temen-temen RF sekalian kemaren-kemaren saya denger dari salah satu pegawai PT.KAI katanya PT.KAI sedang mempertimbangkan wacana baru yaitu akan mengoperasikan KA rute Bandung-Banyuwangi mengikuti suksesnya KA malabar BD-ML,,
apakah bener ni akang-akang RF sekalian ???
mohon koreksi infonya kalo salah..
Stau ane yang bakal dibuka adalah rute Jakk-Bw
tapi itu masih planning...
dan kalopun ada KA BD-BW semoga jadwalnya tepat, gak mengganggu okupansi : Serayu (JAKK-BD-KYA), Lodaya (BD-SLO), Sancaka (YK-SGU), Sri Tanjung (YK-BW), Argo Wilis/Turangga/Mutiara Selatan/Pasundan (BD-SGU), Ataupun Kahuripan dan Malabar. Mungkin bisa ditaro dibelakang Argo wilis dan Lodaya Pagi atau di depan Turangga. Formasinya Lok SO+ 3K1 + MP2+ 2K2+3K3

Kayaknya sekalian aja tuh Malabar dilanjutin ke BW dari ML,kan jadi lebih efisien...
Jadi ke arah BW ga lewat SGU tapi memutar dari malang, jadi mungkin dengan begitu Malabar lah yang diperpanjang, itu cuma saran aja...
Rasanya mustahil akan terwujud.... Mengingat selama ini, pengguna jasa KA sudah puas dengan kombinasi BD-SGU + Mutim.
(13-12-2010, 10:20 PM)bagus70 Wrote: [ -> ]Rasanya mustahil akan terwujud.... Mengingat selama ini, pengguna jasa KA sudah puas dengan kombinasi BD-SGU + Mutim.
why not??? bandung sebagai ikon pariwisata bisa menghubungkan beberapa kota di jawa bila ini terealisasi dan lagi tak perlu repot dengan gonta-ganti kereta. bila terlaksana pun saya lebih setuju dengan formasi 7-8 kelas eksekutif dengan fasilitas sama kayaknya dengan gajayana yang ada wi-fi mengingat jalur yang akan dilalui jalur panjang dan membutuhkan waktu yang lama. mengenai okupansi, saya rasa dengan akan dibukanya jalur bogor-bandung alangkah lebih baik bila PT. Kereta Api Indonesia (Persero) khususnya Daop 2 Bandung dapatt mengkoordinasikan rangkaian KA yang akan mengakomodir jalur selatan yang menghubungkan Bogor s.d. Surabaya. misal, Turangga atau Argo wilis di teruskan sampai Bogor. dengan rencana ini, okupansi KA Bandung-Banyuwangi atau Jember, tidak akan mengganggu KA lain, khususnya KA Eksekutif yang telah memiliki segmen tersendiri..

(13-12-2010, 09:59 PM)Joe_cn Wrote: [ -> ]Kayaknya sekalian aja tuh Malabar dilanjutin ke BW dari ML,kan jadi lebih efisien...
Jadi ke arah BW ga lewat SGU tapi memutar dari malang, jadi mungkin dengan begitu Malabar lah yang diperpanjang, itu cuma saran aja...
kasihan rangkaiannya Bro ... cepet "jebol" ntar ... kecuali punya lebih dari dua rangkaian ...


berapa jam ya waktu tempuh nya?
yaah... paling 14 jam.. wkwkwkwkwkwkwkwk.... itu kalo nggak telad....
ya kalo mau ya kelasnya Argo atau satwa. Soalnya kalo kelasnya dibawah itu apalagi K3. Waktu tempuhnya bakal lama banget..
Sritanjung BW-YK aja bisa 13-15 jam. Apa ga kelenger tu penumpang kalo BD-BW :p
BD-SGU brapa jam kalo Argo?
Kalo SGU-BW 7-8 jam dengan Muttim
(15-12-2010, 09:30 AM)gilang pratama Wrote: [ -> ]why not??? bandung sebagai ikon pariwisata bisa menghubungkan beberapa kota di jawa bila ini terealisasi dan lagi tak perlu repot dengan gonta-ganti kereta. bila terlaksana pun saya lebih setuju dengan formasi 7-8 kelas eksekutif dengan fasilitas sama kayaknya dengan gajayana yang ada wi-fi mengingat jalur yang akan dilalui jalur panjang dan membutuhkan waktu yang lama. mengenai okupansi, saya rasa dengan akan dibukanya jalur bogor-bandung alangkah lebih baik bila PT. Kereta Api (Persero) khususnya Daop 2 Bandung dapatt mengkoordinasikan rangkaian KA yang akan mengakomodir jalur selatan yang menghubungkan Bogor s.d. Surabaya. misal, Turangga atau Argo wilis di teruskan sampai Bogor. dengan rencana ini, okupansi KA Bandung-Banyuwangi atau Jember, tidak akan mengganggu KA lain, khususnya KA Eksekutif yang telah memiliki segmen tersendiri..
Yang saya highlight malah makin tidak realistis lagi, mengingat kondisi track dan lokomotif yang tidak memungkinkan untuk itu.
Alasan kenapa saya skeptis dengan wacana KA khusus yang melayani Bandung-Banyuwangi adalah karena tiap 24 jam, KA itu harus diistirahatkan minimal 8 jam untuk perbaikan.
Belum lagi eksistensi KA tambahan yang malah bisa membuat jalur Kroya-Yogya yang makin padat.
Juga karyawan restorasi yang jam kerjanya makin bertambah...