Thread Rating:
  • 2 Vote(s) - 3 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
All About Mutiara Timur
(12-04-2012, 01:59 PM)maspramono Wrote:
(12-04-2012, 01:37 PM)Joe_cn Wrote:
(12-04-2012, 01:18 PM)maspramono Wrote: itu alokasi per perjalanan atau per kelas eksekutif/bisnis ya mas? soalnya kalau mau berkunjung ke rumah babe biasanya saya menggunakan jasa muttim ini hehehehe.....kan lumayan kalau bisa dapet tiket 50rb Big Grin

itu alokasinya per perjalanan mas, dan yang ditawarkan promo hanya kelas eksekutif saja.

terima kasih mas atas informasinya....mumpung masih jauh harinya, siap2 berburu tiket nich Asik..

Iya mas silakan berburu selagi memang masih lama perjalanannya, mudah2an dapat, sebagai info Muttim tidak hanya bisa dipesan di SGU kalo masnya ada di kota laen pun bisa memesan Muttim asal stasiun itu uda online...

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
(12-04-2012, 08:50 AM)Joe_cn Wrote:
(11-04-2012, 10:51 PM)fun_plano Wrote: Permisi ane mau tanya ne. Ane dah 3 kali naek mutim, dan yang ketiga ini yang ane bikin geleng2 kepala. Mungkin ane telat informasinya atau apa ya, oleh karena itu mohon pencerahan sang master di sini.

Ane mau tanya apakah di mutim ne begitu naek dari SGU, terus kalo gak salah di SDA semua orang dikasi bantal (ane naek bisnis), kemudian di Grati begitu petugas melihat penumpang menggunakan bantal tersebut, petugas langsung menarik bayaran RP 4000,- ??

Wah om Fun Plano bener2 "Kena Deh".
sebanrnya bantal itu ya ga dikasih tetapi "dipaksa" untuk diterima....Ngakak
hal2 seperti itu uda biasa dan ga terjadi di Muttim aja, makanya kalo ada yang nawarin bantal langsung aja tolak muka, ato apa gitu emang agak maksa juga ngasihnya langsung ditaroh di kursi kita kadang2, nah kalo uda gitu ya taro aja tuh bantal di atas bagasi biar kita ga bayar....Ngakak

Nah itu...mana bantalnya kotak besar dan keras pula...Wooooyy
Cari uang ya gak gitu2 juga, sepertinya kalo tarif sewa bantal itu dimasukkan dalam harga tiket itu mungkin lebih bijak, malah lebih menguntungkan bagi mereka. Kalo seperti kejadian ane kan penumpang lebih tersinggung dan gak nyaman. Masa penumpang dibangunin gara2 suruh mbayar buantal gitu aja, ya pasti dongkol, hampir semua penumpang satu kereta dengan ane bicarain tentang itu setelah mereka membayar. Keretanya sih on time banget ampe PB, jempol dah, sesuai dengan tiket jadwal kedatanganya, tapi yang bikin gak nyaman ya itu aja..
[Image: a2vric.jpg]
Reply
(12-04-2012, 07:55 PM)fun_plano Wrote: Nah itu...mana bantalnya kotak besar dan keras pula...Wooooyy
Cari uang ya gak gitu2 juga, sepertinya kalo tarif sewa bantal itu dimasukkan dalam harga tiket itu mungkin lebih bijak, malah lebih menguntungkan bagi mereka. Kalo seperti kejadian ane kan penumpang lebih tersinggung dan gak nyaman. Masa penumpang dibangunin gara2 suruh mbayar buantal gitu aja, ya pasti dongkol, hampir semua penumpang satu kereta dengan ane bicarain tentang itu setelah mereka membayar. Keretanya sih on time banget ampe PB, jempol dah, sesuai dengan tiket jadwal kedatanganya, tapi yang bikin gak nyaman ya itu aja..

Ya itu om, saya juga pernah liat dengan mata kepala saya sendiri pas naek Muttim malem, orang lagi enak2 tidur gitu dibangunin paksa cuma buat bayar bantal, kasian juga memang,
Tapi bener juga sebernarnya gada salahnya bantal itu termasuk fasilitas buat K-2 Muttim, masa untuk bantal aja ktia harus bayar 4rebu?
Saya juga ga seneng aja kalo bantal harus bayar lagi...Bethe

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
muttim pagi bw-sgu kmrn bawa 4k1 n 2k2, jauh lbh banyak k1 ny drpd k2 ny nih
okupansi k1 sekitar 70%, k2 sekitar 80%
Reply
(13-04-2012, 09:49 AM)mszams Wrote: muttim pagi bw-sgu kmrn bawa 4k1 n 2k2, jauh lbh banyak k1 ny drpd k2 ny nih
okupansi k1 sekitar 70%, k2 sekitar 80%

Hmm weekday ya, jadi pendek kayagitu, dipotong sampe tinggal 2 gitu k2nya, biasanya walaw weekday pun bawanya 4k1 dan 4k2....

SEBELUM MENUTUP MATA INI IJINKAN AKU TUHAN MELIHAT SEMUA JALUR MATI DI JAWA HIDUP KEMBALI. AMIN

Reply
(13-04-2012, 09:09 AM)Joe_cn Wrote:
(12-04-2012, 07:55 PM)fun_plano Wrote: Nah itu...mana bantalnya kotak besar dan keras pula...Wooooyy
Cari uang ya gak gitu2 juga, sepertinya kalo tarif sewa bantal itu dimasukkan dalam harga tiket itu mungkin lebih bijak, malah lebih menguntungkan bagi mereka. Kalo seperti kejadian ane kan penumpang lebih tersinggung dan gak nyaman. Masa penumpang dibangunin gara2 suruh mbayar buantal gitu aja, ya pasti dongkol, hampir semua penumpang satu kereta dengan ane bicarain tentang itu setelah mereka membayar. Keretanya sih on time banget ampe PB, jempol dah, sesuai dengan tiket jadwal kedatanganya, tapi yang bikin gak nyaman ya itu aja..

Ya itu om, saya juga pernah liat dengan mata kepala saya sendiri pas naek Muttim malem, orang lagi enak2 tidur gitu dibangunin paksa cuma buat bayar bantal, kasian juga memang,
Tapi bener juga sebernarnya gada salahnya bantal itu termasuk fasilitas buat K-2 Muttim, masa untuk bantal aja ktia harus bayar 4rebu?
Saya juga ga seneng aja kalo bantal harus bayar lagi...Bethe

ternyata cerita lama tentang bantal masih ada sampe sekarang ya...Ngakak

kayanya di kereta lain,,ga dipaksa tuh,,biasanya ada yang keliling sambil bilang "bantal bantal"..

(12-04-2012, 02:18 PM)Joe_cn Wrote:
(12-04-2012, 01:59 PM)maspramono Wrote:
(12-04-2012, 01:37 PM)Joe_cn Wrote:
(12-04-2012, 01:18 PM)maspramono Wrote: itu alokasi per perjalanan atau per kelas eksekutif/bisnis ya mas? soalnya kalau mau berkunjung ke rumah babe biasanya saya menggunakan jasa muttim ini hehehehe.....kan lumayan kalau bisa dapet tiket 50rb Big Grin

itu alokasinya per perjalanan mas, dan yang ditawarkan promo hanya kelas eksekutif saja.

terima kasih mas atas informasinya....mumpung masih jauh harinya, siap2 berburu tiket nich Asik..

Iya mas silakan berburu selagi memang masih lama perjalanannya, mudah2an dapat, sebagai info Muttim tidak hanya bisa dipesan di SGU kalo masnya ada di kota laen pun bisa memesan Muttim asal stasiun itu uda online...

hati-hati kalau mau pesan tiket promo,,siap-siaplah menghadapi tampang jutek dari petugas...Ngakak (pengalaman pribadi)
Reply
kereta mutiara timur adalah kereta terbaik di armada timur
i love it Mupeng Banget
Reply
(14-04-2012, 08:46 PM)tommy_rachmawan Wrote: kereta mutiara timur adalah kereta terbaik di armada timur
i love it Mupeng Banget
Kereta terbaik tapi menghadapi 308km saja musti nunggu 7 jamCuriga BagetSakit
Daripada sancaka,juma <5 jam sajaWek
Fanboys are people who are willing to defend and promote the object of their affection. They are rarely objective and disregard facts that contradict their opinions.
Facebook BB: 55FFFBE5
Reply
(15-04-2012, 04:13 AM)CC-201-23 Wrote:
(14-04-2012, 08:46 PM)tommy_rachmawan Wrote: kereta mutiara timur adalah kereta terbaik di armada timur
i love it Mupeng Banget
Kereta terbaik tapi menghadapi 308km saja musti nunggu 7 jamCuriga BagetSakit
Daripada sancaka,juma <5 jam sajaWek
yaa... dimaklumi, karena Sancaka kan menempuh medan yang relatif datar dan jalur yg dia lewati, sepenuhnya jalur utama lintas selatan (bukan jalur kantong), dimana rel di jalur utama jelas kondisinya sangat baik, sehingga memungkinkan dia untuk geber loko, apalagi yg Sancaka milik YK..... doi ga brenti Wonokromo dan Mojokerto terus ga terlalu sering kalah silang (jadwalnya berbanding lurus ama KA-KA bendera) jadi ya bisa ngeblong dah .... untuk Sancaka sore YK-SGU, dia memang akan jadi bulan-bulanan di DAOp VII ketika silang dengan KA-KA kelas diatasnya.. tapi overall, YK-JG masih sanggup 4 jam

tapi toh sebagai sesama KA kelas eksis, Sancaka juga tidak bisa menandingi Cirebon Ekspress yg sama2 kelas Eksis, dia GMR-CN sanggup 2 jam 40 menit, meskipun juga harus berhenti di Jatibarang dan Haurgeulis Top Banget mangkanya Cireks jadi KA dgn okupansi terbaik selama ini, karena dia jelas2 memiliki keunggulan absolut dibanding moda lain dan ekonomi di lintasan ini

Sementara Muttim ini kan lintas yg dilewati juga terjal dan bukan jalur utama, dimana kondisi tracknya pasti ga sebagus di lintas utama.. sehingga kecepatan dia tidak maksimal..

Tapi emang benar juga kalo muttim itu terlalu lambat untuk sebuah KA mahal, dan menurut saya salah satu yg bikin doi lambat juga karena terlalu banyak berhenti, dan hampir tidak ada bedanya pemberhentian dia dengan ekonomi... sehingga tidak mempunyai keunggulan waktu tempuh dibanding ekonomi.. lah Sritanjung juga SBY-BW 7 jam... dan apabila manajemen muttim tidak diperbaiki dan tidak juga punya keunggulan dibanding moda pesaing, yaaa... bakal kek gini2 ajah, ga akan bisa dikembangin..susah juga kalo misal mo di planning seperti DAOP VII dengan Bangunkarta-nya, DAOP V dengan pengembangan Sawunggalih dan Purwojaya atau DAOP III dengan CIreks dan Argo Jati-nya yg sukses...

yaa harusnya seh sebagai sesama DAOP di Jatim dan juga sesama DAOP yg bukan DAOP besar, harusnya manajemen D IX berinovasi dalam memperbaiki pelayanannya seperti yg sudah dilakukan DAOP VII, sehingga bisa membuat customer KA di D IX tetap setia dan KA di sana juga punya keunggulan yang jelas dibanding moda pesaing, sehingga bisa dikembangkan
"Penipuan Publik atau kebohongan Publik adalah seseorang yang dengan sadar berkata - menyampaikan - melakukan kebohongan dan ungkapan tersebut, tersebar luas dan bisa dipahami sebagai kebenaran atau dipercayai kebenarannya"
~just quote~
Reply
(15-04-2012, 09:39 AM)Bangunkarta Wrote:
(15-04-2012, 04:13 AM)CC-201-23 Wrote:
(14-04-2012, 08:46 PM)tommy_rachmawan Wrote: kereta mutiara timur adalah kereta terbaik di armada timur
i love it Mupeng Banget
Kereta terbaik tapi menghadapi 308km saja musti nunggu 7 jamCuriga BagetSakit
Daripada sancaka,juma <5 jam sajaWek
yaa... dimaklumi, karena Sancaka kan menempuh medan yang relatif datar dan jalur yg dia lewati, sepenuhnya jalur utama lintas selatan (bukan jalur kantong), dimana rel di jalur utama jelas kondisinya sangat baik, sehingga memungkinkan dia untuk geber loko, apalagi yg Sancaka milik YK..... doi ga brenti Wonokromo dan Mojokerto terus ga terlalu sering kalah silang (jadwalnya berbanding lurus ama KA-KA bendera) jadi ya bisa ngeblong dah .... untuk Sancaka sore YK-SGU, dia memang akan jadi bulan-bulanan di DAOp VII ketika silang dengan KA-KA kelas diatasnya.. tapi overall, YK-JG masih sanggup 4 jam

tapi toh sebagai sesama KA kelas eksis, Sancaka juga tidak bisa menandingi Cirebon Ekspress yg sama2 kelas Eksis, dia GMR-CN sanggup 2 jam 40 menit, meskipun juga harus berhenti di Jatibarang dan Haurgeulis Top Banget mangkanya Cireks jadi KA dgn okupansi terbaik selama ini, karena dia jelas2 memiliki keunggulan absolut dibanding moda lain dan ekonomi di lintasan ini

Sementara Muttim ini kan lintas yg dilewati juga terjal dan bukan jalur utama, dimana kondisi tracknya pasti ga sebagus di lintas utama.. sehingga kecepatan dia tidak maksimal..

Tapi emang benar juga kalo muttim itu terlalu lambat, dan menurut saya salah satu yg bikin doi lambat juga karena terlalu banyak berhenti, dan hampir tidak ada bedanya pemberhentian dia dengan ekonomi... sehingga tidak mempunyai keunggulan waktu tempuh dibanding ekonomi.. lah Sritanjung juga SBY-BW 7 jam... dan apabila manajemen muttim tidak diperbaiki dan tidak juga punya keunggulan dibanding moda pesaing, yaaa... bakal kek gini2 ajah, ga akan bisa dikembangin..susah juga kalo misal mo di planning seperti DAOP VII dengan Bangunkarta-nya, DAOP V dengan pengembangan Sawunggalih dan Purwojaya atau DAOP III dengan CIreks dan Argo Jati-nya yg sukses...

yaa harusnya seh sebagai sesama DAOP di Jatim dan juga sesama DAOP yg bukan DAOP besar, harusnya manajemen D IX berinovasi dalam memperbaiki pelayanannya seperti yg sudah dilakukan DAOP VII, sehingga bisa membuat customer KA di D IX tetap setia dan KA di sana juga punya keunggulan yang jelas dibanding moda pesaing, sehingga bisa dikembangkan

Itu tandanya berarti Mutiara timur hanya mengandalkan kenyamanan saja ya ? Mengingat jalur-nya yg seperti itu, memang sulit sih untuk mengembangi kecepatannya.

DAOP 7, 5, dan 3 memang bisa dibilang sukses dalam memanajemen Kereta.
DAOP 7 dengan Bangunkarta-nya yang amat nyaman dan aman. Pelayanannya juga paling top. Kalau ngeliat ke dalam jadi mupeng -_- Manajemen DAOP 7 terhadap Keretanya benar-benar briliant.
Bangunkarta mengandalkan kenyaman yang bahkan membuat orang-orang ketagihan. Jujur, gw ngeliat dari luar kayaknya biasa banget, tapi pas masuk ke dalam benar-benar wah ! Walau kadang suka telat, pelayanan yang diberikan oleh Bangunkarta bisa membuat rasa kesal orang menjadi padam. Harga dengan pelayanannya sudah SANGAT sebanding.

DAOP 5 dengan Sawunggalih dan Purwojaya yang hingga saat ini, terdapat pengembangan besar-besaran dalam hal kenyamanan dan kecepatan. Sudah banyak pula Kereta-nya yang sudah diganti menjadi F40 atau F42. Terlebih lagi okupansi Purwojaya dan Sawunggalih yang menempati peringkat 5 dan 6 membuat DAOP 5 berupaya keras untuk mengembangi Kereta tersebut.

DAOP 3 dengan Cirebon Ekspress dan Argo Jati-nya yang sukses sehingga menempati peringkat 1 (Cireks) dan peringkat 3 (Argo Jati) sebagai KA dengan okupansi tersukses. Dalam manajemennya, DAOP 3 membuat 2 cara : 1. Cirebon Ekspress yang mengandalkan kecepatan, dan 2. Argo Jati yang mengandalkan kenyamanan (persis kayak Bangunkarta). Manajemen ini lah yang membuat ke-2 KA tersebut sukses. Bagi para pekerja dan keluarga yang ingin cepat sampai tujuan, Cirebon Ekspress adalah pilihan yang tepat. Bagi para pekerja atau keluarga yang ingin kenyamanan, Argo Jati adalah pilihan yang tepat. Saat ini, Cirebon Ekspress pun selalu mendapat lungsuran K1 dari berbagai Dipo. Bahkan, Kelas Eksekutifnya menggunakan K1 yang setara dengan Bima, walau berbeda sedikit. Selain itu, entah kenapa DAOP 3 selalu membuat Cireks datang lebih awal dari jadwal yang diharuskan. Gambir-Cirebon selama 2 jam 15 menit pun sangat sering dilakukan oleh Cirebon Ekspress. Bahkan, gw pernah denger wacana kalau Cirebon Ekspress akan ditarik ke Semarang, tapi sepertinya hanya hoax belaka.
My Facebook = Bilal Ragil Saputra

Nama akun baru dari CC203 35

Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)