Semboyan35 Indonesian Railfans
Pecinta Gajayana - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=5)
+--- Forum: Lintas Selatan (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=15)
+--- Thread: Pecinta Gajayana (/showthread.php?tid=3584)



RE: Pecinta Gajayana - bramoy - 04-05-2012

Untuk akang Billy, sebenarnya di Saradan ditahan 20 menit itu bukan karena kecepetan ya, kan saya sudah bilang bahwa kereta Gajayana sudah dalam keadaan terlambat bahkan tiba di stasiun Madiun sudah telat hampir 40 menitan dari jadwal. Hal ini karena kereta berhenti di Blitar hampir 15 menit lebih dan diberangkatkan kembali pukul 4 sore lebih padahal di jadwal pukul 15.41 sudah berangkat, belum lagi di petak Blitar - Tulungagung ada pergantian tipe rel 54 Tak pelak masinis waktu itu gas pol di petak Madiun - Yogyakarta sampai beberapa kali ketahan di bebarapa stasiun sepanjang Solo - Yogyakarta.
KA Gajayana ini memang sekarang sudah berhenti di banyak mulai dari Kepanjen, Blitar, Wlingi, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Madiun, Solo, Yogyakarta, Kutoarjo, Purwokerto, Cirebon. Bukan karena faktor orang ingin memilih naik kereta yang mana, ini cuma untuk mengefisienkan waktu dan energi saja, kalau memang sudah ada kereta dengan tujuan serta jalur yang sama ditambah pula jalur yang diempuh lebih pendek ( A.K.A Bima ) tak ada salahnya kan bisa dijadikan penyangga, mungkin bisa dilakukan dengan penambahan gerbong. Biarkan saja KA Gajayana menyapu sepanjang Malang - Kertosono setelah itu bablas.


RE: Pecinta Gajayana - Billy Dancing - 04-05-2012

(04-05-2012, 05:35 PM)bramoy Wrote: Untuk akang Billy, sebenarnya di Saradan ditahan 20 menit itu bukan karena kecepetan ya, kan saya sudah bilang bahwa kereta Gajayana sudah dalam keadaan terlambat bahkan tiba di stasiun Madiun sudah telat hampir 40 menitan dari jadwal. Hal ini karena kereta berhenti di Blitar hampir 15 menit lebih dan diberangkatkan kembali pukul 4 sore lebih padahal di jadwal pukul 15.41 sudah berangkat, belum lagi di petak Blitar - Tulungagung ada pergantian tipe rel 54 Tak pelak masinis waktu itu gas pol di petak Madiun - Yogyakarta sampai beberapa kali ketahan di bebarapa stasiun sepanjang Solo - Yogyakarta.
KA Gajayana ini memang sekarang sudah berhenti di banyak mulai dari Kepanjen, Blitar, Wlingi, Tulungagung, Kediri, Kertosono, Madiun, Solo, Yogyakarta, Kutoarjo, Purwokerto, Cirebon. Bukan karena faktor orang ingin memilih naik kereta yang mana, ini cuma untuk mengefisienkan waktu dan energi saja, kalau memang sudah ada kereta dengan tujuan serta jalur yang sama ditambah pula jalur yang diempuh lebih pendek ( A.K.A Bima ) tak ada salahnya kan bisa dijadikan penyangga, mungkin bisa dilakukan dengan penambahan gerbong. Biarkan saja KA Gajayana menyapu sepanjang Malang - Kertosono setelah itu bablas.

Oh gitu. Sorry kurang baca nih Ngeledek

Oh iya, justru dalam memilih kereta, penumpang juga ikut andil lho. Gajayana dan Bima itu berbeda, fasilitas yang dimiliki juga beda, penumpang juga ngeliat mana yang tepat waktu, mana yang ac-nya dingin, mana yang pelayanan lebih ramah, dan mana yang lebih memuaskan dari harapan penumpang.

Lagi pula, Gajayana berhenti di jalur-jalur yang sudah dikehendaki itu kan emang ada pangsa pasarnya, selain itu, antara KA juga saling ikut membantu.

COntoh =
+Yogyakarta, jam keberangkatan antara Argo Dwipangga dan Gajayana sangat dekat untuk tujuan yang sama, jika salah satu KA tidak kuat menampung, Kereta lain bisa membantu. Selain itu, sesuai selera penumpang juga lah, emangnya Kereta selalu full dari Stasiun awal ? Tentu tidak. Pangsa-nya Gajayana itu besar di Stasiun Malang, Kertorono, Madiun, dan Purwokerto mas. Kalau dibablasin setelah jalur ML-KTS, gimana nasibnya dong ?


RE: Pecinta Gajayana - Bimantara - 04-05-2012

(04-05-2012, 04:15 PM)Billy_CC20335CN Wrote:
(04-05-2012, 03:31 PM)TheLintang_32 Wrote:
(04-05-2012, 08:59 AM)Bimantara Wrote:
(03-05-2012, 08:32 PM)bramoy Wrote: Sebenarnya dari KA Gajayana ini, berharap setidaknya ada peningkatan no kereta menjadi no 1 dan 2 alias menjadi Argo, Dwipangga aja bisa menjadi Argo Dwipangga, sedangkan Gajayana dari tahun 1999 sampai sekarang belum menjadi Argo, knapakah ( tak tahu saya )....
Trus ini juga, semakin lama agak sebel sebenar e sama stasiun pemberhentian KA Gajayana, sebagai KA jarak jauh harusnya para pengelola ngerti donk management-nya seperti apa, yah kalo jadwal keberangkatan sudah dirubah menjadi pukul 13.45 ke arah Jakarta, harusnya tak perlu berhenti di Kertosono, ga peduli kek stasiun tipe berapa, penumpang yang dari Kertosono biarkan tercover sama Bima dan Bangunkarta begitu pun juga di Stasiun Solo, ngapain berhenti juga sih, kalo cuma naikin ato nurunin ga sampe 10 penumpang rugi deh, rugi waktu. Kalo yang brngkat dari Solo biarkan naek Argo Dwipangga, Bima, Bangunkarta ( Jebres berhenti ka ga sih ). Apalagi keberangkatan di siang seperti ini pun ada kemungkinan untuk bersilang dengan Sancaka, Pasundan, (tambahin kalo ada), dulu aja hampir 20 menit nunggu Sancaka di Saradan. Kalo Surabaya - Kertosono aja cuma 80 km mungkin ekspress bisa melibas dalam waktu 1-1,5 jam. Malang - Kertosono aja brapa kilo, nah untuk mengefisien waktu alangkah baiknya kalau sistem pemberhentian kereta perlu ditata terkhusus untuk KA jarak jauh semisal jalur Malang - Jakarta.

Wah tapi itu udah diatur sama GAPEKA mas , memang Gajayana harusnya jadi Argo . Tapi menurut saya biarlah jadi Satwa Retrofit , karena cuma 4 kereta yang kelasnya Satwa Retrofit .
Hidup (ARGO) GAJAYANA !!
tak apa maupun kelasnya Satwa, tetapi tidak kallah bersaing dengan Argo.
Tepuk Tangan

GAJAYANA adalah Kereta BARU, bukan RETROFIT Bethe
Kereta Satwa Retrofit itu cuma Sembrani dan Turangga, gak ada lagi :p
Kalau Gajayana itu Satwa dengan armada baru, bukan rertofit.

Soal Gajayana yang berhenti di Kertosono emang udah GAPEKA-nya, lah kalau mau naik Bangunkarta (17.08) kan lewat Utara, pangsa pasarnya berbeda (walau ga terlalu ngaruh sih-_-), kalau naik Bima pukul 18.38 sedangkan Gajayana pukul 17.48. Setiap penumpang punya keinginan trsendiri. Kalau penumpang itu merasa waktunya kurang pas dengan Bima, yaa penumpang itu milih Gajayana, begitu pun sebaliknya. Juga kalau penumpang kapok sama Bima, mereka akan milih Gajayana, begitu pun sebaliknya.

Kalau malah silangan, siapa yang nyampe duluan yaa dia yang harus ngalah, bukan masalah kelas lagi. Jika Gajayana memang menunggu Sancaka sampai 20 menit di Saradan, berarti Gajayana yang terlalu cepat sampai Saradan :v

Kalau yang di Solo, ga sedikit juga kok yang naik. Walau biasanya cuma 10 orang, itu tetep jadi prioritas dan menjadi kebutuhan konsumen. PT. Kereta Api Indonesia (Persero) juga memberhntikan Kereta-nya di Stasiun yang memang mempunyai pangsa pasar tersendiri.
Bima 34 berhenti di Jatibarang karena memang "ada" yang membutuhkan
Cireks 63,66,69,70 berhenti di Brebes, Tanjung, Losari, dan Babakan karena memang punya pangsa pasar tersendiri.

Oke om billy , makasih ya koreksinya . Buka PM om , ane ada perlu


RE: Pecinta Gajayana - UIZ-SenjutKade - 05-05-2012

biar pun Argo maupun Satwa kan tetep aja K1 kan..??
lagipula apa bedanya Satwa dan Argo dari segi pelayanan...
mungkin Gajayana kelas Satwa karena petak ML-KTS banyak berhenti untuk angkut penumpang, lepas tu cuma di MN-SLO-KT(g tw ls atw gag)-YK-dan sterusnya smpe JAKK
tapi ga tau juga sih, lagipula kalo Gajayana kelas Argo di GapeKA baru bakal dapet nomor 1-2 cz nih KA route terjauh...
CMIIW


RE: Pecinta Gajayana - Billy Dancing - 05-05-2012

(05-05-2012, 12:04 AM)UIZ-SenjutKade Wrote: biar pun Argo maupun Satwa kan tetep aja K1 kan..??
lagipula apa bedanya Satwa dan Argo dari segi pelayanan...
mungkin Gajayana kelas Satwa karena petak ML-KTS banyak berhenti untuk angkut penumpang, lepas tu cuma di MN-SLO-KT(g tw ls atw gag)-YK-dan sterusnya smpe JAKK
tapi ga tau juga sih, lagipula kalo Gajayana kelas Argo di GapeKA baru bakal dapet nomor 1-2 cz nih KA route terjauh...
CMIIW

Wakkakak.... Biar lah menjadi Kelas Satwa, nanti kalau kelas Argo jadi tambah mahal lagi Ngakak


RE: Pecinta Gajayana - CC-201-23 - 05-05-2012

Tapi cat-nya udah jadi Argo:p
Ada gak sih Argo yg pake K1 satwa/eksis,selain ABAL?Bingung



RE: Pecinta Gajayana - Billy Dancing - 05-05-2012

(05-05-2012, 10:48 AM)CC-201-23 Wrote: Tapi cat-nya udah jadi Argo:p
Ada gak sih Argo yg pake K1 satwa/eksis,selain ABAL?Bingung

Ada, Argo Sindoro, Argo Muria, Argo Lawu Tambahan

Untuk Gajayana ini emang Kelas Satwa bertaraf Argo untuk "masa kini". Kenapa ? Karena kalau "masa lalu (<2008)" itu Argo ga kayak gini.

Kalau dulu kan pakai karpet, tv tengah, tuslah, T21, dll. Kalau sekarang ? Gak ada Kereta yang masih "The Real Argo", Argo sekarang sama kayak Satwa dulu, cuma ada TV-nya doang...wakakkakaka


RE: Pecinta Gajayana - Bimantara - 05-05-2012

Lahh tapi Gajayana bukannya ada tvnya om ? CMIIW


RE: Pecinta Gajayana - Gopar new image - 06-05-2012

Bukan jaman argo dulu tuh di satu kereta ada 4 TV
Dua di ujung2 duua di tengah,gw aja dulu naek bima awal tahun 2000 tipinya ada 4
Bahkan ABA rangkaiannya juga pake TV tengah dulu


RE: Pecinta Gajayana - Bimantara - 06-05-2012

(06-05-2012, 06:44 AM)Gopar new image Wrote: Bukan jaman argo dulu tuh di satu kereta ada 4 TV
Dua di ujung2 duua di tengah,gw aja dulu naek bima awal tahun 2000 tipinya ada 4
Bahkan ABA rangkaiannya juga pake TV tengah dulu

Iya om , tapi itu dulu . Kalo sekarang argo ??? Masa nasibnya malang sekali :sedih :sedih