Semboyan35 Indonesian Railfans
Huebeat... - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=5)
+--- Forum: Kereta Uap (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=19)
+--- Thread: Huebeat... (/showthread.php?tid=1486)

Pages: 1 2


Huebeat... - Agus Budhy Nugroho - 26-05-2008

dear railfans,

pagi ini saya buka Milist ini dan saya dapetin foto loko-uap en perkiraan saya itu sepertinya Dipo Lok Jatinegara..

huebat... pengin rasanya saya punya koleksi atau foto-foto tentang KA dan stasiun jaman bauhela (lawas punya)...

satu hal yang pasti adalah istri saya masih ingat waktu stasiun Cakung masih dalam bangunan kuno dimana gedungnya masih "tembok Belanda" dan pondasinya masih menggunakan batu kali cat putih dan hitam sementara sinyalnya masih "lengan batangan" dan terdapat talang air di sebelah baratnya yang akan terdengar suara dentuman bila "makan korban" penumpang yang naik diatap KA, sementara sekelilingnya hutan karet.

suara suling "sihitam" masih terdengar jelas saat ada rangkaian yang tertahan atau yang melewati stasiun Cakung dan terlihat jelas dari serambi rumah (padahal jaraknya cukup jauh) apalagi bila malam hari... sinar "matanya" itu lho yang menembus malam dengan tegar dan pasti...

itu semua sekitar tahun 1977-1978... dan sekarang ?... tentu jauh berbeda. Istri saya sempat bertanya, bisa nggak ya Perumka mempertahankan stasiun dengan segala "keaslian"-nya tanpa mengurangi fungsinya. ?

secara pribadi saya jawab "bisa..."



salam,

==" Lok Bima Kunting "==


Re: Huebeat... - 88nobita - 14-06-2008

Arrow mgkn perumka menjwb 'tidak' tp klo PT.KA menjwb 'AYOO KITA BISA' asal ada usaha, dan aku menjawab "BERUSAHALAH, gapai semua keinginan kita tuk hr yg cerah" Big Grin


Re: Huebeat... - luke_q - 18-06-2008

Keknya susah deh dananya minim belum lagi ulah tagan2 jahil


Re: Huebeat... - bintangsendja - 11-09-2008

Agus Budhy Nugroho Wrote:dear railfans,

itu semua sekitar tahun 1977-1978... dan sekarang ?... tentu jauh berbeda. Istri saya sempat bertanya, bisa nggak ya PT. Kereta Api (Persero) mempertahankan stasiun dengan segala "keaslian"-nya tanpa mengurangi fungsinya. ?

==" Lok Bima Kunting "==

boleh sumbang saran?

pertanyaannya: apakah harus _semua_ stasiun dipertahankan? kita tidak hidup di zaman dahulu. zaman berkembang, dan tentu saja pasti ada perkembangan yang melaju melampaui masa lalu.

di inggris, stasiun st. pancras diubah sebagian bentuk dan fungsinya untuk menjadi terminal keberangkatan eurostar ke brussels dan paris. stasiun liverpool street juga mengalami perubahan.

memang penghancuran stasiun yang bernilai arsitektur tinggi amat disayangkan. contohnya, lagi2 dari luar negeri, seperti stasiun euston di london, atau pennsylvania station di new york.

apakah di indonesia ada stasiun dengan nilai arsitektur setara? YA. jakarta, tanjung priok, surabaya kota misalnya. kita sekarang sudah kehilangan surabaya kota.

tapi apakah lantas semua stasiun kecil harus dipertahankan? tidak juga. apalagi stasiun2 komuter di sekitar jakarta, mungkin sebagian harus diubah bentuknya karena padatnya penumpang yang menggunakan kereta komuter. misalnya, sebaiknya peron stasiun komuter harus sama tingginya dengan kereta api.


Re: Huebeat... - Gege - 12-09-2008

Kalo pendapat saya mas BintangSendja...

Okeh lah kalo ada perkembangan jaman...
Okehlah penumpang semakin padat...

Tapi khan bangunan lama bisa disesuaikan dengan penambahan tanpa mengurangi bentuk aslinya...

Hanya pendapat pribadi, yang sayangnya ngga bisa direalisasikan dengan bangunan yang ada sekarang...

:ewink:


Re: Huebeat... - hedwigus - 12-09-2008

bintangsendja Wrote:apakah di indonesia ada stasiun dengan nilai arsitektur setara? YA. jakarta, tanjung priok, surabaya kota misalnya. kita sekarang sudah kehilangan surabaya kota.

tapi apakah lantas semua stasiun kecil harus dipertahankan? tidak juga. apalagi stasiun2 komuter di sekitar jakarta, mungkin sebagian harus diubah bentuknya karena padatnya penumpang yang menggunakan kereta komuter. misalnya, sebaiknya peron stasiun komuter harus sama tingginya dengan kereta api.


Kebanyakan stasion memang didesain dan dibangun jauh sebelum Indonesia Merdeka. Tetapi ada juga yang dibangun setelah jaman kemerdekaan.
Bangunan stasion memang memiliki ciri tersendiri, TJP bisa disebut stasion yang megah, begitu juga JAKK dan lain sebagainya.
Kelemahan dari stasion-stasion kuno tersebut adalah tinggi peron yang terlalu rendah sehingga penumpang bisa saja mendapat kesulitan saat naik dan turun kereta.

Kembali ke mempertahankan stasion. Jika dilihat jalur dari MRI - BOO, bisa dipastikan tidak ada lagi stasion yang orisinil, semua telah diganti dengan stasion baru yang modern sehingga mampu melayani penumpang komuter dengan jumlah yang banyak. Memang kemajuan jaman terpaksa mengalahkan bentuk bangunan stasion. Bahkan GAMBIR yang dulu merupakan bangunan stasion dengan motif art-deco dan 6 peron harus mengalah dengan dihancurkan dan dibangun stasion baru yang lebih modern walau peron berkurang menjadi 4.

Baru-baru ini, wacana yang timbul adalah stasion SMT yang karena kebanjiran terus, mau tidak mau akan dilakukan revitalisasi menyeluruh, belum tahu bentuknya akan seperti apa.

Di satu sisi, Dephub dan PT.KA (Persero) pernah mengatakan bahwa beberapa stasion yang memiliki nilai sejarah akan tetap dijaga tetapi juga tidak menutup kemungkinan untuk diupgrade.
contoh: Stasion Jakarta Kota alias BEOS alias JAKK sudah di plan untuk memiliki double decker di dalamnya, sehingga penumpang kereta jarak jauh dan penumpang kereta komuter yang jumlahnya semakin banyak dapat dipisahkan dan dilayani di lantai yang berbeda. Pekerjaan ini tidak merubah bentuk stasion tetapi akan merombak hampir seluruh layout rel dan peronnya.

Sebagai railfans kita memang sebaiknya selalu memberikan dukungan kepada dunia perkereta apian termasuk memberikan masukan-masukan agar aset-aset ini selalu dapat terjaga.

salam
-hedwig-


Re: Huebeat... - bintangsendja - 12-09-2008

hedwigus Wrote:Kebanyakan stasion memang didesain dan dibangun jauh sebelum Indonesia Merdeka. Tetapi ada juga yang dibangun setelah jaman kemerdekaan.
Bangunan stasion memang memiliki ciri tersendiri, TJP bisa disebut stasion yang megah, begitu juga JAKK dan lain sebagainya.

Kembali ke mempertahankan stasion. Jika dilihat jalur dari MRI - BOO, bisa dipastikan tidak ada lagi stasion yang orisinil, semua telah diganti dengan stasion baru yang modern sehingga mampu melayani penumpang komuter dengan jumlah yang banyak. Memang kemajuan jaman terpaksa mengalahkan bentuk bangunan stasion. Bahkan GAMBIR yang dulu merupakan bangunan stasion dengan motif art-deco dan 6 peron harus mengalah dengan dihancurkan dan dibangun stasion baru yang lebih modern walau peron berkurang menjadi 4.

maksudnya mungkin TPK bukan TJP mas hedwig? Big Grin

kalau Gambir masalahnya dia stasiun abal-abal, bangunan aslinya dari 1884, terus diubah fasadnya pada tahun 1927 atau 1928 dengan langgam art deco, kemudian tahun 1970an (mungkin lho) bagian tengahnya ditambah lagi.... mungkin memang sudah terlalu ribet untuk dipertahankan lagi.

yang patut disayangkan tuh stasiun MDN yang sebenarnya sudah sangat oke, dari tahun 1940, tapi dibongkar dan diganti bangunan baru dengan nilai arsitektur yang amat buruk.


Re: Huebeat... - hedwigus - 12-09-2008

bintangsendja Wrote:maksudnya mungkin TPK bukan TJP mas hedwig? Big Grin

kalau Gambir masalahnya dia stasiun abal-abal, bangunan aslinya dari 1884, terus diubah fasadnya pada tahun 1927 atau 1928 dengan langgam art deco, kemudian tahun 1970an (mungkin lho) bagian tengahnya ditambah lagi.... mungkin memang sudah terlalu ribet untuk dipertahankan lagi.

yang patut disayangkan tuh stasiun MDN yang sebenarnya sudah sangat oke, dari tahun 1940, tapi dibongkar dan diganti bangunan baru dengan nilai arsitektur yang amat buruk.

eh iya.. TJP.. he he he..
MDN memang bener-bener ancur saat ini... saya bilang itu bangunan ruko.. bukan stasion.. katanya occupancy bangunannya rendah.. jadi berkesan kumuh saat ini.

Bung Spoorsoni.. gimana.. sampean khan punya story tersendiri di lokasi ini wekekekekek


Re: Huebeat... - totok purwo - 12-09-2008

setuju dgn bos momod ... kalo bangunan stasiun yg gak ada nilai sejarah mgkn gak masalah ... tp harus diingat bhw rata-rata area stasiun seluruhnya (kota / desa) sangat luas ... belanda mungkin dah berpikis sampe situ dulunya ... ada pengembangan ... tp sebagian area lahan milik perkeretaapian sdh pindah tangan menjadi milik pribadi itu masalahnya .... tanpa harus mengganggu bangunan aslipun sebenarnya semua stasiun bisa asal ... bisa membebaskan lahan yg dulu milik perkeretaapian ...


Re: Huebeat... - big bro - 13-09-2008

Kalo JAKK mah gak masalah di bongkar.....

kan bangunan asli tuh bukan bangunan yang jadi peron.......

jadi yang dibongkar sepanjang peron aja ( Yang atap seng) bangunan utama bisa gak dibongkar......

kalo stasiun laen????

kebanyakan kan bangunan na sekalian jadi peron......