Semboyan35 Indonesian Railfans
Sistem penomoran lok uap di Indonesia - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=5)
+--- Forum: Kereta Uap (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=19)
+--- Thread: Sistem penomoran lok uap di Indonesia (/showthread.php?tid=2014)

Pages: 1 2 3 4


RE: Sistem penomoran lok uap di Indonesia - spoorsoni - 19-03-2010

(19-03-2010, 08:44 PM)Muhammad Dhafin Khomsah Wrote: Fungsi pilot wheel buat apa ya om soni? Bingung

Wah jadi OOT nih, ok fungsi dari pilot wheels (depan) dan trailing wheels (belakang) adalah sbb:

The front pilot wheels/axle(s) acts as a guide to better help the locomotive negotiate its way into a curve without jumping the track, which was especially helpful as locomotives grew larger and heavier. The rear or trailing wheels/axle(s) served mainly in a supporting role as locomotives grew larger to bear the weight of the heavier cabs and fireboxes. These front and rear wheels/axle(s) also served a secondary function in displacing the weight of the locomotive more evenly over the rails, which produced less wear on them. (sumber: http://www.american-rails.com/steam-locomotives.html)

OK, sekarang Back on Topic

Soni


RE: Sistem penomoran lok uap di Indonesia - antimon40 - 22-03-2010

Kalo TC, atau TD, yang ada tambahan huruf T berarti tram ya bos? Bingung


RE: Sistem penomoran lok uap di Indonesia - bintangsendja - 28-04-2010

Sistem penomoran lok uap (yang juga digunakan untuk lok diesel) di Indonesia, sebenarnya mulai digunakan sejak masa penjajahan Jepang, dan memang meniru sistem yang dipergunakan di negara Matahari Terbit tersebut.

Sistem tersebut adalah menggunakan huruf kapital (B, C, D, E, F) sesuai roda penggerak lok uap, dan angka, dimulai dari 10 untuk lok tanpa tender dan 50 untuk lok dengan tender.

Jadi seperti ini:
B10-B27
B50-B53
C10-C33
C50-C54
D10-D18
D50-D52
E10
F10

Untuk lok Mallet digunakan dua huruf kapital, jadi:
BB10
CC10
CC50
DD50-D52

TC 10 dan TD10, benar, huruf T merujuk ke Tram.

Nah untuk lok diesel, seri angka menunjukkan transmisi: 200 untuk elektrik, 300 untuk hidraulik.

Lok eks Deli Spoorweg tidak dinomor ulang, dan lok di Aceh hanya diberikan huruf kapital penanda jumlah penggerak.

Semoga bisa membantu menjelaskan.


RE: Sistem penomoran lok uap di Indonesia - spoorsoni - 28-04-2010

(28-04-2010, 11:34 AM)bintangsendja Wrote: Sistem penomoran lok uap (yang juga digunakan untuk lok diesel) di Indonesia, sebenarnya mulai digunakan sejak masa penjajahan Jepang, dan memang meniru sistem yang dipergunakan di negara Matahari Terbit tersebut.

Sistem tersebut adalah menggunakan huruf kapital (B, C, D, E, F) sesuai roda penggerak lok uap, dan angka, dimulai dari 10 untuk lok tanpa tender dan 50 untuk lok dengan tender.

Jadi seperti ini:
B10-B27
B50-B53
C10-C33
C50-C54
D10-D18
D50-D52
E10
F10

Untuk lok Mallet digunakan dua huruf kapital, jadi:
BB10
CC10
CC50
DD50-D52

TC 10 dan TD10, benar, huruf T merujuk ke Tram.

Nah untuk lok diesel, seri angka menunjukkan transmisi: 200 untuk elektrik, 300 untuk hidraulik.

Lok eks Deli Spoorweg tidak dinomor ulang, dan lok di Aceh hanya diberikan huruf kapital penanda jumlah penggerak.

Semoga bisa membantu menjelaskan.

Matur nuwun mbah Bintang Sendja, kalo ada ilmunya dibagi-bagi ke sini lagi donk...

Soni


RE: Sistem penomoran lok uap di Indonesia - ajuy - 29-04-2010

(22-03-2010, 09:56 AM)antimon40 Wrote: Kalo TC, atau TD, yang ada tambahan huruf T berarti tram ya bos? Bingung

iya betul itu... Big Grin
T= Tram, D= apa ya? 4 gandar?


RE: Sistem penomoran lok uap di Indonesia - bintangsendja - 30-04-2010

Kan di atas udah disebutkan, huruf B, C, D, E, F ini menunjukkan jumlah gandar penggerak....

bintang

(29-04-2010, 12:43 PM)ajuy Wrote:
(22-03-2010, 09:56 AM)antimon40 Wrote: Kalo TC, atau TD, yang ada tambahan huruf T berarti tram ya bos? Bingung

iya betul itu... Big Grin
T= Tram, D= apa ya? 4 gandar?



RE: Sistem penomoran lok uap di Indonesia - nino - 06-05-2010

(28-04-2010, 11:34 AM)bintangsendja Wrote: Sistem penomoran lok uap (yang juga digunakan untuk lok diesel) di Indonesia, sebenarnya mulai digunakan sejak masa penjajahan Jepang, dan memang meniru sistem yang dipergunakan di negara Matahari Terbit tersebut.

Sistem tersebut adalah menggunakan huruf kapital (B, C, D, E, F) sesuai roda penggerak lok uap, dan angka, dimulai dari 10 untuk lok tanpa tender dan 50 untuk lok dengan tender.

Jadi seperti ini:
B10-B27
B50-B53
C10-C33
C50-C54
D10-D18
D50-D52
E10
F10

Untuk lok Mallet digunakan dua huruf kapital, jadi:
BB10
CC10
CC50
DD50-D52

TC 10 dan TD10, benar, huruf T merujuk ke Tram.

Nah untuk lok diesel, seri angka menunjukkan transmisi: 200 untuk elektrik, 300 untuk hidraulik.

Lok eks Deli Spoorweg tidak dinomor ulang, dan lok di Aceh hanya diberikan huruf kapital penanda jumlah penggerak.

Semoga bisa membantu menjelaskan.

kalo angka setelah hurup "2" tu artinya apa?
misalnya yan di lawang sewu tu C2301, madiun C2606, ambarawa B2503


RE: Sistem penomoran lok uap di Indonesia - sepur_lori - 07-05-2010

(06-05-2010, 06:39 PM)nino Wrote:
(28-04-2010, 11:34 AM)bintangsendja Wrote: Sistem penomoran lok uap (yang juga digunakan untuk lok diesel) di Indonesia, sebenarnya mulai digunakan sejak masa penjajahan Jepang, dan memang meniru sistem yang dipergunakan di negara Matahari Terbit tersebut.

Sistem tersebut adalah menggunakan huruf kapital (B, C, D, E, F) sesuai roda penggerak lok uap, dan angka, dimulai dari 10 untuk lok tanpa tender dan 50 untuk lok dengan tender.

Jadi seperti ini:
B10-B27
B50-B53
C10-C33
C50-C54
D10-D18
D50-D52
E10
F10

Untuk lok Mallet digunakan dua huruf kapital, jadi:
BB10
CC10
CC50
DD50-D52

TC 10 dan TD10, benar, huruf T merujuk ke Tram.

Nah untuk lok diesel, seri angka menunjukkan transmisi: 200 untuk elektrik, 300 untuk hidraulik.

Lok eks Deli Spoorweg tidak dinomor ulang, dan lok di Aceh hanya diberikan huruf kapital penanda jumlah penggerak.

Semoga bisa membantu menjelaskan.

kalo angka setelah hurup "2" tu artinya apa?
misalnya yan di lawang sewu tu C2301, madiun C2606, ambarawa B2503

kalau angka setelah huruf "2" itu menunjukkan nomer seri lokomotifnya, spt B 21, B 22, B 25, B 27, C 21, C 25, C 28. nomer 2 itu berarti setelah kelas 10, C 19 lalu C 20 kemudian C 21 dst. lalu (sbg contoh) C 2101 ini menunjukkan urutan lokomotifnya, mulai dari nomer 1 sampai seterusnya Xie Xie


RE: Sistem penomoran lok uap di Indonesia - eling - 25-05-2011

baru mudeng saya arti2 angka2 di belakan kode penggerak....
trims,
Tersenyuum


RE: Sistem penomoran lok uap di Indonesia - nurcahyoms - 29-05-2011


Saya urun rembug ya...

Selain jumlah penggerak, ternyata penomoran lok uap juga menunjukkan apakah lok tersebut punya tender atau tidak.

Lok uap jenis "tank engine" atau yang punya wadah air dan bahan bakar menempel di badan lok selalu punya angka digit pertama kurang dari 5.
Contoh:
B 1xxx, C 1xxx, D 1xxx, E 1xxx, F1xxx, B 2xxx, C 2xxx, C 3xxx, BB 1xxx, CC 1xxx semuanya adalah jenis tank engine.

Lok uap jenis "tender locomotive" atau yang wadah air dan bahan bakarnya dalam terletak di badan yang terpisah dari boby utama dan selalu digandeng kemana-mana selalu punya angka digit pertama sama dengan 5. Mungkin seandainya kita punya lebih banyak jenis lok ini angkanya bisa lebih dari 5.
Contoh:
B 5xxx, C 5xxx, D 5xxx, CC 5xxx, DD 5xxx semuanya adalah tender locomotive

Salam kami
Nurcahyo
*******