23-03-2014, 10:54 AM
(23-03-2014, 10:01 AM)Nicodio Wrote:(20-03-2014, 11:02 AM)stasiunkastephanie Wrote:O... Begitu. Jadi pemberhentian lebih sedikit maksudnya(20-03-2014, 07:15 AM)Adolph Wrote:(19-03-2014, 08:48 PM)Nicodio Wrote: Heran saya kereta ini begitu lepas BG - ML - BL dan sebaliknya jalan tidak lebih dari 42-45 km/jam kok disebut Ekspress ya
disebut "ekspres" karena ia berhenti di lebih sedikit pemberhentian dibandingkan dengan KA lokal non-ekspres sehingga lebih cepat ketimbang KA2 lokal non-ekspres di relasi yang dilayaninya, jadi kriteria "KA ekspres" itu tidak terpaku pada kecepatan tertentu,,
di mana-mana di seluruh dunia kriteria KA ekspres umumnya ya seperti itu,,
Betul kata mas Adolph, kalo masalah kecepatannya yg cuman 40-45 kph itu karena PK (puncak kecepatan) di lintas itu emang kisaran segitu, lah kalo ni KA main di kecepatan 90 kph, alamat bakal "bubar jalan" tu rangkaian...
Yup, tepat sekali. Memangnya selama ini kereta disebut ekspres kalo speednya ampe 80-100 kph gitu? Kalo gitu, coba aja dinesan Peneks main speed 80-100 di petak BG-LW-ML-KPN-BL, ntar lihat apa hasilnya...
Buah dari perjuangan adalah kebahagiaan
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya
FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie
Semakin keras kita berjuang bagi hidup kita, semakin manis pula buahnya
Semakin santai perjuangan kita, semakin pahit pula buahnya
FLICKR Stephanie Anastasia stasiunkastephanie

? tetapi kalo dilihat petak KPN-PKJ-MLK daerahnya agak datar
Masalah utamanya bukan pada tanahnya yang datar/gak, tapi struktur tanahnya yg agak labil, plus relnya masih R38 (setara R42) & kalo jalan di lintas ini, goyangannya "aduhai"
Yg penting sebenernya Peneks dibuat 2 rangkaian aja, 1 dari ML, 1 dari BL pagi2, jadi itung2 buat yg ada keperluan ke SB pagi bisa naik Peneks dari BL...:v
Makasih loh mas, sudah bolak balik update penumpang KA Peneks, jadi kita2 disini tahu seperti apa okupansi KA ini 
