lho pak, memangnya udara di ketel lok angin apakah panas atau dingin? lagipula, kisi2 di piston itu bukannya kebalikannya, menangkap panas dari lingkungan supaya piston tidak dingin. soalnya kalo udara berekspansi lewat katup cekik dan tekananya menurun, suhu disekitar katup akan mendingin kalo beda tekanannya tinggi malah bisa timbul es.
soalnya sesuai literatur yang saya baca, lok angin ini punya pemanas angin sebelum masuk piston. ada yang bahan bakarnya batubara, atau memanfaatkan suhu lingkungan seperti lok diatas.
cmiiw...
wah ini urusan Thermodynamika mata kuliah yang suangat saya gemarin, alias gak sukak babar blas karena susah. Tapi coba kita lihat secara sederhana.
Ketel diisi dari kompressor. Tentunya udara tekanan tinggi ini panas sekali karena tekanan dinaikkan dari 1 bar ke 70 bar. Kalau ditunggu suhu akan turun tapi akan ada juga kerugian tekanan jadi menurut logika begitu diisi, tekanan langsung dipakai. Jadi ketel berisi udara panas.
Sekarang dilihat beban loko full load jadi katup cekik terbukak 100%. Tekanan masuk mesin dan menekan piston. Tekanan kurang lebih konstant karena volume cuman naik sedikit jadi suhu juga kurang lebih konstant dan cylinder mesin diisi udara panas dari ketel. Sesampai piston membuka exhaust tekanan dan suhu kurang lebih konstant(sebetulnya turun sedikit). Begitu exhaust terbuka, udara panas keluar dan expansie terjadi diluar bukan didalam mesin.
Jadi mesin akan mempunyai suhu sama dengan suhu udara panas. Disamping itu ditambah dengan panas alhasil gesekan antara piston dan cylinder. Untuk mencegah minyak pelumas kehilangan sifat pelumasnya, maka cylinder harus didinginkan.
Ini tanggapan saya dengan catatan, saya tidak ada pengalaman dengan mesin jenis ini dan thermodynamika bukan keahlian saya.
ini setelah saya baca2 berbagai literatur,
memang benar ketika proses kompresi berlangsung suhu akan sangat panas. tapi lama2 akan cepat turun dan akhirnya sama dengan suhu lingkungan. sepertinya tekanan ketel diukur saat suhunya sudah dingin.
dan untuk melakukan kerja mekanis menggerakkan loko, ternyata tekanan diturunkan secara bertahap. dari ketel utama yang 1000psi, diturunkan sekitar 250 psi seukuran tekanan boiler lok wap biasa. baru setelah itu masuk piston.
tapi sebelum masuk ke piston, angin ini masuk reheater dulu, karena pasti suhunya jatuh akibat proses ekspansi lewat katup cekik. reheaternya berupa ketel isi air suhu 300 C (berarti superheated). caranya dibiarkan bergelembung bercampur dengan air. tujuannya supaya ada campuran udara+wap.
adanya campuran wap ini bisa mengurangi efek jatuhnya suhu saat proses ekspansi pertama tadi, dan nanti setelah keluar exhaust. dimana sistem mengambil kalor laten dari wap air yang ikut di campuran. jadi suhu nggak jatuh terlalu dingin. wap air juga berfungsi buat pelumas di piston.
berarti, lok angin ini waktu didepo selain diisi oleh angin tekanan tinggi, juga diisi oleh air superheated buat reheaternya.
sebetulnya musti dijawab terlebih dulu, apa tujuan lok jenis ini. Yang bisa saya pikirkan untuk dipakai dilingkungan chemical dimana tidak boleh ada api dan tidak boleh ada uap air karena loko ini dengan ketelnya yang harus menahan tekanan begitu tinggi, lebih mahal dari lok wap tanpa api.
Kalau assumptie ini benar, maka di lok ini tidak akan ada api pemanas ato air superheated. Jadi saya bingung.
Kalau di lok ini juga ada air super heated, kenapa susah2 bikin ketel tekanan tinggi dan tidak pakai boiler biasa aja dng prinsip lok wap tanpa api.

(28-11-2011, 06:15 AM)ady_mcady Wrote: [ -> ]ada yang tuas kayak tangkainya rem tangan tapi panjang, ada yang kayak pemutar, mungkin tergantung jenis lok nya mas yoga. kalau yang di b25 atau c12 saya nggak tahu kayak apa. barangkali ada yang punya fotonya bisa digelar disini.
o ya. sistem valve gear ini banyak jenisnya. tapi yang terkenal yang model walschaerts diatas. model lain ialah model stephenson. coba lihat2 di wiki.
munkin bisa dijelasin juga sistem maju-mundur nya B50,..

^^^
mas tom's 21, saya gak tahu modelnya valve gar lok b50 kayak apa, lalu johnson bar/reverse lever nya model tuas atau model lain, barangkali ada yang tahu fotonya?
atau coba dibandingkan saja dengan yang ini,
sumber:
http://home.roadrunner.com/~trumpetb/loco/rodsr.html
kalau sama dengan diatas, berarti sistem valve gearnya model walschaerts. tapi kalo gak kelihatan tangkai2nya dan ada bandul eksentrik kembar diantara 2 roda, itu model stephenson. atau model baker yang banyak joint nya tapi gak ada joint eksentriknya.
kalo prinsip kerjanya sama saja. intinya mengatur waktu buka-tutup valve wapnya. silahkan dipelajari animasi nya.
[quote='ady_mcady' pid='319629' dateline='1338641734']
^^^
mas tom's 21, saya gak tahu modelnya valve gar lok b50 kayak apa, lalu johnson bar/reverse lever nya model tuas atau model lain, barangkali ada yang tahu fotonya?
atau coba dibandingkan saja dengan yang ini,
ini foto B50 jaman SS
![[Image: set-72157625162135954]](http://www.flickr.com/photos/spoorwegarchief/5123146774/in/set-72157625162135954)
sumber:http://www.flickr.com/photos/spoorwegarchief/5123146774/in/set-72157625162135954[/img]
gambarnya nggak muncul, jadi saya lihat langsung saja di linknya. sepertinya itu bukan model walshaerts. kemungkinan besar tipe stephenson dan variannnya (allan, gooch). tipe stephenson ada bandul kembar didalam roda.
seperti ini,
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/co...mation.gif
atau variannya (gooch gear) ini,
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/co...mation.gif
salah satu ciri khas walschaerts valve gear, semua komponen terletak diluar. jadi ruang dibawah boiler menjadi luas. lok2 mallet banyak yang menggunakan valve gear ini. disamping itu, valve gear lebih mudah untuk dimaintenance.
(03-06-2012, 09:37 AM)ady_mcady Wrote: [ -> ]gambarnya nggak muncul, jadi saya lihat langsung saja di linknya. sepertinya itu bukan model walshaerts. kemungkinan besar tipe stephenson dan variannnya (allan, gooch). tipe stephenson ada bandul kembar didalam roda.
seperti ini,
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/co...mation.gif
atau variannya (gooch gear) ini,
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/co...mation.gif
salah satu ciri khas walschaerts valve gear, semua komponen terletak diluar. jadi ruang dibawah boiler menjadi luas. lok2 mallet banyak yang menggunakan valve gear ini. disamping itu, valve gear lebih mudah untuk dimaintenance.

waah,.. thank's mas Ady,..cukup menambah wawasan walau pun masih rada bingung mengenai bandul didalam roda tsb, kemungkinan lok B50, C1218(dipake Jaladara) memang memakai systemnya stephenson

nggak usah bingung mas tom. awalnya saya juga sama2 bingung. lama2 dipelajari, ternyata kuncinya itu di komponen yang namanya die block, yang bentuknya mirip lengkung bulan sabit. dengan mengatur posisi joint pada die block tersebut dengan cara menggeser-geser, akan didapat perpindahan gear/gigi mulai dari gerak maju, netral atau mundur.
semua tipe valve gear yang pakai gerak harmonik sama prinsipnya yaitu mengubah posisi joint pada die block dengan menggeser2. yang membedakan itu sumber gerakan harmoniknya. kalo model stephenson pakai bandul, kalo walschaerts pakai tangkai eksentrik.
sebenarnya ada juga valve gear model poppet. prinsipnya persis gerakan katup mesin2 mobil modern yang digerakkan oleh camshaft/noken as. sayangnya model ini baru berkembang belakangan, dimana era mesin wap berakhir karena kalah oleh mesin disel. sehingga tidak banyak lok yang menggunakannya.