![]() |
|
Subway atau MRT buat Jakarta? - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=5) +--- Forum: Kereta Komuter (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=21) +--- Thread: Subway atau MRT buat Jakarta? (/showthread.php?tid=155) |
RE: Subway atau MRT buat Jakarta? - peseg5 - 02-11-2011 Credits to: Ampelio KARAKTERISTIK STASIUN MRT JAKARTA (Tahap 1)
RE: Subway atau MRT buat Jakarta? - Dana Komuter - 02-11-2011 (31-10-2011, 12:18 AM)peseg5 Wrote: [spoiler]Credit to: AmpelioBener2 makan tempat yah gak efisien.... ![]() 1. Service road pasti bisa jadi ajang meneduhkan diri dr guyuran hujan pr pengendara motor, pangkalan angkutan umum macem Metro Mini 72 dan 79, parkiran gedung2 pencakar langit apalagi sepanjang Jl. Fatmawati dan Jl. Panglima Polim dikenal deretan toko2 furniture se-Jakarta yg pasti byk truk - truk terparkir, dll. 2. Ada area pedestrian di mana Side Walk disisakan -+ 3 meter saja??? Apa menjamin seperti di sepanjang rel layang Jakk - Mri via Gmr? Warung2 dan pepohonan gimana? 3. Sisi tangga yang tertampil antara Side Walk dengan ruas jalan yg ada pasti diselimutin lapak2 PKL deh... Lihat saja banyak uang2 setoran pr oknum aparat bermain di dalemnya yg menambah semrawut, sampah dan pencurian listrik krn mrk pasang lampu, TV, dll... 4. Saluran got apa bisa menjamin tidak akan banjir? Bisa2 akses tangga ke / dari stasiun - stasiun subway ditutup dg alasan hindarin rembesan air. 5. Siap2 goresan jahil pr vandalisme spt cat pilox, spanduk2 partai, oknum2 pr pengunjuk rasa, dll terutama di tiang - tiang jembatan KA... 6. Hmm.... jarak antara gedung ke gedung seberangnya -+ 43 meter yah?? Kenyataan yg ada pejalan kaki di pedestrian yg penuh gundukan tanah bisa dilewatin maksimal 3 pejalan kaki yg mana 1 org lebarnya 60 cm. Itu berarti lebar pedestrian -+ 1,8 m, belum termasuk pagar pembatas gedung2 yang ada di mana halaman depan bisa muat 1 - 2 mobil yg terparkir seri. 1 mobil taruhlah panjang 4 meter . 2 mobil jd 8 meter lebar utk hal. depan parkiran gedung2 yg ada. Terus masing2 arah jalan raya punya 2 lajur yg mana lebar masing2 lajur taruhlah 3 meter yang berarti 1 ruas jalan utk 1 arah punya lebar 6 meter. Coba hitung aja... yang aku kasih tanda warna ungu ini... 1,8 + 8 + 6 = 15,8 meter. Dikalikan 2 krn ruas - ruas jalan ini punya 2 arah yg mana ditambah 1 separator pembatas jalan 2 arah taruhlan lebarnya -+ 1 meter saja jadinya totalnya cuma ada 32,6 meter -+ antara gedung ke gedung seberang.... RE: Subway atau MRT buat Jakarta? - CC 203 20 - 02-11-2011 (31-10-2011, 12:18 AM)peseg5 Wrote: [spoiler]Credit to: Ampelio Mengacu gambar paling atas,, itu apa yah garis2 lingkaran ijo n kuning?
RE: Subway atau MRT buat Jakarta? - peseg5 - 06-11-2011 Credit to: Ampelio CBD Senayan ![]() ![]()
RE: Subway atau MRT buat Jakarta? - peseg5 - 06-11-2011 (02-11-2011, 04:36 PM)CC 203 20 Wrote: Mengacu gambar paling atas,, itu apa yah garis2 lingkaran ijo n kuning? Itu hanya batas gambar saja. RE: Subway atau MRT buat Jakarta? - van Baso - 10-11-2011 semoga terlaksana pembangunannya dengan perhitungan yg mengutamakan keamanan pengguna dan keamanan KA, dan juga semoga armada yg dipakai adalah armada baru bukan hibah/beli bekas RE: Subway atau MRT buat Jakarta? - codinda31 - 10-11-2011 sebelum jauh ke MRT, pola perjalanan KRL harus diperbaiki dlu.. paling ga kayak model transjakarta, penumpang bisa ke tempat tujuan tanpa perlu beli tiket lagi. pemerintah juga perlu buat aturan paling tidak membatasi jumlah kendaraan pribadi. kalau liat jalanan sekarang sumpek banget, jalan udah over kapasitas. RE: Subway atau MRT buat Jakarta? - peseg5 - 11-11-2011 (10-11-2011, 11:11 AM)van Baso Wrote: semoga terlaksana pembangunannya dengan perhitungan yg mengutamakan keamanan pengguna dan keamanan KA, dan juga semoga armada yg dipakai adalah armada baru bukan hibah/beli bekas Pasti armada baru bos. Udah persyaratan dari JICA soalnya. Credit to: Ampelio ![]()
RE: Subway atau MRT buat Jakarta? - pardjono - 15-12-2011 [spoiler=Kendala-kendala pelaksanaan Pembangunan MRT Koridor I Tahap I] VIVAnews - PT MRT diinstruksikan untuk melakukan persiapan pengerjaan kontruksi, sambil menunggu pelaksanaan tender kontruksi sipil pembangunan mass rapid transit (MRT) tahap I untuk rute Lebak Bulus - Bundaran HI. [/spoiler]
Ditegaskan Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, persiapan konstruksi harus sudah dilakukan paling lambat pada April 2012. Persiapan ini untuk menunjang pembangunan MRT. "Kemudian dilanjutkannya tender dan ditargetkan penandatanganan kontrak pada September 2012," ujar Fauzi Bowo, Kamis, 15 Desember 2011. Dari penunjang itu, kewajiban yang harus dilakukan PT MRT antara lain melakukan pelebaran jalan dan membuat strategi manajemen lalulintas yang baik. Ini dilakukan agar kemacetan parah dapat diatasi. Karena pada pengerjaan tahap I ini, lalulintas di kawasan Lebak Bulus hingga Bunderan Hotel Indonesia (HI) dipastikan mengalami kemacetan. Hal ini penting dilakukan, karena pada pengerjaan gorong-gorong di sepanjang Jalan Sudirman saja, lalulintas Jakarta sudah semrawut. Selain itu, rekayasa lalulintas sangat diperlukan untuk menyesuaikan dengan pola operasional bus Transjakarta yang nantinya akan bersinggungan dengan operasi MRT Jakarta. Belum lagi hambatan jaringan utilitas dan penurunan permukaan tanah di bawah jalan di sepanjang kawasan Lebak Bulus hingga Bundaran Hotel Indonesia. Pada pemindahan utilitas, PT MRT menargetkan selesai pada Maret 2012. Karena itu, prediksi titik kemacetan akibat pembangunan MRT Jakarta selama dalam tahap konstruksi maupun setelahnya, perlu diantisipasi seperti pembukaan jalur alternatif. Dalam pengerjaan tahap I ini, PT MRT Jakarta akan membagi tiga paket fisik pembangunan permukaan tanah dan tiga paket fisik bawah tanah. Tiga paket fisik permukaan tanah yaitu CP 101 yang dimulai dari Depo Lebak Bulus hingga Fatmawati. Paket kedua CP 102 untuk pekerjaan fisik dari Blok M hingga Al-Azhar, dan paket ketiga CP 103 dari Patung Pemuda hingga Senayan. Sementara paket fisik bawah tanah, PT MRT Jakarta membagi paket pekerjaan fisik CP 104 dari Senayan hingga Istora, paket CP 105 dari Setiabudi hingga Bendungan Hilir, dan paket CP 106 mulai dari Dukuh Atas hingga Bundaran HI. RE: Subway atau MRT buat Jakarta? - pardjono - 15-12-2011 [spoiler=Studi Kelayakan MRT Koridor II Selesai Dilaksanakan] INILAH.COM, Jakarta - Pelaksanaan studi kelayakan Mass Rapid Transit (MRT) untuk Koridor II Timur-Barat telah selesai dilakukan oleh Japan International Corporation Agency (JICA) selaku pemberi pinjaman. [/spoiler]
Dikabarkan draft final studi kelayakan MRT untuk koridor II sudah dibuat, dan diperkirakan hasilnya akan dilaporkan akhir bulan Desember. Sementara, prakualifikasi tender untuk MRT Koridor I Selatan-Utara Tahap I (Lebakbulus-Bunderan Hotel Indonesia) juga sudah diselesai dilakukan. Selain itu studi analisa dampak lingkungan untuk Koridor I Tahap II dengan jalur ekstensi Bundaran HI-Kampung Bandan, dikabarkan juga sudah selesai dilakukan. Gubernur DKI Jakarta, Fauzi Bowo, mengatakan studi kelayakan MRT Timur-Barat selesai dilakukan JICA pada Desember ini. Saat ini program pembangunan MRT Koridor II Timur-Barat telah tercantum dalam blue book atau buku cetak biru yang merupakan buku rencana pembangunan pemerintah pusat. Selain itu, dikarenakan jalur Timur-Barat melalui tiga provinsi, maka masih dilakukan pendalaman mengenai perencanaan lembaga atau institusi dari tiga provinsi, yaitu Provinsi DKI Jakarta, Provinsi Jawa Barat dan Provinsi Banten. "Kita akan lakukan kerja sama dengan dua provinsi lainnya. Studi kelayakan sudah selesai, sekarang akan kita lanjutkan ke tahap pendalaman perencanaan," kata Fauzi Bowo di Balaikota DKI, Jakarta, Rabu (14/12/2011). |