sungguh kebijakan yg makin aneh,,
ini adalah salah satu kebijakan konyol lagi yg diterapkan PT KA
penambahan armada adalah solusi terbaik,,
- Sanksi apa yg akan didapatkan pemerintah apabila ada korban kebijakan ini???
- kapan MASYARAKAT dimanja oleh PT KA dalam sarana dan prasarana???????
Jangankan pintu koboi, pintu nerakapun

akan 'dilawan' jika PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tidak dapat menyediakan armada yang cukup memadai. Dilema.

saya rasa alasan ptka ga menambah armada mungkin cz ngeliat msh banyaknya pintu perlintasan sebidang. bayangin aja ga tambah macet tu klo frekwensi perjalanan ka ditambah? apa lagi pas jam2 sibuk. kecuali klo semua pengguna kendaraan pribadi mau beralih ke ka or ga ada lg perlintasan dgn jln raya. baru mungkin bs ditambah frkwns perjalanan.
btw jarak palang ini sama atap kereta jauh ga? klo jauh msh bs diakalin dgn tiarap dong.
kita liat aja bsk pagi, banyak yg jatuh n kstrum ga tuh. hehe
Udah mulai masuk hari kerja nih...gimana kebijakan ini?? efektif ga ya?? adakah yang memantau??
Report...
Di Pondok Ranji, terpantau KRD RK-PSE masih dipenuhi atapers...
Di Gambir, terpantau hampir seluruh KRL Ekonomi yang melintas masih ada atapers...
(05-06-2011, 11:38 AM)chupink Wrote: [ -> ]saya rasa alasan ptka ga menambah armada mungkin cz ngeliat msh banyaknya pintu perlintasan sebidang. bayangin aja ga tambah macet tu klo frekwensi perjalanan ka ditambah? apa lagi pas jam2 sibuk. kecuali klo semua pengguna kendaraan pribadi mau beralih ke ka or ga ada lg perlintasan dgn jln raya. baru mungkin bs ditambah frkwns perjalanan.
btw jarak palang ini sama atap kereta jauh ga? klo jauh msh bs diakalin dgn tiarap dong.
kita liat aja bsk pagi, banyak yg jatuh n kstrum ga tuh. hehe
Kenapa? Karena masih banyak yg gak rela (mungkin pr organdanizer, ALAHHH...) kalo perlintasan KA dihapus begitu saja. Bus2, bajaj, angkot, dll mesti cari puteran arah yg beresiko menambah macet arus lalin. Contoh di Tebet, masih ada akses ke dan dari kawasan Bukit Duri. Jadi masih perlu perlintasan KA toh...
(06-06-2011, 12:15 PM)dtRAiNeR Wrote: [ -> ]Report...
Di Pondok Ranji, terpantau KRD RK-PSE masih dipenuhi atapers...
Di Gambir, terpantau hampir seluruh KRL Ekonomi yang melintas masih ada atapers...
Ralat mas...

bukan KRD, tapi KD3. Karena formasinya bukan DMU / diesel multiple unit, tapi ditarik lokomotif.
Berbicara soal KA Ekonomi Rangkas yg ke-dari Ps. Senen padahal jumlahnya sudah 12 K3 per rangkaian lho... Emang saatnya butuh KRL 8 unit per rangkaian kali yah... Tp nunggu th. 2017 sih yah utk ngejangkau elektrifikasi sampai Rangkas Bitung.
(05-06-2011, 03:39 AM)kemal reza Wrote: [ -> ]sungguh kebijakan yg makin aneh,,
ini adalah salah satu kebijakan konyol lagi yg diterapkan PT KA
penambahan armada adalah solusi terbaik,,
- Sanksi apa yg akan didapatkan pemerintah apabila ada korban kebijakan ini???
- kapan MASYARAKAT dimanja oleh PT KA dalam sarana dan prasarana???????
ini adalah pendapat yang lebih baik... tidak hanya melihat dari satu sisi... memang saya sendiri juga heran dengan apa yang dilakukan KCJ... emang mereka sedang berupaya untuk mendisiplinkan perilaku penumpang KRL.... namun
KCJ hanya mencoba mengatasi masalah secara insidental, tanpa pernah mau untuk menggali akar persoalan yang sebenarnya... maka akibatnya, ya akan selalu timbul persoalan baru....
akar persoalan sebenarnya kan ketidak seimbangan jumlah pengguna KRL ekonomi panas dengan ketersediaan KRL pada saat rusah hour... ya seperti kita ketahui... dari KRL pertama subuh2 sampai jam 8 pagi... KRL ekonomi panas cuman ada berapa biji seh???? trus sering kali pula dibatalkan, atau rangkaiannya di diskon (cuman 4 gerbong)... apakah seimbang dengan permintaan berdasarkan jumlah penglaju KRL ekonomi panas..... di sini kan terlihat juga bahwa operator tidak mendisiplinkan dirinya sendiri dengan menjalankan krl seenaknya.... namun selalu menuntut pengguna untuk disiplin
(06-06-2011, 08:48 PM)Dana Komuter Wrote: [ -> ] (05-06-2011, 11:38 AM)chupink Wrote: [ -> ]saya rasa alasan ptka ga menambah armada mungkin cz ngeliat msh banyaknya pintu perlintasan sebidang. bayangin aja ga tambah macet tu klo frekwensi perjalanan ka ditambah? apa lagi pas jam2 sibuk. kecuali klo semua pengguna kendaraan pribadi mau beralih ke ka or ga ada lg perlintasan dgn jln raya. baru mungkin bs ditambah frkwns perjalanan.
btw jarak palang ini sama atap kereta jauh ga? klo jauh msh bs diakalin dgn tiarap dong.
kita liat aja bsk pagi, banyak yg jatuh n kstrum ga tuh. hehe
Kenapa? Karena masih banyak yg gak rela (mungkin pr organdanizer, ALAHHH...) kalo perlintasan KA dihapus begitu saja. Bus2, bajaj, angkot, dll mesti cari puteran arah yg beresiko menambah macet arus lalin. Contoh di Tebet, masih ada akses ke dan dari kawasan Bukit Duri. Jadi masih perlu perlintasan KA toh...
(06-06-2011, 12:15 PM)dtRAiNeR Wrote: [ -> ]Report...
Di Pondok Ranji, terpantau KRD RK-PSE masih dipenuhi atapers...
Di Gambir, terpantau hampir seluruh KRL Ekonomi yang melintas masih ada atapers...
Ralat mas...
bukan KRD, tapi KD3. Karena formasinya bukan DMU / diesel multiple unit, tapi ditarik lokomotif.
Berbicara soal KA Ekonomi Rangkas yg ke-dari Ps. Senen padahal jumlahnya sudah 12 K3 per rangkaian lho... Emang saatnya butuh KRL 8 unit per rangkaian kali yah... Tp nunggu th. 2017 sih yah utk ngejangkau elektrifikasi sampai Rangkas Bitung.
Oh, ternyata KD3... Makasih untuk koreksinya Mas!
BTW, maaf kalo OOT dikit. Tapi lemaren itu yg KD3 RK-PSE, udah banyak gerbong, masih ada atapers, dan aling-aling pun dijebol...
Nampaknya untuk KD3 yg full begini, mau tidak mau aling-aling dihapus, biar yg di atap turun ke dalam gerbong, kalo ga mau ada atapers...
Itu pendapat dari saya...
emang harusnya g perlu ko aling aling itu....
g efektif dan g efisien...

lihat berita di tv yang naek diatap bukannya pada turun malah buat maenan tu palang, pada ditepak-tepakin pake tangan
jadinya ada rencana buat ditambah pake bahan yang lebih keras
