(09-01-2014, 12:14 AM)WAHYU DEWANTARA Wrote: [ -> ]
(07-01-2014, 08:36 PM)adionoabadi Wrote: [ -> ]Assalamualaikum wr wb
selamat malam kakak senior, teman teman semua para indonesian railfans
perkenalkan saya adi
saya masih sangat sangat newbe di sini, saya dari surabaya
mohon bimbingan dan pengarahannya
dan bagi para indonesian railfans yang berasal dari surabaya, biasa nongkrong dimana ya? saya pingin gabung hehe
terimakasih banyak
Selamat bergabung mas adi
.. saya wahyu,juga berasal dari Surabaya mas,, biasanya hunting/nongkrong di KDA,SBI,tiber SPJ,WO,JPL Ambengan dan lain lupa mas.. hehehe... salam kenal
terimakasih mas wahyu

lain kali boleh kan ikut nongkrong hehe

SBI ga jauh tu dari tempat saya, salam kenal juga

Sinyal mekanik terdiri atas 3 jenis, yaitu :
1. Sinyal muka
Sinyal muka biasa disebut "AM" dalam isitilah kereta api. Kita bisa melihat sinyal ini sebelum memasuki stasiun. Sinyal ini berciri-ciri :
1. Berlengan satu
2. Berbentuk kotak dan tidak ada lingkaran
Aspek :
1. Menyerong ke bawah 45 derajat
Menandakan kereta harus hati-hati
2. Menyerong ke atas 45 derajat
Menandakan bahwa jalur aman
2. Sinyal A
Yaitu sinyal yang terletak sebelum percabangan rel. Ciri-ciri sinyal ini :
1. Berlengan dua
2. Berbentuk kotak dan lingkaran
Aspek-aspek sinyal ini :
1. Kedua lengan mendatar
Menandakan bahwa rel tidak aman, kereta harus berhenti
2. Lengan atas menyerong ke atas
Menandakan bahwa kereta akan melewati jalur lurus
3. Lengan bawah menyerong ke atas
Menandakan bahwa kereta akan melewati jalur belok, jadi masinis harus mengurangi kecepatan kereta.
3. Sinyal keluar
Sinyal ini biasa disebut "C".
Ciri-ciri sinyal ini :
1. Memiliki satu lengan
2. Lengan berbentuk kotak dan lingkaran
Aspek-aspek sinyal ini :
1. Lengan mendatar
Menandakan rel tidak aman, kereta harus berhenti
2. Lengan menyerong ke atas
Menandakan rel aman, kereta boleh berjalan