07-04-2013, 08:50 AM
(Kalau salah kamar sama ane repost monggo dilangsir)
Seandainya kalau ane jadi dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) nggantiin mr. I-J ini yang ane lakuin :
-AC Split K3 Dilepas, dan minta ke pemerintah untuk di PSO
-Livery dikembalikan seperti jaman Perumka dulu, karena jaman segitu masih bagus2 (dan ane nggak segan2 minta list K1 yang dipunyai per dipo untuk ane tentuin mana yg dicat Eksis, Satwa, lalu Argo biar tertib)
-Ekonomi AC Kemenhub ane rubah namanya jadi Ekonomi Plus, Perbedaanya jumlah kursi lebih sedikit dan kursi dibuat lebih nyaman sama biar orang nggak salah paham antara Ekonomi PSO sama Ekonomi biasa
-Bisnis ane rubah kursinya jadi mirip airline yang kandangnya di Terminal 1A dan 1B CGK, Meskipun kapasitasnya tetap 64 penumpang, tapi kenyamanan diutamakan
-Eksis ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Eksis
-Satwa ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Satwa Kursi Satwa 2
-Argo, Bima, Gajayana ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Argo 1 Kursi Argo 2 Kursi Argo 3
-Bima ane naikin ke KA 1 dan KA 2 (tanpa embel2 Argo) karena Bima itu dulu KA Nomer 1nya Indonesia
-Gajayana ane naikin statusnya sebagai KA Argo posisi dibawahnya Anggrek karena perjalanan KA Gajayana harus diprioritaskan karena KA yang jaraknya terjauh di Indonesia
-Tuslah diadain kembali, dan penumpang K1 diberikan buku menu untuk memilih makanan yang dipilih untuk tuslah
-Harga HSD Disubsidi
-KA K2 dan K1 disubsidi biar harga K2 bisa diantara 80-150rb dan K1 diantara 180-300rb
-Ane iklanin per KA (misal : Bima) di TV supaya bisa mendongkrak penumpang
-TV Tengah, Karpet, Kursi beludru diadain kembali
-K1 Argo, Bima, Gajayana pakai bogie bosterless KRDI/Sama kyk diekspor ke Malaysia
Kalau menurut RF disini gimana? Ada tambahan dan usul?
Seandainya kalau ane jadi dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) nggantiin mr. I-J ini yang ane lakuin :
-AC Split K3 Dilepas, dan minta ke pemerintah untuk di PSO
-Livery dikembalikan seperti jaman Perumka dulu, karena jaman segitu masih bagus2 (dan ane nggak segan2 minta list K1 yang dipunyai per dipo untuk ane tentuin mana yg dicat Eksis, Satwa, lalu Argo biar tertib)
-Ekonomi AC Kemenhub ane rubah namanya jadi Ekonomi Plus, Perbedaanya jumlah kursi lebih sedikit dan kursi dibuat lebih nyaman sama biar orang nggak salah paham antara Ekonomi PSO sama Ekonomi biasa
-Bisnis ane rubah kursinya jadi mirip airline yang kandangnya di Terminal 1A dan 1B CGK, Meskipun kapasitasnya tetap 64 penumpang, tapi kenyamanan diutamakan
-Eksis ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Eksis
-Satwa ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Satwa Kursi Satwa 2
-Argo, Bima, Gajayana ane rubah kursinya jadi kyk gini : Kursi Argo 1 Kursi Argo 2 Kursi Argo 3
-Bima ane naikin ke KA 1 dan KA 2 (tanpa embel2 Argo) karena Bima itu dulu KA Nomer 1nya Indonesia
-Gajayana ane naikin statusnya sebagai KA Argo posisi dibawahnya Anggrek karena perjalanan KA Gajayana harus diprioritaskan karena KA yang jaraknya terjauh di Indonesia
-Tuslah diadain kembali, dan penumpang K1 diberikan buku menu untuk memilih makanan yang dipilih untuk tuslah
-Harga HSD Disubsidi
-KA K2 dan K1 disubsidi biar harga K2 bisa diantara 80-150rb dan K1 diantara 180-300rb
-Ane iklanin per KA (misal : Bima) di TV supaya bisa mendongkrak penumpang
-TV Tengah, Karpet, Kursi beludru diadain kembali
-K1 Argo, Bima, Gajayana pakai bogie bosterless KRDI/Sama kyk diekspor ke Malaysia
Kalau menurut RF disini gimana? Ada tambahan dan usul?
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]
[/spoiler]

kan dulu rugi terus, sekarang sudah mulai berbenah dan untung dikit-dikit .... hehehehe. Ngurus perusahaan nggak semudah ngeliatin dan ngomentarin aja lho mas, apalagi kita juga belum tahu konflik-konflik internal dan eksternal apa saja yang sedang dihadapi PT. Sepur. Sekali lagi, nuwun sewu yaa .... 