Semboyan35 Indonesian Railfans
Hidupkan lagi kereta tidur (sleeping coaches) di Indonesia! - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=12)
+--- Thread: Hidupkan lagi kereta tidur (sleeping coaches) di Indonesia! (/showthread.php?tid=643)

Pages: 1 2 3 4


Hidupkan lagi kereta tidur (sleeping coaches) di Indonesia! - milono77 - 14-12-2008

Kayaknya cuma negara kita nih yang kereta eksekutifnya gak ada kereta tidurnya. Dulu KA Bima pernah ada, malah dihapus. Yang saya ingat senja Utama solo dulu pernah ada kelas 'Couchette' nya sampai akhir 90-an, tarifnya antara bisnis dan eksekutif A. Terakhir Argo Bromo anggrek kelas 'KZ'nya malah ga ada lagi. Ada apa dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero)?Kalo alasan mereka tidak laku tidak masuk akal. Saya pernah dengar tarif KA di Indonesia jauh lebih murah dari negara Eropa, dan kalau ada kereta tidurnya, maka turis asing pasti akan senang hati naik. KA jarak jauh seperti Argo Bromo Anggrek, Bima atau Gajayana seharusnya punya fasilitas ini. Jadi ayo kita cari dukungan untuk menghidupkan kereta tidur di Indonesia! Siapa setuju? Kalau perlu kita ajukan petisi ke PT. Kereta Api Indonesia (Persero)


Re: Hidupkan lagi kereta tidur (sleeping coaches) di Indonesia! - big bro - 14-12-2008

alasan dihilangkan bukan masalah untung rugi.....

tapi masalah sosial.....

ntar malah jadi ONS ( one night service )

tau artinya kan????


Re: Hidupkan lagi kereta tidur (sleeping coaches) di Indonesia! - eling - 14-12-2008

Cinta asik bener kalo ada....

ONS= One Night Stand Gak Punya Uang


Re: Hidupkan lagi kereta tidur (sleeping coaches) di Indonesia! - bagus70 - 14-12-2008

Sumber daya manusia di PT kereta api kita adalah mereka didesain untuk menangani kelas 3 saja. Sementara penumpang mengharapkan pelayanan kelas 1.
Gob***nya, banyak pejabat PT KA yang suka menyombong di depan penumpang yang mendongkol (dan railfan) tentang prestasi pribadinya, dan menganggap bahwa dia mahluk pintar di dunia, sementara penumpang melihatnya sebagai orang bodoh yang tak tahu selera pembayar jasa KA.

Hal yang saya (dan banyak penumpang KA lainnya) soroti belakangan ini adalah hilangnya lantai karpet dari KA eksekutif, yang diganti dengan vinyl. Vinyl itu lebih cocok untuk KA non-AC, karena lebih mudah dibersihkan serta perawatannya murah. Tetapi ini membuat suara bising makin menjadi-jadi, ambience interior jadi jelek, dan temperature jadi lebih ekstrim.
Di mata beberapa railfan Jakarta (yang sombong), saya dianggap rewel, mengada-ngada, dan manja. Mereka juga menganggap bahwa penumpang KA kita kotor dan tidak peduli tentang. Padahal kenyataannya, bukankah penumpang Ka sekarang makin kritis, dan makin lebih beradab dari mereka?
Bahkan seorang railfan bermental penjilat, pernah menyuruh saya untuk diam pada saat saya berniat untuk memberitahukan perihal ini ke seorang pejabat PT KA.
Jadi masalahnya, PT KA lebih berpihak kepada petugas yang malas dan pejbata yang korup, daripada penumpang setia.

Kembali ke topik. Mengenai KA tidur, sudah saatnya KA jarak jauh seperti Gajayana, Bima atau Sembrani memiliki gerbong tidur. Karena di perjalanan jauh, penumpang berhak untuk mendapatkan pelayanan terbaik.
Faktor gangguan sosial di masa silam (penggunaan gerbong tidur untuk prostitusi terselubung) jelas bukan alasan yang mau didengar oleh penumpang.
Ada memang jalan tengah membuat gerbong tidur bebas dari gangguan sosial seperti dulu.

Kalau saya mengusulkan, bagaimana kalau gerbong tidur dibuat kabin berisi 4-6 bunk, lalu pintunya adalah korden saja. Terus juga pintunya per gerbong hanya 2?
Selain itu juga dibuat agar pintu-pintu itu hanya bisa dibuka di stasiun awal dan akhir (serta keadaan darurat). Jadi dengan begini, asongan tidak bisa masuk.


Re: Hidupkan lagi kereta tidur (sleeping coaches) di Indonesia! - Michael Arka - 14-12-2008

bagus70 Wrote:Sumber daya manusia di PT kereta api kita adalah mereka didesain untuk menangani kelas 3 saja. Sementara penumpang mengharapkan pelayanan kelas 1.
Gob***nya, banyak pejabat PT KA yang suka menyombong di depan penumpang yang mendongkol (dan railfan) tentang prestasi pribadinya, dan menganggap bahwa dia mahluk pintar di dunia, sementara penumpang melihatnya sebagai orang bodoh yang tak tahu selera pembayar jasa KA.

Hal yang saya (dan banyak penumpang KA lainnya) soroti belakangan ini adalah hilangnya lantai karpet dari KA eksekutif, yang diganti dengan vinyl. Vinyl itu lebih cocok untuk KA non-AC, karena lebih mudah dibersihkan serta perawatannya murah. Tetapi ini membuat suara bising makin menjadi-jadi, ambience interior jadi jelek, dan temperature jadi lebih ekstrim.
Di mata beberapa railfan Jakarta (yang sombong), saya dianggap rewel, mengada-ngada, dan manja. Mereka juga menganggap bahwa penumpang KA kita kotor dan tidak peduli tentang. Padahal kenyataannya, bukankah penumpang Ka sekarang makin kritis, dan makin lebih beradab dari mereka?
Bahkan seorang railfan bermental penjilat, pernah menyuruh saya untuk diam pada saat saya berniat untuk memberitahukan perihal ini ke seorang pejabat PT KA.
Jadi masalahnya, PT KA lebih berpihak kepada petugas yang malas dan pejbata yang korup, daripada penumpang setia.

Kembali ke topik. Mengenai KA tidur, sudah saatnya KA jarak jauh seperti Gajayana, Bima atau Sembrani memiliki gerbong tidur. Karena di perjalanan jauh, penumpang berhak untuk mendapatkan pelayanan terbaik.
Faktor gangguan sosial di masa silam (penggunaan gerbong tidur untuk prostitusi terselubung) jelas bukan alasan yang mau didengar oleh penumpang.
Ada memang jalan tengah membuat gerbong tidur bebas dari gangguan sosial seperti dulu.

Kalau saya mengusulkan, bagaimana kalau gerbong tidur dibuat kabin berisi 4-6 bunk, lalu pintunya adalah korden saja. Terus juga pintunya per gerbong hanya 2?
Selain itu juga dibuat agar pintu-pintu itu hanya bisa dibuka di stasiun awal dan akhir (serta keadaan darurat). Jadi dengan begini, asongan tidak bisa masuk.

Saya amat sangat setuju sekali dengan pendapat saodara!! Gerbong tidur memang seharusnya ada,mengingat perjalan kereta jauh dan "sedikit" lebih lama dari pesawat. Masalah sosial bisa disiasati dengan berbagai macam cara dan ada kerja sama dari pihat terkait (termasuk penumpang). Serta disiplin tinggi untuk menaati solusi tersebut! Gaya Gua


Re: Hidupkan lagi kereta tidur (sleeping coaches) di Indonesia! - milono77 - 14-12-2008

Kalau memang ada masalah sosial bukan berarti kita lantas gak bisa punya kereta tidur kan...kita bisa belajar dari negara2 lain bagaimana cara mengatasi masalah ini...kalau perlu dibuat peraturan yang tegas dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) supaya tidak macam2


Re: Hidupkan lagi kereta tidur (sleeping coaches) di Indonesia! - adhie_ka33 - 14-12-2008

Om momod tread ini apa ga di jadikan 1 Sama "Bima" aja...Sawry bos !!!!! Pisss ahhh...


Re: Hidupkan lagi kereta tidur (sleeping coaches) di Indonesia! - dedy vh - 15-12-2008

yang jelas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mengejar profit oriented bukan service oriented.jadi lebih mengejar jumlah okupansi sebanyak mungkin kalau perlu lebih dari 100 %. ini bisa di liat di kereta eksekutif ada yang duduk di lantai atau tidur di bawah jok.di eksekutif ini adalah hal yang sangat tabu.bagaimana mau bersaing mencari penumpang sebanyak mungkin kalau service di nomor sekiankan. Red Bull kalau memang mau untung harusnya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) melakukan inovasi yang berani.kalau perlu di k1 disediakan bath tub untuk memanjakan penumpang k1 Ngeledek


Re: Hidupkan lagi kereta tidur (sleeping coaches) di Indonesia! - Illia - 15-12-2008

hm kereta tidur ya
setuju tuh harus ada
soal harga gw rasa ga masalah
mgkn ini bisa dikaitkan kalau ada shinkansen nanti
dengan kabar harga tiketnya hampir 1jt pasti yang naik orang tertentu doang

lah kalau ada kereta tidur, gw pikir dengan harga yang sedikit mahal yang naik jg ga sembarang orang
jd paling ga fasilitasnya bisa lebih dirawat dibandingkan yang naik maaf penumpang yang hobi naik k1 tp bermental k3
bukan apa2 sih, ini cm yang saya liat di sekitar perjalanan ka di indonesia.


Re: Hidupkan lagi kereta tidur (sleeping coaches) di Indonesia! - railway_athlete - 15-12-2008

setuju banget kalau ada kereta tidur...secara kalau di malam hari, penumpang kan butuh kenyamanan ekstra supaya bisa tiudr nyenyak....