Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Mulai tanggal 01 Desember 2011 Kereta Api tidak berhenti di JNG, BKS, KRW dan CKP
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17
(21-11-2011, 10:47 PM)Warteg Wrote: [ -> ][spoiler]
Lha kok ada kebijakan begini segala ya.......HeranHeran
Naik KA kok sekarang jadi makin sulit yah
Misal penumpang dari TG mau turun di CKP atau JNG berati musti kudu ke JAKK dulu
Naik Kertajaya dari TG ke BKS mesti turun di TPK juga
haduh buang-buang ongkos tuh penumpang, kalau begini ceritanya peluang ban karet makin jaya karena mereka kan bisa menurunkan penumpang dimana saja (asal bukan jalan tol) sesuka penumpang sesuai tujuan
penumpang akan lebih memilih ban karet [/spoiler]

Sepertinya PT. Kereta Api Indonesia (Persero) lebih memilih Kualitas dari pada Kuantitas peumpang

BingungHeranPatah HatiSedih
(21-11-2011, 01:20 PM)see_204XX Wrote: [ -> ]Take It or Leave It ajah, Om... Simple kan ... ?

Gunakan moda transportasi yang ada sesuai dengan keperluan dan kemampuan Anda. Bye Bye
(21-11-2011, 11:43 PM)pardjono Wrote: [ -> ]
(21-11-2011, 01:20 PM)see_204XX Wrote: [ -> ]Take It or Leave It ajah, Om... Simple kan ... ?

Gunakan moda transportasi yang ada sesuai dengan keperluan dan kemampuan Anda. Bye Bye

Sekarang PT.KAI bentuknya kayak jaman PJKA atau Perumka dulu dimana tak mencari laba banyak. Buktinya sekarang sudah gak butuh penumpang (baca pemasukan), Gembira
sebenarnya tujuan kebijakan ini baik, untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Yg jadi permasalahannya adalah apakah fasilitas pendukungnya dah siap?

Kebijakan ini tentunya akan mendukung sistem boarding. Stasiun yg ditunjuk sbg tempat pemberhentian KA jarak jauh apakah dari segi fasilitasnya sudah mencukupi. Penumpang KA Jarak jauh msh campur dgn penumpang lokal. Kalau mau pake sistem boarding, apa ruang tunggu penumpangnya sdh memadai.

Bagi penumpang KA yg berangkat siang dan malam saya kira tidak masalah harus ke stasiun pemberangkatan. Yg harus berjuang ekstra adalah penumpang KA pagi disaat orang-orang mau berangkat kerja. Tau sendirilah JKT kalo pagi, macet dimana-mana, lebih parah lg kalo abis ujan. Waktu msh di JKT, lbh suka naik KA dari BKS drpd JNG karena titik rawan kemacetan ke BKS lbh sedikit drpd ke JNG. Naik KRLpun sama aja. KRL buat ngangkut penumpang lokal aja terkadang ga muat, apalagi ditambah penumpang KA Jarak jauh yg biasa bawa barang banyak.

ya, semoga kebijakan ini akan semakin meningkatkan kenyamanan penumpang KA,
hanya bisa mendukung...
[Image: overstappen.png]
(21-11-2011, 11:52 PM)Warteg Wrote: [ -> ]Sekarang PT.KAI bentuknya kayak jaman PJKA atau Perumka dulu dimana tak mencari laba banyak. Buktinya sekarang sudah gak butuh penumpang (baca pemasukan), Gembira

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tetap cari untung dan juga butuh penumpang.
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memberlakukan kebijakan ini untuk meningkatkan kenyamanan. Pengguna KA komersil jadi lbh nyaman shg ngga merasa rugi bayar mahal. Utk K3 jd lbh nyaman, ujung-ujungnya kalo tarif K3 dinaikin jadi ngga banyak protes. Jadi nambah pemasukan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) toh yoo.,
Xie Xie
[Image: overstappen.png]
(21-11-2011, 01:03 PM)sultan rakyat Wrote: [ -> ]makin sinting aja kebijakane..
intinya customer KA mulai lebaran kemarin sebagian dipaksa jadi bismania (aturan non seat + kudu booking) , & mulai 1 desember pun makin dipaksa untuk pindah dari spoorwagon Sad
naek kereta jadi tidak praktis,tidak murah n tidak enjoy

oot : perkiraan ane KA serayu bakal diliquidasi setelah kebijakan ini diterapkan...hehehehe... cos penumpange mayoritas dari cikampek, krawang,bekasi. di jatinegara aja sepi, palgi dari senen (copet & pengamen yg banyakan turun senen) wkakakakaka
praktis ato tdk, murah ato tdk tergantung cara pandang orang.

sejak kapan naik KA enjoy kalo penuh. Bukankah naik KA enjoy kalo lega, bisa duduk nyaman, bisa jalan ke toilet tanpa harus bersusah melangkahi kepala orang.
Kebijakan pembatasan tiket sdh cukup membuat penumpang nyaman di atas KA, skrg dilengkapi juga dung dgn nyaman di stasiunnya.

oot: KA Serayu kan ber-PSO. jadi kalo mau nutup nie KA hrs ijin ke pemerintah. Bisa aja nie KA sepi dari JKT, tp di BD dia kan ambil penumpang juga jd ngga sepi-sepi amat.
Kalo KA gak berhenti di BKS, KW, & CKP gara2 banyaknya Kambingers yg bisa masuk ke KA AKAP, gimana kalo dibuat solusi begini:
1. Kalo yg Kambingers itu mereka yg bener2 tidak mampu secara ekonomi, kenapa gak digratiskan aja naik KA? Tinggal nunjukin SKM (Surat Keterangan Miskin) yg disetujui RT/RW/desa/kelurahan setempat ke pihak stasiun terdekat, nantinya KS tsb bakal ngasih "lampu ijo" buat masyarakat tidak mampu tsb agar bisa naik KA. Dg begitu, gak ada lagi masalah banyaknya Kambingers.
2. Kalo yg Kambingers itu mereka yg memang bandel alias pengennya gratis, ya seharusnya ketika KA berhenti, KP harus turun semua buat ngecek tiket satu2, ntar kalo mereka gak bertiket sama sekali/punya tiket yg gak sesuai dg KA yg akan dinaiki, tinggal bilang "gak boleh", sekalian diusir. Dg begitu, gak ada lagi toh ceritanya Kambingers KA AKAP.
Itu saja sih usul dari saya, moga2 usul ini bisa diterima & dipertimbangkan lagi oleh manajemen PT KA.Bye Bye
(21-11-2011, 04:09 PM)Kutukupret Wrote: [ -> ]
(21-11-2011, 04:02 PM)fajarwe Wrote: [ -> ]Aturan ini dibuat karena banyak kambing yg nunut dari Stasiun Stasiun tersebut, mengganggu penumpang asli yang bayar, bahkan penumpang asli yg lagi tidur suka di bangunin kalu ad kambing yg naik dari Karawang or Cikampek..

yg pada ngambing di KA kelas apa tuh om? K2 pa K3 ?
dibangunin ama kambingers?apa ama petugas? maksudnya apa ngebangunin pnp bertiket? Bethe

heran masih ada aja kambingers,kesel jg sih Bethe

semua KA yg pintunya terbuka ketika brhenti tanpa ada Prama or petugas yg jaga di pintu ya di masukin Kambing, biasanya di Sta bekasi mereka juga punya tiket KRL, tp krena KRL tdk kunjung tiba/berangkat, begitu ada KA luar kota yg masuk, ya mereka nunut dengan alasan efisien waktu, saya berandai andai, sebenarnya bisa saja PT KA membuat solusi memisahkan Area kereta Lokal dengan kereta Jarak JAuh di setasiun2 tersebut, yg di pagar tembok dengan pintu yg di awasi petugas, atau kalau emang sulit ya mau ga mau bikin Stasiun Layang (Tingkat 2) di Stasiun2 tersebut, jadi ketika KA jarak JAuh yang datang or mau keluar Jakarta dinaikan ke Jalur tesebut, lebih ter isolasi, lebih cantik, lebih mnghemat waktu buat penumpang Bekasi Karawang Cikampek..
(22-11-2011, 03:09 AM)Smidi_cahbagus Wrote: [ -> ]sebenarnya tujuan kebijakan ini baik, untuk meningkatkan kenyamanan penumpang. Yg jadi permasalahannya adalah apakah fasilitas pendukungnya dah siap?

Kebijakan ini tentunya akan mendukung sistem boarding. Stasiun yg ditunjuk sbg tempat pemberhentian KA jarak jauh apakah dari segi fasilitasnya sudah mencukupi. Penumpang KA Jarak jauh msh campur dgn penumpang lokal. Kalau mau pake sistem boarding, apa ruang tunggu penumpangnya sdh memadai.

Bagi penumpang KA yg berangkat siang dan malam saya kira tidak masalah harus ke stasiun pemberangkatan. Yg harus berjuang ekstra adalah penumpang KA pagi disaat orang-orang mau berangkat kerja. Tau sendirilah JKT kalo pagi, macet dimana-mana, lebih parah lg kalo abis ujan. Waktu msh di JKT, lbh suka naik KA dari BKS drpd JNG karena titik rawan kemacetan ke BKS lbh sedikit drpd ke JNG. Naik KRLpun sama aja. KRL buat ngangkut penumpang lokal aja terkadang ga muat, apalagi ditambah penumpang KA Jarak jauh yg biasa bawa barang banyak.

ya, semoga kebijakan ini akan semakin meningkatkan kenyamanan penumpang KA,
hanya bisa mendukung...
[Image: overstappen.png]
(21-11-2011, 11:52 PM)Warteg Wrote: [ -> ]Sekarang PT.KAI bentuknya kayak jaman PJKA atau Perumka dulu dimana tak mencari laba banyak. Buktinya sekarang sudah gak butuh penumpang (baca pemasukan), Gembira

PT. Kereta Api Indonesia (Persero) tetap cari untung dan juga butuh penumpang.
PT. Kereta Api Indonesia (Persero) memberlakukan kebijakan ini untuk meningkatkan kenyamanan. Pengguna KA komersil jadi lbh nyaman shg ngga merasa rugi bayar mahal. Utk K3 jd lbh nyaman, ujung-ujungnya kalo tarif K3 dinaikin jadi ngga banyak protes. Jadi nambah pemasukan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) toh yoo.,
Xie Xie

ya emank sbuah keputusan yg gw slalu bilang terlalu cpet mendahului kemampuannya, memank kembali lagi masalah klasiknya kan bgitu, armada KRL blom ditambah scara signifikan, penumpang jarak jauh ga dikasi kemudahan buat akses komuter ke sta pemberangkatan awal, tau2 penumpang jarak jauh uda di isolasi duluan

kalo yg kedua itu gw ga setuju juga si, coba tilik visi misi nya dirut PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yg masi menjabat skarang ini, dari situ terjawab bner2 tindakan extreme dari pra lebaran sampe skarang ini & apa maksud dari perkataan gw soal "mreka sudah menyerah terhadap angkutan penumpang" karna visi & misi dirut sendiri lebi condong ke KA barang untuk mengeruk keuntungan & menutupi kerugian slama ini. Kalo dibilang dia mengutamakan quality dari penumpang bukannya lagi quantity emank bner, tapi kembali lagi ada 2 hal yg slalu tersorot sama masyarakat disini:

1. apa budayanya uda cocok? karna penumpang sampe kmaren masi mengunggulkan KA karna mreka bisa turun di stasiun terdekat sama rumah ato tempat kerja mereka & itu sampe skarang masi dijadikan kebutuhan mendasar dari KA

2. apa alternative laen uda layak dijadikan solusi pemecah jangka panjang yg SO dari desember nanti? karna di negara2 laen itu membuat suatu kebijakan artinya solusi tepat jangka pendek & panjang dari kebijakan tersebut uda dipastikan berfungsi dengan baik saat kebijakan itu mulai dijalankan. qta liat dhe ya dari hal mengena dibawah post ini sbagai solusi yg seharusnya diambil[Image: overstappen.png]
(22-11-2011, 05:44 AM)stasiunkastephanie Wrote: [ -> ]Kalo KA gak berhenti di BKS, KW, & CKP gara2 banyaknya Kambingers yg bisa masuk ke KA AKAP, gimana kalo dibuat solusi begini:
1. Kalo yg Kambingers itu mereka yg bener2 tidak mampu secara ekonomi, kenapa gak digratiskan aja naik KA? Tinggal nunjukin SKM (Surat Keterangan Miskin) yg disetujui RT/RW/desa/kelurahan setempat ke pihak stasiun terdekat, nantinya KS tsb bakal ngasih "lampu ijo" buat masyarakat tidak mampu tsb agar bisa naik KA. Dg begitu, gak ada lagi masalah banyaknya Kambingers.
2. Kalo yg Kambingers itu mereka yg memang bandel alias pengennya gratis, ya seharusnya ketika KA berhenti, KP harus turun semua buat ngecek tiket satu2, ntar kalo mereka gak bertiket sama sekali/punya tiket yg gak sesuai dg KA yg akan dinaiki, tinggal bilang "gak boleh", sekalian diusir. Dg begitu, gak ada lagi toh ceritanya Kambingers KA AKAP.
Itu saja sih usul dari saya, moga2 usul ini bisa diterima & dipertimbangkan lagi oleh manajemen PT KA.Bye Bye

Kalo menurut gw, cara pertama OK & tepat pada sasaran, tapi kalo cara kedua gw rasa masi terlalu mustahil buat dilaksanain dengan SDM dilapangan dari PT. Kereta Api Indonesia (Persero) sendiri yg masi tarik ulur ketegasannya, diusirpun yg namanya kambing kayak skarang ini pada loncat masuk smua pas s40 bunyi sbagai waktu paling rentan dari keamanan suatu KA. pintu dikonci2in pun pada realita nya ampir ga bisa juga karna ada aja asongan yg membuat penumpang bertransaksi & perlu buka pintu bordes, yg K1 aja ga slalu nutup pintunya lagi, apalagi yg mentalnya K3[Image: overstappen.png]
(22-11-2011, 06:31 AM)fajarwe Wrote: [ -> ]
(21-11-2011, 04:09 PM)Kutukupret Wrote: [ -> ]
(21-11-2011, 04:02 PM)fajarwe Wrote: [ -> ]Aturan ini dibuat karena banyak kambing yg nunut dari Stasiun Stasiun tersebut, mengganggu penumpang asli yang bayar, bahkan penumpang asli yg lagi tidur suka di bangunin kalu ad kambing yg naik dari Karawang or Cikampek..

yg pada ngambing di KA kelas apa tuh om? K2 pa K3 ?
dibangunin ama kambingers?apa ama petugas? maksudnya apa ngebangunin pnp bertiket? Bethe

heran masih ada aja kambingers,kesel jg sih Bethe

semua KA yg pintunya terbuka ketika brhenti tanpa ada Prama or petugas yg jaga di pintu ya di masukin Kambing, biasanya di Sta bekasi mereka juga punya tiket KRL, tp krena KRL tdk kunjung tiba/berangkat, begitu ada KA luar kota yg masuk, ya mereka nunut dengan alasan efisien waktu, saya berandai andai, sebenarnya bisa saja PT KA membuat solusi memisahkan Area kereta Lokal dengan kereta Jarak JAuh di setasiun2 tersebut, yg di pagar tembok dengan pintu yg di awasi petugas, atau kalau emang sulit ya mau ga mau bikin Stasiun Layang (Tingkat 2) di Stasiun2 tersebut, jadi ketika KA jarak JAuh yang datang or mau keluar Jakarta dinaikan ke Jalur tesebut, lebih ter isolasi, lebih cantik, lebih mnghemat waktu buat penumpang Bekasi Karawang Cikampek..

nah, contoh sperti ini yg bnernya gw maksud dari awal itu
mereka mau bikin solusi tapi stengah2, bilang bikin proyek DDT tapi proyek blom slesai (ato ga slesai2?) uda dibikin kebijakan sterilisasinya, ya jlas ga mungkin donk kan, tujuan dari pembuatan DDT itu kan sbagai spoor pemisah antara komuter sama KA antar DAOP awalnya, kalo toh DDT blom jadi tapi maksa mau bikin sterilisasi penumpang bukan justru mensedikitkan pemberhentian, tapi tindaklah dengan contoh ini, belah aja itu stasiun jadi /koridor dengan penjagaan yg cukup, dengan bgitu kan penumpang juga pasti akan langsung jlas, paham & nerima
Ok baru tadi siang nyari jawaban melalui PAP stasiun JNG dan melihat GAPEKA Baru yang akan di tempel pada tanggal 01 Desember, ada beberapa kereta yang tidak berhenti di stasiun jatinegara, cuma nomernya belum nyatet, satu yang saya inget yaitu KA 134 mungkin itu kutojaya ekonomi di gapeka baru saat di stasiun Jatinegara di tarik lurus, karena di gapeka ga di tulis nama KA nya dan masi dalam penyusunan, dan Purwojaya masi tetep nomernya 80 rencana ttp akan berhenti di bekasi. Info lebih lanjut akan saya kabarkan berkelanjutan untuk rekan2 semua, mohon sabar
(22-11-2011, 11:43 PM)evolution_inside Wrote: [ -> ]Ok baru tadi siang nyari jawaban melalui PAP stasiun JNG dan melihat GAPEKA Baru yang akan di tempel pada tanggal 01 Desember, ada beberapa kereta yang tidak berhenti di stasiun jatinegara, cuma nomernya belum nyatet, satu yang saya inget yaitu KA 134 mungkin itu kutojaya ekonomi di gapeka baru saat di stasiun Jatinegara di tarik lurus, karena di gapeka ga di tulis nama KA nya dan masi dalam penyusunan, dan Purwojaya masi tetep nomernya 80 rencana ttp akan berhenti di bekasi. Info lebih lanjut akan saya kabarkan berkelanjutan untuk rekan2 semua, mohon sabar

yg gw dapet dari FB ada yg nulis di JNG trerpampangnya sperti ini:
Quote:per 1 desember 2011 ka yang ga berenti di jatinegara: argo jati, cireks, bangunkarta, gumarang, senja solo, dan senja semarang
Kalo Cireks yg sore oke lah gak berhenti di JNG krn banyakan penumpangnya yg pulang kerja atau dinas di jakarta sehingga banyak yg naik dari GMR, udah gitu penumpang dari BKS dan JNG kalau mau ke gambir sore2 kan gak terlalu penuh naik commuter line nya. Tapi kalo yg pagi sebaiknya ya tetap berhenti di JNG krn orang jakarta timur atau bekasi kalau mau ke gambir kan susah krn harus bermacet2 bersama orang yg berangkat kerja
Pages: 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17