Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Curhat (Bingung mau buat judulnya apa)
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2
Kemarin sore diantara tugas yg padat. Menempuh perjalanan dari menteng menuju sekitaran Gatot Subroto.

Selepas HI, di Jl. Jend. Sudirman sangat macet parah karena di depan SCBD ada pekerjaan gorong - gorong. Akhirnya memutuskan lewat jl. Casablanca. Tapi disini juga macet karena ada pembangunan Jalan layang non tol

Walhasil, pekerjaan saya jadi terlambat dan terbuang waktu di jalan.

Sambil ngedumel dalam hati : "Kalau buat infrasturktur jalan raya kenapa cepat direalisasikan ? Tapi kenapa kalau buat infrastruktur jalan KA susahnya setengah mati ? Monorail yg sudah dalam pembuatan tiang pancang pun akhirnya berhenti ditengah jalan"

Bukan nya pesimis, tp Pemerintah memang tidak pernah serius menangani transpotasi massal. Terlebih lagi dengan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) yang harus membeli bahan bakar solar dengan solar dengan harga tanpa subsidi yakni Rp9.000 per liter, sedangkan sedangkan moda transportasi lainnya membeli solar dengan harga disubsidi yakni Rp4.500 per liter.
Tender 6 jalan tol DalKot lagi diwacanakan.

padahal KA Bandara sama DDT aja mandek
Quote:Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta, Ery Basworo, jalan layang Casablanca, akan mulai dibangun dari Jalan KH Mas Mansyur hingga ke Pemakaman Menteng Pulo. Jalan layang ini akan membentang sepanjang tiga kilometer.

Kawasan Casablanca memiliki aktivitas lalulintas yang sangat tinggi, maka selama pembangunan dipastikan macet parah. Sistem buka tutup jalan hanya satu-satunya cara. "Tidak akan mungkin diberlakukan sistem pengalihan jalan," ujar Ery.

Masyarakat diimbau mencari jalan alternatif bila tak ingin terjebak macet. "Risikonya memang seperti itu kalau ada pembangunan. Tidak ada pengalihan jalan, semua jalan sudah penuh juga," ujarnya

Dua jalan layang ini dinilai penting dibangun karena diyakini akan menurunkan traffic time dan mengurangi kemacetan.

Pembangunan akan menggunakan dana multiyears dari APBD 2010-2012, yang jumlahnya sekitar Rp2 triliun. "Sudah mulai lelang. Kalau sudah disetujui Gubernur akhir tahun ini pembangunan sudah bisa dimulai," katanya. (sj)
• VIVAnews
Hujan Turun : Nah, ini tidak pintarnya pemerintah kita ... Sudah tahu kalau bangun akses jalan pasti bikin macet, karena sebagian atau keseluruhan bada jalan akan tertutup proyek, tapi kalau bangun rel KA, ndak bakalan macet, karena tidak berhubungan langsung dengan aspal jalan raya ...

Maaf kalau ada yang kurang berkenan ... Hanya urun ide saja ...
sudah jelas kalo pemerintahan yg sekarang tidak berpihak pada transportasi kereta api Sakit
Kalau memang ingin pemerintah serius membuat transportasi massal, sebaiknya pusat pemerintahan dipindah ke Yogyakarta atau Surabaya dimana di kedua tempat ini pemerintahnya punya komitmen sangat kuat untuk membuat transportasi massal yang baik.
Jangan kaya Jakarta yang pemkot (tidak pantas disebut pemprov) lebih memikirkan ego pribadi mereka.
mungkin kalo presidennya bapak Habibi sekarang bukan tdk mungkin ada KA supercepat
[hide]Sepertinya masih lama untuk rapid transportation di Jakarta[/hide]
Kenapa ya, Mall,Hotel dll. di BD selalu Diperhatikan, sedangkan jalur-jalur mati di DAOP 2 Semakin Hari Semakin Tidak Diperhatikan Sama Sekali Sad
Pages: 1 2