03-01-2014, 01:01 AM
Selamat malam teman2 RF semua..
Mohon izin buat om2 moderator, sya buat lapak ini yg spt nya informasinya memang layak sya share ke khalayak umum (utamanya para RF sejati)..
Kali ini sya akan memberikan sebuah informasi yg ntah ini penting atau atau tidak atau bermanfaat atau nggak..
Tpi menurut sya ini unik..ya minimal menarik lah untuk kita simak..
apakah itu?
jalur KA di pulau jawa itu, kalau kita perhatikan dri kota jakarta (kali ini sya anggap sbg titik pusatnya) dan terus membentang dari barat ke timur (jakarta-semarang-surabaya, jakarta-yogyakarta-malang) atau dri timur ke barat (jakarta-rangkas-merak) atau ke selatan (jakarta-bandung via MRI-BOO dan CKP-PWK) untuk menelurusi daerah2 kota/kabupaten yg dilewatinya, maka akan kita temui fakta yg unik dan menarik..
1. Rata2 pasti melewati kota2 otonom.
Contoh: KA dri jakarta ke surabaya, pasti melewati Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kota Tegal & Kota Pekalongan. Untuk Semarang & Surabaya gk sya sebutkan, karna statusnya yg jadi ibu kota provinsi yg tentu sja punya keistimewaan tersendiri bila dibandingkan dengan kota2 sebelumnya..
2. Rata2 KA pasti berhenti di kota2 otonom tsb karna rata2 stasiun2 di kota otonom tsb, jadi stasiun kelas 1 (bahkan ada yg jadi pusat Daop).
Contoh: stasiun2 di kota2 otonom yg sya sebutkan di point 1, stasiun utamanya jadi stasiun besar (spt BKS, CN, TG & PK) hingga "menyebabkan" semua KA yg lewat harus berhenti di stasiun tsb..
3. Prov. Jawa Barat, menjadi provinsi yg semua kota2 otonomnya terhubung dengan jalur KA. Hebatnya, untuk saat ini jalurnya aktif. Ya minimal ada layanan KA di kota tsb.
Mau tahu?
Ini dia ke semua kota tsb: Kota Depok, Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kota Tasik Malaya & Kota Banjar.
Yg special dri kota2 yg sya sebutkan diatas itu adalah:
semua stasiun2 di kotanya, semuanya melayani K1 atau KA eksekutif terkecuali Kota Depok sja (belum, atau malah gk bakalan?).
Sebenarnya Prov. Banten jga kota2 otonomnya terhubung jalur KA dan saat ini jga aktif (Kota Tangerang, Kota TangSel, Kota Serang & Kota Cilegon). Cuma, Tangsel, Serang & Cilegon sja yg pararel. Sementara ke Tangerang jalurnya beda sendiri dri jakarta.
4. Kota Batu di Prov. Jawa Timur, menjadi satu2nya kota otonom di provinsi tsb yg tak punya jalur KA (apalagi stasiun)..CMIIW Sedang lainnya ada dan jalurnya aktif dengan titik pusatnya di Kota Surabaya sbg ibu kota provinsi.
Sementara di prov. Jawa Tengah, cuma Kota Salatiga & Kota Magelang yg tidak melayani KA walau jalurnya dulu pernah ada..CMIIW
terlepas dri fakta2 yg rincikan diatas itu, sya gk tahu ya kalau dulu belanda memang sengaja aka disetting bikin jalur KA di pulau jawa itu melewati daerah kota2 staregis atau pusat kota (disebut kota otonom itu istilah sekarang)..tpi yg pasti, anehnya sbg besar kota2 otonom itu lahir pasca negara kita merdeka (bahkan ada yg lahir pasca reformasi bergulir)..
Oops, tergelitik sya jadi ingin bertanya:
apakah kota2 otonom itu (khusunya di pulau jawa), dibentuk berdasarkan kepentingan jalur KA aka melihat peluang transportasi KA di kota tsb atau (ketika sebuah kota otonom terbentuk) jalur KA yg ada di kota otonom tsb sebisa mungkin harus dimaksimalkan perannya???
hemmh,
mungkin ada teman2 RF yg mau jawab..atau mau menanggapi terkait fakta2 yg sya ungkapkan diatas..
Monggo..
Mohon izin buat om2 moderator, sya buat lapak ini yg spt nya informasinya memang layak sya share ke khalayak umum (utamanya para RF sejati)..
Kali ini sya akan memberikan sebuah informasi yg ntah ini penting atau atau tidak atau bermanfaat atau nggak..
Tpi menurut sya ini unik..ya minimal menarik lah untuk kita simak..

apakah itu?
jalur KA di pulau jawa itu, kalau kita perhatikan dri kota jakarta (kali ini sya anggap sbg titik pusatnya) dan terus membentang dari barat ke timur (jakarta-semarang-surabaya, jakarta-yogyakarta-malang) atau dri timur ke barat (jakarta-rangkas-merak) atau ke selatan (jakarta-bandung via MRI-BOO dan CKP-PWK) untuk menelurusi daerah2 kota/kabupaten yg dilewatinya, maka akan kita temui fakta yg unik dan menarik..
1. Rata2 pasti melewati kota2 otonom.
Contoh: KA dri jakarta ke surabaya, pasti melewati Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kota Tegal & Kota Pekalongan. Untuk Semarang & Surabaya gk sya sebutkan, karna statusnya yg jadi ibu kota provinsi yg tentu sja punya keistimewaan tersendiri bila dibandingkan dengan kota2 sebelumnya..
2. Rata2 KA pasti berhenti di kota2 otonom tsb karna rata2 stasiun2 di kota otonom tsb, jadi stasiun kelas 1 (bahkan ada yg jadi pusat Daop).
Contoh: stasiun2 di kota2 otonom yg sya sebutkan di point 1, stasiun utamanya jadi stasiun besar (spt BKS, CN, TG & PK) hingga "menyebabkan" semua KA yg lewat harus berhenti di stasiun tsb..
3. Prov. Jawa Barat, menjadi provinsi yg semua kota2 otonomnya terhubung dengan jalur KA. Hebatnya, untuk saat ini jalurnya aktif. Ya minimal ada layanan KA di kota tsb.
Mau tahu?
Ini dia ke semua kota tsb: Kota Depok, Kota Bogor, Kota Sukabumi, Kota Bekasi, Kota Cirebon, Kota Cimahi, Kota Bandung, Kota Tasik Malaya & Kota Banjar.
Yg special dri kota2 yg sya sebutkan diatas itu adalah:
semua stasiun2 di kotanya, semuanya melayani K1 atau KA eksekutif terkecuali Kota Depok sja (belum, atau malah gk bakalan?).
Sebenarnya Prov. Banten jga kota2 otonomnya terhubung jalur KA dan saat ini jga aktif (Kota Tangerang, Kota TangSel, Kota Serang & Kota Cilegon). Cuma, Tangsel, Serang & Cilegon sja yg pararel. Sementara ke Tangerang jalurnya beda sendiri dri jakarta.
4. Kota Batu di Prov. Jawa Timur, menjadi satu2nya kota otonom di provinsi tsb yg tak punya jalur KA (apalagi stasiun)..CMIIW Sedang lainnya ada dan jalurnya aktif dengan titik pusatnya di Kota Surabaya sbg ibu kota provinsi.
Sementara di prov. Jawa Tengah, cuma Kota Salatiga & Kota Magelang yg tidak melayani KA walau jalurnya dulu pernah ada..CMIIW
terlepas dri fakta2 yg rincikan diatas itu, sya gk tahu ya kalau dulu belanda memang sengaja aka disetting bikin jalur KA di pulau jawa itu melewati daerah kota2 staregis atau pusat kota (disebut kota otonom itu istilah sekarang)..tpi yg pasti, anehnya sbg besar kota2 otonom itu lahir pasca negara kita merdeka (bahkan ada yg lahir pasca reformasi bergulir)..
Oops, tergelitik sya jadi ingin bertanya:
apakah kota2 otonom itu (khusunya di pulau jawa), dibentuk berdasarkan kepentingan jalur KA aka melihat peluang transportasi KA di kota tsb atau (ketika sebuah kota otonom terbentuk) jalur KA yg ada di kota otonom tsb sebisa mungkin harus dimaksimalkan perannya???

hemmh,
mungkin ada teman2 RF yg mau jawab..atau mau menanggapi terkait fakta2 yg sya ungkapkan diatas..
Monggo..
dulu jepang meniru sistem kompetisi di indonesia era galatama,tapi sekarang jepang jauh lebih maju dari kita...