Semboyan35 Indonesian Railfans
Berita Umum Menyangkut Kereta Api - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Peron (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=4)
+--- Forum: PPKA (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=12)
+--- Thread: Berita Umum Menyangkut Kereta Api (/showthread.php?tid=1687)



RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - hasan - 20-05-2009

oke deh ....infonya mana om??


RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - masboleng - 22-05-2009

Terpeleset di peron, Siswa SD disambar KA.

jagakarsa.
Yuli (12), siswa kelas 6 sd tewas disambar KA barang di sta. Univ. Pancasila, rabu petang. sementara saudara sepupunya Anita (10) selamat berkat pertolongan Ayi (35), ibunya. Kedua bocah itu terpeleset di peron sta. ketika akan membeli tiket KA.


sungguh tragis....
kesalahan pihak korban ataukah pihak PT. KA yg kurang membenahi fasilitas???


RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - g10d - 23-05-2009

Perlintasan liar yang dijaga para relawan warga setempat. Berita dari Kompas:

Quote:Para Relawan di Perlintasan Kereta Api

KOMPAS/COKORDA YUDISTIRA
Kamis, 4 September 2008 | 06:37 WIB
Priiit... priiit... priiit.... Peluit hitam di mulut Samino (45) berbunyi nyaring. Tak cukup itu, Samino melanjutkan dengan berteriak, "Awas kereta mau lewat...!"

Samino bukan polisi lalu lintas. Namun, di perlintasan kereta di kolong Jalan Layang Kranji, Kampung Rawa Bambu, Kelurahan Kali Baru, Medan Satria, Kota Bekasi, hari Selasa (2/9) siang, teriakan Samino dipatuhi.

Tak lama setelah Samino berteriak, kereta api melaju kencang. Ekor kereta baru lewat, tetapi beberapa pengendara sepeda motor dari arah Kranji langsung melajukan kendaraan mereka melintasi rel.

Sebuah gerobak masih terdiam di seberang rel. Si penarik tidak kuat menyeberangkan gerobaknya melewati bagian rel yang berbatu. Samino langsung turun tangan. Dengan sigap dia mendorong gerobak itu menyeberangi dua rel kereta. Untuk kerjanya itu, Samino mendapat imbalan Rp 500.

”Cukuplah buat beli rokok. Tidak ada paksaan, seikhlasnya saja,” ujar lelaki asal Wonogiri, Jawa Tengah, yang mengaku sudah 20 tahun lebih menetap di Kota Bekasi.

Inisiatif warga

Menurut Samino, menjadi penjaga perlintasan liar hanyalah inisiatif anak-anak kampung. Sebelum dijaga ”anak-anak kampung” alias warga setempat, perlintasan yang biasanya menjadi jalan pintas pengendara sepeda motor, pengayuh becak, dan penarik gerobak itu sering memakan korban jiwa.

”Alhamdulillah sejak dijaga anak-anak sini jarang yang kecelakaan,” kata Samino yang mengaku bekas pedagang mi ayam itu.

Alasan sama juga diungkapkan Wawan dan Andi. Dua pemuda itu, Selasa siang kemarin menjaga palang di perlintasan liar bekas Stasiun Rawa Bebek, Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat.

Perlintasan itu menjadi jalur pintas dari Jalan Terusan I Gusti Ngurah Rai, Kranji, ke perumahan Harapan Baru Regency atau permukiman warga di Kampung Rawa Bebek.

”Yang ngecrek di sini ya anak-anak (Rawa Bebek) sini. Kerjanya giliran karena sampai jam 12 malam,” tutur Wawan. Ngecrek berarti menyodorkan sambil menggoyang-goyangkan ember plastik bekas atau kaleng cat berisi uang receh kepada para pelintas.

Menurut pihak PT Kereta Api, itu merupakan perlintasan liar karena tidak dibangun PT Kereta Api. Kepala Humas PT KA (Persero) Daerah Operasi I Jakarta Akhmad Sujadi mengatakan, masih ada kira-kira 50 perlintasan liar di sepanjang jalur kereta Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

”Di wilayah Jabodetabek ada kira-kira 350 perlintasan,” kata Akhmad Sujadi. ”Dari jumlah itu, yang dijaga petugas ada kira-kira 150 perlintasan, sisanya sekitar 200 perlintasan tidak ada petugasnya.”

Perlintasan liar itu muncul seiring dengan tumbuhnya permukiman baru di sisi jalan kereta. Rel kereta pun menjadi akses tersingkat menuju jalan raya.

Perlintasan semacam itu rawan kecelakaan. Berdasarkan data Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi periode Januari-Agustus 2008, ada 11 laporan kecelakaan di perlintasan kereta di wilayah Kota Bekasi. Dalam kecelakaan itu, 12 nyawa melayang. Sebagian dari kecelakaan itu terjadi di perlintasan yang dinyatakan tidak resmi.

Beberapa perlintasan berpalang yang rawan kecelakaan adalah perlintasan Jalan Agus Salim di Bekasi Timur, perlintasan Mekar Sari di Tambun, dan perlintasan Cikarang di Kabupaten Bekasi.

”Biasanya karena (penyeberangnya) ceroboh dan enggak sabaran,” kata Sujatmoko, seorang pengojek di dekat persimpangan Bulak Kapal, Bekasi Timur. ”Palang sudah turun masih diterobos, ya, lewatlah,” ujarnya.

Menurut Pasal 124 Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pemakai jalan diwajibkan mendahulukan perjalanan kereta api pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan.

Titik rawan

Masih soal rawan kecelakaan. Pihak PT KA Daop I mencatat sedikitnya ada tiga perlintasan yang rawan kecelakaan, yakni di Cipinang, Tambun, dan Karawang. Ketiga perlintasan itu dinilai rawan karena tidak dilengkapi palang (Kompas, 2/9).

Kepala Stasiun Bekasi Rudi Krisno mengatakan, dari Stasiun Bekasi sampai Stasiun Tambun terdapat dua perlintasan kereta yang sampai sekarang tidak dilengkapi palang dan tidak dijaga petugas. Satu perlintasan di wilayah Duren Jaya, Bekasi Timur, yakni perlintasan Jalan Ampera. Satu lagi perlintasan di wilayah Bulak Kapal, Bekasi Timur, yaitu perlintasan Jalan Pahlawan.

Akhmad Sujadi mengatakan, pemasangan palang perlintasan memang membutuhkan biaya besar. Namun, biaya terbesar adalah untuk menggaji petugas penjaga perlintasan. ”Satu perlintasan minimal ada tiga petugas. Mereka bekerja shift,” kata Sujadi.

Poniran, salah seorang penjaga di perlintasan Jalan Pahlawan, Bulak Kapal, mengatakan, mereka ada di sana untuk membantu pengguna jalan agar dapat menyeberang perlintasan dengan selamat.

Seperti halnya Samino atau Wawan, Poniran mengaku keberadaan mereka karena inisiatif anak-anak kampung. Mereka pun memakai sistem kerja shift, alias bergantian. Namun jangka waktunya lebih singkat, yakni bergantian setiap dua jam atau kurang. Jam ganti itu tergantung dari daya tahan mereka untuk berdiri di tengah perlintasan.

”Soal imbalan, ya, saling pengertian saja,” kata lelaki berkulit gelap yang di awal perkenalan mengaku bernama Black. Umumnya, saling pengertian itu lebih sering berarti rupiah.

Cokorda Yudhistira



RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - Haidar Murtadho - 27-05-2009

(23-05-2009, 09:57 AM)g10d Wrote: Perlintasan liar yang dijaga para relawan warga setempat. Berita dari Kompas:

Quote:Para Relawan di Perlintasan Kereta Api

KOMPAS/COKORDA YUDISTIRA
Kamis, 4 September 2008 | 06:37 WIB
Priiit... priiit... priiit.... Peluit hitam di mulut Samino (45) berbunyi nyaring. Tak cukup itu, Samino melanjutkan dengan berteriak, "Awas kereta mau lewat...!"

Samino bukan polisi lalu lintas. Namun, di perlintasan kereta di kolong Jalan Layang Kranji, Kampung Rawa Bambu, Kelurahan Kali Baru, Medan Satria, Kota Bekasi, hari Selasa (2/9) siang, teriakan Samino dipatuhi.

Tak lama setelah Samino berteriak, kereta api melaju kencang. Ekor kereta baru lewat, tetapi beberapa pengendara sepeda motor dari arah Kranji langsung melajukan kendaraan mereka melintasi rel.

Sebuah gerobak masih terdiam di seberang rel. Si penarik tidak kuat menyeberangkan gerobaknya melewati bagian rel yang berbatu. Samino langsung turun tangan. Dengan sigap dia mendorong gerobak itu menyeberangi dua rel kereta. Untuk kerjanya itu, Samino mendapat imbalan Rp 500.

”Cukuplah buat beli rokok. Tidak ada paksaan, seikhlasnya saja,” ujar lelaki asal Wonogiri, Jawa Tengah, yang mengaku sudah 20 tahun lebih menetap di Kota Bekasi.

Inisiatif warga

Menurut Samino, menjadi penjaga perlintasan liar hanyalah inisiatif anak-anak kampung. Sebelum dijaga ”anak-anak kampung” alias warga setempat, perlintasan yang biasanya menjadi jalan pintas pengendara sepeda motor, pengayuh becak, dan penarik gerobak itu sering memakan korban jiwa.

”Alhamdulillah sejak dijaga anak-anak sini jarang yang kecelakaan,” kata Samino yang mengaku bekas pedagang mi ayam itu.

Alasan sama juga diungkapkan Wawan dan Andi. Dua pemuda itu, Selasa siang kemarin menjaga palang di perlintasan liar bekas Stasiun Rawa Bebek, Kelurahan Kota Baru, Bekasi Barat.

Perlintasan itu menjadi jalur pintas dari Jalan Terusan I Gusti Ngurah Rai, Kranji, ke perumahan Harapan Baru Regency atau permukiman warga di Kampung Rawa Bebek.

”Yang ngecrek di sini ya anak-anak (Rawa Bebek) sini. Kerjanya giliran karena sampai jam 12 malam,” tutur Wawan. Ngecrek berarti menyodorkan sambil menggoyang-goyangkan ember plastik bekas atau kaleng cat berisi uang receh kepada para pelintas.

Menurut pihak PT Kereta Api, itu merupakan perlintasan liar karena tidak dibangun PT Kereta Api. Kepala Humas PT KA (Persero) Daerah Operasi I Jakarta Akhmad Sujadi mengatakan, masih ada kira-kira 50 perlintasan liar di sepanjang jalur kereta Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

”Di wilayah Jabodetabek ada kira-kira 350 perlintasan,” kata Akhmad Sujadi. ”Dari jumlah itu, yang dijaga petugas ada kira-kira 150 perlintasan, sisanya sekitar 200 perlintasan tidak ada petugasnya.”

Perlintasan liar itu muncul seiring dengan tumbuhnya permukiman baru di sisi jalan kereta. Rel kereta pun menjadi akses tersingkat menuju jalan raya.

Perlintasan semacam itu rawan kecelakaan. Berdasarkan data Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi periode Januari-Agustus 2008, ada 11 laporan kecelakaan di perlintasan kereta di wilayah Kota Bekasi. Dalam kecelakaan itu, 12 nyawa melayang. Sebagian dari kecelakaan itu terjadi di perlintasan yang dinyatakan tidak resmi.

Beberapa perlintasan berpalang yang rawan kecelakaan adalah perlintasan Jalan Agus Salim di Bekasi Timur, perlintasan Mekar Sari di Tambun, dan perlintasan Cikarang di Kabupaten Bekasi.

”Biasanya karena (penyeberangnya) ceroboh dan enggak sabaran,” kata Sujatmoko, seorang pengojek di dekat persimpangan Bulak Kapal, Bekasi Timur. ”Palang sudah turun masih diterobos, ya, lewatlah,” ujarnya.

Menurut Pasal 124 Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian, pemakai jalan diwajibkan mendahulukan perjalanan kereta api pada perpotongan sebidang antara jalur kereta api dan jalan.

Titik rawan

Masih soal rawan kecelakaan. Pihak PT KA Daop I mencatat sedikitnya ada tiga perlintasan yang rawan kecelakaan, yakni di Cipinang, Tambun, dan Karawang. Ketiga perlintasan itu dinilai rawan karena tidak dilengkapi palang (Kompas, 2/9).

Kepala Stasiun Bekasi Rudi Krisno mengatakan, dari Stasiun Bekasi sampai Stasiun Tambun terdapat dua perlintasan kereta yang sampai sekarang tidak dilengkapi palang dan tidak dijaga petugas. Satu perlintasan di wilayah Duren Jaya, Bekasi Timur, yakni perlintasan Jalan Ampera. Satu lagi perlintasan di wilayah Bulak Kapal, Bekasi Timur, yaitu perlintasan Jalan Pahlawan.

Akhmad Sujadi mengatakan, pemasangan palang perlintasan memang membutuhkan biaya besar. Namun, biaya terbesar adalah untuk menggaji petugas penjaga perlintasan. ”Satu perlintasan minimal ada tiga petugas. Mereka bekerja shift,” kata Sujadi.

Poniran, salah seorang penjaga di perlintasan Jalan Pahlawan, Bulak Kapal, mengatakan, mereka ada di sana untuk membantu pengguna jalan agar dapat menyeberang perlintasan dengan selamat.

Seperti halnya Samino atau Wawan, Poniran mengaku keberadaan mereka karena inisiatif anak-anak kampung. Mereka pun memakai sistem kerja shift, alias bergantian. Namun jangka waktunya lebih singkat, yakni bergantian setiap dua jam atau kurang. Jam ganti itu tergantung dari daya tahan mereka untuk berdiri di tengah perlintasan.

”Soal imbalan, ya, saling pengertian saja,” kata lelaki berkulit gelap yang di awal perkenalan mengaku bernama Black. Umumnya, saling pengertian itu lebih sering berarti rupiah.

Cokorda Yudhistira

hmmmmmm, aseli pahlawan nih!!! pt. ka gimana? masalah palang pintu dari dulu sampek sekarang gag ada selesainya?


RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - masboleng - 11-06-2009

hari ini aku baca di koran pos kota edisi 15257 11 juni 09
pada rubrik aspirasi anda. pengirim (081808123xxx)

*YTH kepala sta.KA jakarta-beos sampai cikampek, kelas ekonomi banyak copet yang membawa senjata tajam. mereka berjumlah 5 orang, bahkan lebih. biasanya mereka berdiri dekat pintu. mohon keamananya pak!



gimana ini PT KA?????????


RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - ebret_cc20191 - 11-06-2009

Dapet dari kompas.com

Bambang dan Balitanya Tewas Tersambar KA Gumarang

BOJONEGORO, KOMPAS.com - Bambang (30) yang sedang berkendaraan sepeda motor dengan membawa anaknya, Fitri (3), warga Desa Jatiblimbing, Kecamatan Dander, Bojonegoro, Kamis pukul 05.30 WIB, ditemukan tewas tertabrak KA Gumarang.

"Korban Bambang tewas di RS Muna Anggita, sedangkan anaknya Fitri tewas di RSUD Sosodoro Djatikoesoemo," kata Kapolsek Kapas, AKP Tabita Resley.

Korban Bambang dan Fitri yang sedang naik sepeda motor Honda Nopol S 4527 DM, mengalami kejadian tertabrak KA Gumarang diperlintasan kereta api (KA) di Desa Kalianyar, Kecamatan Kapas.

Menurut Tabita, dengan bersepeda motor, bapak dan anak tersebut melaju dari arah utara ke selatan, akan pulang ke rumah setelah mengantar istrinya yang bekerja di sebuah perusahaan pelintingan rokok. Diperkirakan, ketika melintas, Bambang tidak tahu ada KA Gumarang jurusan Jakarta-Surabaya, melaju dari arah barat ke timur.

Sebab di perlintasan KA tersebut, tidak ada penjaganya atau palang pintu. Ketika melintas itu, Bambang yang bersepeda motor dengan membonceng Fitri di depan, langsung tertabrak KA Gumarang nomor log CC 20325 dengan masinis, Suparmanto, warga Poncol, Semarang, Jawa Tengah.

"Korban dengan sepeda motornya sempat terseret sekitar 50 meter," katanya mengungkapkan. Seketika itu, warga yang berusaha menolong, melarikan Bambang ke RS Muna Anggita yang hanya berjarak sekitar 300 meter dari lokasi kejadian. Tetapi, nyawa Bambang tidak berhasil diselamatkan.

"Sedangkan Fitri yang dilarikan ke RSUD Sosodoro Djatikoesoemo, juga meninggal," katanya. Dalam kejadian itu, KA Gumarang tetap melanjutkan perjalanan menuju Surabaya, tidak berhenti di lokasi kejadian. "KA terus melajutkan perjalanan," katanya menjelaskan.

Ditemui terpisah, Kasat Lantas Polres Bojonegoro, AKB Sudirman menyatakan, pihaknya dalam sebulan terakhir sudah berusaha memasang spanduk peringatan di seluruh perlintasan KA di wilayah Bojonegoro, mulai Kecamatan Baureno, hingga Kecamatan Padangan, baik yang ada palang pintunya atau tanpa palang pintu.

Pemasangan spanduk tersebut, sebagai upaya mengurangi angka kecelakaan antara KA dengan lalu lintas umum. "Inti peringatan warga diminta berhati-hati kalau melintas di perlintasan, melihat ke kanan maupun kekiri," katanya


RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - Macuz Sawung - 18-06-2009

(17-05-2009, 06:31 PM)Balai Yasa BVE Wrote: Keserempet terus terseret-seret gitu kang...

jadi apa tuh orang?
Bethe

berita lagi
double track PWT-PAT akan diresmikan tanggal 30 Juni 2009 oleh RI1


RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - gajayana - 18-06-2009

berita lagi
hari ini...
ka 141 yg bawa CC20117
ka 31 dibawa CC20339


RE: Berita Umum Menyangkut Kereta Api - van_urewa - 18-06-2009

WArTa KOta hari ini...
di bekasi 2 pelajar tewas terlindas ka odong2 tpk-pwk.... salah 1 diantara mereka sedang memegang parang.. diduga ke2 pelajar ini akan tawuran dg pelajar sekolah lain..


layanan ka ekonomi harus sama dengan non ekonomi - fajar yoga w - 23-06-2009

Mentri perhubungan (menhub) Jusman Syafii Djamal menegaskan,pelayanan ka ekonomi ,kususnya di Jabotabek harus sama dengan non ekonomi ."prinsipnya ,pelayanan ekonomi harus sama dengan non ekonomi "katanya kepada pres usai grand launching PT. Kereta Api Indonesia (Persero) computer jabodetabek(KCJ) di Jakarta, Selasa . Menurut Jusman , hal itu justru seharusnya pt ka, kususnya Pt kcj karena sampai saat ini pemerintah masih menaggung selisihnya antara biyaya operasi dengan harga tiket penumpang. Dana PSO (public service obligation) tahun ini untuk ka computer jabotabek(pt kcj) sekitar 136 milyard dari total PSO yang ditrima PT Kereta api selama 2009 sebesar 580 milyard ", Kata Jusman . komitmen pso ini karena pemerintah hinga saat ini menetapkan struktur Pt Kereta api 40:60 artinya 60 Ekonomi 40 non Ekonomi.sementara itu karena terkait dengan cakupan PT KCJ tersebut ",Jusman Menegaskan ''. kewenagan otomatis Hanya Dijabotabek.jadi perusahaan ini masih melanjutkan pengoprasian PT KA DIvisi Jabodetabek milik aset PT KA. sementara itu, terkait dengan rencana investasi keuangan akan di buat membeli 88 set krl jepang