Kereta api sudah menjadi bagian penting hidup masyarakat Indonesia, terutama di pulau Jawa. Namun, sayangnya perilaku masyarakat kita berkereta masih banyak yang kurang baik sehingga menyebabkan kenyamanan dan keamanan berkereta sering terganggu.
Hal ini dapat dilihat dari pola masyarakat dalam KRL Jabotabek, bagaimana orang-orang berkebutuhan khusus yang seharusnya duduk di TDP malah tidak mendapatkan haknya. Demikian juga kebiasaan membuka pintu KRL sepanjang perjalanan yang dapat menyebabkan kecelakaan penumpang dan kerusakan KRL itu sendiri. Hal ini sudah menjadi bagian hidup yang sangat sulit diperbaiki bila tidak ada yang memulai. Mengharapkan PTKA/KCJ untuk melakukan edukasi masyarakat tentang perilaku berkereta sangatlah sulit, oleh karena itu sebagai RF yang mencintai alat transportasi ini ada baiknya kita melakukan GDKA.... Gerakan Disiplin berKeretaApi.....
Caranya cukup sederhana, kita melakukan kampanye dengan memberikan brosur, memasang spanduk/pamflet, mengajak diskusi penumpang untuk memperkenalkan disiplin berkeretaapi. Ini bisa kita lakukan mingguan, bulanan, atau bahkan harian.... sebaiknya dengan berkelompok 3-5 orang. Sayang, apabila kita selama ini gemar melakukan mblusukan mencari sejarah kereta di indonesia tetapi kita tidak mencoba memperbaiki masa depan kereta dengan cara yang bisa kita lakukan (gak mungkin kan kita ikutan benerin kereta kecuali kalo jadi teknisi).
Bagaimana tanggapan RF sekalian? maukah kita melaksanakannya....??? Untuk keperluan dana mungkin kita bisa cari donatur, baik perorangan maupun organisasi/perusahaan.
hehe, ternyata gak ada yang nanggapin ya..... apakah tidak ada yang ingin peningkatan berdisiplin berkereta kita??? mari kita bantu satu per satu masalah, yang masih bisa kita lakukan saja..... seperti kampanye ini agar kenyamanan berkereta kita lebih baik lagi.
setuju mas, untuk memberikan contoh langsung memang butuh waktu dan kampanye yg kontinyu, ngga hanya sekali ajah. mungkin selain cara diatas kita bisa bikin kaus yg diisi kata2 ajakan berdisiplin, juga selalu mengingatkan penumpang yg mempunyai kebiasaan buruk/melanggar ketentuan. tentunya akan lebih enak kalo berombongan

Kalo bikin stiker, spanduk, kampanye kayaknya sudah, kalo kaos ga tau, apalagi? Ada ide? Memang sekarang kayaknya masa sulit, menanam, tetapi masa depan akan panen, entah 10 tahun lagi atau lebih lama? semoga nyambung maksud saya.
Gerakan disiplin itu sangat beragam caranya. Sebetulnya kalau mau itu harus dimulai dari usia dini melalui beragam mata pelajaran. Kuatir akan diberi contoh yang tidak baik dari ortu / wali mereka dalam keseharian? Yah... bisa dimulai dengan menyuruh segimana tegasnya para guru di sekolah agar memberi catatan laporan perjalanan seperti layaknya bagi yg muslim harus melaporkan hasil tanda tangan dr para khotib atau pun imam salat Tarawih di masjid2 ke guru2 mrk masing2. Kalo ini laporannya ke KS, PPKA atau pun masinis misalnya KA komuter yg dinas atau sdg baru keluar dr kabin masinis.
Maksud aku melalui tanda tangan mereka ini membuktikan bahwa para anak murid sudah menjalani niat baik bekal masa depan mrk juga pastinya. Gak harus di KA, tapi di transportasi mana pun yang sekiranya diarahin oleh guru mereka, misal di bus umum non Metro Miris, Koparah dan sebangsanya melainkan spt Trans Jakarta-lha... Kalo sudah ada ketegasan spt itu khan pastinya para KS, PPKA dan masinis beserta ass.nya siap koq menerima sodaran buku utk mrk tanda tanganin. Soalnya bisa aja guru mengancam akan ngasih nilai merah atau pun tidak naik kelas jika tidak memberi tanda tangan ke mrk2 itu.
di detikdotcom ada berita seperti ini
Penumpang KRL Belum Kritis
Jakarta - Penumpang KRL Jabodetabek sebagai pengguna moda transportasi tersebut ikut andil dalam kurang memadainya pelayanan KRL. Mereka belum menjadi penumpang yang kritis, yang bisa memberikan tekanan kepada operator untuk memperbaiki pelayanan KRL.
"Masalahnya adalah, publik kita yang belum terdidik dan belum kritis sehingga tekanan terhadap regulator dan operator menjadi tidak efektif," kata pengamat transportasi Darmaningtyas dalam diskusi di Restoran Q'nudle, Jl Blora, Jakarta Pusat, Rabu (1/6/2011), malam.
Menurut Darmaningtyas, meski menumpang KRL setiap hari, para penumpang belum peduli dengan fasilitas yang disediakan PT KA. Kepedulian itu juga termasuk sikap untuk menjaga fasilitas KRL.
"Pengalaman saya naik KRL, saya melihat ada orang yang mengganjal pintu KA agar tidak bisa ditutup dan saya ingatkan, tapi penumpang lain malah diam saja," katanya.
Darmaningtyas mengatakan, yang harus ditekankan saat ini adalah kesadaran para penumpang terhadap fasilitas KRL. Pendidikan publik ini perlu supaya tekanan terhadap operator juga bertambah kuat, sehingga pelayanan KRL membaik.
"Kalau saya solusinya adalah kita harus melakukan gerakan konsumen yang tujuannya untuk edukasi konsumen sendiri. Komunitas KRL mania yang ada sekarang ini, saya rasa sudah cukup bagus, cuma mungkin keaktifan dan partisipasi ditambah lagi," lanjut dia.
Dalam kesempatan tersebut, organisasi pecinta KRL Jabodetabek yang dikenal dengan nama KRL Mania menyerahkan 7 rekomendasi kepada PT KA. Rekomendasi itu diharapkan dapat dijalankan PT KA tanpa menunggu pemerintah dalam hal ini Kemenhub dan BUMN.
Berikut ketujuh rekomendasi tersebut:
1. Informasi yang jelas dan mudah dibaca
2. Fasilitas kesehatan
3. Lampu penerangan di dalam gerbong
4. Info stasiun yang akan dilewati
5. Fasilitas khusus bagi penyendang cacat, wanita hamil, dan balita
6. Nama dan nomor urut kereta
7. Informasi gangguan perjalanan kereta api.
Aksi simpatik bisa membantu kesadaran para pengguna Kereta Api. Aksi tersebut bisa berupa pembagian pamflet tentang bagaimana menggunakan kereta secara bijak, dan sesuai etika yang baik. semoga seluruh RF di Indonesia dapat melakukan hal seperti ini sebagai wujud kecintaan akan Kereta Api. Jika hanya berbicara saja kurang srek rasanya jika tidak bertindak. Saya sangat ingin bergabung jika
aksi simpatik ini benar terlaksana.