25-02-2010, 06:51 AM
(18-08-2009, 02:37 PM)m_ilhami Wrote: heran, bangun "jalan" selebar 1067 mm aja susah bener..
jalan tol lebarnya 30 meter kok bisa cepet
wakakak, padahal bikin jalan tol itu lebih mahal lho biaya per km nya ketimbang bikin rel ka. tapi karena yield nya besar, biar butuh investasi segede gunung ya dibelain mati2 an dunk. apalagi kalo melihat pendapatan jasa marga yang sampai 3 T / th, mereka mengembangkan tol gampang saja.

(24-02-2010, 05:23 PM)akuazis Wrote: adanya rencana kereta bandara adalah salah satu solusi transportasi menuju bandara. Karena moda transportasi yang sekarang ada sering terhambat ketika banjir datang dan menggenangi ruas tol bandara. apa lagi kereta cenderung lebih cepat dan tepat waktu. jadi PT. Kereta Api (Persero) harus berani buat dapetin "kue" ini.
tapi pihak manamupun yang nantinya ndapetin Kue ini, tetep aku dukung,biar ada variasi di perkeretaapian d indonesia
wakakak, jalan tol bandara sudah ditinggikan bro. jadi sudah tidak bakalan kena banjir lagi sekarang. konon para investor jadi ragu bikin rel ka seiring rampungnya perbaikan tol bandara. logikanya, kalo lewat tol lebih lancar, ngapain naik kereta?
kereta kalah satu set lagi sama tol.
"Train approaching! Please remain behind yellow line!"


![[Image: 2r56iya.jpg]](http://i56.tinypic.com/2r56iya.jpg)


![[Image: 2_790793706l.jpg]](http://photos.friendster.com/photos/17/71/19681771/2_790793706l.jpg)
