Semboyan35 Indonesian Railfans
penomeran baru lokomotif - Printable Version

+- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com)
+-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=5)
+--- Forum: Lokomotif (https://www.semboyan35.com/forumdisplay.php?fid=22)
+--- Thread: penomeran baru lokomotif (/showthread.php?tid=4849)

Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48


RE: penomeran baru lokomotif - bagas_alqadri - 02-01-2011

saya heran deh..kok perubahan nomor banyak yang protes ya Bingung ? Padahal dulu juga dirubah namun hanya gerbong kereta saja seperti

-CW-XXXX menjadi K3-XXXXX
-BW-XXXX menjadi K2-XXXXX
-AW-XXXX menjadi K1-XXXXX
-IW-X menjadi S-XXXXX


CMIIW


RE: penomeran baru lokomotif - tomrys - 02-01-2011

(02-01-2011, 05:56 PM)bagas_alqadri Wrote: saya heran deh..kok perubahan nomor banyak yang protes ya Bingung ? Padahal dulu juga dirubah namun hanya gerbong kereta saja seperti

-CW-XXXX menjadi K3-XXXXX
-BW-XXXX menjadi K2-XXXXX
-AW-XXXX menjadi K1-XXXXX
-IW-X menjadi S-XXXXX


CMIIW

kalo menurut saya,

untuk penomoran KERETA (bukan loko)

penomoran yg sekarang hanya mementingkan TAHUN MD,
jika KERETA menggunakan nomor baru,maka jenis BOGGIE kereta yang merupakan salah satu aspek kenyamanan penumpang dapat 'disalah gunakan'

misal: Standar K1 adalah K8.
kalo di penomoran sebelumnya kan angka tengah merupakan jenis boggie. Kita bisa melihat kalau boggie yg digunakan K8 dan bisa menjawab pertanyaan:

'pantes guncangannya kenceng...K5' atau 'wuih..K8 y? pantes kg kerasa..'

klo yg sekarang??

kita aja bakal nggak tau kali K1 yang kita naiki mungkin aja menggunakan nya K4..atau K5...bukan K8

yang ada kita mikir:
'ini kereta kok didalem kayak bom2car?? boggie jenis apa seh??'

atau

'K8 ternyata nggak ada bedanya sm K5'

maaf bila agak rumit
CMIIW


RE: penomeran baru lokomotif - d'tRAiNeR - 02-01-2011




RE: penomeran baru lokomotif - tomrys - 02-01-2011




RE: penomeran baru lokomotif - bagas_alqadri - 02-01-2011

(02-01-2011, 06:21 PM)tomrys Wrote:
(02-01-2011, 05:56 PM)bagas_alqadri Wrote: saya heran deh..kok perubahan nomor banyak yang protes ya Bingung ? Padahal dulu juga dirubah namun hanya gerbong kereta saja seperti

-CW-XXXX menjadi K3-XXXXX
-BW-XXXX menjadi K2-XXXXX
-AW-XXXX menjadi K1-XXXXX
-IW-X menjadi S-XXXXX


CMIIW

kalo menurut saya,

untuk penomoran KERETA (bukan loko)

penomoran yg sekarang hanya mementingkan TAHUN MD,
jika KERETA menggunakan nomor baru,maka jenis BOGGIE kereta yang merupakan salah satu aspek kenyamanan penumpang dapat 'disalah gunakan'

misal: Standar K1 adalah K8.
kalo di penomoran sebelumnya kan angka tengah merupakan jenis boggie. Kita bisa melihat kalau boggie yg digunakan K8 dan bisa menjawab pertanyaan:

'pantes guncangannya kenceng...K5' atau 'wuih..K8 y? pantes kg kerasa..'

klo yg sekarang??

kita aja bakal nggak tau kali K1 yang kita naiki mungkin aja menggunakan nya K4..atau K5...bukan K8

yang ada kita mikir:
'ini kereta kok didalem kayak bom2car?? boggie jenis apa seh??'

atau

'K8 ternyata nggak ada bedanya sm K5'

maaf bila agak rumit
CMIIW

kalo sekarang boggie sudah di samakan memakain K5 karena memang paling cocok di lintas indonesia jadi kode boggie sudah dihilangkan


RE: penomeran baru lokomotif - d'tRAiNeR - 02-01-2011




RE: penomeran baru lokomotif - pardjono - 02-01-2011

(02-01-2011, 05:56 PM)bagas_alqadri Wrote: saya heran deh..kok perubahan nomor banyak yang protes ya Bingung ? Padahal dulu juga dirubah namun hanya gerbong kereta saja seperti

-CW-XXXX menjadi K3-XXXXX
-BW-XXXX menjadi K2-XXXXX
-AW-XXXX menjadi K1-XXXXX
-IW-X menjadi S-XXXXX


CMIIW

Karena perubahan yang Anda maksud justru menjadi lebih informatif, beda dengan yang sekarang ini.


RE: penomeran baru lokomotif - bagus70 - 03-01-2011

Penomoran baru ini juga ditentang banyak pegawai PT KA, khususnya yang berkecimpung di dunia lokomotif. Kemarin pas main ke depo, ada seorang teknisi senior dipo BD yang mengatakan bahwa orang-orang Dirjen KA tidak akan memberikan sertifikasi kalau nomor versi mereka tidak dipakai.
Kang Asep, juga mengatakan (saya dengar lewat Artanto Rizky) kalau CC204 22 itu pas lagi stabling di Solo (otw ke Bandung) saat itu orang-orang Dirjen KA datang menginspeksi, dan marah-marah karena nomor versi mereka tidak dipasang, sehingga kemudian nomor CC204 22 dicopot dan diganti dengan nomor CC204 10 05.

Terlepas itu kelihatan gagah atau tidak, sebenarnya ada beberapa alasan mengapa kok penomoran baru ini buruk.

Yang logis:
1. Penomoran lokomotif itu bukan wewenang Dirjen KA sebagai regulator, tetapi PT KA sebagai operator. Nomor lokomotif itu bukan seperti nomor plat kendaraan bermotor, atau kode registrasi di pesawat, tapi posisinya lebih mirip seperti nomor taxi atau bus sebagai inventaris sebuah perusahaan.
2. Penomoran sistem baru itu tidak konsisten dan menyesatkan. Kalau tidak konsisten bisa dilihat dari penomoran CC204 19 keatas. Dan tentu saja yang terbaru adalah CC204 22 menjadi CC204 10 05. Nggak nyambung... Menyesatkan (ini berkat info dari kawan di PT KA) bisa dilihat di CC204 03 03, CC204 03 04, dan CC201 85 81. Frame CC204 03 dan 04 buatan tahun 1977, bukan tahun 2003 seperti nomor ala Dirjen KA. Selain itu CC201 81 dibuat jauh sebelum tahun 1985.
3. Kebijakan Dirjen KA yang mengharuskan perusahaan KA (seperti PT KA) menggunakan nomor versi Dirjen KA hanya akan membuat calon perusahaan KA enggan mendirikan perusahaan KA di Indonesia. Ini malah membuat monopoli di dunia perkereta apian Indonesia makin menjadi-jadi. Ini terkait dengan poin nomor 1.

Yang setengah logis:
1. Nomor lokomotif punya arti historis.
2. Orang-orang Dirjen KA itu isinya orang-orang yang tak tahu KA, termasuk si pencipta penomoran konyol ini. Bahkan Kepala Dirjen KA sekarang itu kelihatan kalau tidak tahu KA, tapi memaksakan kehendaknya. Waktu tes jalan CC204 20 yang lalu, kebetulan saya bisa ikut naik "di tempat strategis" (you know where) Ngakak ada beberapa orang dari Dirjen KA yang ikut. Kelihatan betul kalau mereka terbengong-bengong sepanjang perjalanan, dan tidak tahu, tapi berlagak angkuh sok kuasa. Not a good sign Bethe
3. Kewenangan Dirjen KA sebagai regulator hanyalah terkait keamanan dan keselamatan perjalanan, plus kelancaran transportasi. Mengenai keamanan, baca baik-baik di poin 2 alasan Logis.



RE: penomeran baru lokomotif - nabil ismail - 03-01-2011

jadi kpn n dmna nieh akan dimulainya pengumpulan tandatangan??
ane juga trmsuk yg tidak setuju dengan penomoran baru versi orng" dirjen keretaapi,,


RE: penomeran baru lokomotif - d'tRAiNeR - 03-01-2011

(03-01-2011, 09:01 PM)bagus70 Wrote: Penomoran baru ini juga ditentang banyak pegawai PT KA, khususnya yang berkecimpung di dunia lokomotif. Kemarin pas main ke depo, ada seorang teknisi senior dipo BD yang mengatakan bahwa orang-orang Dirjen KA tidak akan memberikan sertifikasi kalau nomor versi mereka tidak dipakai.
Kang Asep, juga mengatakan (saya dengar lewat Artanto Rizky) kalau CC204 22 itu pas lagi stabling di Solo (otw ke Bandung) saat itu orang-orang Dirjen KA datang menginspeksi, dan marah-marah karena nomor versi mereka tidak dipasang, sehingga kemudian nomor CC204 22 dicopot dan diganti dengan nomor CC204 10 05.

Terlepas itu kelihatan gagah atau tidak, sebenarnya ada beberapa alasan mengapa kok penomoran baru ini buruk.

[spoiler]Yang logis:
1. Penomoran lokomotif itu bukan wewenang Dirjen KA sebagai regulator, tetapi PT KA sebagai operator. Nomor lokomotif itu bukan seperti nomor plat kendaraan bermotor, atau kode registrasi di pesawat, tapi posisinya lebih mirip seperti nomor taxi atau bus sebagai inventaris sebuah perusahaan.
2. Penomoran sistem baru itu tidak konsisten dan menyesatkan. Kalau tidak konsisten bisa dilihat dari penomoran CC204 19 keatas. Dan tentu saja yang terbaru adalah CC204 22 menjadi CC204 10 05. Nggak nyambung... Menyesatkan (ini berkat info dari kawan di PT KA) bisa dilihat di CC204 03 03, CC204 03 04, dan CC201 85 81. Frame CC204 03 dan 04 buatan tahun 1977, bukan tahun 2003 seperti nomor ala Dirjen KA. Selain itu CC201 81 dibuat jauh sebelum tahun 1985.
3. Kebijakan Dirjen KA yang mengharuskan perusahaan KA (seperti PT KA) menggunakan nomor versi Dirjen KA hanya akan membuat calon perusahaan KA enggan mendirikan perusahaan KA di Indonesia. Ini malah membuat monopoli di dunia perkereta apian Indonesia makin menjadi-jadi. Ini terkait dengan poin nomor 1.

Yang setengah logis:
1. Nomor lokomotif punya arti historis.
2. Orang-orang Dirjen KA itu isinya orang-orang yang tak tahu KA, termasuk si pencipta penomoran konyol ini. Bahkan Kepala Dirjen KA sekarang itu kelihatan kalau tidak tahu KA, tapi memaksakan kehendaknya. Waktu tes jalan CC204 20 yang lalu, kebetulan saya bisa ikut naik "di tempat strategis" (you know where) Ngakak ada beberapa orang dari Dirjen KA yang ikut. Kelihatan betul kalau mereka terbengong-bengong sepanjang perjalanan, dan tidak tahu, tapi berlagak angkuh sok kuasa. Not a good sign Bethe
3. Kewenangan Dirjen KA sebagai regulator hanyalah terkait keamanan dan keselamatan perjalanan, plus kelancaran transportasi. Mengenai keamanan, baca baik-baik di poin 2 alasan Logis.
[/spoiler]

Tapi kalo ga salah CC 204 19 udah dinas dan masih pake nameplate versi lama. Ada fotonya di forum Semboyan 35 ini, kalo ga salah di Fotografi - Shorthood Locomotive...

Terlepas dari si 19, berarti duo 20 dan 21 tidak akan disertifikasi sebelum ganti nameplate donk... Harusnya mereka-mereka ini donk yang ga boleh di-"sertifikasi" jadi pegawai Dirjen KA, orang ga ngerti apa-apa tapi sok kuasa gitu... Justru orang-orang kayak Pak Bagus dan RF-RF senior lainnya disini yang cocok jadi pemegang kekuasaan di atas sana, mereka yang bener-bener ngerti tentang KA dan tahu apa yang harusnya menjadi prioritas dalam profesi mereka.