Semboyan35 Indonesian Railfans
Berita Umum Menyangkut Kereta Api - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=12)
+--- Thread: Berita Umum Menyangkut Kereta Api (/showthread.php?tid=1687)



RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - Joe_cn - 26-10-2011

Quote:Argo Gede hidup lagi....
[spoiler]PT KA Hidupkan Kembali 'Argogede'
Bandung - PT Kereta Api Indonesia (PT KA) batal mengurangi jadwal keberangkatan KA Argoparahyangan jurusan Bandung-Jakarta. Malah PT KA berencana meningkatkan pelayanan dengan menjalankan empat perjalanan Argoparahyangan kelas eksekutif atau model Argogede dulu. KA ini akan beroperasi per 1 November.

"Selama ini kan enam perjalanan itu kelas bisnis-eksekutif. Nah nanti per 1 November, empat perjalanan Argoparahyangan eksekutif semua, seperti Argogede dulu. Dan dua perjalanan yang kelas bisnis-eksekutif," terang Kepala Humas PT KA Daop 2 Bandung Bambang S Prayitno kepada detikbandung melalui telepon, Rabu (26/10/2011).

Awalnya PT KA akan membatalkan keberangkatan Argoparahyangan pukul 06.30 WIB. Dengan adanya tambahan keberangkatan Argoparahyangan eksekutif, KA bisnis-eksekutif hanya untuk keberangkatan pukul 06.30 WIB dan 16.30 WIB.

Sementara KA Argoparahyangan eksekutif berangkat pada pukul 05.30 WIB, 11.30 WIB, 15.00 WIB, dan 20.05 WIB. "Kami lakukan ini untuk menampung kebutuhan pasar pada kelas eksekutif yang cukup tinggi," ujar Bambang.[/spoiler]

SUMBER



RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - Warteg - 26-10-2011

(26-10-2011, 05:45 PM)Joe_cn Wrote: Argo Gede hidup lagi....
PT KA Hidupkan Kembali 'Argogede'
Bandung - PT Kereta Api Indonesia (PT KA) batal mengurangi jadwal keberangkatan KA Argoparahyangan jurusan Bandung-Jakarta. Malah PT KA berencana meningkatkan pelayanan dengan menjalankan empat perjalanan Argoparahyangan kelas eksekutif atau model Argogede dulu. KA ini akan beroperasi per 1 November.

Bagus, Kita dukung terus penambahan KA !
Tambah Perka Baru Tepuk TanganTepuk TanganTop BangetSik Asik


RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - dany cristian - 26-10-2011

(26-10-2011, 05:45 PM)Joe_cn Wrote:
Quote:Argo Gede hidup lagi....
[spoiler]PT KA Hidupkan Kembali 'Argogede'
Bandung - PT Kereta Api Indonesia (PT KA) batal mengurangi jadwal keberangkatan KA Argoparahyangan jurusan Bandung-Jakarta. Malah PT KA berencana meningkatkan pelayanan dengan menjalankan empat perjalanan Argoparahyangan kelas eksekutif atau model Argogede dulu. KA ini akan beroperasi per 1 November.

"Selama ini kan enam perjalanan itu kelas bisnis-eksekutif. Nah nanti per 1 November, empat perjalanan Argoparahyangan eksekutif semua, seperti Argogede dulu. Dan dua perjalanan yang kelas bisnis-eksekutif," terang Kepala Humas PT KA Daop 2 Bandung Bambang S Prayitno kepada detikbandung melalui telepon, Rabu (26/10/2011).

Awalnya PT KA akan membatalkan keberangkatan Argoparahyangan pukul 06.30 WIB. Dengan adanya tambahan keberangkatan Argoparahyangan eksekutif, KA bisnis-eksekutif hanya untuk keberangkatan pukul 06.30 WIB dan 16.30 WIB.

Sementara KA Argoparahyangan eksekutif berangkat pada pukul 05.30 WIB, 11.30 WIB, 15.00 WIB, dan 20.05 WIB. "Kami lakukan ini untuk menampung kebutuhan pasar pada kelas eksekutif yang cukup tinggi," ujar Bambang.[/spoiler]

SUMBER
Korban pertama penghapusan K2 nih critanya???Bingung



RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - tomrys - 26-10-2011

Ingat kasus perusakan JALITA di JAKK..??

ini lanjutannya

-------------------------------------------------------------------
Sidang Vonis Perusak KRL Commuter Line Ricuh
Awaludin - Okezone

AKARTA- Pengadilan Negeri Jakarta Barat telah memvonis para pelaku pelemparan batu pada commuter line jurusan Jakarta-Bogor Juni 2011 lalu.

Para terdakwa yakni Imam, Febri, Ahmad, Sarwani dan Latif masing-masing di vonis masing-masing dikenakan hukuman 1 tahun penjara. Namun disaat hakim usai membacakan putusan, keluarga terdakwa serentak ricuh bahkan ada yang sampai pingsan.

Menurut seorang teman terdakwa, Elsa, perilaku terdakwa didorong kekesalan akibat kereta ekonomi yang tak kunjung datang. "Saya juga sempat menunggu waktu itu, kereta harusnya datang jam 6 sore. Karena lama, setelah dua jam gak datang juga, saya naik kendaraan lain," ucap Elsa di Pengadilan Jakarta Barat, Selasa (25/10/2011)

Kuasa hukum terdakwa, Parlindungan Hasibuan mengatakan, sidang ini mandul karena majelis tidak bisa menghadirkan barang bukti maupun saksi kunci. Selama ini persidangan hanya mengandalkan rekaman CCTV milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Kliennya, lanjut Parlin, semuanya buta hukum. Hukuman satu tahun penjara dinilainya terlalu berat, mengingat pelemparan dilakukan oleh ratusan orang. Hukuman ini lebih ringan dari tuntuan jaksa sebelumnya, yaitu dua tahun.

"Tidak adil perlakuan ratusan orang ditimpakan pada enam orang, kalau ada bukti kita masih bisa terima," tandasnya

Pelemparan kereta commuter line jurusan Jakarta-Bogor ini terjadi pada tanggal 18 Juni 2011. Keenam terdakwa ditangkap 20 hari setelah pelemparan terjadi. Seorang terdakwa, Rojudin masih berusia 17 tahun, sudah sedang menjalani hukuman penjara anak selama 6 bulan. Akibat pelemparan ini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menderita kerugian lebih dari Rp 13 juta. Kerusakan lainnya meliputi 5 gerbong rusak, 79 kaca pecah, 9 neon pecah, dan 1 bangku rusak.
(ugo)


RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - fahrizal - 26-10-2011

semoga ini masih masuk kriteria ..berita2 tentang kereta api..

Kereta Rp 15 Triliun Setahun Hanya Jalan Tiga Hari
Posted by administrator â‹… 5 September 2011 â‹… 13 Komentar

Catatan Dahlan Iskan yang Kembali Berlebaran di Makkah (4-Habis)

Salah satu yang ingin saya lihat di Makkah –di luar ritual umrah– adalah proyek kereta listriknya. Terutama tahap 1 jurusan Makkah–Arafah yang sedang dibangun dengan rugi yang sangat besar oleh Tiongkok itu.

Karena itu, setelah salat Asar, menunggu terik matahari musim panas mereda, saya ke Mina, Mudzdalifah, dan Padang Arafah. Di luar musim haji seperti sekarang ini, tempat-tempat itu tidak berpenghuni sama sekali. Hanya hamparan padang yang bergunung-gunung batu yang cadas. Tapi, ketika musim haji, jutaan jamaah bergerak serentak melakukan perjalanan suci ke lokasi-lokasi itu. Padat, merambat, dan bahkan macet total. Sering kemacetan itu begitu parahnya membuat sebagian jamaah tiba di luar jam yang disyaratkan. Dulu, ketika naik haji, saya memilih jalan kaki pulang pergi untuk rute yang sekali jalan sekitar 25 km itu (bukan 40 km seperti dalam seri pertama tulisan ini).

Problem itulah yang akan dipecahkan pemerintah Arab Saudi dengan pembangunan jaringan kereta cepatnya. Kalau kereta tersebut berfungsi penuh pada musim haji dua bulan lagi, kendaraan yang menuju Arafah bisa berkurang setidaknya 53.000 mobil. Tinggal bus-bus besar yang minimal berisi 25 orang yang diizinkan menuju Padang Arafah. Uji coba sudah dilakukan pada musim haji tahun lalu, namun baru 30 persen dari kapasitas sesungguhnya.

Sekarang pun, saat saya menyusuri rute kereta itu, belum benar-benar selesai. Saya mampir ke stasiun Mudzdalifah yang masih belum tertata. Saya lihat hanya dua pekerja yang memasang tegel di tangga. Halamannya juga masih belum dikerjakan. Saya tentu ngobrol dengan pekerja asal Tiongkok yang tidak punya agama itu mengenai suka-duka bekerja di sebuah negara yang sangat ketat dalam menerapkan ajaran agama. Mereka heran melihat saya bisa berbahasa Mandarin.

Uji coba kereta terus dilakukan tanpa menunggu semua fasilitas selesai. Kereta warna dominan hijau muda dan kuning muda tersebut terus datang dan pergi. Itulah stasiun pertengahan antara Mina dan Arafah. Setiap rangkaian berisi 12 gerbong. Setiap gerbong bisa memuat 250 orang (70 persen berdiri) sehingga satu rangkaian bisa mengangkut 3.000 orang.

Menggunakan listrik 1.500 vdc, 3.000 ampere, dan dengan lebar rel 1,435 meter, kereta itu berkecepatan 120 km/jam sehingga direncanakan setiap jam bisa mengangkut 73.000 orang.

Inilah investasi kereta sepanjang 18 km dengan biaya Rp 15 triliun yang hanya akan digunakan intensif tiga hari saja dalam setahun. Desainnya pun harus dibuat khusus yang harus cocok untuk keperluan haji.

Misalnya, bagaimana rel kereta itu saat harus melewati tempat lempar jumrah (setiap jamaah haji harus melempar batu ke satu tembok yang menyimbolkan setan). Karena tempat melempar jumrah itu kini berupa bangunan empat lantai, sebelum memasuki lokasi tersebut, relnya memecah jadi empat. Ada kereta yang berhenti di lantai 4, ada juga yang berhenti di lantai bawahnya. Lalu, setelah melewati lokasi jumrah, relnya menyatu kembali. Demikian juga ketika kereta sampai Padang Arafah yang luas itu. Di sini, relnya memecah jadi empat, juga dengan jurusan yang berbeda-beda, menyebar ke empat penjuru Padang Arafah.

Di stasiun Mudzdalifah itu pula saya untuk kali pertama tahu diberi nama apakah kereta tersebut. Monorelkah seperti yang selama ini disebut-sebut? Ternyata tidak disebut monorel karena saya lihat relnya memang ganda. Di display layar komputer di stasiun itu, jelaslah namanya: Makkah Metro. Ditulis dalam bahasa Arab bergantian dengan bahasa Inggris. Pengumuman yang dikumandangkan di dalamnya juga dalam dua bahasa itu, tapi sedikit unik: meski rel kereta ini di ketinggian 8 meter dari tanah, istilah yang digunakan adalah istilah kereta bawah tanah London yang disebut tube itu. Misalnya, kalau di kereta bawah tanah di Singapura atau Tiongkok menggunakan kalimat ’’mind your step’’, di sini menggunakan term tube London ’’mind your gap’’.

Tentu jamaah haji dari Indonesia jangan punya mimpi naik kereta itu pada musim haji mendatang. Kereta itu khusus untuk jamaah haji Arab Saudi dan yang datang dari negara-negara Arab di jazirah Arab anggota GCC, seperti ASEAN kita. Orang Arab dari Mesir, Libya, Maroko (Maghribi), dan lain-lain tidak boleh. Ini ada juga masuk akalnya. Mengapa?

Di satu pihak, tentu Arab Saudi ingin mengistimewakan tetangga-tetangga terdekatnya seperti Yaman, Oman, Emirat, Bahrain, Qatar, dan Kuwait. Di lain pihak, jamaah haji dari tetangga itulah yang banyak datang secara perorangan dengan jalan darat menggunakan mobil kecil. Sedangkan yang dari jauh biasanya berombongan yang terorganisasi, termasuk sudah disiapkan bus-bus besarnya. Tentu akan sulit mengatur karcis perorangan untuk rombongan seperti itu. Hehee… tidak jadi iri kan?

Bahkan, kereta itu tidak berkarcis sehingga tidak ada loket penjualan karcisnya. Kalaupun Anda ngotot ingin naik, waktu Anda akan habis untuk mencari tempat di mana karcis dijual. Sedangkan jamaah dari GCC, untuk naik kereta itu, cukup hanya dengan menunjukkan KTP mereka.

Tentu, jamaah non-GCC seperti dari Indonesia tidak boleh kehabisan rasa bersyukur. Dengan adanya kereta itu, kepadatan jalan jalur ke Padang Arafah toh sangat berkurang. Berarti, perjalanan suci Anda juga bertambah lancar.

Maka, anggap saja kereta itu boneka dari China: boleh dipandang tak boleh dipegang.
[Image: overstappen.png]
dari blognya dahlan iskan..

Kecelakaan Kereta Cepat yang Mendebarkan
Posted by administrator â‹… 25 Juli 2011 â‹… 18 Komentar

Berita terjadinya tabrakan kereta cepat di Tiongkok Sabtu malam (23/7) waktu setempat, tentu mengejutkan saya. Apalagi kecelakaan yang menewaskan 35 orang dan melukai 200 orang lebih itu terjadi hanya satu minggu setelah saya mencoba menggunakan kereta cepat yang baru di sana saat bepergian dari Beijing ke Shanghai.

Lebih mengagetkan lagi, karena penyebab kecelakaan kali ini sama dengan penyebab terhentinya kereta cepat Beijing-Shanghai. Yakni sistem listriknya disambar petir. Dalam dua minggu pertama beroperasinya kereta peluru Beijing-Shanghai, terjadi tiga kali kereta tiba-tiba berhenti karena sistem listriknya tiba-tiba tidak berfungsi. Yakni setelah sistem itu disambar petir.

Tentu ngeri membayangkan, bagaimana kereta cepat tiba-tiba berhenti, kemudian ditabrak oleh kereta cepat yang datang berikutnya dari belakang seperti yang terjadi Sabtu malam itu. Berarti, ada dua sistem yang rusak. Di samping sistem relay untuk mencegah pengaruh petir, juga sistem informasi otomatis yang mestinya bisa menghentikan kereta cepat berikutnya.

Saya terus mengikuti perkembangan kecelakaan itu lewat berbagai jalur informasi. Ternyata, yang terlibat kecelakaan ini bukan kereta peluru generasi terbaru seperti jurusan Beijing-Shanghai. Ini kereta peluru generasi pertama yang kecepatannya masih 170 km/jam. Seperti yang saya naiki minggu lalu dari kota Chengdu ke Chongqing.

Setelah generasi ini, lahir generasi kecepatan 350 km/jam. Seperti untuk jurusan Beijing-Tianjin atau Shanghai-Hangzhou. Lalu, lahir pula generasi berikutnya dengan kecepatan 300 (tepatnya 312 km/jam) seperti yang baru saja saya naiki dari Beijing ke Shanghai. Dalam waktu dekat, akan lahir generasi yang dianggap paling tepat, yakni generasi yang kecepatannya 270 km/jam. Yang terakhir itu dianggap tepat karena dari segi kecepatan sudah sangat cepat, dari segi biaya sangat effisien dan dari segi biaya operasi penggunaan listrik paling rendah.

Sekarang ini, Tiongkok sudah memiliki rute sepanjang 8.000 km untuk kereta peluru generasi pertama. Ditambah dengan yang generasi berikutnya, akhir tahun ini akan mencapai hampir 9.000 km. Akhir tahun depan mencapai 13.000 km. Dan akhir tahun 2015 sudah mencapai 16.000 km. Pertumbuhan rute kereta cepat sangat fantastis di sana.

Tentu ancaman petir ini sangat serius. Saya jadi takut untuk mencobanya lagi, terutama di bulan-bulan Juli dan Agustus seperti ini. Dua bulan ini adalah bulan datangnya hujan, badai, petir dan taifun di bagian timur Tiongkok sampai ke Hongkong dan Taiwan. Wenzhou, kota terjadinya kecelakaan kemarin, termasuk di kawasan pantai timur yang menjadi langganan cuaca ekstrem itu.

Kereta yang terlibat kecelakaan itu sebenarnya sudah hampir masuk stasiun Wenzhou. Sudah di pinggir kota. Tiba-tiba petir menyambar dan kereta berhenti mendadak. Malam yang gelap karena cuaca menjadi lebih gelap karena listrik di kereta juga mati. Beberapa menit kemudian tiba-tiba blaaaar! Kereta cepat berikutnya datang dan menabrak dengan keras. Gerbong-gerbong, baik yang ditabrak maupun yang menabrak anjlok keluar rel. Empat gerbong terjun ke jurang, salah satunya masih menggantung di bibir jembatan. Mayat-mayat segera diangkut ke rumah sakit dan yang selamat dikumpulkan di sekolahan setempat.

Daerah Wenzhou ini topografinya memang penuh pegunungan dan jurang. Saya pernah naik kereta (lama) dari Wenzhou ke Jinhua. Kereta selalu merayat di sela-sela gunung dan di bibir jurang. Tapi untuk kereta cepat ini sudah ada jalur baru. Gunung-gunung diterobos dengan terowongan dan lembah-lembah diatasi dengan rel layang. Kecelakaan itu terjadi di kawasan rel layang ini, sehingga kalau ada jembatan di situ bukanlah jembatan karena ada sungai.

Kereta yang tersambar petir tersebut adalah kereta untuk jurusan Hangzhou (ibukota propinsi Zhejiang) menuju Fuzhou (ibukota propinsi Fujian). Kota Wenzhou, lokasi kecelakaan itu ada di tengah perjalanan. Wenzhou sendiri adalah kawasan dagang yang paling menonjol di Tiongkok karena orang Wenzhou dikenal paling pandai dagang di seluruh Tiongkok. Untuk Tiongkok, Wenzhou adalah Belandanya Eropa.

Ketika zaman politik jadi panglima di Tiongkok pun orang Wenzhou tetap bisa berdagang secara diam-diam. Karena itu pedagangan dan peredaran uang bawah tanah sangat menonjol di Wenzhou.

Sepulang dari Tiongkok, kemarin saya harus ke Salatiga dekat Semarang. Lalu ke Solo. Dari Solo saya naik kereta api Argo Wilis ke Surabaya. Ini karena hari Minggu pagi kemarin saya harus ke Madura.

Naik Argo Wilis Solo-Surabaya ternyata enak juga. Naik kereta yang lebih lambat perasaan lebih tenang. Apalagi gerbong dan toiletnya juga selalu dibersihkan. Saya melihat ada kemajuan yang besar dalam pelayanan kereta api di Indonesia. Terutama sejak Dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero)-nya dipegang Jonathan, arek Suroboyo yang nekat itu.

Memang, kereta tiba terlambat 15 menit di Solo (dari Bandung). Tapi tiba di Surabaya tepat waktu. Rupanya keterlambatan itu bisa dikejar di rute Solo-Madiun. Pada rute ini (juga rute Jogja-Solo) kereta kita bisa melaju 100 km/jam. Ini baru separo kecepatan kereta cepat generasi pertama Tiongkok.

Rute selebihnya lebih rendah lagi. Banyak rute yang keretanya hanya bisa berjalan 80 km/jam. Bahkan untuk rute Malang-Blitar hanya bisa jalan 50 km/jam. Lingkungan dan konsidi rel tidak lagi memungkinkan untuk lebih cepat lagi.

Tentu saya akan terus mengikuti perkembangan infrastruktur kereta api ini. Baik di Tiongkok maupun di dalam negeri. Saya pasti ingin tahu bagaimana Tiongkok mencari jalan keluar agar kereta api cepatnya bisa anti petir secara sempurna! Saat naik kereta cepat Beijing-Shanghai saya sempat menghitung papas an dengan kereta dari arah berlawanan setiap berapa lama. Ternyata ada yang baru lima menit sudah berpapasan. Ada juga yang baru 7 menit dan 10 menit. Berarti dari belakang pun demikian. Berarti di belakang kereta saya itu banyak sekali kereta cepat yang siap menerkam dari belakang. Alangkah bahayanya kalau system informasi dan pencegahan tabrakan otomatis antar kereta itu mengalami kerusakan!
[Image: overstappen.png]
maaf...juga dari blognya dahlan iskan...cukup menarik bagi rf..

//
you're reading...
Catatan Dahlan Iskan, CEO Notes, PLN
Kecepatan Kereta Cepat yang Amat Cepat
Posted by administrator â‹… 23 Juli 2011 â‹… 11 Komentar

Tentu saya mencoba ini: naik kereta cepat jurusan Beijing -Shanghai yang masih kinyis-kinyis. Saya memang sudah mengaguminya sejak kereta ini direncanakan. Waktu itu, sambil berbaring di rumah sakit menunggu dilaksanakannya operasi ganti hati, saya bertekad, kalau saja diberi kesehatan dan umur panjang, saya akan mencoba kereta ini.

Inilah kereta cepat yang direncanakan dengan cepat dan dilaksanakan dengan cepat. Padahal, panjang jalur ini 1.350 km, hampir sama dengan Jakarta-Medan atau Jakarta-Makassar. Tepat 1 Juli lalu, bersamaan dengan hari kelahiran Partai Komunis Tiongkok, kereta ini sudah jadi dan sudah dioperasikan. Kalau saja saya tidak menjabat CEO PLN, tentu saya ingin mencobanya di hari pertama. Tapi, karena sekarang saya bukan lagi orang bebas, kesempatan itu baru datang di hari ke-18, saat saya ada urusan di Chengdu, Chongqing, Beijing, dan Shanghai.

Memasuki gerbong kereta ini, saya tidak begitu kaget. Ini bukan kereta tercepat yang dimiliki Tiongkok. Juga bukan kereta termewah di negeri itu. Saya sudah mencoba kereta tercepat di dunia yang dibangun Tiongkok dengan interior yang lebih mewah: maglev! Yang kecepatannya 430 km/jam. Yang menghubungkan bandara Shanghai Pudong ke kota Shanghai.

Saya juga sudah mencoba kereta yang kecepatannya 350 km/jam dan interiornya juga lebih mewah. Yakni, kereta cepat jurusan Tianjin-Beijing (jarak 200 km ditempuh dalam 29 menit) dan kereta cepat yang sama jurusan Shanghai-Hangzhou yang jaraknya sekitar 300 km.

Sebaliknya, saya juga pernah naik kereta malam tradisional di Tiongkok. Yang kecepatannya masih 120 km/jam. Yang di setiap kabinnya terdapat empat tempat tidur. Yakni, tempat tidur susun dua seperti kereta Bima jurusan Surabaya-Jakarta. Dulu jurusan Beijing-Shanghai dilayani kereta jenis ini. Jarak tempuhnya 9 jam. Harga karcisnya Rp 600.000/orang. Banyak penumpang memilih berangkat petang atau agak malam agar tiba di tujuan pagi hari dalam keadaan segar karena bisa tidur sepanjang perjalanan.

Meski kini sudah ada kereta cepat yang baru, kereta jenis lama itu tidak dihapus. Hanya tinggal dua kali sehari. Sedangkan jadwal kereta cepatnya 42 kali sehari. Dengan kecepatan 300 km/jam, jarak Beijing-Shanghai ditempuh 4,50 menit.

Harga karcis kereta ini cukup mahal: Rp 850.000/orang untuk kelas ekonomi dan Rp 1,2 juta untuk kelas eksekutif. Dengan harga segitu, tentu inilah tiket kereta yang lebih mahal daripada pesawat terbang. Tiket pesawat Beijing-Shanghai bisa diperoleh dengan harga Rp 800.000 untuk kelas ekonomi. Apalagi pada hari-hari pertama beroperasinya kereta cepat ini. Ada penerbangan yang mendiskon tiket pesawat hingga 50 persen. Sebagian karena ketakutan yang tidak berdasar, sebagian lagi memang ngeri kehilangan penumpang.

Setelah kereta cepat ini dua minggu beroperasi, barulah perusahaan penerbangan merasa sedikit lega. Yakni, setelah kereta cepat ini mengalami gangguan. Sistem listriknya down sebanyak empat kali. Bukan disebabkan pemadaman bergilir, tapi karena terjadi gangguan sistem. Penumpang kecewa karena kereta terlambat sampai dua jam. Ternyata memang ada yang kurang sempurna pada sistem listrik kereta ini. Terutama untuk mengahadapi cuaca ekstrem: badai atau petir. Banyak penumpang yang kembali memilih pesawat. Perang diskon pun tidak terjadi lagi. Tarif pesawat kembali normal.

Susunan kursi di kereta ini mirip dengan di pesawat, tapi lebih lapang. Jarak dengan kursi depannya sangat longgar. Dengan kursi seperti itu, banyak penumpang yang langsung terlelap. Apalagi tidak ada gangguan suara glek-glek, glek-glek, glek-glek dari rodanya.

Di tengah lelapnya penumpang itu, tiba-tiba banyak yang terbangun. Yakni, ketika dari balik pintu yang memisahkan satu gerbong dengan lainnya terdengar teriakan orang yang sangat keras dengan nada marah yang hebat. Ketika pintu tertutup, suara itu hilang. Tapi, setiap pintu terbuka karena ada orang yang hendak ke toilet, suara itu kembali mengagetkan seluruh penumpang. Tiga jam lamanya orang itu berteriak-teriak seperti itu di telepon genggamnya. Tanpa henti. Dari kata-katanya dengan jelas bisa diketahui bahwa dia sedang bertengkar dengan ceweknya. Entah istri, entah pacar. Dia mengutuk habis-habisan ceweknya yang keluar rumah sampai jam 02.00. Dan segudang maki-makian lainnya.

Saya sendiri tidak menghiraukan. Saya memang memutuskan untuk tidak tidur sepanjang perjalanan ini. Tapi, itu karena saya ingin tahu apa saja yang terjadi sepanjang perjalanan. Saya juga berjalan-jalan ke gerbong ekonomi, ke gerbong restoran, dan ke toiletnya yang dua macam itu: duduk dan jongkok.

Tentu saya juga ingin tahu bagaimana kalau kereta ini melewati stasiun besar. Apakah tetap dengan kecepatan 300 km/jam atau dilambatkan. Stasiun besar pertama yang harus dilewati adalah Tianjin, kota yang saya pernah lama tinggal di sana. Memang tidak semua kereta cepat singgah di Tianjin. Yang saya naiki ini, GT 98, yang berangkat jam 16.00 dari Beijing, termasuk yang tidak berhenti di Tianjin.

Ternyata untuk kereta yang tidak perlu berhenti di Tianjian tidak perlu melewati stasiunnya. Ada rel khusus yang mem-by-pass. Keretanya tidak perlu masuk kota Tianjin, melainkan melambung di luar kota.

Meski jalur kereta Beijing-Shanghai ini melewati banyak kota, yang saya naiki ini hanya berhenti di dua stasiun: Jinan (ibu kota Provinsi Shandong) dan (•︡益︠•) (ibu kota Provinsi Jiangshu).

Ke depan, banyak sekali jalur kereta cepat jarak jauh seperti ini dibangun di seluruh Tiongkok. Tiongkok tidak akan lagi mengembangkan kereta maglev yang kecepatannya 430 km/jam. Terlalu mahal. Juga tidak lagi mengembangkan kereta dengan kecepatan 350 km/jam seperti jurusan Beijing-Tianjin karena terlalu boros listrik.

Menurut hasil studi di Tiongkok, kecepatan kereta yang paling ekonomis adalah 270 km/jam. Dari segi kecepatan sudah sangat cepat. Dari segi pemakaian listrik masih maksimal. “Kalau ingin kereta dengan kecepatan 350 km/jam atau lebih, sebaiknya tidak boleh lagi dengan sistem roda yang menempel di rel,” ujar hasil studi itu. Sepanjang masih menggunakan sistem roda yang menempel di rel, sebaiknya kecepatan maksimal 270 km/jam.

Itu ada pengecualian. Kecepatan 300 km/jam masih ekonomis manakala ditemukan sistem penghemat listrik. Sebenarnya beban listrik yang sangat besar terjadi saat kereta mulai berangkat. Tarikan pertama di setiap stasiun itulah yang memakan banyak listrik. Untuk menghindari hal itu, Tiongkok sedang menyiapkan sistem baru: jangan ada kereta yang berhenti di stasiun. Cukup mengurangi kecepatannya sambil “menyaut” gerbong baru yang sudah disiapkan berikut penumpangnya di stasiun itu.

Kalau sistem itu nanti berhasil, penumpang di suatu stasiun sudah harus naik gerbong sebelum kereta tiba di situ. Gerbong tersebut letaknya di atas dan harus siap digendong kereta yang segera menyautnya di stasiun itu. Dengan demikian, keharusan berhenti di stasiun bisa dihindari dan konsumsi listrik bisa lebih kecil.

Kini juara I, juara II, dan juara III kereta tercepat di dunia ada di Tiongkok. Ini kian meneguhkan posisi negara itu sebagai calon superpower baru. Kian bulat pendapat ahli yang mengatakan bahwa Tiongkok akan berhasil melampaui Amerika Serikat tahun 2016. Tidak lama lagi. Pada tahun itu, size ekonomi Tiongkok naik USD 8 triliun, dari USD 11 triliun saat ini menjadi USD 19 triliun pada tahun 2016. Sedangkan zise ekonomi Amerika Serikat hanya naik USD 3 triliun, dari USD 15 trilun saat ini menjadi USD 18 triliun pada tahun 2016. Semoga saya masih bisa menyaksikannya! (


RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - pardjono - 27-10-2011

Quote:[spoiler=PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Diskon Tiket Argo Sindoro]

Semarang, CyberNews. Dalam rangka memperingati Sumpah Pemuda, Jumat (28/10), PT. Kereta Api Indonesia (Persero) bersama Iqra’ Manajemen memberikan diskon untuk pembelian tiket KA Argo Sindoro jurusan Semarang-Jakarta sebesar 28 persen.

Pimpinan Iqra' Manajemen, Agung Ahmad mengatakan, khusus pada hari Sumpah pemuda harga tiket KA Argo Sindoro yang biasanya dijual dengan harga Rp 225.000,- bisa dibeli dengan harga Rp 165.000,-

KA Argo Sindoro berangkat dari Stasiun Tawang pukul 05.30. Untuk mendapatkan potongan harga tersebut, masyarakat bisa datang langsung ke Stasiun Tawang. "Pembelian dilakukan di loket penjualan tiket di Stasiun Tawang," kata Agung, hari ini.

Program diskon yang dikemas dalam tema Kereta Pemuda ini juga akan diisi dengan berbagai acara hiburan bagi penumpang. Sehingga selain diskon, penumpang juga akan mendapatkan hiburan secara gratis didalam kereta.

Sederet artis ibu kota seperti Della Puspita, Lia Amelia, Aida Saskia, Fitri Karina, dan Ageng Kiwi, siap menghibur
penumpang selama perjalanan menuju Jakarta. "Kami juga menyelenggarakan fashion show, dan permainan menarik," ujarnya.

Menurut Agung, Kereta Pemuda ini menjadi salah satu sarana memperkenalkan potensi wisata yang ada di Kota Semarang. Bahkan ini juga akan dijadikan pra-launching pencanangan gerakan Ayo Wisata ke Semarang. "Wali Kota Semarang Soemarmo HS akan hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Keberangkatan kereta yang dikemas seperti kereta wisata ini akan dilepas langsung oleh Wali Kota," katanya.

Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasional (Daop) IV Semarang, Sapto Hartoyo menambahkan, Kereta Pemuda ini memberikan kesempatan kepada masyarakat luas yang ingin naik kereta dengan berbagai hiburan menarik seperti kereta wisata. "Saat ini kami juga sedang menggalakkan kereta wisata, Kereta Pemuda ini menjadi salah satu program bagus yang bisa dimanfaakan bagi masyarakat," imbuhnya.
[/spoiler]



RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - pardjono - 27-10-2011

Quote:[spoiler=BUMN Minta Proses Pencairan PSO Disederhanakan]

TEMPO Interaktif, Jakarta : Sejumlah badan usaha milik negara (BUMN) penerima dana public service obligation (PSO) mendesak proses pencairan dana tersebut disederhanakan. Mereka juga mengkritik kurangnya ruang bagi BUMN yang bersangkutan untuk terlibat dalam proses tersebut.

"Kami biasanya hanya dihadirkan sebagai saksi. Angka tersebut dibicarakan antara kuasa pengguna anggaran (KPA), dalam hal ini Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, dengan Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan." kata Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Ignasius Jonan, Rabu 26 Oktober 2011." Jadi mekanisme dengan kami sebagai operator terkait penugasan pemerintah tersebut tidak ada,"

Menurut Jonan, selama kuasa pengguna anggaran masih dipegang oleh kementerian teknis, maka proses pengkajian dana PSO hingga bisa dicairkan akan membutuhkan waktu yang panjang seperti selama ini. Salah satunya adalah PSO perusahaan pada tahun ini sebesar Rp 639 miliar, yang hingga saat ini belum dicairkan.


Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Marjana, juga sependapat dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Menurutnya, keterlibatan perusahaanya selama pembahasan PSO sangat terbatas. "Peran kami hanya saat pengajuan angka, namun ketetapannya adalah antara Kementerian Komunikasi dan Informatika sebagai kementerian teknis dan Ditjen Anggaran," kata Ketut.

Bahkan dia mengaku pihaknya sempat mengajukan protes saat mengetahui dari berita acara, bahwa PSO yang disepakati antara dua kementerian lebih kecil dari yang diajukan perusahaan. "Itu langsung kami ajukan protes. Kami tidak pernah diajak bicara, tapi mengapa dipotong begitu besar," lanjutnya.

Kementerian BUMN mendukung penyederhanaan proses pencairan PSO dan keterlibatan sejumlah BUMN dalam proses pembahasannya. Menurut Deputi Bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik Kementerian BUMN Sumaryanto Widayatin, lambatnya pencairan PSO bisa-bisa mendorong kinerja keuangan perusahaan memburuk karena harus menalangi terlebih dahulu dana yang telah dijanjikan.

"Kalau alurnya masih seperti itu, bisa-bisa BUMN yang bersangkutan akan kolaps. Itu juga untuk menjaga keberlangsungan pelayanan kepada publik," kata Sumaryanto.

Terkait itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) mendorong penempatan kuasa pengguna anggaran langsung pada Ditjen Kementerian Keuangan, tidak lagi pada kementerian teknis untuk penyederhanaan proses pembahasan PSO.

"Kami juga meminta pemerintah segera memperbaiki mekanisme pencairan PSO, supaya tidak terjadi lagi keterlambatan pencairan yang menghambat pelaksanaan PSO dan mengganggu kinerja BUMN yang bersangkutan," kata Wakil Ketua Komisi VI Aria Bima.
[/spoiler]



RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - Gregoriusparahyangan - 27-10-2011

(26-10-2011, 08:58 PM)tomrys Wrote: Ingat kasus perusakan JALITA di JAKK..??

ini lanjutannya

-------------------------------------------------------------------
Sidang Vonis Perusak KRL Commuter Line Ricuh
Awaludin - Okezone

AKARTA- Pengadilan Negeri Jakarta Barat telah memvonis para pelaku pelemparan batu pada commuter line jurusan Jakarta-Bogor Juni 2011 lalu.

Para terdakwa yakni Imam, Febri, Ahmad, Sarwani dan Latif masing-masing di vonis masing-masing dikenakan hukuman 1 tahun penjara. Namun disaat hakim usai membacakan putusan, keluarga terdakwa serentak ricuh bahkan ada yang sampai pingsan.

Menurut seorang teman terdakwa, Elsa, perilaku terdakwa didorong kekesalan akibat kereta ekonomi yang tak kunjung datang. "Saya juga sempat menunggu waktu itu, kereta harusnya datang jam 6 sore. Karena lama, setelah dua jam gak datang juga, saya naik kendaraan lain," ucap Elsa di Pengadilan Jakarta Barat, Selasa (25/10/2011)

Kuasa hukum terdakwa, Parlindungan Hasibuan mengatakan, sidang ini mandul karena majelis tidak bisa menghadirkan barang bukti maupun saksi kunci. Selama ini persidangan hanya mengandalkan rekaman CCTV milik PT. Kereta Api Indonesia (Persero).

Kliennya, lanjut Parlin, semuanya buta hukum. Hukuman satu tahun penjara dinilainya terlalu berat, mengingat pelemparan dilakukan oleh ratusan orang. Hukuman ini lebih ringan dari tuntuan jaksa sebelumnya, yaitu dua tahun.

"Tidak adil perlakuan ratusan orang ditimpakan pada enam orang, kalau ada bukti kita masih bisa terima," tandasnya

Pelemparan kereta commuter line jurusan Jakarta-Bogor ini terjadi pada tanggal 18 Juni 2011. Keenam terdakwa ditangkap 20 hari setelah pelemparan terjadi. Seorang terdakwa, Rojudin masih berusia 17 tahun, sudah sedang menjalani hukuman penjara anak selama 6 bulan. Akibat pelemparan ini, PT. Kereta Api Indonesia (Persero) menderita kerugian lebih dari Rp 13 juta. Kerusakan lainnya meliputi 5 gerbong rusak, 79 kaca pecah, 9 neon pecah, dan 1 bangku rusak.
(ugo)

gini nih logikanya :
1. Gak mungkin ratusan semua pelaku pelemparan di tangkep (penjara dan pengadilannya gk muat) ibarat nangkep ikan gk semua bakal ke jaring
2. Di bilang gak adil memang gak adil, tp kita tinggal di negara hukum harus ada yang salah dan benar
3. Mereka kan naik kereta ekonomi, mereka gak punya hak ngelemparin kereta yang ac, karena itu bakal menggangu mereka yang bayar lebih mahal
4. Bukti cctv karena cctv tidak bisa berbohong....
5. "orang" jaman sekarang lebih mementingkan emosi dan ego daripada akal


RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - love_alisa - 27-10-2011

(27-10-2011, 06:22 AM)Gregoriusparahyangan Wrote: 5. "orang" jaman sekarang lebih mementingkan emosi dan ego daripada akal
sorry kalo agak kasar...

lebih tepatnya : Pelaku dan pendukungnya GAK PERNAH SEKOLAH...



RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - tomrys - 27-10-2011

Dimana2 yang namanya efek jera itu ya nggak harus semua yang dihukum.