(05-04-2011, 08:49 PM)CC 203 Wrote: Memang KA Mutiara Timur ini bisa diibaratkan sebagai raja yang turun ke desa atau mungkin sebagai raja yang tebar pesona karena kekurangan loyalis...
eits jgn salah....
justru si muttim turun ke semua tasiun krn sangat banyak loyalis dia berasal dr daerah..
inilah daop IX...
okupansi merata di semua lini..
ane termasuk pengguna setia muttim, meski kalo mau naik muttim, kudu transit ke bangil dl coz ane skrg d malang

penikmat muttim tidak hanya dr karangasem atau BW baru aja, rogojampi, kalisetail, kalibaru, adalah stasiun penyumbang okupansi yg tidak bs dremehkan..
bahkan ane sering kebarengan turis dr gubeng yg turun d probolinggo, mau ke bromo....padahal cuma 2 jam, kudu bayar 50rb
tengoklah ketika K3 jarak menengah berhenti di stasiun kecil layakny sumberwadung n glenmore, sritanjung sama tawangalun, ...pdhal d daop lain, mereka ga pernah berhenti di stasiun kecil....
ini karena penikmat kereta di daop IX merata.......
termasuk ane yg selalu naik muttim dr kalibaru n naik tawangalun dr glenmore