![]() |
|
Kalau Saja Ada KA Feeder Wisata di Jalur Mati - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forum-5.html) +--- Forum: Jalur Barat (https://www.semboyan35.com/forum-16.html) +--- Thread: Kalau Saja Ada KA Feeder Wisata di Jalur Mati (/thread-6007.html) |
Kalau Saja Ada KA Feeder Wisata di Jalur Mati - Dana Komuter - 02-07-2011 Kita pasti sudah banyak tahu kalau Daops II memiliki banyak rel bercabang yang sudah mati. Ibarat sebuah pohon, ranting - rantingnya sudah dicabut akibat tangan - tangan jahil. Padahal banyak binatang - binatang macem ulat, kucing, serigala dan lain - lain berteduh di situ. Daops II punya cabang rel Sukabumi - Bayah - Saketi, Banjar - Cijulang, Rancaekek - Jatinangor dan masih banyak lagi. Berbeda dengan Daops IV Semarang yang bercabangnya selepas Semarang Tawang arah ke timur. Namun, itu pun sudah sirna puluhan tahun lamanya. Aku sempet membayangkan saja andai saja dari stasiun Bandung para penumpang yang turun dari KA Argo Parahyangan meneruskan ke beberapa kota kecil yg dianggapnya punya daya tarik tersendiri dengan rangkaian semisal KRDE entah dinamain apa gitu... atau menggunakan Rencang Geulis mungkin... dari stasiun Bandung menuju Cijulang. Berasumsi di Cijulang ada banyak penginapan macem vila. Jadi aku membayangkan Bandung gak sesumpek seperti sekarang ini. Ke mana2 merasa harus diwacanakan dibangun monorail bahkan kereta gantung. Kalau menurut teman2, lebih cocok KRD feedernya itu dari Bandung ke mana? Cijulang-kah, Garut? atau ke mana gitu... maksud aku yang di rel mati... RE: Kalau Saja Ada KA Feeder Wisata di Jalur Mati - morkies - 01-09-2011 Kalo ke cijulang kejauhan om ! Yang saya sayangkan adalah keputusan menutup rel ke Ciwidey. Padahal kalo masih ada Bandung mungkin ga sesemrawut sekarang. RE: Kalau Saja Ada KA Feeder Wisata di Jalur Mati - Dana Komuter - 01-09-2011 Gak usah Bandung - Cijulang sih... Semisal Jakarta - Banjar deh dg si Priangan dihidupin lagi, tp gak muter via PSE - THB - MRI lagi... Mungkin dr Banjar ke Cijulang bisa diterusin dg bbrp kereta lori, KRD-H, kereta wisata dg lok uap dan lain sebagainya mungkin... Berlaku juga utk petak rel mati lainnya yah... RE: Kalau Saja Ada KA Feeder Wisata di Jalur Mati - Joe_cn - 01-09-2011 Yang ada Feeder malah dibuat mati di jalur yang sebenarnya idup Di daop VI ada 2 feeder yang sekarang mati: 1. Feeder Purworejo 2. Feeder Wonogiri RE: Kalau Saja Ada KA Feeder Wisata di Jalur Mati - ady_mcady - 02-09-2011 (02-07-2011, 06:19 PM)Dana Komuter Wrote: Daops II punya cabang rel Sukabumi - Bayah - Saketi, eh yang bener mas dana. memangnya ada rel dari sukabumi yang ke bayah? lewatnya mana? pelabuhanratu? ![]() RE: Kalau Saja Ada KA Feeder Wisata di Jalur Mati - Andrew_CN - 02-09-2011 (02-09-2011, 08:36 AM)ady_mcady Wrote:(02-07-2011, 06:19 PM)Dana Komuter Wrote: Daops II punya cabang rel Sukabumi - Bayah - Saketi, Prasaan SI masi masuknya DAOP I dhe perbatesan DAOP & SI ke bayah kan ke utara artinya itu punya DAOP I RE: Kalau Saja Ada KA Feeder Wisata di Jalur Mati - Dana Komuter - 02-09-2011 (02-09-2011, 08:36 AM)ady_mcady Wrote:Ehhh... yang mungkin suka hunting ada yg bisa jawab gak nih?(02-07-2011, 06:19 PM)Dana Komuter Wrote: Daops II punya cabang rel Sukabumi - Bayah - Saketi, Aku juga itu sih kalo gak salah baca pernah ada yg ngetik kalau rel KA Bayah itu tersambung ke Sukabumi sih... Yg aku inget pernah ada yg post foto2 bekas sisa tiang - tiang jembatan KAnya yg tinggal gundukan tanahnya aja...Ok..
RE: Kalau Saja Ada KA Feeder Wisata di Jalur Mati - morkies - 03-09-2011 Dulu Bayah itu ada tambang batubara muda (kalori rendah). Sepertinya memang digunakan untuk itu, sampai kemudian dihabisin semua sama sodara tua ! RE: Kalau Saja Ada KA Feeder Wisata di Jalur Mati - debi4n_us3r - 04-09-2011 coba aja kalau misalnya jalur - jalur ini tidak dimatikan tetapi tetap hidup dengan kereta - kereta lokalnya. sehingga aset bisa terjaga dengan baik. kalau misalnya semua jalur mati daop 2 itu masih hidup hingga kini mungkin sudah ada penggantian rel dari tipe r25 ke tipe r33 dan full menggunakan bantalan besi agar lok sekelas BB 301 / BB 304 maupun KRD bisa masuk sehingga mungkin akan ada "argo peuyeum" maupun "bumi geulis" lain di jalur itu. hehe. dan pastinya kereta - kereta tersebut menjadi feeder minimal KA - KA kelas ekonomi macam kahuripan, pasundan, kutsel dan serayu. membayangkan penumpang KA dari cikajang turun di cibatu lalu melanjutkan perjalanan menggunakan KA ekonomi jarak jauh dan sebaliknya, begitu juga penumpang KA dari ciwidey dan soreang turun di kiaracondong lalu melanjutkan perjalanan menggunakan KA ekonomi jarak jauh dan sebaliknya. mungkin kita bisa melihat pemkot bandung latah mengikuti langkah pemkot solo membeli satu set railbus untuk rute bandung - soreang. yang mungkin bs menjadi feeder argo parahyangan. masyarakat kabupaten bandung pun tak akan dipusingkan dengan kemacetan yang sering melanda daerah kopo maupun dayeuh kolot. kalau semua itu ada, saya yakin tahun kemarin sudah ada kereta khusus wisata di jalur - jalur itu. melihat keseriusan Pemprov Jawa Barat saat ini uuntuk mengoperasikan kereta wisata. mengingat jalur - jalur mati ini ujungnya adalah area wisata terkenal di jawa barat. Quote:OOT : Jalur Saketi - Bayah tidak terhubung dengan jalur Sukabumi - Bogor. Jalur Saketi - Bayah berujung di Pulo Manuk. Hal tersebut baru menjadi rencana Kementrian Perhubungan Direktorat Jenderal Perkeretaapian di RIPNAS RE: Kalau Saja Ada KA Feeder Wisata di Jalur Mati - Andrew_CN - 04-09-2011 (04-09-2011, 07:44 AM)debi4n_us3r Wrote: coba aja kalau misalnya jalur - jalur ini tidak dimatikan tetapi tetap hidup dengan kereta - kereta lokalnya. sehingga aset bisa terjaga dengan baik. kalau misalnya semua jalur mati daop 2 itu masih hidup hingga kini mungkin sudah ada penggantian rel dari tipe r25 ke tipe r33 dan full menggunakan bantalan besi agar lok sekelas BB 301 / BB 304 maupun KRD bisa masuk sehingga mungkin akan ada "argo peuyeum" maupun "bumi geulis" lain di jalur itu. hehe. dan pastinya kereta - kereta tersebut menjadi feeder minimal KA - KA kelas ekonomi macam kahuripan, pasundan, kutsel dan serayu. membayangkan penumpang KA dari cikajang turun di cibatu lalu melanjutkan perjalanan menggunakan KA ekonomi jarak jauh dan sebaliknya, begitu juga penumpang KA dari ciwidey dan soreang turun di kiaracondong lalu melanjutkan perjalanan menggunakan KA ekonomi jarak jauh dan sebaliknya. mungkin kita bisa melihat pemkot bandung latah mengikuti langkah pemkot solo membeli satu set railbus untuk rute bandung - soreang. yang mungkin bs menjadi feeder argo parahyangan. masyarakat kabupaten bandung pun tak akan dipusingkan dengan kemacetan yang sering melanda daerah kopo maupun dayeuh kolot. kalau semua itu ada, saya yakin tahun kemarin sudah ada kereta khusus wisata di jalur - jalur itu. melihat keseriusan Pemprov Jawa Barat saat ini uuntuk mengoperasikan kereta wisata. mengingat jalur - jalur mati ini ujungnya adalah area wisata terkenal di jawa barat.
Kalo semua spoor di tanah jawa ini ga dibunuh & dipreteli, gw jamin bus itu kewalahan & ga ada lahan yg cukup buat pemerintah bikin tol, karna ga ada kota strategis akan hasil bumi & berpotensi wisata yg ga diinjek sama sepasang batang rel ditiap DAOP, tapi skali lagi keuntungan aspal jauh lebi besar untuk jadi daya tarik pemerintah.
Coba kalo qta liat peta jalur lama taun 60an yg masi ada terpampang jalur lori juga, dibandingin sama yg taun 90an yg ada di peron jalur 1 PSE aja, lebi membuat miris dibanding cuma ngebayangin |