Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Kalau seandainya RF disini jadi dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero), Apa yang RF disini lakukan?
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3
(Kalau salah kamar sama ane repost monggo dilangsir)

Seandainya kalau ane jadi dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) nggantiin mr. I-J ini yang ane lakuin :

-AC Split K3 Dilepas, dan minta ke pemerintah untuk di PSO
-Livery dikembalikan seperti jaman Perumka dulu, karena jaman segitu masih bagus2 (dan ane nggak segan2 minta list K1 yang dipunyai per dipo untuk ane tentuin mana yg dicat Eksis, Satwa, lalu Argo biar tertib)
-Ekonomi AC Kemenhub ane rubah namanya jadi Ekonomi Plus, Perbedaanya jumlah kursi lebih sedikit dan kursi dibuat lebih nyaman sama biar orang nggak salah paham antara Ekonomi PSO sama Ekonomi biasa
-Bisnis ane rubah kursinya jadi mirip airline yang kandangnya di Terminal 1A dan 1B CGK, Meskipun kapasitasnya tetap 64 penumpang, tapi kenyamanan diutamakan
-Eksis ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Eksis
-Satwa ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Satwa Kursi Satwa 2
-Argo, Bima, Gajayana ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Argo 1 Kursi Argo 2 Kursi Argo 3
-Bima ane naikin ke KA 1 dan KA 2 (tanpa embel2 Argo) karena Bima itu dulu KA Nomer 1nya Indonesia
-Gajayana ane naikin statusnya sebagai KA Argo posisi dibawahnya Anggrek karena perjalanan KA Gajayana harus diprioritaskan karena KA yang jaraknya terjauh di Indonesia
-Tuslah diadain kembali, dan penumpang K1 diberikan buku menu untuk memilih makanan yang dipilih untuk tuslah
-Harga HSD Disubsidi
-KA K2 dan K1 disubsidi biar harga K2 bisa diantara 80-150rb dan K1 diantara 180-300rb
-Ane iklanin per KA (misal : Bima) di TV supaya bisa mendongkrak penumpang
-TV Tengah, Karpet, Kursi beludru diadain kembali
-K1 Argo, Bima, Gajayana pakai bogie bosterless KRDI/Sama kyk diekspor ke Malaysia

Kalau menurut RF disini gimana? Ada tambahan dan usul?
(07-04-2013, 08:50 AM)LufthansaPilot Wrote: [ -> ](Kalau salah kamar sama ane repost monggo dilangsir)

Seandainya kalau ane jadi dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) nggantiin mr. I-J ini yang ane lakuin :

-AC Split K3 Dilepas, dan minta ke pemerintah untuk di PSO
-Livery dikembalikan seperti jaman Perumka dulu, karena jaman segitu masih bagus2 (dan ane nggak segan2 minta list K1 yang dipunyai per dipo untuk ane tentuin mana yg dicat Eksis, Satwa, lalu Argo biar tertib)
-Ekonomi AC Kemenhub ane rubah namanya jadi Ekonomi Plus, Perbedaanya jumlah kursi lebih sedikit dan kursi dibuat lebih nyaman sama biar orang nggak salah paham antara Ekonomi PSO sama Ekonomi biasa
-Bisnis ane rubah kursinya jadi mirip airline yang kandangnya di Terminal 1A dan 1B CGK, Meskipun kapasitasnya tetap 64 penumpang, tapi kenyamanan diutamakan
-Eksis ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Eksis
-Satwa ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Satwa Kursi Satwa 2
-Argo, Bima, Gajayana ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Argo 1 Kursi Argo 2 Kursi Argo 3
-Bima ane naikin ke KA 1 dan KA 2 (tanpa embel2 Argo) karena Bima itu dulu KA Nomer 1nya Indonesia
-Gajayana ane naikin statusnya sebagai KA Argo posisi dibawahnya Anggrek karena perjalanan KA Gajayana harus diprioritaskan karena KA yang jaraknya terjauh di Indonesia
-Tuslah diadain kembali, dan penumpang K1 diberikan buku menu untuk memilih makanan yang dipilih untuk tuslah
-Harga HSD Disubsidi
-KA K2 dan K1 disubsidi biar harga K2 bisa diantara 80-150rb dan K1 diantara 180-300rb
-Ane iklanin per KA (misal : Bima) di TV supaya bisa mendongkrak penumpang
-TV Tengah, Karpet, Kursi beludru diadain kembali
-K1 Argo, Bima, Gajayana pakai bogie bosterless KRDI/Sama kyk diekspor ke Malaysia

Kalau menurut RF disini gimana? Ada tambahan dan usul?
perbaiki dan pelihara sarana sarana seperti rel dan yg lain nya semaksimal mungkin om!
(07-04-2013, 08:57 AM)RickyDwiS Wrote: [ -> ]
(07-04-2013, 08:50 AM)LufthansaPilot Wrote: [ -> ](Kalau salah kamar sama ane repost monggo dilangsir)

Seandainya kalau ane jadi dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) nggantiin mr. I-J ini yang ane lakuin :

-AC Split K3 Dilepas, dan minta ke pemerintah untuk di PSO
-Livery dikembalikan seperti jaman Perumka dulu, karena jaman segitu masih bagus2 (dan ane nggak segan2 minta list K1 yang dipunyai per dipo untuk ane tentuin mana yg dicat Eksis, Satwa, lalu Argo biar tertib)
-Ekonomi AC Kemenhub ane rubah namanya jadi Ekonomi Plus, Perbedaanya jumlah kursi lebih sedikit dan kursi dibuat lebih nyaman sama biar orang nggak salah paham antara Ekonomi PSO sama Ekonomi biasa
-Bisnis ane rubah kursinya jadi mirip airline yang kandangnya di Terminal 1A dan 1B CGK, Meskipun kapasitasnya tetap 64 penumpang, tapi kenyamanan diutamakan
-Eksis ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Eksis
-Satwa ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Satwa Kursi Satwa 2
-Argo, Bima, Gajayana ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Argo 1 Kursi Argo 2 Kursi Argo 3
-Bima ane naikin ke KA 1 dan KA 2 (tanpa embel2 Argo) karena Bima itu dulu KA Nomer 1nya Indonesia
-Gajayana ane naikin statusnya sebagai KA Argo posisi dibawahnya Anggrek karena perjalanan KA Gajayana harus diprioritaskan karena KA yang jaraknya terjauh di Indonesia
-Tuslah diadain kembali, dan penumpang K1 diberikan buku menu untuk memilih makanan yang dipilih untuk tuslah
-Harga HSD Disubsidi
-KA K2 dan K1 disubsidi biar harga K2 bisa diantara 80-150rb dan K1 diantara 180-300rb
-Ane iklanin per KA (misal : Bima) di TV supaya bisa mendongkrak penumpang
-TV Tengah, Karpet, Kursi beludru diadain kembali
-K1 Argo, Bima, Gajayana pakai bogie bosterless KRDI/Sama kyk diekspor ke Malaysia

Kalau menurut RF disini gimana? Ada tambahan dan usul?
perbaiki dan pelihara sarana sarana seperti rel dan yg lain nya semaksimal mungkin om!

Harus Seimbang Pelayanan+Pemeliharaan
(07-04-2013, 08:57 AM)RickyDwiS Wrote: [ -> ]
(07-04-2013, 08:50 AM)LufthansaPilot Wrote: [ -> ](Kalau salah kamar sama ane repost monggo dilangsir)

Seandainya kalau ane jadi dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) nggantiin mr. I-J ini yang ane lakuin :

-AC Split K3 Dilepas, dan minta ke pemerintah untuk di PSO
-Livery dikembalikan seperti jaman Perumka dulu, karena jaman segitu masih bagus2 (dan ane nggak segan2 minta list K1 yang dipunyai per dipo untuk ane tentuin mana yg dicat Eksis, Satwa, lalu Argo biar tertib)
-Ekonomi AC Kemenhub ane rubah namanya jadi Ekonomi Plus, Perbedaanya jumlah kursi lebih sedikit dan kursi dibuat lebih nyaman sama biar orang nggak salah paham antara Ekonomi PSO sama Ekonomi biasa
-Bisnis ane rubah kursinya jadi mirip airline yang kandangnya di Terminal 1A dan 1B CGK, Meskipun kapasitasnya tetap 64 penumpang, tapi kenyamanan diutamakan
-Eksis ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Eksis
-Satwa ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Satwa Kursi Satwa 2
-Argo, Bima, Gajayana ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Argo 1 Kursi Argo 2 Kursi Argo 3
-Bima ane naikin ke KA 1 dan KA 2 (tanpa embel2 Argo) karena Bima itu dulu KA Nomer 1nya Indonesia
-Gajayana ane naikin statusnya sebagai KA Argo posisi dibawahnya Anggrek karena perjalanan KA Gajayana harus diprioritaskan karena KA yang jaraknya terjauh di Indonesia
-Tuslah diadain kembali, dan penumpang K1 diberikan buku menu untuk memilih makanan yang dipilih untuk tuslah
-Harga HSD Disubsidi
-KA K2 dan K1 disubsidi biar harga K2 bisa diantara 80-150rb dan K1 diantara 180-300rb
-Ane iklanin per KA (misal : Bima) di TV supaya bisa mendongkrak penumpang
-TV Tengah, Karpet, Kursi beludru diadain kembali
-K1 Argo, Bima, Gajayana pakai bogie bosterless KRDI/Sama kyk diekspor ke Malaysia

Kalau menurut RF disini gimana? Ada tambahan dan usul?
perbaiki dan pelihara sarana sarana seperti rel dan yg lain nya semaksimal mungkin om!

Tepat sekali, kalau nggak sekalian ganti bantalannya rel pake slab, mahal dikit tapi perawatannya gampang.

Kalau menurut ane GAPEKAnya gini yang cocok:

KA 1 Eksekutif Ekspress Malam Bima SGU 18.15 - GMR 06.24
KA 2 Eksekutif Ekspress Malam Bima GMR 17.00 - SGU 05.15
KA 3 Eksekutif Argo Bromo Anggrek Pagi SBI 08.15 - GMR 17.58
KA 4 Eksekutif Argo Bromo Anggrek Pagi GMR 09.30 - SBI 19.13
KA 5 Eksekutif Argo Bromo Anggrek Malam SBI 20.15 - GMR 05.57
KA 6 Eksekutif Argo Bromo Anggrek Malam GMR 21.30 - SBI 07.10
KA 7 Eksekutif Argo Gajayana ML 15.00 - GMR 06.07
KA 8 Eksekutif Argo Gajayana GMR 18.20 - ML 09.19
KA 9 Eksekutif Argo Wilis SGU 07.30 - BD 18.43
KA 10 Eksekutif Argo Wilis BD 08.00 - GMR 19.28
KA 11 Eksekutif Argo Lawu SLO 08.00 - GMR 16.30
KA 12 Eksekutif Argo Lawu GMR 20.20 - SLO 04.42
KA 13 Eksekutif Argo Dwipangga SLO 20.00 - GMR 04.30
KA 14 Eksekutif Argo Dwipangga GMR 08.00 - SLO 16.29
KA 15 Eksekutif Argo Sindoro SMT 05.30 - GMR 11.34
KA 16 Eksekutif Argo Sindoro GMR 16.45 - SMT 22.59
KA 17 Eksekutif Argo Muria SMT 16.00 - GMR 22.04
KA 18 Eksekutif Argo Muria GMR 07.30 - SMT 13.42
KA 19 Eksekutif Argo Jati CN 05.45 - GMR 08.33
KA 20 Eksekutif Argo Jati GMR 09.00 - CN 11.42
KA 21 Eksekutif Argo Jati CN 14.00 - GMR 16.52
KA 22 Eksekutif Argo Jati GMR 17.25 - CN 20.12
KA 23 Eksekutif Argo Parahyangan BD 05.00 - GMR 07.54
KA 24 Eksekutif Argo Parahyangan GMR 05.45 - BD 08.44
KA 25 Eksekutif Argo Parahyangan BD 07.15 - GMR 10.20
KA 26 Eksekutif Argo Parahyangan GMR 08.20 - BD 11.17
KA 27 Eksekutif Argo Parahyangan BD 12.00 - GMR 14.54
KA 28 Eksekutif Argo Parahyangan GMR 10.50 - BD 13.56
KA 29 Eksekutif Argo Parahyangan BD 14.30 - GMR 17.27
KA 30 Eksekutif Argo Parahyangan GMR 15.35 - BD 18.33
KA 31 Eksekutif Argo Parahyangan BD 16.00 - GMR 18.57
KA 32 Eksekutif Argo Parahyangan GMR 18.05 - BD 21.00
KA 33 Eksekutif Argo Parahyangan BD 19.45 - GMR 22.51
KA 34 Eksekutif Argo Parahyangan GMR 19.40 - BD 22.44
@ LufthansaPilot, hahaha, setuju banget om, soal striping, tuslah, karpet, dll. Soalnya sekarang semua pada berantakan, padahal penampilan itu juga penting. Sekelas anggrek aja kaya 'gitu' sekarang. Mana ga dapet tuslah lagi. oh ya, enaknya pilih menu buat tuslah pas pesan tiket atau udah didalam kereta ya?
(07-04-2013, 09:48 AM)sonyazis Wrote: [ -> ]@ LufthansaPilot, hahaha, setuju banget om, soal striping, tuslah, karpet, dll. Soalnya sekarang semua pada berantakan, padahal penampilan itu juga penting. Sekelas anggrek aja kaya 'gitu' sekarang. Mana ga dapet tuslah lagi. oh ya, enaknya pilih menu buat tuslah pas pesan tiket atau udah didalam kereta ya?

Udah di dalam kereta, nanti praminya nyatet. Kayak gini nih (misal : ABA Malam GMR-SBI):

Dinner Jakarta Gambir - Surabaya Pasar Turi

A Savoury Note
-Sundried tomato-orzo salad with marinated scallops and greens
Singapore dressing infused in shallot oil with sambal, lime and honey. Balsamic and extra virgin olive oil dressing.

The main event
-Baked salmon trout with pesto crust, sauteed shimeiji mushrooms, artichoke barigoule and fingerling potatoes
A low-cholestrol dish
Exclusively created by Matthew Moran of Aria Restaurant, Sydney

-Braised Oriental (◣_◢)┌∩┐ in hoisin sauce-yam, asparagus, red capsicum and fried rice.

-Seared 6oz ribeye steak in black pepper sauce with caponata and new potatoes

-Malay style lamb shank rendang with spicy vegetables and coconut rice

The Cheese Board
-Gourmet cheese with garnishes

A Sweet Note
-A selection of fresh fruit

Ben & Jerry Ice Cream
-Choice of chocolate chip cookie dough or berry nice

A Connoisseur's Choice
-Gourmet coffee
-Selection of tea
-Pralines

nah, nanti pas milih yang The Main Event, penumpang milih salah satu yang ditulis di menu itu, nanti praminya nyatet

Depannya gini (yang punya foto pinjam ya......) (cuma contoh, bisa dikreasiin sendiri):

[spoiler][Image: 7981962964_60585cf75f_o.jpg][/spoiler]

[spoiler][Image: 4095591519_b1c4b90fa7_o.jpg][/spoiler]

[spoiler][Image: 4096352512_583f6103d8_o.jpg][/spoiler]

Jadinya gini :

[spoiler=Kalau KAnya cuma exa doang][Image: 555050_510791355651635_657381636_n.jpg][/spoiler]

[spoiler=Kalau campuran kyk gini, misalnya bisnisnya Malabar][Image: 64492_510791362318301_662628060_n.jpg][/spoiler]

Bisnis dan Eksekutif dapet Tuslah, Kalau bisnis isi buku menunya gini contohnya (misal di bisnisnya Malabar):


Lunch Malang - Bandung

Appetiser
Coleslaw salad with smoked beef

Main courses
Braised beef in Chinese wine five-spices with vegerables and steamed rice

Panfried chicken in red wine juice with seasonal vegetables and potatoes

Cheese
Cheese and crackers

Dessert
Ice cream

From the bakery
Roll and butter

Hot beverages
Coffee - Tea
Yang jelas, bakal ngelepas AC split di K3 AC, kecuali Bogo sama Gawong... Abis itu mungkin ngembaliin keberadaan tuslah, tapi usul saya sih, menunya terbatas aja kalo menurut saya...

Mohon pendapatnya!

Tersenyuum
(07-04-2013, 08:50 AM)LufthansaPilot Wrote: [ -> ](Kalau salah kamar sama ane repost monggo dilangsir)

[spoiler=Seandainya kalau ane jadi dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) nggantiin mr. I-J ini yang ane lakuin :

-AC Split K3 Dilepas, dan minta ke pemerintah untuk di PSO]
-Livery dikembalikan seperti jaman Perumka dulu, karena jaman segitu masih bagus2 (dan ane nggak segan2 minta list K1 yang dipunyai per dipo untuk ane tentuin mana yg dicat Eksis, Satwa, lalu Argo biar tertib)
-Ekonomi AC Kemenhub ane rubah namanya jadi Ekonomi Plus, Perbedaanya jumlah kursi lebih sedikit dan kursi dibuat lebih nyaman sama biar orang nggak salah paham antara Ekonomi PSO sama Ekonomi biasa
-Bisnis ane rubah kursinya jadi mirip airline yang kandangnya di Terminal 1A dan 1B CGK, Meskipun kapasitasnya tetap 64 penumpang, tapi kenyamanan diutamakan
-Eksis ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Eksis
-Satwa ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Satwa Kursi Satwa 2
-Argo, Bima, Gajayana ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Argo 1 Kursi Argo 2 Kursi Argo 3
-Bima ane naikin ke KA 1 dan KA 2 (tanpa embel2 Argo) karena Bima itu dulu KA Nomer 1nya Indonesia
-Gajayana ane naikin statusnya sebagai KA Argo posisi dibawahnya Anggrek karena perjalanan KA Gajayana harus diprioritaskan karena KA yang jaraknya terjauh di Indonesia
-Tuslah diadain kembali, dan penumpang K1 diberikan buku menu untuk memilih makanan yang dipilih untuk tuslah
-Harga HSD Disubsidi
-KA K2 dan K1 disubsidi biar harga K2 bisa diantara 80-150rb dan K1 diantara 180-300rb
-Ane iklanin per KA (misal : Bima) di TV supaya bisa mendongkrak penumpang
-TV Tengah, Karpet, Kursi beludru diadain kembali
-K1 Argo, Bima, Gajayana pakai bogie bosterless KRDI/Sama kyk diekspor ke Malaysia

Kalau menurut RF disini gimana? Ada tambahan dan usul?[/spoiler]

Operator KA yg minta harga tiket disubsidi...? Ya kalo subsidinya dibayar, lha kalo nggak gimana...? Heran
Btw, kalo perombakan fasilitas di dalam kereta kira2 butuh duit brp milyar ya...?
(07-04-2013, 10:25 PM)Logawa_ATB Wrote: [ -> ]
(07-04-2013, 08:50 AM)LufthansaPilot Wrote: [ -> ](Kalau salah kamar sama ane repost monggo dilangsir)

[spoiler=Seandainya kalau ane jadi dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) nggantiin mr. I-J ini yang ane lakuin :

-AC Split K3 Dilepas, dan minta ke pemerintah untuk di PSO]
-Livery dikembalikan seperti jaman Perumka dulu, karena jaman segitu masih bagus2 (dan ane nggak segan2 minta list K1 yang dipunyai per dipo untuk ane tentuin mana yg dicat Eksis, Satwa, lalu Argo biar tertib)
-Ekonomi AC Kemenhub ane rubah namanya jadi Ekonomi Plus, Perbedaanya jumlah kursi lebih sedikit dan kursi dibuat lebih nyaman sama biar orang nggak salah paham antara Ekonomi PSO sama Ekonomi biasa
-Bisnis ane rubah kursinya jadi mirip airline yang kandangnya di Terminal 1A dan 1B CGK, Meskipun kapasitasnya tetap 64 penumpang, tapi kenyamanan diutamakan
-Eksis ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Eksis
-Satwa ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Satwa Kursi Satwa 2
-Argo, Bima, Gajayana ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Argo 1 Kursi Argo 2 Kursi Argo 3
-Bima ane naikin ke KA 1 dan KA 2 (tanpa embel2 Argo) karena Bima itu dulu KA Nomer 1nya Indonesia
-Gajayana ane naikin statusnya sebagai KA Argo posisi dibawahnya Anggrek karena perjalanan KA Gajayana harus diprioritaskan karena KA yang jaraknya terjauh di Indonesia
-Tuslah diadain kembali, dan penumpang K1 diberikan buku menu untuk memilih makanan yang dipilih untuk tuslah
-Harga HSD Disubsidi
-KA K2 dan K1 disubsidi biar harga K2 bisa diantara 80-150rb dan K1 diantara 180-300rb
-Ane iklanin per KA (misal : Bima) di TV supaya bisa mendongkrak penumpang
-TV Tengah, Karpet, Kursi beludru diadain kembali
-K1 Argo, Bima, Gajayana pakai bogie bosterless KRDI/Sama kyk diekspor ke Malaysia

Kalau menurut RF disini gimana? Ada tambahan dan usul?[/spoiler]

Operator KA yg minta harga tiket disubsidi...? Ya kalo subsidinya dibayar, lha kalo nggak gimana...? Heran
Btw, kalo perombakan fasilitas di dalam kereta kira2 butuh duit brp milyar ya...?

Kalo saya sih mendingan harga PSO+ashee+tuslah ekonomi. Btw, jaman pak RW yang ekonomi dapet tuslah gg ya?
Nuwun sewu .... kok rasanya ketinggian ya kalo kita udah bilang "Kalo saya jadi dirut, saya akan ...." dan membuat janji-janji serta langkah bombastis. Kita yang cuma demen sepur ini kan belum tahu dengan jelas gimana kondisi internal nya Perusahaan, apa latar belakang kebijakan-kebijakan "sensasional" yang diambil Pak Dirut dengan lebih jelas, dan selama ini cuma "percaya" saja sama omongan langsung yang keluar dari orang PT. Sepur. Pada dasarnya mereka kan bukan sarjana atau ahli komunikasi, jadi ya akhirnya sering mengeluarkan statemen dan alasan yang aneh tentang kenaikan harga K3 dan seterusnya walau mungkin aslinya mereka ndak bermaksud bilang seperti itu.

Pelayanan mau dibalikin seperti dulu itu PT. Sepurnya siap ndak? Ngikik kan dulu rugi terus, sekarang sudah mulai berbenah dan untung dikit-dikit .... hehehehe. Ngurus perusahaan nggak semudah ngeliatin dan ngomentarin aja lho mas, apalagi kita juga belum tahu konflik-konflik internal dan eksternal apa saja yang sedang dihadapi PT. Sepur. Sekali lagi, nuwun sewu yaa .... Xie Xie
Pages: 1 2 3