![]() |
|
Jabodetabek Semua KRD, Setuju? - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forum-5.html) +--- Forum: Penumpang Komuter (Commuterline, Jakarta MRT, LRT Jabodebek, LRT Jakarta) (https://www.semboyan35.com/forum-21.html) +--- Thread: Jabodetabek Semua KRD, Setuju? (/thread-4091.html) |
RE: Jabodetabek Semua KRD, Setuju? - Logawa_exp - 17-05-2010 waah..kalo semua jalur di jawa pake LAA, harus bangun PLTN dunk????kalo nggak PLN bakal teriak-teriak atau malah pemadaman bergilir bakal terus-terusan.... kan tenaga per satu kereta aja bisa sampai 1000 KW atau 1 MW... kalo PLTN kapasitas bisa 1-2 GW tapi kalo PLTU cuma 600 MW belum bonus Polusi asapnya.....
RE: Jabodetabek Semua KRD, Setuju? - jadrians - 18-05-2010 Masalah di Manggarai bukan menjadi alasan penggantian KRL ke KRD gak logis..lah yaw....gak ECO friendly gitu loh...kalau pakai KRD lagi. Yang jelas memang perlu perbaikan sarana di sekitar manggarai untuk meningkatkan layanan. salah satunya mungkin membuat Junction Elevated sehingga ada pemisahan jalur antara yg mau ke Gambir atau THB dari Bogor / JNG. RE: Jabodetabek Semua KRD, Setuju? - ady_mcady - 18-05-2010 adakah contoh ka2 komuter didunia yang kapasitas angkutnya setara dengan krl (sekitar 650.000 penumpang perhari), tapi armadanya menggunakan dmu alias krd? RE: Jabodetabek Semua KRD, Setuju? - jadrians - 25-05-2010 OOT : Atau pake lok uap sekalian he..he.. RE: Jabodetabek Semua KRD, Setuju? - Adolph - 25-05-2010 lha ngapain..jabotabek kan udah enak ada LAA, tinggal dioptimalkan penggunaannya,ngapain balik pake KRD,,ntar malah setback n kebuang LAA-nya..lagian kan juga ngirit BBM dan mengurangi polusi..ane di sby aja ngarep2 ada LAA RE: Jabodetabek Semua KRD, Setuju? - Charles - 25-05-2010 (25-05-2010, 12:32 PM)Adolph Wrote: lha ngapain..jabotabek kan udah enak ada LAA, tinggal dioptimalkan penggunaannya,ngapain balik pake KRD,,ntar malah setback n kebuang LAA-nya..lagian kan juga ngirit BBM dan mengurangi polusi..ane di sby aja ngarep2 ada LAA Memang sebenarnya tujuan elektrifikasi Jabotabek itu sendiri adalah penghematan konsumsi BBM yang dihasilkan dari KRD, karena pada awalnya sekitar tahun 1976 ke bawah lintas Jabotabek belum terelektrifikasi seperti sekarang. Kalau misalnya KRD dioperasikan di Jabotabek 100% menggantikan KRL sepertinya mustahil, karena KRD itu sendiri armadanya masih kurang memadai dari segi ketepatan waktu dan jika penggantian armada berada dalam jumlah besar sehingga INKA tidak mampu memenuhi permintaan tersebut sekaligus maka berakibat adanya impor KRD KiHa dari Jepang yang belum tentu PT. KA menginginkannya. RE: Jabodetabek Semua KRD, Setuju? - DJ rail - 25-05-2010 Jadi bingung, kelebihan KRL dan KRD masing2 apa c? sori klo masih oon, he3, kok kalo liat kereta2 di luar negeri seperti subway2 di negara maju dan MRT seperti di S'pore kayake ga ada tiang elektrifikasinya, brarti kota2 itu mass rapid transitnya pake KRD ya? RE: Jabodetabek Semua KRD, Setuju? - Charles - 25-05-2010 (25-05-2010, 02:44 PM)DJ rail Wrote: Jadi bingung, kelebihan KRL dan KRD masing2 apa c? sori klo masih oon, he3, kok kalo liat kereta2 di luar negeri seperti subway2 di negara maju dan MRT seperti di S'pore kayake ga ada tiang elektrifikasinya, brarti kota2 itu mass rapid transitnya pake KRD ya? Setiap KRD dan KRL memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing, yaitu: Kelebihan a. KRD - Dapat digunakan di semua lintas. - Tekanan beban gandar pada umumnya rendah. - Mampu berjalan di rel tipe R33. - Memungkinkan jumlah rangkaian sesuai kapasitas penumpang karena dapat dilepas pasang dengan mudah. b. KRL - Mampu mengangkut penumpang lebih banyak dari KRD. - Akselerasi lebih cepat. - Tidak memerlukan BBM. - Kecepatan saat berdinas dapat mencapai lebih dari 120 km/jam. Kekurangan a. KRD - Memerlukan BBM. - Akselerasi kurang bertenaga dibandingkan lokomotif. - Kurang efisien untuk perjalanan jarak jauh. b. KRL - Tegangan listrik yang dibutuhkan cukup tinggi (1,5 kV). - Rangkaian selalu berada dalam stamformasi yang tetap. - Bergantung sepenuhnya kepada pasokan listrik dari gardu induk dan rentan terhadap fluktuasi tegangan pada konduktor penghantar (kabel atau besi). MRT dan subway di Eropa pada umumnya tak memiliki LAA, karena mereka menggunakan metode rel ketiga (third rail) untuk mengalirkan listrik ke kereta, yang dipasang di bagian samping atau di antara rel utama. Jadi, MRT dan subway/metro tetaplah berjenis KRL. RE: Jabodetabek Semua KRD, Setuju? - ilhamprahatama - 25-05-2010 tidak.. lebih baik krl, tidak berpolusi RE: Jabodetabek Semua KRD, Setuju? - CC 201 64 PWT - 27-05-2010 (17-05-2010, 02:31 PM)Dana Komuter Wrote: @ CC 201 64 PWT : Aku sih gak sampe ngarepin dicabut, tapi paling enggak diaktifin buat hari2 libur kerja dan tanggal2 merah aja. Jadi khan enak tuh bisa buat wisata dalam kota. Yg di Tn. Abang ke pabrik (≖᷆︵︣≖), ke Beos bisa jd batu loncatan ke museum Fatahillah, Bank Mandirin, dll. Yg di Cikini bisa ke Planetarium dan Joeang 45. Yg di Juanda bisa ke Istiqlal, Katedral dan museum Perangko. Dan masih banyak lagi wisata dalam kota lainnya. justru kalo hari libur kan banyak keluarga yang main ke bogor atopun ke jakarta, kalopun pake KRD kuat tuh mesin? |