Semboyan35 Indonesian Railfans
Cara Mengoperasikan Lokomotif (CC 201, CC 203, CC 204,... dan Lain yang Sejenis) - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=5)
+--- Forum: Lokomotif (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=22)
+--- Thread: Cara Mengoperasikan Lokomotif (CC 201, CC 203, CC 204,... dan Lain yang Sejenis) (/showthread.php?tid=6332)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16


RE: Cara Mengoperasikan Lokomotif (CC 201, CC 203, CC 204,... dan Lain yang Sejenis) - Adi Sutjipto - 22-08-2011

Sebenarnya,
pengereman kereta api [dalam arti dengan rangkaian],
setiap masinis mempunyai karakter tersendiri. Ada yang kasar dan ada yang halus.
Tapi diusahakan, sehalus mungkin, ibarat,
abu rokok yang masih menempel diujung rokokpun, jangan sampai terjatuh,
saat kereta berhenti total !

Ada beberapa cara,
tergantung tiap masinis punya kebiasaan, tetapi, biasanya,
begitu mulai masuk Jalur 1 misalnya,
kereta sudah dalam keadaan perlahan,
setelah melewati sinyal masuk, dengan posisi rem sedikit ditahan,
atau dimainkan, rem sedikit, lepas kembali, dst,
demikian beberapa kali dilakukan.

Throttle tidak dalam posisi N, tetapi tetap dijalankan,
pada angka 1 misalnya, sambil ditahan rem sedikit atau dilepas
[rem rangkaian].
Setelah rangkaian hampir berhenti,
dalam arti masih berjalan tetapi sangat perlahan,
posisi Throttle dapat digeser ke N,
dan rangkaian dibiarkan menggelinding sangat perlahan,
karena semua idle, begitu berhenti,
langsung Rem Loko dikerjakan.
Ada juga, dalam posisi di 1,
tetapi dijaga dengan rem rangkaian sedikit,
sampai berhenti, lalu rem loko dikerjakan,
dan rem rangkaian dilepas.

Ini gunanya,
agar jika sampai berhenti, posisi coupler masih dalam posisi menarik rangkaian.
Sehingga, pada saat berhenti, rangkaian tetap mulus,
tidak terjadi hentakan tiap gerbong dengan gerbong DIDEPANNYA.

Nanti apabila kereta dijalankan kembali,
setelah penumpang turun dan naik,
karena posisi coupler masih dalam keadaan menarik,
saat mulai berjalan,
tidak terjadi hentakan dari gerbong DEPAN kearah BELAKANG.
Jadi, start dengan mulus,
penumpang tidak merasakan hentakan,
baik saat berhenti, maupun mulai dijalankan,
demi kenyamanan penumpang
dan keamanan masakan di Reska bagi yang ada KMP nya.

Saat akan menyambung Loko dengan rangkaianpun, juga ada seni tersendiri.
Saat loko sudah dalam jarak sekitar 1 meter,
bisa juga dilakukan dengan memasukkan Throttle ke posisi 1 dan N bergantian,
dilakukan beberapa kali,
sehingga loko berjalan sangat perlahan
sampai coupler saling menyentuh,
dengan melihat aba-aba tangan dari Juru Langsir.

Atau dapat juga, loko dijalankan dengan perlahan,
sampai mendekati gerbong,
dilepas perlahan, posisi N, dengan sedikit ditahan rem,
sampai menyambung.
Ini tergantung feeling masinis,
tentunya didapat karena pengalaman.


Rem loko, dapat digunakan jika rangkaian berhenti,
ibarat rem tangan pada mobil, karena, jalur pada emplasement tasiun adalah rata air.
Tetapi mengoperasikan rem loko pada kecepatan yang tiinggi,
selain dapat membahayakan loko,
yang karena dorongan dari belakang,
dapat mengakibatkan anjlog atau terbalik,
juga tidak dapat efektif titik berhentinya,
dan dapat merusak roda loko sehingga menjadi tidak bundar.


Tetapi jika mulai berjalan,
ya tinggal membunyikan dulu Semboyan sulingnya,
sekali dengan panjang, baru setelah itu,
Throttle mulai dimasukkan keposisi 1
dan rem loko langsung dilepas,
atau ada juga masinis yang setelah memasukkan Throttle pada posisi 1,
tetapi rem loko dilepas beberapa detik kemudian,
agar start pertama berjalan dengan mulus.
Dan perlahan tapi pasti, bergeser urut kacang,
kearah angka yang lebih besar,
disesuaikan dengan medan dan taspat tentunya.


Tapi pada akhirnya juga,
tergantung karakter setiap masinisnya,
mirip orang yang membawa mobil atau sepeda motor,
ada yang halus, dan ada pula yang kasar.

Kira-kira demikian,
semoga sedikit bermanfaat untuk menggambarkan,
bagaimana sebuah rangkaian kereta mulai diberhentikan
sampai berhenti total atau sebaliknya.

S4.
Xie XieBye Bye




RE: Cara Mengoperasikan Lokomotif (CC 201, CC 203, CC 204,... dan Lain yang Sejenis) - cc 204 18 - 23-08-2011

(22-08-2011, 08:27 PM)Adi Sutjipto Wrote: [spoiler=Sebenarnya,]
pengereman kereta api [dalam arti dengan rangkaian],
setiap masinis mempunyai karakter tersendiri. Ada yang kasar dan ada yang halus.
Tapi diusahakan, sehalus mungkin, ibarat,
abu rokok yang masih menempel diujung rokokpun, jangan sampai terjatuh,
saat kereta berhenti total !

Ada beberapa cara,
tergantung tiap masinis punya kebiasaan, tetapi, biasanya,
begitu mulai masuk Jalur 1 misalnya,
kereta sudah dalam keadaan perlahan,
setelah melewati sinyal masuk, dengan posisi rem sedikit ditahan,
atau dimainkan, rem sedikit, lepas kembali, dst,
demikian beberapa kali dilakukan.

Throttle tidak dalam posisi N, tetapi tetap dijalankan,
pada angka 1 misalnya, sambil ditahan rem sedikit atau dilepas
[rem rangkaian].
Setelah rangkaian hampir berhenti,
dalam arti masih berjalan tetapi sangat perlahan,
posisi Throttle dapat digeser ke N,
dan rangkaian dibiarkan menggelinding sangat perlahan,
karena semua idle, begitu berhenti,
langsung Rem Loko dikerjakan.
Ada juga, dalam posisi di 1,
tetapi dijaga dengan rem rangkaian sedikit,
sampai berhenti, lalu rem loko dikerjakan,
dan rem rangkaian dilepas.

Ini gunanya,
agar jika sampai berhenti, posisi coupler masih dalam posisi menarik rangkaian.
Sehingga, pada saat berhenti, rangkaian tetap mulus,
tidak terjadi hentakan tiap gerbong dengan gerbong DIDEPANNYA.

Nanti apabila kereta dijalankan kembali,
setelah penumpang turun dan naik,
karena posisi coupler masih dalam keadaan menarik,
saat mulai berjalan,
tidak terjadi hentakan dari gerbong DEPAN kearah BELAKANG.
Jadi, start dengan mulus,
penumpang tidak merasakan hentakan,
baik saat berhenti, maupun mulai dijalankan,
demi kenyamanan penumpang
dan keamanan masakan di Reska bagi yang ada KMP nya.

Saat akan menyambung Loko dengan rangkaianpun, juga ada seni tersendiri.
Saat loko sudah dalam jarak sekitar 1 meter,
bisa juga dilakukan dengan memasukkan Throttle ke posisi 1 dan N bergantian,
dilakukan beberapa kali,
sehingga loko berjalan sangat perlahan
sampai coupler saling menyentuh,
dengan melihat aba-aba tangan dari Juru Langsir.

Atau dapat juga, loko dijalankan dengan perlahan,
sampai mendekati gerbong,
dilepas perlahan, posisi N, dengan sedikit ditahan rem,
sampai menyambung.
Ini tergantung feeling masinis,
tentunya didapat karena pengalaman.


Rem loko, dapat digunakan jika rangkaian berhenti,
ibarat rem tangan pada mobil, karena, jalur pada emplasement tasiun adalah rata air.
Tetapi mengoperasikan rem loko pada kecepatan yang tiinggi,
selain dapat membahayakan loko,
yang karena dorongan dari belakang,
dapat mengakibatkan anjlog atau terbalik,
juga tidak dapat efektif titik berhentinya,
dan dapat merusak roda loko sehingga menjadi tidak bundar.


Tetapi jika mulai berjalan,
ya tinggal membunyikan dulu Semboyan sulingnya,
sekali dengan panjang, baru setelah itu,
Throttle mulai dimasukkan keposisi 1
dan rem loko langsung dilepas,
atau ada juga masinis yang setelah memasukkan Throttle pada posisi 1,
tetapi rem loko dilepas beberapa detik kemudian,
agar start pertama berjalan dengan mulus.
Dan perlahan tapi pasti, bergeser urut kacang,
kearah angka yang lebih besar,
disesuaikan dengan medan dan taspat tentunya.


Tapi pada akhirnya juga,
tergantung karakter setiap masinisnya,
mirip orang yang membawa mobil atau sepeda motor,
ada yang halus, dan ada pula yang kasar.

Kira-kira demikian,
semoga sedikit bermanfaat untuk menggambarkan,
bagaimana sebuah rangkaian kereta mulai diberhentikan
sampai berhenti total atau sebaliknya.

S4.
Xie XieBye Bye

[/spoiler]

Bnar juga, dibuat main di TRS, trnyata tanpa hentakan
Thx buat sarannya



RE: Cara Mengoperasikan Lokomotif (CC 201, CC 203, CC 204,... dan Lain yang Sejenis) - Hendrix - 23-08-2011

trs klo LOAD METER gmn tuh cara bacanya?? ada yg tau..


RE: Cara Mengoperasikan Lokomotif (CC 201, CC 203, CC 204,... dan Lain yang Sejenis) - m_ilhami - 23-08-2011

membaca postingan mas adi sucipto...berarti telaten banget masinisnya. Kalau trafik lagi macet, atau membawa kereta langsam semacam rangkasbitung atau purwakarta pasti capek banget menuruti langkah-langkahnya.

dibandingkan KRL, yang baru dateng itu, gigi 1 halus, begitu gigi 2 langsung menghentak. ck ck ck


RE: Cara Mengoperasikan Lokomotif (CC 201, CC 203, CC 204,... dan Lain yang Sejenis) - mdnboy - 23-08-2011

melihat hal ini pantas saja ya masinis merupakan profesi yang memiliki prestise tersendiri di jaman Belanda
tapi bagi saya masinis juga tetap profesi terhormat sekarang ini (memikul tanggung jawab besar soalnya)


RE: Cara Mengoperasikan Lokomotif (CC 201, CC 203, CC 204,... dan Lain yang Sejenis) - Adi Sutjipto - 23-08-2011

(23-08-2011, 01:04 PM)m_ilhami Wrote: membaca postingan mas adi sucipto...berarti telaten banget masinisnya. Kalau trafik lagi macet, atau membawa kereta langsam semacam rangkasbitung atau purwakarta pasti capek banget menuruti langkah-langkahnya.

dibandingkan KRL, yang baru dateng itu, gigi 1 halus, begitu gigi 2 langsung menghentak. ck ck ck

Bukan telaten,
tapi memang seharusnya demikian,
jangan sampai kenyamanan penumpang terganggu,
dan bisa saja, beda daerah, karena jumlah lintasan yang padat,
mempengaruhi pola sikap seorang masinis.....
Tapi seharusnya, menjalankan kereta dengan halus,
termasuk SOP juga.....
Bye Bye

[Image: overstappen.png]

[Image: SOP01.jpg]

[Image: SOP02.jpg]

* Semoga bermanfaat.


RE: Cara Mengoperasikan Lokomotif (CC 201, CC 203, CC 204,... dan Lain yang Sejenis) - Warteg - 23-08-2011

(23-08-2011, 10:29 PM)Adi Sutjipto Wrote:
jangan sampai kenyamanan penumpang terganggu,
dan bisa saja, beda daerah, karena jumlah lintasan yang padat,
mempengaruhi pola sikap seorang masinis.....
Tapi seharusnya, menjalankan kereta dengan halus,
termasuk SOP juga.....
Bye Bye
Sebelum mass menguasai lintasan perlu dilakukan uji BV dahulu Tersenyuum


RE: Cara Mengoperasikan Lokomotif (CC 201, CC 203, CC 204,... dan Lain yang Sejenis) - rizkygacor - 24-08-2011

(17-08-2011, 11:18 PM)Adi Sutjipto Wrote: Kalau pada light (◣_◢)┌∩┐,
mirip Exhaust Brake lah, bisa on/ off dengan tombol dibawah setir.
Enak buat turunan, agar pergerakannya stabil,
dengan pengertian, tidak bertambah cepat
karena daya dorong dan gravitasi bumi.


Tapi, kalau didaerah dataran atau kemiringan yang tidak terlalu panjang,
jarang dipakai.
Sampai sekarangpun, saya belum pernah menemui,
ada yang memakainya.
Mungkin di Daop 2 lebih sering dipakai ?


S4
Xie Xie

mas muji teman saya pak. klo dinesan 204 apa 203 masi pake dinamic break. walupun gak sering Big Grin


RE: Cara Mengoperasikan Lokomotif (CC 201, CC 203, CC 204,... dan Lain yang Sejenis) - Adi Sutjipto - 29-08-2011


[Image: 20110A.jpg]
Kabin CC 201 10


[Image: 20110B.jpg]
Switch Dynamic Brake


[Image: 20110C.jpg]
4 buah switch lampu depan diujung kanan


RE: Cara Mengoperasikan Lokomotif (CC 201, CC 203, CC 204,... dan Lain yang Sejenis) - Warteg - 30-08-2011

(29-08-2011, 11:15 PM)Adi Sutjipto Wrote: [spoiler=Kabin CC 201 10]

[Image: 20110A.jpg][/spoiler]

[spoiler=Switch Dynamic Brake]

[Image: 20110B.jpg][/spoiler]


[Image: 20110C.jpg]
4 buah switch lampu depan diujung kanan
itu 2 buah saklar untuk fog lamp dan yang 2 lainnya untuk spot lamp ya??Xie Xie