totok purwo Wrote:yang mas soni pikir sebenarnya sudah lengkap ada di UU23 -2007 .... masalahnya adalah amanat uu23 tsb ada yg blm lunas yaitu ..... paling lama satu th setelah UU ini diundangkan maka hrs dilengkapi dengan PP (Peraturan Pemerintah) yg menjelaskan secara rinci aturan pelaksanaanya .... tp dah hampir dua th blm ada PP satupun yg mengacu pada UU23-2007 tsb .... sebenernya jd nggak sih UU23 diterapkan ???
efek lain dari swastanisasi ....
kapanlagi
20081126235341_krl_ekonomi_492d7f156ab3f.jpg
Dgn adanya Swatanisasi Didunia perkeretaapian indonesia pasti ada sisi negatifnya juga, dan pasti ada yg dikorbankan...Terutama sekali pengguna Kereta kelas ekonomi,karena di kereta2 ekonomi inilah PT.KAI mengemban tugas Sosial... Tp dgn adanya kompetiter..PT.KAI juga justru membuat PT.KAI Lebih Efisien baik dari sisi SDM dan operasionalnya...Dan alangkah baik kalo PT.KAI hanya sebagai operator, artinya Rel dan Stasiun sudah bukan diurus oleh PT. Kereta Api Indonesia (Persero).Seperti di Moda angkutan Laut dan Udara saja..moda angkutan udara n laut hanya mengurus bagaimana Penumpang n barang terangkut dari satu tempat ketempat laian dg aman, nyaman...mereka tidak pernah ngurus pelabuhan rusak, tdk mengurusi bagaimana maintenace bandara atau pelabuhan...
adhie_ka33 Wrote:Dgn adanya Swatanisasi Didunia perkeretaapian indonesia pasti ada sisi negatifnya juga, dan pasti ada yg dikorbankan...Terutama sekali pengguna Kereta kelas ekonomi,karena di kereta2 ekonomi inilah PT.KAI mengemban tugas Sosial... Tp dgn adanya kompetiter..PT.KAI juga justru membuat PT.KAI Lebih Efisien baik dari sisi SDM dan operasionalnya...Dan alangkah baik kalo PT.KAI hanya sebagai operator, artinya Rel dan Stasiun sudah bukan diurus oleh PT Kereta Api (Persero).Seperti di Moda angkutan Laut dan Udara saja..moda angkutan udara n laut hanya mengurus bagaimana Penumpang n barang terangkut dari satu tempat ketempat laian dg aman, nyaman...mereka tidak pernah ngurus pelabuhan rusak, tdk mengurusi bagaimana maintenace bandara atau pelabuhan...
Tepat sekali pendapat mas adhie. Memang demikian yang juga saya pikirkan. Kalo PTKA masih tetap mengurusi prasarana maka pasti tidak akan bisa fokus ke inti bisnisnya, dan memungkinkan praktek ketidakadilan pelayanan terhadap operator KA yang lain.
Soni
baguslah, dengan adanya perusahaan KA swasta, PT KA jadi lebih berinovasi dalam pelayanan dan tidak ada lagi kamus
"mau begini gak mau ya sudah"......
semua perusahaan BUMN memang perlu di berikan saingan supaya pelayanan jadi baik. contohnya telkom,pertamina semenjak ada saingan, pelayanannya semakin diperbaiki.....

Tapi,entah kenapa,saya kok lebih suka kalau cuma ada PT.KA ajah..tapi syg, PT.KA kurang inovatif dan kurang agresif dalam perjalanan karirnya selama ini.. Tapi memang bagusnya kalau ada saingan PT.KA bisa lebih baik lagi..btw ma'f mungkin out of topic,tapi kalau boleh tau apa bekas jalur yg mati boleh dihidupkan oleh perusahaan swasta? Dan jembatan serta stasiunya digunakan oleh swasta? Dan apa yg dimaksud berita diatas berarti KA swasta beroprasi dijalur PT.KA juga?
Mustinya jalur berbagi. Bisa saja PTKA mengoperasikan layanan ekonomi sedangkan swasta mengoperasikan layanan semi ekspres atau ekspres.
Plus, mudah-mudahan untuk Jabotabek ada yang mau membangun jaringan KA Lingkar Luar (Tangerang-Depok-Bogor-Bekasi), ide bagus itu. Atau setidaknya, minimal di line Jabotabek yang ada sekarang juga bisa dimasuki swasta secara itu yang punya bukan PTKa tapi pemerintah

emang sebaiknya d kasih saingan...
byar bsa berlomba narik penumpang dgn cara memberikan yang t'baik dlm semua hal...
majulah kereta apiku...

Hmm... Tapi Jalur2 Mati Mungkin gak ya Untuk Di hidupkan Lagi Oleh Pihak Swasta??? Pihak Swasta Kan Pasti Mikir-Mikir Balik Modal nya tuh... hmm
Bingung deh...
Kalo ada KA swasta. Keretanya jadi warna warni donk??
klo jadi ada KA swasta. bakalan banyak lokomotif baru neh...
asyikk..
wow...
ada asing yang nglirik di comuter jabotabek...
mantap!