![]() |
|
Pecinta Gajayana - Printable Version +- Semboyan35 Indonesian Railfans (https://www.semboyan35.com) +-- Forum: Kereta Api (https://www.semboyan35.com/forum-5.html) +--- Forum: Lintas Selatan (https://www.semboyan35.com/forum-15.html) +--- Thread: Pecinta Gajayana (/thread-3584.html) Pages:
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
54
55
56
57
58
59
60
61
62
63
64
65
66
67
68
69
70
71
72
73
74
75
76
77
78
79
80
81
82
83
84
85
86
87
88
89
90
91
92
93
94
95
96
97
98
99
100
101
102
103
104
105
106
107
108
109
110
111
112
113
114
115
116
117
118
119
120
121
122
123
124
125
126
127
128
129
130
131
132
133
134
135
136
137
138
139
140
141
142
143
144
145
146
147
148
149
150
151
152
153
154
155
156
157
158
159
160
161
162
163
164
165
166
167
168
169
170
171
172
173
174
175
176
177
178
179
180
181
182
183
184
185
186
187
188
189
190
191
192
193
194
195
196
197
198
199
|
RE: Pecinta Gajayana - CC-201-23 - 25-09-2012 (24-09-2012, 08:20 PM)bramoy Wrote:Bukankah selama ini di K1 kursinya sudah ada sandaran kaki ya?(12-09-2012, 01:16 PM)CC-201-23 Wrote:(12-09-2012, 10:45 AM)bramoy Wrote: [quote='Logawa_ATB' pid='337416' dateline='1347036064'] Quote:Sandaran kaki sih tahu, kalo ga salah namanya armrest ( sandaran lengan tapi lengan kaki alias paha, hohoho ). Dulu Argo Anggrek gerbong pinky pernah ada, tapi semenjak diretrofit ke purple tahun 2008 malah dihilangkan, parahnya di Go Green ngga dipasangkan lagi. Setelah karpet kemudian armrest, ilang semua. Apa ga takut anjlok tuh menghadapi medan pegunungan? jadinya kayak Argo Lawu dulu itu ya
RE: Pecinta Gajayana - hanchenq - 29-09-2012 tanggal 31 Oktober besok mau ke Jakarta dari JOG naik Gajayana, penasaran pengen ngerasain kereta ini setelah nonton RF pada memuji bagusnya kereta ini. Beli nya pas tanggal 28 Sept kemarin, dapet tiket promo 100rb doang, balik dari Bandung ke JOG naik Wiis juga dapet promo 100rb. Dapet rejeki nih, gara2 PT KA ultah ![]() ![]() Cuman sayangnya karena tiket promo, duduknya kepisah2 ama bini, pisah kereta pula
RE: Pecinta Gajayana - Didit Achmad - 29-09-2012 (29-09-2012, 09:56 AM)hanchenq Wrote: tanggal 31 Oktober besok mau ke Jakarta dari JOG naik Gajayana, penasaran pengen ngerasain kereta ini setelah nonton RF pada memuji bagusnya kereta ini. Beli nya pas tanggal 28 Sept kemarin, dapet tiket promo 100rb doang, balik dari Bandung ke JOG naik Wiis juga dapet promo 100rb. Dapet rejeki nih, gara2 PT KA ultah saya juga sama om dpt promo Gajayana dari YK ke Jkt buat tgl 16 oktober, belinya kemarin malam di alfamart, brarti benar2 beruntung bisa dpt promoan, coba kalau belinya sekarang udah ga bisa lagi tuh beli tiket promoan tidak hanya Gajayana, tapi semua kreta jarak jauh yang tadinya ada promo terhitung hari ini tarif promonya pada ngilang semua
RE: Pecinta Gajayana - rangga.pradipta - 30-09-2012 (29-09-2012, 10:06 AM)Didit Achmad Wrote:(29-09-2012, 09:56 AM)hanchenq Wrote: tanggal 31 Oktober besok mau ke Jakarta dari JOG naik Gajayana, penasaran pengen ngerasain kereta ini setelah nonton RF pada memuji bagusnya kereta ini. Beli nya pas tanggal 28 Sept kemarin, dapet tiket promo 100rb doang, balik dari Bandung ke JOG naik Wiis juga dapet promo 100rb. Dapet rejeki nih, gara2 PT KA ultah waduh iya nih katanya ada 25rb lembar tiket promo tp ternyata cuma dijual tanggal 28 september
RE: Pecinta Gajayana - oke_sr - 06-10-2012 Selamat Malam, postingan pertama. Alhamdulilah tanggal 30 Oktober besok saya berkesempatan naik KA Gajayana yang ke 21(masih saya ingat dan hitung terus sejak awal menggunakan KA Gajayana dari Juli 2005/harga masih 185ribu hingga sekarang ini, baru merasakan Gajayana setelah pindah ke Jakarta sebelumnya dari akhir tahun 80an - tahun 2004 masih berkutat dengan Tumapel, Penataran dan Jatayu ).... Pesen dari akhir bulan lalu dapat harga 365ribu, dan sekarang saya cek naik menjadi 390rb... Berhubung saya sudah pesan dan dapat tiketnya, mau tanya ke rekan railfans di forum ini, apakah tiket yang saya sudah terlanjut saya beli dengan harga lebih murah daripada harga baru masih sah dan dapat digunakan ketika perjalanan naik KA Gajayana tgl 30 Oktober nanti tanpa mengganti tiket dan membayar kekurangan biaya sebesar 390-365ribu = 25ribu tersebut? Mohon bimbingannya ![]() Sekalian, kalau saya curhat pengalaman2 naik KA Gajayana selama 7,5 tahun dan perubahan2 yang berarti dan saya rasakan selama naik KA ini, masih relevan dan OOT nggak yah dengan trid ini? ![]() Gak terasa, sudah 7,5 tahun KA Gajayana masih menjadi moda transportasi pilihan buat saya untuk mudik...
RE: Pecinta Gajayana - G_Rardz Stramala - 06-10-2012 (06-10-2012, 10:57 PM)oke_sr Wrote: Selamat Malam, 1. Masalah tiket saya rasa gak usah khawatir mas, saya rasa sistemnya memang kayak gitu, semakin jauh dari hari H anda memesan, maka harga tiket bisa semakin murah, dan tergantung tingkat isian kereta juga. (tarif fluktuatif seperti maskapai penerbangan). Ini juga berlaku di kereta Ekse & bisnis lain selain Gajayana, kok 2. Wah, kalo mau curhat tentang 7,5 tahun naik Gajayana, kenapa harus takut OOT?? toh masnya sudah tergolong "Pecinta Gajayana", judul thread ini juga ![]() ditunggu banget ceritanya
RE: Pecinta Gajayana - oke_sr - 07-10-2012 (06-10-2012, 11:19 PM)G_Rardz Stramala Wrote: 1. Masalah tiket saya rasa gak usah khawatir mas, saya rasa sistemnya memang kayak gitu, semakin jauh dari hari H anda memesan, maka harga tiket bisa semakin murah, dan tergantung tingkat isian kereta juga. (tarif fluktuatif seperti maskapai penerbangan). Ini juga berlaku di kereta Ekse & bisnis lain selain Gajayana, kok Makasih bro infonya, jadi gak deg-degan lagi nih lihat tiketnya hehehehe.... Saya rasa banyak yang berubah sama KA Gajayana sekalipun saya baru naik KA ini tahun 2005 lalu, gak kebayang apa kata sesepuh2 yang pernah naik KA Gajayana ini sejak tahun 1997 lalu(sewaktu masih memakai rangkaian K2) Tahun 2005, waktu saya naik KA ini saja rasanya sudah seneng. Yang biasanya naik KA sekelas Penataran/Tumapel dalam suasana panas, kadang berdesakan, dan pernah ngerasain kursi/tempat duduk seperti kursi rotan jaman dulu harus merasakan naik K1, reclining seat, meja makan, AC dan seret fasilitas lainnya... Alhamdulilah perjalanan saya naik KA Gajayana pertama kali tahun 2005 lalu mendapat kesan baik, bersama 6-7 orang teman saya yang berangkat naik KA ini dari ML semuanya puas. Harga yang dikeluarkan benar-benar worthed.. Beberapa fasilitas yang diberikan kala itu : - Makanan, dari secuil(bener-bener secuil) potongan ayam, sayur buncis, telur dadar, kerupuk udang, sepotong pisang(besarnya kira-kira seperti pisang mas) dan segelas air mineral(merknya Aquaria... hahaha masih ingat saya) yang dikemas dalam kotak plastik berwarna hijau.. makanan baru dibagikan selepas Stasiun Madiun(Gajayana waktu itu berangkat setengah empat sore atau kira2 dibagikan pukul sepuluh malam) tapi karena lapar, porsi makanan yang sebenarnya gak ada separuhnya dari rata-rata yang biasa saya embat sekali waktu makan bisa habis juga... yang paling disukai tentu kerupuk udang buatan reska... rasanya setara dengan kerupuk udang yang dijual di supermarket besar... masih ditambah lagi dengan tissue harum Reska... Seumur-umur baru kali ini naik KA diberikan makanan(ketahuan ndesonya saya), dulu KA Jatayu tahun 1997 waktu sebelum krismon harga tiketnya sebesar 9000rupiah hanya diberikan roti Sayang, paket makanan ini dihapus beberapa tahun lalu, meski PT KA sudah mencoba lebih 'manusiawi' dimana kotak makanan tidak lagi dibagikan setelah stasiun Madiun, tetapi maju di Stasiun Kediri sehingga penumpang tidak perlu lama-lama melaparkan diri.. Terakhir akhir tahun 2008 lalu, ketika naik KA Gajayana dari Malang masih mendapat suguhan teh panas manis dalam cangkir berwarna hijau.. kalau sekarang yah sudah gak mendapatkan hal ini lagi.. - AC. AC berfungsi maksimal... saya ukur suhunya gak lagi suhu ruangan aka 25 derajat, tapi setara dengan suhu di Kota Batu atau kawasan Puncak, Bogor.... Dengan selimur dan bantal berwarna hijau, nyenyaklah tidur saya dibuatnya(justru diperjalanan pertama naik KA ini sebagian besar waktu perjalanan dibuat tidur dengan nyaman) - Interior, disini saya mendapati banyak perubahan yang berarti.. mulai dari tampilan kaca jendela dari tahun buatan tahun 90an, kemudian berubah menjadi gerbong kelas satwa dan berubah menjadi 'setara' kelas argo seperti jendela pada pesawat terbang... kemudian bagasi yang bisa ditutup seperti sekarang ini, hingga kebersihan dalam kereta.. tahun 2007 lalu ketika saya naik di kereta 4 dan membaca majalah KA, terdapat kritik dari penumpang KA Gajayana dimana didalam kereta 4 sewaktu malam sering berkeliaran clurut aka tikus yang berukuran kecil... dan kejadian ini juga menimpa saya, beruntung saya gak jadi korban.. ibu-ibu disebelah saya sempat ketakutan sewaktu menempatkan tas kresek berisi makanan(keadaan tertutup) dibagian bawah dan sering dilewati tikus-tikus yang berkeliaran... sering terlihat waktu itu beberapa ekor tikus berkeliaran melewati bagian bawah kursi penumpang, dan ada penumpang lagi2 di bagian belakang yang sempat terkejut karena kakinya dilewatin para tikus-tikus itu.. untungnya, ketika saya memakai KA Gajayana berikutnya di awal tahun 2008 tidak ada kejadian lagi tikus yang berkeliaran di kereta 4, setelah itu kereta KA Gajayana diubah setara kelas satwa dan mulai 2009 diubah lagi seperti yang kita lihat sekarang ini.. Dari sekian perubahan baik ini sayangnya masih meninggalkan satu kekurangan, jika dulu lantai kereta berkarpet sekarang tidak... jujur lebih nyaman memakai karpet dulu, meski gak enaknya bisa merepotkan petugas KA jika lantai kotor...- Televisi Tahun 2005, televisi ukurannya kayaknya gak sampe 14inch dan seperti 'ditanam' di dinding kereta.. sekarang sudah memakai TV LCD, lengkap dengan digital board berupa informasi nama kereta dan konfigurasi tempat duduk(AB CD) - Jadwal untuk keberangkatan 90% lebih selalu tepat waktu.. hanya sekali saja pernah telat berangkat sekitar setengah jam dari stasiun ML karena harus menjalani perbaikan teknis.. untuk kedatangan sih sebenarnya jujur, gak pernah ngerasain tepat waktu.. paling 'cepat' telat 15 menit karena sempat berhenti di stasiun Ngebruk, awal April lalu, dan paling telat sekitar 2,5jam(Oktober 2008) ML-JAKK dan 2 jam (pertengahan November 2010) utk relasi JAKK-ML... - Pengalaman seru 1. Pernah sewaktu habis mengikuti sidang KP di Meruya, harus buru-buru ke Gambir untuk pulang ke Malang naik KA(harapannya dapat Gajayana).. apa daya, sudah berangkat dari Meruya jam 3 siang, dan jam setengah empat terjebak banjir akibat hujan lebat di beberapa titik perjalanan antara Duri-Tanjung Duren.. Yang biasanya ditempuh 30menit, terpaksa harus ditempuh 1jam lebih.. dibeberapa titik malah banjir mencapai ketinggian 50cm lebih.. Lepas dari Grogol menuju Semanggi, awalnya lancar-lancar saja sampai Slipi... namun di hari Senin sore keadaan berubah seperti neraka saja... ini pertama kalinya saya mengalami (â—£_â—¢)┌∩â”/macet tidak bergerak selama hampir setengah jam.. alhasil sampai di Semanggi jam menunjukkan pukul 5 sore.. 2 jam untuk perjalanan sepanjang 15km.. edan.... selepas itu naik Busway menuju MOnas, dan oper lewat ojek dari monas-gambir(6ribu rupiah).. yang seru disini, sampai di gambir jam sudah menunjukkan pukul setengah enam sore... langsung ke loket dan pesen ke kasir untuk KA Gajayana ke Malang.. apa daya, baru sampai di meja kasir pengumuman dan peluit keberangkatan KA Gajayana sudah dikumandangkan.. setengah lemas dehh gagal pulang ke Malang saat itu juga naik KA Gajayana... untungnya kasirnya ramah dan memberikan opsi untuk naik Sembrani(jam 19.30wib) atau ABA(21.30wib) dari gambir dengan harga hanya selisih 10ribu rupiah saja... Karena ingin cepat2 naik KA dan merasakan kenyamanan didalamnya akhirnya saya pilih Sembrani.. Ada hikmahnya juga, lama perjalanan Sembrani meskipun telat hanya 10jam saja dari jakarta-SBI, kalau Gajayana bisa sampai 15,5 jam lebih.. coba KA Gajayana bisa ditempuh dalam waktu segitu dimasa depan.. 2. Kejadian ini berlangsung sekitar 3 kali.. sebenarnya kedatangan KA Gajayana menuju JNG terancam telat... namun entah kenapa KA yang saya naiki sempat berhenti di petak menuju stasiun Cikarang dan Lemah Abang... karena kebetulan kost2an saya berlokasi dekat sini daripada harus turun di JNG, akhirnya saya memilih 'meloncat' dari bordes KA, dibantu turun dari KA oleh penumpang yang lagi duduk di bordes... Alhamdulilah berakhir dengan selamat karena kebetulan KA benar2 dalam kondisi berhenti.. andaikata KA masih berjalan dengan kecepatan 10-20km perjam pun saya tidak akan nekad untuk turun.. Jika saya memilih berhenti di JNG, bisa jadi baru sampai di kost2an sekitar 3-4 jam kemudian... lumayan menghemat waktu jadinya.. - Polsuska jaman awal2 naik KA Gajayana, Polsuska nya biasanya cowok semua... tapi kini untuk perjalanan dari Malang beberapa kali dibarengi oleh polsuska cewek yang cakep-cakep dan bodinya bahenol bin seksi... Asikkkk iki... RF yang dari Malang pasti tahulah kayak apa orangnya.. .
RE: Pecinta Gajayana - fuadin - 08-10-2012 tgl 5 oktober naik gajayana, setelah hampir setengah tahun gak naik KA ini. dulu ketika nyampe di gambir jam 17.25 KA blm parkir di gambir, dan biasanya parkir masuk gambir jam 17.28 dan baru berangkat jam 17.40-17.45.. dan kemarin ini.. jam 17.15 si gajah sdh masuk gambir, dan tepat 17.30 berangkat... mantab.. ![]() dan sampai di Tlagung, jam 06.20. dan cuma terlambat 10 menit..
RE: Pecinta Gajayana - maspramono - 08-10-2012 (08-10-2012, 01:50 PM)fuadin Wrote: tgl 5 oktober naik gajayana, setelah hampir setengah tahun gak naik KA ini. Dulu sekitar tahun 2007 juga pernah naik Gajayana dari YK ke TA, dulu ingat banget pagi2 dikasih teh/kopi, josh tenan pokoknya ya mas didin
RE: Pecinta Gajayana - fuadin - 08-10-2012 (08-10-2012, 02:47 PM)maspramono Wrote: Dulu sekitar tahun 2007 juga pernah naik Gajayana dari YK ke TA, dulu ingat banget pagi2 dikasih teh/kopi, josh tenan pokoknya ya mas didin wehhh, ada kang pram.. sugeng enjang kang ![]() memang gajayana sekarang top jadwalnya.. tp bagi pegawai Pulang Jumat Kembali ahad.. mimisan mikir harga tiket PP
|