Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Sebagai RF, miris hati saya mendengar ini
#31
Ikutan juga oom ts ... heheee ...

Seringkali sebenernya kita sebagai RF harus terbiasa melihat sesuatu BUKAN dari sudut pandang RF saja. Coba deh kita lihat juga dari sudut pandang pengguna.
Karena mau ndak mau, sebenernya sudut pandang pengguna-lah (konsumen) yang biasanya sangat berperan dalam menentukan maju n ndaknya perusahaan jasa ... iya kaann ...

Coba contoh simple,
Kalau dari sudut RF, kereta telat jarang jadi masalah, kan bisa lama2 didalem kereta ... hhee ... tapi kalau dari sudut pengguna, waaahhh ... bisa ngamuk2 ... apalagi yang sedang memburu waktuuu ...

Kejadiannya banyak kan, terutama di KCJ dengan Commuterline nya ... berapa banyak kasus keterlambatan yang berujung sanksi bagi karyawan pengguna jasa di perusahaannya, atau kasus pingsan karena 'kehabisan udara' didalem ComLine yang sangat sumpek ... itu bukan masalah yang sepele lho kalo diluar ... bisa dituntut ...

Mungkin kita harus berusaha jujur ... kalau memang baik ya dibilang baik ... kalau memang ndak yaa bilang ndak ... dengan begitu kita bisa kasih input membangun ... (walopun blm tau didengerin apa ndak yaaa ... ) ...

Sekarang coba saya tanya ke om ts perihal image kai terkait Gerbong Aling2 ...

Disaat perusahaan transportasi berlomba2 menarik penumpang ... dengan gagahnya KAI memamerkan GAA ... yang seakan2 berkata ... naik ka ndak dijamin bebas tabrakan lho ... tapi tenang aja ... ada GAA, minimal gak tewas lah, paling luka2 aja ... tapi gak tau yaaa ... mas masinis yang didepan gimana kabarnya ...

Hahahaa ... coba saya tanya ... seperti apa perusahaan yang ndak menghargai nyawa karyawannya ... apakah bisa kita bilang BAGUS ... ?

Trus kalo aset perusahaannya ndak dihargai, apa kabarnya kita sebagai KONSUMEN ... ?

Mari kita jawab sendiri ... heheee ...


Reply
#32
tentunya pola pikir temennya TS yg disampaikan itu bagi saya adalah pola pikir yg biasa bagi seorang inferior, artinya selalu memandang yg di luar negeri itu bagus-bagus dan yg di dalam negeri itu jelek-jelek... maklum aja, saya lumayan akrab dgn anak2 muda yg inferior, terutama yg sering jalan2 ke luar negeri...

buat semua inferior, seburuk apapun kualitasnya, bisa gak sih kalian mencintai apa yg ada di dalam negeri kalian sendiri??? kenapa harus selalu mengagung-agungkan yg ada di luar negeri???
oke, kita juga harus mengakui bahwa yg di luar negeri itu bagus, kita juga harus belajar dari mereka, mudah2an KA di negara kita juga bisa lebih maju dari mereka... tapi untuk saat ini, ngaca dong, yg ada di negeri kalian saat ini ya seperti itu, dan seburuk apapun kualitasnya, itu ada di negeri kalian...
jadi jangan inferior deh, jangan selalu bilang yg di luar negeri itu bagus... ntar Indonesia punya KA peluru (ngarep), kalian bilang "ah, di luar negeri udah duluan"... ntar Indonesia punya KA mewah (kayak Orient Express), kalian bilang "ah, kalah sama di luar negeri, di luar negeri ada ini ini ini ini"...

pengalaman saya pribadi, temen2 banyak yg suka koq naik KA, terutama karena gak kena macet dan gak bikin mabok darat... tapi memang keluhan mereka adalah harga tiket yg terlalu mahal... kalo saya pribadi yah, harusnya semua harga tiket K1 dan K2 sekarang itu didiskon 50%, karena itulah harga yg wajar...

karena mahal itu juga saya masih berat kalo mau naik K1 atau K2... saya sejujurnya akan lebih memilih naik bis, terutama kalo mau ke Semarang dan Jogja, karena harga murah dan fasilitas setimpal...
tapi kalo mau jalan2 ke Jawa Timur lebih seneng naik K3... kalo naik bis kagak nahan...

yg harus kita sadari, harga tiket pesawat makin turun, koq harga tiket KA malah makin naik??? hayooo...
MY DREAMS:
- All STD gauge & electrified Sumatera-Java-Bali, Trans-Asian, Pan-African, Pan-American Railways
- Bridges of Bali, Sunda, Malacca, Gibraltar, and Bering Straits

Mau beli tiket KA??? Klik di sini
Reply
#33
Kualitas pelayanan yang ada di moda transport laen kalo menurut saya ga lepas dari adanya persaingan di moda transport itu sendiri...
Ya tau lah penyedia jasa moda transport lain kan banyak merknya
Itu bermanfaat besar buat konsumen karna perusahaan2 penyedia jasa transportasi pasti berlomba - lomba ngasih yang terbaik buat narik konsumen kalo engga ya pasti mati...
gimana ya seandainya ada pihak swasta yang jadi operator KA di Indonesia juga??
*ngayal...
Ngakak
-siggy under construction at Balai Yasa-
Bye Bye
Reply
#34
(23-08-2011, 01:14 PM)ardisenjasolo Wrote: Kualitas pelayanan yang ada di moda transport laen kalo menurut saya ga lepas dari adanya persaingan di moda transport itu sendiri...
Ya tau lah penyedia jasa moda transport lain kan banyak merknya
Itu bermanfaat besar buat konsumen karna perusahaan2 penyedia jasa transportasi pasti berlomba - lomba ngasih yang terbaik buat narik konsumen kalo engga ya pasti mati...
gimana ya seandainya ada pihak swasta yang jadi operator KA di Indonesia juga??
*ngayal...
Ngakak

bukannya itu sudah bisa dilakukan?
UU yang baru sudah mengijinkan pemain baru di sektor KA selain PT. Kereta Api Indonesia (Persero)
kalau gak salah, bukannya pengelola KRL Jabotabek dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) adalah suatu perusahaan yang gak memiliki hubungan?
Reply
#35
(23-08-2011, 01:35 PM)mdnboy Wrote: bukannya itu sudah bisa dilakukan?
UU yang baru sudah mengijinkan pemain baru di sektor KA selain PT. Kereta Api (Persero)
kalau gak salah, bukannya pengelola KRL Jabotabek dan PT. Kereta Api (Persero) adalah suatu perusahaan yang gak memiliki hubungan?

Maksud Mas Ardi adalah :
  • Untuk meningkatkan persaingan sehat, perlu adanya Operator swasta murni di luar PT. KAI
  • Adanya sistem regulasi yang jelas mengenai pemakaian/pembuatan sarana kereta api yang baru
  • Jika sudah ada pilihan berbagai macam operator dengan berbagai macam keunggulannya maka "Profit Oriented" akan berbanding lurus dengan "Customer Satisfied Oriented"

And For Your Information :
PT. KCJ, as you mentioned managed KRL Comuter, > 80% sahamnya masih dimiliki PT. KAI, so.... kebijakan dan dana ada pada pemegang saham terbesar

Semoga jelas...

[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#36
kita tunggu saja, siapa tahu ada yang tertarik untuk membuka usaha di bidang ini....
toh setahu saya hal itu sudah bisa menurut undang-undang
apa mungkin PT KCJ mayoritas sahamnya dikuasai oleh pihak di luar KAI? (yang jelas bukan saya lho)
Reply
#37
  • Undang-undang yang memfasilitasi swastanisasi perkertaapian adalah UU No. 23/2007 bisa diliad di MARIH
  • Pembagian saham PT. KAC adalah : Swasta 1.64% dan PT. KA (BUMN) 98,36%
  • Untuk mengangkat topik lawas thread berikut bisa dibaca [klikable] :
    1. IPO KA
    2. Berakhirnya monopoli PT. KAI
    3. Kelahiran PT. KAC

Semoga tambah jelas....

Yuk ah, diskusi kembali ke jalan yang benar....
[Image: spammingsj0.gif]
Reply
#38
ah, kalau ada yang miris biarin saja
toh nanti jika KA Indonesia kualitasnya bisa sebaik di Eropa USA atau Jepang mereka juga yang kecewa
memangnya moda angkutan lain lebih baik apa?
pesawat dan bus polusinya lebih parah daripada lokomotif
Reply
#39
(23-08-2011, 03:14 PM)mdnboy Wrote: ah, kalau ada yang miris biarin saja
toh nanti jika KA Indonesia kualitasnya bisa sebaik di Eropa USA atau Jepang mereka juga yang kecewa
memangnya moda angkutan lain lebih baik apa?
pesawat dan bus polusinya lebih parah daripada lokomotif

masyarakat tidak mau tahu apakah kendaraan mereka berpolusi, boros bbm, atau tidak.

yang penting cepat sampai, nyaman, dan murah.

"Train approaching! Please remain behind yellow line!"
Reply
#40
(24-08-2011, 10:38 AM)ady_mcady Wrote: masyarakat tidak mau tahu apakah kendaraan mereka berpolusi, boros bbm, atau tidak.

yang penting cepat sampai, nyaman, dan murah.

Setuju banget!
Ibu saya bercerita:
"nak, dulu sewaktu kamu masih ada dalam kandungan ibu, ibu pernah hampir tertabrak Parahyangan."
Oow, Pantes saya jadi demen sama Lok Merah Biru
Reply


Forum Jump:


Users browsing this thread: 1 Guest(s)