Beberapa waktu yang lalu ada kawan saya yang dekat dengan internal PT KA yang mengatakan bahwa pernah ada wacana untuk menghapus dipo lokomotif.
Jadi nantinya semua depo induk di pulau Jawa statusnya turun menjadi sub-depo. Kecuali Yogyakarta dan Purwokerto yang masih berstatus depo Induk, walaupun tak punya lokomotif yang atas nama depo induk tersebut.
Dengan sistem ini maka alokasi lokomotif jadi lebih praktis, karena tidak terpaku dengan sistem depo induk yang selama ini ada. Jadi lokomotif bisa dialokasikan sesuai dengan kebutuhan, dan ini bisa diatur dengan GPS lewat sistem Locotrack.
Beberapa negara tetangga memang sudah meninggalkan sistem depo induk. Malaysia sekarang sudah tidak menggunakan sistem depo induk. Jadi alokasi lokomotif diatur langsung oleh pusat.
Australia juga tidak menggunakan sistem depo lokomotif. Apalagi banyak perusahaan kecil yang tidak punya cukup dana untuk memiliki depo sendiri, atau malah tidak punya masinis sendiri!
Bagaimana pendapat kawan-kawan kalau ini diberlakukan di Indonesia?
kayaknya bagus juga tuh buat efisiensi dan pengefektifan,
tapi knapa dipo induk PWT termasuk dua dipo yg disisakan?
btw dipo loko terbesarkan SDT, trus nasib SDT nantinya gimana ya klo ini diimplementasikan?kan lahannya SDT luas banget tuh, mngkin terlalu luas klo seandainya SDT jadi subdipo

..sori oot dikiit...
mungkin saat diterapkan sistem itu dipo2 lain terutama SDT akan berfungsi selain jadi sub depo dan tempat perawatan dan perbaikan lokomotif CMIIW
Yang saya dengar, sistem Depo Lokomotif itu adalah warisan jaman lokomotif uap.
Saya ingat, di Amerika itu fungsi depo lokomotif itu tidak ubahnya kaya pit-stop balapan. Jadi habis dinasan, lokomotif diperiksa keadaannya, kalau sudah beres langsung dibawa ke spoor pencucian (pakai alat pencuci yang otomatis), terus pengisian bahan bakar dan pasir, baru melanjutkan lagi dinasannya.
(22-12-2011, 07:08 PM)mas_bagus_ajah Wrote: [ -> ]Beberapa waktu yang lalu ada kawan saya yang dekat dengan internal PT KA yang mengatakan bahwa pernah ada wacana untuk menghapus dipo lokomotif.
Jadi nantinya semua depo induk di pulau Jawa statusnya turun menjadi sub-depo. Kecuali Yogyakarta dan Purwokerto yang masih berstatus depo Induk, walaupun tak punya lokomotif yang atas nama depo induk tersebut.
Dengan sistem ini maka alokasi lokomotif jadi lebih praktis, karena tidak terpaku dengan sistem depo induk yang selama ini ada. Jadi lokomotif bisa dialokasikan sesuai dengan kebutuhan, dan ini bisa diatur dengan GPS lewat sistem Locotrack.
Beberapa negara tetangga memang sudah meninggalkan sistem depo induk. Malaysia sekarang sudah tidak menggunakan sistem depo induk. Jadi alokasi lokomotif diatur langsung oleh pusat.
Australia juga tidak menggunakan sistem depo lokomotif. Apalagi banyak perusahaan kecil yang tidak punya cukup dana untuk memiliki depo sendiri, atau malah tidak punya masinis sendiri!
Bagaimana pendapat kawan-kawan kalau ini diberlakukan di Indonesia?
Kasihan DIPO INDUK JR kalau diganti jadi subdepo karena armada lokonya masih sedikit
(23-12-2011, 06:45 AM)CC 201 91 Wrote: [ -> ] (22-12-2011, 07:08 PM)mas_bagus_ajah Wrote: [ -> ]Beberapa waktu yang lalu ada kawan saya yang dekat dengan internal PT KA yang mengatakan bahwa pernah ada wacana untuk menghapus dipo lokomotif.
Jadi nantinya semua depo induk di pulau Jawa statusnya turun menjadi sub-depo. Kecuali Yogyakarta dan Purwokerto yang masih berstatus depo Induk, walaupun tak punya lokomotif yang atas nama depo induk tersebut.
Dengan sistem ini maka alokasi lokomotif jadi lebih praktis, karena tidak terpaku dengan sistem depo induk yang selama ini ada. Jadi lokomotif bisa dialokasikan sesuai dengan kebutuhan, dan ini bisa diatur dengan GPS lewat sistem Locotrack.
Beberapa negara tetangga memang sudah meninggalkan sistem depo induk. Malaysia sekarang sudah tidak menggunakan sistem depo induk. Jadi alokasi lokomotif diatur langsung oleh pusat.
Australia juga tidak menggunakan sistem depo lokomotif. Apalagi banyak perusahaan kecil yang tidak punya cukup dana untuk memiliki depo sendiri, atau malah tidak punya masinis sendiri!
Bagaimana pendapat kawan-kawan kalau ini diberlakukan di Indonesia?
Kasihan DIPO INDUK JR kalau diganti jadi subdepo karena armada lokonya masih sedikit
justru dengan sistem seperti ini malah bisa mengurangi kesenjangan antar daop dalam hal ketersediaan loko, karena disribusi loko sesuai dngan kebutuhan...
jadi selama ini kan ada daop yg "kelebihan" loko atau sebaliknya, kekurangan loko (seperti daop IX), nah, dngan sistem ini dimana loko tidak terpaku oleh dipo2 induk tertentu, alokasi loko bisa lebih proposional kepada daop2 atau wilayah2 yg memerlukan loko,
mungkin lebih baiknya lok ny di perbanyak sesuai kebutuhan,... alias beli lagi..
Emang apa beda Dipo Induk dengan Sub-Depo?
Kalau dalam sistem sekarang, depo induk punya lokomotif yang dialokasikan untuk berpangkalan di depo itu. Sementara sub-depo punya wewenang dibawah depo induk, dan fasilitas serta ukuran tak sebesar depo induk CMIIW.
wah ini merupakan suatu usul yg bagus, yg bener2 bisa mengurangi kesenjangan per DIPO yg mengalami kekurangan alokasi untuk LOKOMOTIF, mudah2 bisa cepat terealisasikan wacana ini
