalam Keselamatan Kerja yaitu;
1. Keselamatan Diri Sendiri
2. Keselamatan Rekan kerja
3. keselamatan Masyarakat (penumpang, masyarakat umum)
4. Keselamatan Peralatan/instalasi/kendaraan (kereta api)

Dalam kejadian di Bintaro Masinis telah melakukan penyelamatan terhadap masyarakat umum (penumpang) dengan telah malakukan pengereman maksimal terhadap kereta. Teknisi kereta juga telah melakukan penyelamatan masyarakat (penumpang) dengan mengasih tau kepada penumpang kalau KA mau tabrakan.

Dengan melakukan pengereman KA masinis juga telah berusaha melakukan penyelamatan peralatan (kereta api) agar tidak bertabrakan dengan truk.

Untuk Keselamatan diri, sebagai suatu Profesi yg beresiko tinggi seorang masinis seharusnya di lengkapi dengan APD (alat pelindung diri). Mungkin Masinis perlu memakai Rompi untuk melindungi tubuh masinis, Ruangan masinis di lengkapi dengan kantong udara pengaman, di lengkapi dengan sabuk pengaman (seperti pada mobil).

Memang kalo di liat di kaca depan KRL (juga lokomotif) telah di lengkapi dengan kawat pengaman, yg tujuannya untuk melindungi masinis dari benda2 yg mungkin bisa memecahkan kaca dan melukai masinis, seperti lemparan batu dll.

Sobat, usaha masinis in telah berhasil. Nyatanya kereta ke-2 sampai ke-8 selamat dan tetap berdiri tegak ditempatnya. Perkara kereta ke-1 celaka, itu sudah kemampuan maksimal mereka

[Image: Railbus-Signature.jpg]
Reply
http://www.republika.co.id/berita/breaki...-dirjen-ka
Reply
ada yang punya foto PLH Sungai Bokrantai?? di Barat sta. JG. tahun 97 an. ??

Bye Bye
Make yourself usefull to other.
Reply
plh yang paling parah kok malah tidak ada? Kejadian di daerah Trowek sekitar tahun 1959. Gandengan loko lepas, karena lagi di tanjakan, gerbong2 mundur makin lama makin cepat dan achirnya masuk jurang. Banyak korban.
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)