![]() |
|
Seputar DeadMan Pedal - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=5) +--- Forum: Lokomotif (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=22) +--- Thread: Seputar DeadMan Pedal (/showthread.php?tid=1233) |
RE: Seputar DeadMan Pedal - Haidar Murtadho - 10-01-2010 pas tanya masinis tambah njawabnya males. ya kalo c1, di injek, nek bunyi lagi di lepas, nek bunyi lagi y di injek lagi.. gitu terus, gak ngasih tau perbandingannya
RE: Seputar DeadMan Pedal - ouilevio - 10-01-2010 mau tny nih, apakan diperlukan tekanan yg besar utk menginjak piranti itu? bs diibaratkan tekanannya sekeras menginjak pedal kopling ats gas pd mobil? kl sekeras injak pedal kopling bs pegel tuh kaki. RE: Seputar DeadMan Pedal - antimon40 - 11-01-2010 (10-01-2010, 05:29 PM)Afghani Trisna Ramadhan Wrote:(06-01-2010, 09:38 PM)antimon40 Wrote: Di CC202 ada deadman pedal gak? buktinya mana kang? picnya dong
RE: Seputar DeadMan Pedal - antimon40 - 12-01-2010 Adakah yang punya pic deadman pedal CC202? penasaran nih.
RE: Seputar DeadMan Pedal - bagus70 - 12-01-2010 Membahas mengenai deadmen pedal.. Deadman pedal berfungsi dengan cara diinjak setiap 90 detik. Fungsinya untuk mencegah agar kereta berjalan pada saat masinis kehilangan kesadaran. Namun terkadang masinis malas mengoperasikannya dan menggunakan cara untuk mengakalinya. PAda CC201 batch 1977 (nomor 1-38) mereka mengakalinya dengan menaruh batu. Pada CC201 batch 1983 dan seterusnya, serta CC203, hal ini tak bisa dilakukan, karena jika pedal diinjak (atau tak diinjak) selama 90 detik, rem darurat akan menyala. "Solusi" nya? Matikan saja saklarnya. ![]() ![]() Tapi pada CC204, walaupun ini bisa dilakukan, tapi akan terekam di komputer lokomotif. Ada sistem lain di luar negeri yang di loko CC umumnya bisa dijumpai di panel di langit-langit: Vigilance button. Umumnya dia ditekan setiap 90 detik. Tapi saya heran, kenapa kok di sini sistem vigilance button ditaruj di langit-langit, bukan di meja layan? KAlau loko BB301, dulu dia diperlengkapi dengan Vigilance button. Tapi semenjak retrofit, dia tidak diperlengkapi ini lagi, karena gas lokomotif baru berjfungsi kalau ditekan. Kalau masinis kehilangan kesadaran, otomatis dia tidak akan menekan gas, dan kereta berhenti. RE: Seputar DeadMan Pedal - Haidar Murtadho - 13-01-2010 (10-01-2010, 11:12 PM)ouilevio Wrote: mau tny nih, apakan diperlukan tekanan yg besar utk menginjak piranti itu? gak [erlu tenaga besar sih, cuman "ceklek" aja bunyinya. kayak nyalain lampu pakek saklar dirumah. tapi pakek kaki
RE: Seputar DeadMan Pedal - Ally Banderaz - 12-06-2010 tapi memang sih ribet... ____________________________________________ TAPI BAGAIMANA PUN PENUMPANG HARUS SELAMAT! RE: Seputar DeadMan Pedal - ajuy - 12-06-2010 (12-06-2010, 08:01 AM)Ally Banderaz Wrote: tapi memang sih ribet... kata siapa ribet? males dan risih aja si mass nginjek DMP pada jangka 90/30, padahal menonaktifkan piranti tersebut sama aja membahayakan keselamatan penumpang RE: Seputar DeadMan Pedal - Ally Banderaz - 12-06-2010 ooooohhhh......... MENGERTI..... ![]() ![]() ![]()
RE: Seputar DeadMan Pedal - Aldio Yudha Trisandy - 26-09-2010 Tapi biasanya masinis ngakalin pedal deadman dengan berbagai cara-caranya itu disebabkan beberapa faktor: 1. Faktor yang pertama karena sifat masinis yang (maaf) malas ngurusi pedal deadman, seolah-olah bisa mengendalikan KA seperti para expert. Maklum, itulah sifat orang Indonesia, berani dalam segala hal, tapi jadi takut kalau hal yang tidak bisa mereka bendung terjadi. ![]() 2. Faktor yang kedua, mungkin dikarenakan posisi pedal deadman, terkadang jaraknya terlalu jauh, atau karena posisinya nggak nyaman, walaupun bisa digeser-geser, tapi kebanyakan masinis sukanya duduk di kursi dengan kaki yang selonjor (lurus), bukan kayak duduk tegak, sehingga harus ada sudut yang cocok buat pedal deadman agar nyaman di kaki masinis, dalam kata lain, pedal deadman dimiringkan sesuai dengan keinginan masinis, biar gak stress. ![]() 3. Yang ketiga karena bentuk pedal deadman, biasanya pedal deadman bentuknya kayak pedal kayak pedal gas di mobil, tapi bagian yang dipijak mungkin ukurannya terlalu kecil, atau kurang sesuai dengan bentuk sepatu para masinis. Tapi, seiring perkembangan teknologi, seharusnya ada model pedal deadman yang baru, misalnya, pedal deadman yang lama diganti dengan pengganti yang baru, seperti kamera komputer pintar kabin lokomotif yang mengarah ke masinis, kalau masinisnya dalam posisi tertidur, maka terbaca oleh komputer sebagai kondisi bahaya, alarm berbunyi keras dan nyaring, bila dalam 10 detik tidak direspon, maka rem darurat akan aktif. Atau kalau perlu dikasih piranti yang lebih canggih, seperti menempelkan sejenis kabel ke kepala, tangan, kaki masinis (Seperti di Rumah Sakit yang amat-amat modern dan canggih), kabel itu mengarah ke komputer yang mengurusi keadaan masinis, dengan sinyal-sinyal otak, syaraf, impuls, detak jantung dan aktifitas masinis. Sinyal-sinyal itu dikategorikan dengan kategori sadar atau tidak sadar, kalau masinis dalam keadaan sadar, maka sinyal yang disalurkan akan masuk kategori sadar, kalau masinis sudah tinggal 5 watt, alarm akan berbunyi dengan bunyi yang mampu membubarkan rasa kantuk masinis, dan kalau masinis dalam keadaan tidak sadar secara mendadak, seperti terkena serangan jantung, pingsan, dll, makan rem darurat langsung aktif. Ingat bahwa sinyal otak, syaraf dan aktifitas masinis yang sadar penuh beda dengan masinis yang setengah sadar maupun yang tidak sadar. Maaf kalau agak OOT, cuman ingin bagi-bagi info teknologi saja, CMIIW.
|