sekedar info aja, ketika ane naik Pasundan dari SGU-YK, dan Logawa dari MN-WO, sekarang banyak banget polsus dan pamsusnya....
Penjagaan yang paling ketat yaitu di petak KTS-SK, tiap gerbong pasti ada 2 polsus/pamsus....
Bravo....
(26-01-2011, 01:51 PM)ignatius Wrote: [ -> ]sekedar info aja, ketika ane naik Pasundan dari SGU-YK, dan Logawa dari MN-WO, sekarang banyak banget polsus dan pamsusnya....
Penjagaan yang paling ketat yaitu di petak KTS-SK, tiap gerbong pasti ada 2 polsus/pamsus....
Bravo....
Nggak cuma Pasundan dan Logawa, Dhoho dan Penataran juga demikian.
betul kang, terutama KA Pasundan BD-SGU...apalagi kalo telat, bisa2 sampe SGU udah jam 23.00.
yang saya alami, saya pernah diingatkan sama mas2 yang jual asongan supaya jangan tidur karena ada copet...
jadi buat railfaners, hati2 kalo naik KA apalagi malam hari...
Yang paling rawan adalah saat masuk sta. cirebon , banyak asongan yang ngambil hp atau tas jika penumpang sedang terlelap tidur...
(30-10-2011, 03:32 PM)satria banyubiru Wrote: [ -> ]Yang paling rawan adalah saat masuk sta. cirebon , banyak asongan yang ngambil hp atau tas jika penumpang sedang terlelap tidur...
Sebenarnya ga salah se kalo kita para penumpang terlelap tidur.
Tinggal dibutuhkan saling mengingatkan dan saling menjaga aja antar penumpang, agar tercipta suasana aman, bila kita bepergian sendiri ada baiknya kita ngobrol dengan penumpang di sebelah ato di depan kita.
Dengan begitu bila kita tidur dan penumpang lainnya masih terjaga, kita akan merasa aman.
Ngobrol jangan sekedar ngobrol aja... Proses berjalannya kejahatan bisa dimulai dari saat2 momen itu. Kita gak sadar org yg kita ajak obrol itu siapa tahu pelaku kejahatan, minimal dengan menghipnitos kita atau pun memberi minuman gratis ke kita.
Waktu naik Ka Taksaka Malam (Ka 42) saat itu berhenti di Prupuk sekitar 20 menit-an buat silang. Padahal udah dikasih tau kalau penumpang dilarang membuka pintu, tapi ada aja yang buka. Alhasil, tas temannya kakak saya dicuri.
Hati-hati kalau naik Kereta yang berhenti di stasiun kecil lintas Selatan, soalnya banyak kasus kriminalitas.
(02-11-2011, 03:24 PM)CC203 35 Wrote: [ -> ]Waktu naik Ka Taksaka Malam (Ka 42) saat itu berhenti di Prupuk sekitar 20 menit-an buat silang. Padahal udah dikasih tau kalau penumpang dilarang membuka pintu, tapi ada aja yang buka. Alhasil, tas temannya kakak saya dicuri.
Hati-hati kalau naik Kereta yang berhenti di stasiun kecil lintas Selatan, soalnya banyak kasus kriminalitas.
Betul memang pintu gerbong harus selalu tertutup apabila kereta sedang berjalan, dibutuhkan kerja sama yang baik antara polsuska dan para penumpang, apabila penumpang melihat pintu gerbong terbuka tanpa ada yang menunggu lebih baik segera ditutup untuk kenyamanan bersama.
katanya kalo tiap gerbong tu dah ada petugas jaganya ya....
kalo memang iya, harusnya petugasnya tu selalu standby di setiap pintu, apalagi pas keadaan KA berhenti.
memang sih, para penumpang juga harus saling bekerjasama dalam menjaga keamanan di dalam gerbong, tapi kadang diantara penumpang mungkin ada yang agak bosan di dalam gerbong (karena terlalu lama berhenti), pengen liat2 luar, sama cari kopi atau lanthing....
menurut pendapat saya, kita gak bisa sepenuhnya mempercayakan keamanan hanya kepada petugas di kereta, mereka jg punya keterbatasan. saya jg suka sebel sm penumpang yang suka buka pintu kereta ketika kereta berhenti di daerah tertentu, sekedar cuma merokok ato apa lah, abis itu maen balik aj ke tempat duduk gak peke nutup lagi tuh pintu.
Ati2 deh naek kereta terutama kelas bisnis dan eksekutif, itu lebih rawan ketimbang naik ekonomi.
alhamdulillah saya blm mengalami tindak kejahatan di dalam gerbong, dan semoga saya jangan pernah mengalaminya.