Semboyan35 Indonesian Railfans
An open letter to Indonesian railfans from Rob Dickinson - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Hobby (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=6)
+--- Forum: Fotografi (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=23)
+--- Thread: An open letter to Indonesian railfans from Rob Dickinson (/showthread.php?tid=7015)

Pages: 1 2 3 4


An open letter to Indonesian railfans from Rob Dickinson - kepala_stasion - 23-12-2011

Kepada seluruh member semboyan35.com dan seluruh Railfan pada umumnya. Dalam satu minggu terakhir ini, semboyan35.com dengan Mr Rob Dickinson mengadakan diskusi yang menarik. Salah satunya adalah rasa keberatan beliau saat melihat banyak photo-photo internationalsteam.co.uk yang muncul di semboyan35.com.

Pada dasarnya Mbah Rob Dickinson tidak keberatan untuk menempatkan link photo ke website manapun termasuk semboyan35.com, tetapi dibalik itu semua kita harus menjaga norma-norma yang berhubungan dengan karya cipta seseorang.

Berikut ini adalah Surat Terbuka beliu kepada Indonesian Railfans melalui semboyan35.com



Rob Dickinson Wrote:An open letter to Indonesian railfans from Rob Dickinson.

I first went to Indonesia in 1974 which, I guess, is before many of you were born; it’s been my very good (◣_◢)┌∩┐ to have been back many times since. I have often called my relationship with the railways of Indonesia a very public love affair, not least because my website (internationalsteam.co.uk) has been a showcase for it for over 15 years.

Those of you who have visited the website will find pictures and reports from all over the world either because they were sent to me by fellow railfans who were happy to have their work showcased or, in a few cases, because I had asked to use them. During this time, I have not had a single complaint from anyone about abusing copyright,

Similarly, on many occasions I have been asked to permit images on my site to be used elsewhere which I have normally done providing the original photographers agreed.

You will know that very many of my images have appeared on Semboyan35 over the years and for a long time I have been very unhappy about this because no-one has ever asked me first. These include images from my website together with images which have been lifted from my CD-ROM ‘Incredible Indonesia’. Apart from the fact that putting my name next to a picture does not stop it being a ‘breach of copyright’, it is simply plain bad manners not to get permission first.

20 years ago when I first started to run steam tours to Indonesia, there were very few local railfans and when they came to join special trains at Ambarawa they came by overnight train and bus because they certainly couldn’t afford to have a car. And, of course, I never charged them any money for riding with us. As time went by, the numbers increased and if it was obvious from their cameras or the cars they parked that they could afford it then I would ask railfans for a donation which I passed over for preservation efforts.

I am really happy to see the numbers increasing all the time, especially because many of you are now actively involved in the heritage side including ‘getting your hands dirty’ by working to preserve historic rolling stock.

However, there still seems to be a feeling that it is OK to ‘borrow’ pictures from Mr. Rob (and others) because they are ‘rich’. Even if I was ‘rich’ – I’m not and in fact I can’t afford to run a car – it would not be acceptable.

Some of you will have read “A month in Java in 1976” on my website as well as looking at the pictures. At the time my budget was a few US dollars a day and that meant travelling on public buses and often staying in the kind of losmen where the rats danced around the ceiling and where the mandi lay at the end of a muddy path. I did it because I loved it and not because I ever thought I would ‘get rich’ as a result.

Over the years, I spent a lot of time and money getting my photographs and eventually I realised that I could use my experience to take other people around Indonesia. At first the groups were very small and all I got was a ‘free holiday’ but eventually as Java became one of the few places in the world with working steam locomotives, I got my reward. Anyone we met as we made our visits might have assumed that it was ‘easy money’, but not only was organising and leading the tours hard work, it would have been impossible without the earlier years of hard graft.

Already these pictures are considered to be of historical importance and I am trying to use my influence to assemble a proper archive which can be passed over to the appropriate people in Indonesia for safe keeping and use in the future. You can read about this on my website http://www.internationalsteam.co.uk/java/steamheritage.htm and you can see one immediate result in the Tony Ford collection - http://www.internationalsteam.co.uk/java/pnka.htm

Users of Semboyan35 are very welcome to visit these pages on my site, but please do not ‘borrow’ Tony Ford’s pictures and use them elsewhere without permission. If this happens, then quite simply as other collections join the archive I will not put any part of them on the website and Indonesian (and other) railfans will face a VERY long wait before they are able to enjoy them.

The choice is yours. Behave in a grown up and responsible manner or bear the consequences…

Rob Dickinson

Terjemahannya Wrote:Sebuah surat terbuka kepada Indonesian Railfans dari Rob Dickinson

Pertama kali saya datang ke Indonesia adalah pada tahun 1974, pasti banyak dari kalian yang belum lahir saat itu. Saya sangat beruntung dapat berpergian ke Indonesia berkali-kali setelah itu. Hubungan saya dengan kereta api di Indonesia sering disebutkan sebagai sebuah hubungan cinta, setidaknya tersirat di website internationalsteam.co.uk selama lebih dari 15 tahun ini.

Bagi anda yang telah mengunjungi website dapat melihat photo dan laporan dari seluruh dunia. Beberapa dikirimkan kepada saya oleh rekan railfans yang senang hasil kerjanya ditampilkan, dan beberapa diantaranya adalah permintaan saya untuk menggunakannya. Selama ini, saya tidak pernah mendapatkan keluhan mengenai penyalahgunaan hak cipta.

Demikian juga saat ada permintaan untuk mengizinkan penggunaan gambar-gambar di situs saya di tempat lain. Biasanya saya meminta persetujuan dari photographernya terlebih dahulu.

Kalian tahu, bahwa banyak photo-photo saya telah terpampang di semboyan35.com selama ini dan untuk waktu tersebut membuat saya tidak bahagia karena tidak ada satu orangpun yang meminta pesetujuan dari saya.
Termasuk juga photo yang diambil dari koleksi CD-ROM "Incredible Indonesia". Walaupun menempatkan nama saya disamping photo tersebut, tidak menggugurkan bahwa telah terjadi "pelanggaran hak cipta". Ini sebuah perilaku yang buruk dengan tidak meminta pesetujuan terlebih dahulu.

20 tahun yang lampau, ketika saya pertama kali menjalankan wisata kereta uap di Indonesia, masih sedikit railfans lokal yang ada, dan ketika mereka bergabung dengan kereta api special di Ambarawa, mereka datang dengan bus dan kereta api malam, banyak dari mereka belum mampu membeli mobil. Dan saat itu saya membebaskan mereka untuk dapat naik kereta wisata dengan kami.
Seiring perjalanan waktu, jumlah railfan semakin banyak dan dilihat kamera yang dibawa dan mobil-mobil mereka yang parkir, saya mulai meminta railfans untuk memberikan sumbangan untuk pelestarian.

Saya senang melihat pertumbuhan ini, terutama karena banyak dari kalian yang terlibat dan "mau berkotor-kotor" untuk melestarikan warisan rolling stock yang bersejarah.

Namun sepertinya ada perasaan OK untuk "meminjam" photo dari Mr.Rob (dan lainnya), karena mereka (saya dan lainnya) adalah orang kaya.
Tetapi sebenarnya, walaupun misalnya saya "kaya" (padahal tidak, bahkan tidak untuk sebuah mobilpun) hal itu tidak dapat diterima.

Beberapa dari kalian telah membaca "A month in Java in 1976" di dalam website saya, sambil melihat photo-photonya. Pada saat itu, sangu saya hanya beberapa US Dollar per hari, artinya saya naik bus umum kemana-mana dan tidur di losmen yang banyak tikusnya dan tempat mandi yang jauh dengan jalan yang 'becek'. Saya melakukannya karena saya menyukainya dan bukan karena saya pernah berpikir saya akan menjadi 'kaya' sebagai hasilnya.

Selama bertahun-tahun, saya menghabiskan banyak waktu dan biaya untuk mendapatkan banyak photo dan akhirnya saya sadar bahwa saya dapat menggunakan pengalaman saya untuk mengajak orang lain ke Indonesia. Diawalnya sebuah kelompok kecil dan saya jadikan sebuah "liburan gratis". Selanjutnya karena Jawa menjadi tempat dari sedikit tempat di dunia yang memiliki lokomotif uap yang beroperasi, saya mulai mencari penghasilan untuk itu.
Siapapun yang bertemu kami saat mengadakan kunjungan, mungkin telah berasumsi bahwa itu semua adalah "pekerjaan mudah". Tetapi mengorganisir dan memimpin tur adalah sebuah kerja keras yang mustahil tanpa usaha keras sebelumnya.

Seluruh photo-photo adalah sebuah sejarah yang penting, dan saya berusaha untuk menggunakan pengaruh saya untuk membuat sebuah arsip yang akan saya kirimkan ke orang yang tepat di Indonesia agar dapat aman dijaga dan dapat dimanfaatkan di masa depan. Kalian dapat membaca tentang ini di http://www.internationalsteam.co.uk/java/steamheritage.htm dan kalian dapat melihat salah satu hasilnya koleksi Ford Tony http://www.internationalsteam.co.uk/java/pnka.htm

Pengguna Semboyan35.com silahkan untuk mengunjungi halaman-halaman tersebut di situs saya, tetapi dimohon untuk tidak "meminjam" photo Tony Ford dan menggunakannya di tempat lain tanpa persetujuan terlebih dahulu. Apabila ini masih terjadi, maka saya akan menempatkan gambar-gambar tersebut sebagai arsip saja dan tidak akan dimunculkan di website. Akibatnya Indonesian Railfans (dan RF lainnya) akan menghadapi masalah dimana gambar-gambar tersebut mungkin akan SANGAT lama muncul untuk dapat dinikmati.

Pilihan Anda. Berperilaku baik dan bertanggung jawab atau akan menanggung konsekuensinya ...


Rob Dickinson



RE: An open letter to Indonesian railfans from Rob Dickinson - mikael_cc20301 - 23-12-2011

Inilah saatnya railfans Indonesia belajar dewasa dengan menghormati hak kekayaan intelektual. Top Banget Sudah saatnya kita menghormati setiap karya orang lain, terlebih ketika karya itu sangat berarti dalam mengenang masa kejayaan kereta api Indonesia.Lok Merah Biru Big Grin
NB: Terharu terharu ada perhatian dari Pakdhe Rob...


RE: An open letter to Indonesian railfans from Rob Dickinson - General Electric V3 - 23-12-2011

Waaah ... udah dapet peringatan tuh ... Mari kita berbenah ..... ^_^


RE: An open letter to Indonesian railfans from Rob Dickinson - we supratman - 23-12-2011

trimakasih pakdhe rob kita akan selalu menjaga apa yg telah anda sumbangkan untuk perkeretapian di Indonesia ... oh iya ga semua RF lokal itu punya duit dan kamera bagus.. sy rasa pakdhe rob tidak megenarisir seluruh RF yg melakukan kitu ... \
buat temen2 RF yg lain untuk kedepannya .. jika ada foto pakdhe rob yang mau di lihat ..cukup kasih link ke situsnya .. tidak usah di tempel di s.35 gambarnya ... guna menghindari penyalah gunaan hak cipta Big Grin





RE: An open letter to Indonesian railfans from Rob Dickinson - pardjono - 23-12-2011

Saya punya dua post dan sudah saya edit sesuai dengan saran Mas WE Supratman.
Mohon maaf yang sebesar-besarnya saya sampai kepada Bapak Rob Dickinson dan berjanji tidak akan mengulanginya.


RE: An open letter to Indonesian railfans from Rob Dickinson - mas_bagus_ajah - 23-12-2011

Salah satu tata krama dalam railfanning....di dunia maya.


RE: An open letter to Indonesian railfans from Rob Dickinson - indoboy - 25-12-2011

Perlu diperjelas nih, aturan eksplisit penggunaan foto atau apapun karya orang lain. Tolong disebutin aja yg boleh & ga boleh supaya jelas. Mungkin kita lagi tahap belajar dalam masalah HAKI, jadi perlu dituntun atau ditunjukkan hal seharusnya bagaimana.

Kalo kita inget nyusun skripsi atau thesis, dalam hal menghindari plagiarisme kan cukup menunjukkan sumber referensiya aja. Kalo di sini gimana ya bentuknya?


RE: An open letter to Indonesian railfans from Rob Dickinson - wilapri - 25-12-2011

(25-12-2011, 11:03 AM)indoboy Wrote: Kalo kita inget nyusun skripsi atau thesis, dalam hal menghindari plagiarisme kan cukup menunjukkan sumber referensiya aja. Kalo di sini gimana ya bentuknya?

Prosedur standar perihal penggunaan materi bukan milik sendiri adalah :

1. Mencantumkan rujukan/referensi/link ke materi ybs.

2. Menyebutkan identitas pemilik materi ybs.

3. Lebih baik lagi jika sudah dilakukan permintaan izin sebelumnya kepada si pemilik atau yg berhak.

Salam ...



RE: An open letter to Indonesian railfans from Rob Dickinson - mrawan - 25-12-2011

(25-12-2011, 03:32 PM)wilapri Wrote:
(25-12-2011, 11:03 AM)indoboy Wrote: Kalo kita inget nyusun skripsi atau thesis, dalam hal menghindari plagiarisme kan cukup menunjukkan sumber referensiya aja. Kalo di sini gimana ya bentuknya?

Prosedur standar perihal penggunaan materi bukan milik sendiri adalah :

1. Mencantumkan rujukan/referensi/link ke materi ybs.

2. Menyebutkan identitas pemilik materi ybs.

3. Lebih baik lagi jika sudah dilakukan permintaan izin sebelumnya kepada si pemilik atau yg berhak.

Salam ...

Betul pak Willy.
mungkin untuk jadi pembelajaran kita semua perihal tata krama dan beretika dalam dunia maya ini.
Mulai saat ini kita semua harus lebih berhati hati dan gak asal main comot
poto poto orang lain, gak cuman save as terus di uplot / dishare lagi ke ranah maya ini. bukan cuman poto mbah Rob saja, tapi poto poto hasil karya siapa pun .

Jika memang membutuhkan sebuah referensi poto dari orang lain, hal yg terbaik supaya tidak dibilang menjiplak adalah cukup mencantumkan link alamat nya , ndak perlu di save as trus di uplot lagi .
Jangan sampai nama Indonesian railfans tercemar lagi di mata International , karena ujung ujung nya kita semua juga yg rugi, apalagi mbah Rob sudah mengancam jika masih seperti ini maka beliau nggak akan memperbarui / uplot poto poto lagi disitus nya , arti nya kita gak akan bisa menikmati hasil karya mbah Rob lagi.

Masih ingat kah teman teman tentang kasus Railpictures.net ?
kenapa mereka memblokir Indonesian railfans hingga saat ini ?
sudah pada tahu jawaban nya pasti nya.
Semoga Untuk jadi renungan kita semua supaya lebih berhati hati dalam hal mengenai hak cipta karya poto.




RE: An open letter to Indonesian railfans from Rob Dickinson - indoloko - 25-12-2011

Jika membaca suratnya, Pak Rob Dickinson kecewa karena photo-photo yang muncul di website lain adalah tanpa seijin beliau.
Copyright menurut saya, bukan cuma "hanya" menempelkan sumber content saja, tetapi yang paling penting adalah minta izin dari si pemilik content terlebih dahulu..

demikian sepertinya
salam