RE: khayalan : tegal express - enrico - 03-11-2010
(22-07-2009, 12:23 AM)Illia Wrote: Kalau saya sih tegal ekspress mgkn bisa di prioritaskan untuk perjalanan Tegal-Solo
karena :
- K1 ekspress Tegal-Solo belum ada, hanya ada K2 dan K3 (KRD dan KRDI)
- Kalau dari tegal mau ke Solo harus berganti kereta (Ini yang membuat orang lebih suka naik bis)
- Kereta ekspress Siang terlalu mahal jatuhnya (Misal SIndoro or Muria) walau ada Anggrek dkk namun berjalan malam. Intinya mencari KA ekspress yang cepat, murah dan berjalan siang. (Mgkn bisa meniru Argo Prameks?)
- Kalau ekspress perjalanan hanya berhenti di stasiun tertentu beda dengan kaligung baik eko dan bisnis ^^
Kalau memang terealisasi mgkn kayak gini
- K1 memakai gerbong satwa or K1 biasa. Dengan formasi 3K1+KM/KMP+BP (sebagai uji coba dulu)
- Stasiun pemberhentiannya : Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Solo Balapan (Misal ditambah gundih jg boleh)
- KA di berangkatkan pukul 06.00 dari tegal (Kaligung berangkat jam 5/ stg 6 dari tegal) mgkn nanti bakal menyusul kaligung bisnis di pemalang. Kira2 jam 07.00 sampai Pekalongan (Crash sama Argo Sindoro di PK) lalu sampai semarang jam 08.15.(Kalau sanggup 1jam mgkn bisa tiba lebih awal dan otomatis lebih cepet karena jam segitu jalur sepi KA Argo)
Lalu lanjut dari semarang-Solo perjalanan 2 stgj am (saya rasa bisa kurang kali ya? karena tidak berhenti2 di stasiun selain solo soalnya ga apal jalur situ mohon refrensi) 10.30lah tiba di solo. Kelamaan ga ya? gw rasa ga di bandingkan naik bis dari tegal 
- Lalu dari Solo pukul 13.00 tiba di Semarang pukul 15.00/30 lalu tiba di PK pukul 16.15 (Karena sempet X dengan Argo Anggrek). Lalu tiba di tegal 17.30an lah. saya rasa bisa asal ni KA X dengan Kaligung yang nomornya lebih tinggi ^^
4stg jam or 5 jam lah perjalanan. Lagi pula jalur utara TGL-SMT sepi pagi dan siang. apa lagi jalur SMT-SLO sepi jg siang-sore. Saya rasa bisa kalau ekspress.
*Syarat dan ketentuan berlaku *
- Mgkn kalau namanya saya kasi TELO ekspress (TELO: TEgal-soLO)

- Untuk harga ada masukan? ^^
Aslinya wa kepikiran, kalau ni KA punya 2 rangkaian lebih enak si.
gw kepaksa ambil dari solonya siang karena jalur masih sepi.
Kalau sorean dikir jalur uda rame, pasti ni KA uda kalah sama KA K1 yang lain
silahkan masukan dan komennya ^^
nb: tanya dunk bis tegal solo AC ekspress tu berapa jam perjalanan ya?
setuju banget sama ide yang ini....
daripada naek kaligung bisnis trus oper pandanwangi malah pada males penumpangnya gara2 liat KRD pandanwangi buluk gt...
RE: khayalan : tegal express - eksazawa - 03-11-2010
idenya bang Illia jg bagus, untuk rute tegal-solonya. apa gak nanggung? mendingan sampai Yogya sekalian.dengan memakai KA Kaligung eksis yang sudah ada,4 k2 dan 2 k1 tinggal memperpanjang rutenya sampai Yogya,karena kedua kota ini sudah sukses dengan kereta komuternya,jadi penumpang kalau mau ke yogya/tegal gak perlu transfer dulu di solo dan semarang. dan stasiun yang disinggahi Tegal-Pemalang-Pekalongan-Batang-Weleri-SMT-Salem-Solo-Klaten-Yogya
RE: khayalan : tegal express - aditnugie - 03-11-2010
(03-11-2010, 02:18 PM)enrico Wrote: (22-07-2009, 12:23 AM)Illia Wrote: Kalau saya sih tegal ekspress mgkn bisa di prioritaskan untuk perjalanan Tegal-Solo
karena :
- K1 ekspress Tegal-Solo belum ada, hanya ada K2 dan K3 (KRD dan KRDI)
- Kalau dari tegal mau ke Solo harus berganti kereta (Ini yang membuat orang lebih suka naik bis)
- Kereta ekspress Siang terlalu mahal jatuhnya (Misal SIndoro or Muria) walau ada Anggrek dkk namun berjalan malam. Intinya mencari KA ekspress yang cepat, murah dan berjalan siang. (Mgkn bisa meniru Argo Prameks?)
- Kalau ekspress perjalanan hanya berhenti di stasiun tertentu beda dengan kaligung baik eko dan bisnis ^^
Kalau memang terealisasi mgkn kayak gini
- K1 memakai gerbong satwa or K1 biasa. Dengan formasi 3K1+KM/KMP+BP (sebagai uji coba dulu)
- Stasiun pemberhentiannya : Tegal, Pekalongan, Semarang Tawang, Solo Balapan (Misal ditambah gundih jg boleh)
- KA di berangkatkan pukul 06.00 dari tegal (Kaligung berangkat jam 5/ stg 6 dari tegal) mgkn nanti bakal menyusul kaligung bisnis di pemalang. Kira2 jam 07.00 sampai Pekalongan (Crash sama Argo Sindoro di PK) lalu sampai semarang jam 08.15.(Kalau sanggup 1jam mgkn bisa tiba lebih awal dan otomatis lebih cepet karena jam segitu jalur sepi KA Argo)
Lalu lanjut dari semarang-Solo perjalanan 2 stgj am (saya rasa bisa kurang kali ya? karena tidak berhenti2 di stasiun selain solo soalnya ga apal jalur situ mohon refrensi) 10.30lah tiba di solo. Kelamaan ga ya? gw rasa ga di bandingkan naik bis dari tegal 
- Lalu dari Solo pukul 13.00 tiba di Semarang pukul 15.00/30 lalu tiba di PK pukul 16.15 (Karena sempet X dengan Argo Anggrek). Lalu tiba di tegal 17.30an lah. saya rasa bisa asal ni KA X dengan Kaligung yang nomornya lebih tinggi ^^
4stg jam or 5 jam lah perjalanan. Lagi pula jalur utara TGL-SMT sepi pagi dan siang. apa lagi jalur SMT-SLO sepi jg siang-sore. Saya rasa bisa kalau ekspress.
*Syarat dan ketentuan berlaku *
- Mgkn kalau namanya saya kasi TELO ekspress (TELO: TEgal-soLO)

- Untuk harga ada masukan? ^^
Aslinya wa kepikiran, kalau ni KA punya 2 rangkaian lebih enak si.
gw kepaksa ambil dari solonya siang karena jalur masih sepi.
Kalau sorean dikir jalur uda rame, pasti ni KA uda kalah sama KA K1 yang lain
silahkan masukan dan komennya ^^
nb: tanya dunk bis tegal solo AC ekspress tu berapa jam perjalanan ya?
setuju banget sama ide yang ini....
daripada naek kaligung bisnis trus oper pandanwangi malah pada males penumpangnya gara2 liat KRD pandanwangi buluk gt...
Daripada lewat SMT mendingan lewat PWT, jadi bisa menampung penumpang dari Slawi, BMA, PWT yang mau ke Jogja.Mungkin bisa terealisasi kalau DT PWT - PPK dan KYA - KTA terwujud biar gak banyak kena silang.
RE: khayalan : tegal express - barz - 03-11-2010
(03-11-2010, 07:35 PM)aditnugie Wrote: Daripada lewat SMT mendingan lewat PWT, jadi bisa menampung penumpang dari Slawi, BMA, PWT yang mau ke Jogja.Mungkin bisa terealisasi kalau DT PWT - PPK dan KYA - KTA terwujud biar gak banyak kena silang. setuju ma yang ini :top: jadi ntar milik daop 5 dan cukup sampe kutoarjo. 'tukeran' ama kaligung yang sampe slawi
RE: khayalan : tegal express - eksazawa - 04-11-2010
(03-11-2010, 08:55 PM)barz Wrote: (03-11-2010, 07:35 PM)aditnugie Wrote: Daripada lewat SMT mendingan lewat PWT, jadi bisa menampung penumpang dari Slawi, BMA, PWT yang mau ke Jogja.Mungkin bisa terealisasi kalau DT PWT - PPK dan KYA - KTA terwujud biar gak banyak kena silang. setuju ma yang ini :top: jadi ntar milik daop 5 dan cukup sampe kutoarjo. 'tukeran' ama kaligung yang sampe slawi
OK deh ,kalo begitu KA Tegal-Yogya ada 2 rute. rute 1 lewat lingkar barat(purwokerto) dan rute 2 lewat lingkar timur(semarang,solo) terserah calon penumpang mau pilih yang mana. kira-kira waktu tempuhnya lebih baik mana ya?
RE: khayalan : tegal express - aditnugie - 04-11-2010
(04-11-2010, 06:48 PM)eksazawa Wrote: (03-11-2010, 08:55 PM)barz Wrote: (03-11-2010, 07:35 PM)aditnugie Wrote: Daripada lewat SMT mendingan lewat PWT, jadi bisa menampung penumpang dari Slawi, BMA, PWT yang mau ke Jogja.Mungkin bisa terealisasi kalau DT PWT - PPK dan KYA - KTA terwujud biar gak banyak kena silang. setuju ma yang ini :top: jadi ntar milik daop 5 dan cukup sampe kutoarjo. 'tukeran' ama kaligung yang sampe slawi
OK deh ,kalo begitu KA Tegal-Yogya ada 2 rute. rute 1 lewat lingkar barat(purwokerto) dan rute 2 lewat lingkar timur(semarang,solo) terserah calon penumpang mau pilih yang mana. kira-kira waktu tempuhnya lebih baik mana ya?
Iya setuju tuh sampe YK sekalian. Dari YK jam 06:30 sampe TG jam 12:30 terus balik lagi ke YK dari TG jam 15:00 sampe YK jam 21:30.
RE: khayalan : tegal express - auzhee - 30-05-2011
Quote:PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tegal meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero untuk segera menseriusi wacana adanya kereta api (KA) jurusan Tegal-Jogjakarta. Karena animo pengguna jasa kereta jurusan tersebut lumayan tinggi.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Kota Tegal Khaerul Huda mengatakan, wacana KA jurusan Tegal-Jogjakarta merupakan terobosan untuk mengenalkan Kota Bahari kepada masyarakat.
Menurutnya, pemkot akan mendorong wacana itu supaya cepat terealisasi. "Kami sangat mendukung wacana adanya KA dengan jurusan Tegal-Jogjakarta," katanya kemarin.
Selain itu, lanjut Khaerul, dengan adanya KA tersebut, maka Tegal akan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat yang dari Jogjakarta. Begitu pula sebaliknya. Dia mencontohkan adanya KA Harina jurusan Tegal-Bandung. Masyarakat kian mudah menjangkau Tegal maupun sebaliknya.
Dengan adanya akses yang lebih banyak itu, maka tidak mustahil jika perekonomian Kota Tegal bisa lebih berkembang daripada saat sekarang. Khaerul juga yakin, jika masyarakat setempat akan antusiasme dengan adanya KA jurusan Tegal-Jogjakarta yang melitasi Puwokerto.
"Kita tahu, tidak sedikit warga Tegal yang menempuh studi dan mendirikan usaha di Jogja dan Purwokerto. Itu bisa menjadi pertimbangan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Terlebih saat ini kondisi jalan raya yang menghubungkan Tegal-Purwokerto tersendat akibat jalur Ciregol di Desa Kutamendala, Tonjong, Brebes yang amblas. Maka armada angkutan KA jelas menjadi solusi cerdas dalam menyikapi hal itu. Jangan dianggap jika adanya KA menjadi saingan dalam bertransportasi, tapi lebih kepada armada altenatif."
Terpisah, Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop IV Semarang, Sapto Hartoyo menuturkan, untuk merealisasikan wacana KA jurusan Tegal-Jogjakarta bukan perkara yang mudah. Pihaknya membutuhkan persetujuan dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pusat lebih dulu. "Selain itu, juga melihat uji kelayakan okupansi penumpang Tegal-Purwokerto-Jogjakarta bagaimana. Jika tingkat okupansi penumpang bagus, itu bisa menjadi pertimbangan," jelas Sapto ketika dihubungi melalui telephon genggamnya kemarin.
Alasan lainnya, lanjut Sapto, di jalur Tegal-Purwokerto, track yang ada tidak terlalu bagus. Artinya, wacana yang pernah mengemuka pada 2009 ini harus diperhitungkan kembali.
Namun demikian, dia menampik bahwa wacana tersebut sulit terrealisasi. Asalkan sudah ada kajian-kajian yang disebutkan tadi tidak mustahil akan terrealisasi. Sebab, pihaknya tidak mau lagi melakukan perealisasian wacana yang kurang pertimbangan seperti dulu adanya KA Mahesa jurusan Tegal-Purwokerto. "KA Mahesa Jurusan Tegal-Purwokerto dulu, tingkat antusias penumpang rendah. Sehingga KA Mahesa tersebut diganti dengan jurusan Tegal-Cirebon-Bandung dan berganti nama menjadi KA Harina. KA ini, tingkat okupansinya lebih baik ketimbang KA Mahesa lalu," pungkasnya. (adi)ADI MULYADI/RATEG
KEMBALI DIHIDUPKAN - Pemkot meminta KA jurusan Tegal-Purwokerto-Jogjakarta dioperasikan kembali.
Pemkot Minta PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Serius
*Wacana KA Jurusan Tegal-Jogjakarta
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tegal meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero untuk segera menseriusi wacana adanya kereta api (KA) jurusan Tegal-Jogjakarta. Karena animo pengguna jasa kereta jurusan tersebut lumayan tinggi.
Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dinhubkominfo) Kota Tegal Khaerul Huda mengatakan, wacana KA jurusan Tegal-Jogjakarta merupakan terobosan untuk mengenalkan Kota Bahari kepada masyarakat.
Menurutnya, pemkot akan mendorong wacana itu supaya cepat terealisasi. "Kami sangat mendukung wacana adanya KA dengan jurusan Tegal-Jogjakarta," katanya kemarin.
Selain itu, lanjut Khaerul, dengan adanya KA tersebut, maka Tegal akan lebih mudah dijangkau oleh masyarakat yang dari Jogjakarta. Begitu pula sebaliknya. Dia mencontohkan adanya KA Harina jurusan Tegal-Bandung. Masyarakat kian mudah menjangkau Tegal maupun sebaliknya.
Dengan adanya akses yang lebih banyak itu, maka tidak mustahil jika perekonomian Kota Tegal bisa lebih berkembang daripada saat sekarang. Khaerul juga yakin, jika masyarakat setempat akan antusiasme dengan adanya KA jurusan Tegal-Jogjakarta yang melitasi Puwokerto.
"Kita tahu, tidak sedikit warga Tegal yang menempuh studi dan mendirikan usaha di Jogja dan Purwokerto. Itu bisa menjadi pertimbangan PT. Kereta Api Indonesia (Persero). Terlebih saat ini kondisi jalan raya yang menghubungkan Tegal-Purwokerto tersendat akibat jalur Ciregol di Desa Kutamendala, Tonjong, Brebes yang amblas. Maka armada angkutan KA jelas menjadi solusi cerdas dalam menyikapi hal itu. Jangan dianggap jika adanya KA menjadi saingan dalam bertransportasi, tapi lebih kepada armada altenatif."
Terpisah, Kepala Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daop IV Semarang, Sapto Hartoyo menuturkan, untuk merealisasikan wacana KA jurusan Tegal-Jogjakarta bukan perkara yang mudah. Pihaknya membutuhkan persetujuan dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) pusat lebih dulu. "Selain itu, juga melihat uji kelayakan okupansi penumpang Tegal-Purwokerto-Jogjakarta bagaimana. Jika tingkat okupansi penumpang bagus, itu bisa menjadi pertimbangan," jelas Sapto ketika dihubungi melalui telephon genggamnya kemarin.
Alasan lainnya, lanjut Sapto, di jalur Tegal-Purwokerto, track yang ada tidak terlalu bagus. Artinya, wacana yang pernah mengemuka pada 2009 ini harus diperhitungkan kembali. Namun demikian, dia menampik bahwa wacana tersebut sulit terrealisasi. Asalkan sudah ada kajian-kajian yang disebutkan tadi tidak mustahil akan terrealisasi. Sebab, pihaknya tidak mau lagi melakukan perealisasian wacana yang kurang pertimbangan seperti dulu adanya KA Mahesa jurusan Tegal-Purwokerto. "KA Mahesa Jurusan Tegal-Purwokerto dulu, tingkat antusias penumpang rendah. Sehingga KA Mahesa tersebut diganti dengan jurusan Tegal-Cirebon-Bandung dan berganti nama menjadi KA Harina. KA ini, tingkat okupansinya lebih baik ketimbang KA Mahesa lalu," pungkasnya. (adi)
SUMBER: http://www.radartegal.com/index.php/Pemkot-Minta-PT-KAI-Serius.html
RE: khayalan : tegal express - slamtrack - 11-09-2011
ikutan berpartisipasi ya ....banyak alternatif ka tg-yk:
1.ka logawa diperpanjang sampai slawi-dan tg ( kompensasi ka kaligung(smc-tg/daop4)...diperpanjang sampai slawi( daop 5).
laksana kompensasi cireks dari relasi bb-cn-gmr diprpanjang jadi tg-bb-cn-gmr dengan kaligung dari smc-tg menjadi smc-bb
2.ada rencana prameks ditarik sampai pwt sebaiknya diteruskan sampai slawi dan tg prihal di pwt sudah banyak ka relasi ke yk
3. ka gbms/bengawan/progo/kuto jaya salah satu ka tsb bisa diubah gapeka dari cnp ke bb-tg(pindah lok)-slawi-prupuk-pwt...
kalo gbms diubah dari rute sebelumnya pse- cnp-sdu-cileduk-ketanggungan-prupuk-pwt bisa diganti relasi cnp-babakan-
losari-tanjung-brebes-tegal(pindah lok)-slawi -prupuk-pwt dst sehingga ka gbms tidak terlalu pagi tiba di sgu dari sebelumnya
jam sekitar 03.17 berubah jadi jam sekitar 04.00 karena rute cnp-tg-prupuk menambah waktu tempuh sekitar 60 menitan..
RE: khayalan : tegal express - Andrew_CN - 11-09-2011
(11-09-2011, 09:22 AM)slamtrack Wrote: ikutan berpartisipasi ya ....banyak alternatif ka tg-yk:
1.ka logawa diperpanjang sampai slawi-dan tg ( kompensasi ka kaligung(smc-tg/daop4)...diperpanjang sampai slawi( daop 5).
laksana kompensasi cireks dari relasi bb-cn-gmr diprpanjang jadi tg-bb-cn-gmr dengan kaligung dari smc-tg menjadi smc-bb
2.ada rencana prameks ditarik sampai pwt sebaiknya diteruskan sampai slawi dan tg prihal di pwt sudah banyak ka relasi ke yk
3. ka gbms/bengawan/progo/kuto jaya salah satu ka tsb bisa diubah gapeka dari cnp ke bb-tg(pindah lok)-slawi-prupuk-pwt...
kalo gbms diubah dari rute sebelumnya pse- cnp-sdu-cileduk-ketanggungan-prupuk-pwt bisa diganti relasi cnp-babakan-
losari-tanjung-brebes-tegal(pindah lok)-slawi -prupuk-pwt dst sehingga ka gbms tidak terlalu pagi tiba di sgu dari sebelumnya
jam sekitar 03.17 berubah jadi jam sekitar 04.00 karena rute cnp-tg-prupuk menambah waktu tempuh sekitar 60 menitan..
Wah, kalo make KA non komuter si kayaknya susa, secara logawa brangkat dr PWT jam 6 pagi & nyampenya dr JR uda jam 20.00-20.45an, jadi kalo nyambungan sampe di TGnya entah tengah malem ato jam brapa, sedangkan make KA laen yg dr & ke JNG slaen kurang efisien, kasian penumpang yg memiliki kebutuhan kejer waktu dg harga minim, blom lagi ketersediaan seat dlm KA itu ada ga nya.
Slaen itu ga mudah bikin KA ini karna kethelan MA-TG termasuk rangkaian ga sdikit jumlahnya dg 5x pp lho kalo seinget gw, dg rel TG-PPK yg masi kurang stabil & emplasemen sta yg rata2 kecil membuat kalo KA penumpang ktemu kethel ya musti ngalah, apalagi dg taspat yg bisa dikata lumayan.
Paling pas ya memank bikin KA sendiri untuk petak TG-PWT ato bahkan sampe CP & lebi baek pake lok, karna kalo KRD untuk waktu tempuh sejauh itu dg adanya tanjakan blom tentu bner kuat untuk lintas PPK-NTG
Kalo memadai juga mendingan bikin feeder Tawang jaya. Maksud gw, tawang jaya kan di TG biasanya tengah malem (ganjilnya 22.30an, genepnya 02.45an menurut prakteknya) nah dibuat aja feeder yg sampe TGnya jam 21.30an & dr TG nya jam 04.30 tinggal ditentuin aja sampe PWT ato sampe PPK aja cukup feedernya, tinggal diitung waktunya dhe
Kalo usulan KA lintas TG-PWT-CP bnernya uda disundul di PPKA kalo ga sala
RE: khayalan : tegal express - Dana Komuter - 15-09-2011
Iya bener kalau perpanjangan rute tanpa dipertimbangin dg banyak pertimbangan rasanya sulit :
1. Faktor masinis yang mana mereka punya jam kerja dan operasi kalo gak salah inget masinis menjalankan KAnya gak boleh >8 jam khan? Makanya ada pergantian masinis di bbrp stasiun persinggahan. Kecuali bener2 emergency spt adanya PL atau pun PLH.
2. Keberadaan masinis itu sendiri. Si masinis A ngejalanin KA B Ekspres utk rute C ke D itu apa ada pertimbangan mess di stasiun yg ada atau begitu sampai di kota D harus balik lagi ke kota C?
3. Mesin pada lokomotif dan KRD yang ada. Kalau diforsir sementara armadanya cuma ada semisal < 4 doank gimana bisa langsung operassin ke kota C lagi? Sementara mesinnya ahrus diistirahatin dulu.
4. Gapeka yang ada. Semisal si B Ekspres ini tiba pukul. 13.00 dari semisal 7 jam perjalanan. Terus balik lagi sekitar pukul. 18.00 berangkatnya. Nah... ini ada wacana akan diperpanjang ke kota E yang semula cuma sampai kota D. Kalau semisal cuma dikasih waktu isitrahat di kota E selama 1 jam saja... waw... apa yang terjadi dg mesinnya nanti digeberterus? Sementara semisal armadanya cuma ada < 4 doank...
Nah... jadi intinya Tegal Ekspres boleh saja terwujud dengan pertimbangan semisal ke Yogyakarta sekalipun via Purwokerto, tapi apakah enggak dilihat pertimbangannya dulu?
1. Bisa mengambil jatah penumpang Kaligung-kah?
2. Kalau dengan KRD apa medannya kuat di petak rel yg melingkar2 menanjak dan menurun?
3. Begitu pun semisal dg lokomotif yg ada. Apa lok2 klas CC atau elektrik cukup tersedia utk si TE ini? Kalau dg lok BB atau hidrolik aku agak ragu yah... Krn khan dah sepuh...
Berlaku juga semisal Tegal Ekspres melayani rute Tegal - Solo via Semarang deh...
|