Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Kalau KA Ekonomi AC Buat Odong - odong, Setuju?
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2
Sebelumnya aku mau kasih tau buat yg belum pada tau, perbedaan antara KRD dengan KD3. Tapi ralat yah kalau salah... KRD itu identik dengan rangkaian kereta bermesin diesel dengan formasi EMU alias Engine Multiple Unit yang berarti rangkaian KA dengan unit di mana di unit paling awal dan akhir itu memiliki kabin masinis. Sedangkan, KD3 itu (bukan KDI yg di TPI yah...Heran) rangkaian kereta diesel berklas 3 atau di sini identik dg Ekonomi. Karena serinya KD3 atau kereta diesel klas 3.

Nah... di setiap kota yang memiliki rangkaian KA komuter masih ditemukan malahan skarang cukup banyak yang dirangkaian dengan KD3 dengan ditarik lokomotif bertenaga diesel baik itu hidrolik maupun elektrik. Tidak menutup kemungkinan Pandanwangi yang rangkaiannya KRD tapi ditarik BB 200, makanya menjadi KD3 khan statusnya... Nah... aku cuma mau tanya, dari sekian rangkaian KD3 yang demikian ditarik lok - lok diesel, apakah teman2 setuju kalau digandeng sekalian dengan kereta Klas Ekonomi AC?

Sebut saja itu KD3 Langsam Rangkas - Jakarta, KD3 Penataran lingkar Surabaya, KA Raphi Dhoho lingkar Surabaya juga, KD3 Cianjuran Ciroyom - Cianjur dan Lampegan, Si Mandra Purwakarta - Cibatu, dll. Kesemuanya aku setuju aja dirangkai dengan Klas Ekonomi AC, tapi semisal dalam 1 rangkaian terdiri dari 10 kereta Klas Ekonomi, setidaknya yang 2 itu Ekonomi AC dan yang Ekonomi jadi 8. Tapi pengecualian utk yg Langsam Rnagkas - Jakarta + Purwakarta sekaligus mending kalau dirangkai sama Rangkas Jaya. Dengan karcis Rp 4.000,00 per orang masih gak tega kalau si Ekonomi AC dirangkaian dg Langsam yg Rp 1.500,00 dinaikin para penumpang sampai ke atap. Mau kayak apa nanti si Ekonomi AC kalau diisi ama sarden ABSe / atas bawah semaput...
Hmm KA Ekonomi AC? Takutnya cepet rusak ngeliat okupansi odong2 yg gila2an :p
harga tiket jg ga nutup sama biaya operasional walaupun dapet SOP Pisss ahhh...
setuju aja sih mas...Ngiler
asal gerbong ACnya di modif jadi pintu komuter alias bisa nutup sendiri dan jumlahnya 6 pintu tiap gerbong, interiornya persis kayak KRD nippon sharyo, kalo pake yg ekonomi AC "Bogowonto" buat odong2 malah cepet rusak coz otomatis pintunya kebuka terus (maklum dah pada biasa nongkrong di pintu)
yg ngendaliin pintu buka-tutup dari MP3nya...Playboy
kuat kan kira2?Bingung
masalah tiket kasih pemerintah aja, kan yg punya dephub... Xie Xie
perawatan d stasiun cikampek dan purwakarta gmn? kalo 16 gerbong(2 set) mah bs2 aj Ngakak
Di beberapa negara tetangga, ada sih KA odong-odong ber-AC. Yaitu KA penumpang yang berhentinya di banyak stasiun. Cuman ya begitu, biarpun KA odong-odong tetap saja bawaan penumpang dibatasi. Dan penjagaan ketertiban sangat tertib sekali. Petugas pengawas galak sekali terhadap pelanggaran seperti perokok, buang sampah sembarangan, dan lain sebagainya.
Eko AC buat dong odong???Bingung
bisa aja, tapi tiketnya jelas naik... bandingkan aja antara tiket KRL Eko non AC dengan Eko AC, harganya beda 3 kali lipat kan??? meskipun sama-sama berhenti di tiap stasiun...
kalo di LN, berdasarkan pengalaman, emang rata-rata tiap kereta dilengkapi HVAC ( Heating, Ventilating, Air Conditioner ) atau Pamanas dan AC untuk daerah 4 iklim...tapi di sana, tidak mengenal kelas 3 hanya ada kelas 2 dan kelas 1 ( di Swedia dan jerman )..
Emang Komuter di LN rata-rata ber-AC, namun harga tiketnya ngga serendah harga komuter apalagi Odong-odong..mungkin kalo di kurskan bisa seharga kelas Bisnis di Indonesia , hehehehe....dan harap maklum pendapatan perkapita mereka kan juga tinggi....Playboy
Mas Logawa, di luar negeri kelas 3 juga ada lho. Tapi ya kelas 3 nya pakai AC dan bersih.
(02-09-2010, 12:08 PM)bagus70 Wrote: [ -> ]Mas Logawa, di luar negeri kelas 3 juga ada lho. Tapi ya kelas 3 nya pakai AC dan bersih.

ohya mas? di eropa juga??
maaf, soalnya saya hanya liat di Jerman dan Swedia yang ngga punya K3...
tapi harga tiketnya apa semurah Odong-odong??
Saya pernah ke Jerman dan Swiss, dan disana kereta kelas 3 ya ada. Kursinya paten (nggak bisa reclining), dan pakai AC. Tiketnya jelas paling murah, walaupun tidak murahan kaya di Indonesia.

Saya sendiri agak geleng-geleng kenapa kok angkutan KA dibuat murahan. Contohnya seperti KRL di Jakarta yang tarifnya dibuat flat. Padahal di luar negeri tarif tidak hanya berdasar kelas, tapi berdasar jarak. Makan dekat makin murah, makin jauh makain mahal.
ya nggak setujulah kalau buat odong odong jelas kereta yang sudah tua dan yang sudah pada rusak. bagaimana mungkin PT. Kereta Api Indonesia (Persero) mendatangkan KRL eks jepang yang masih berkualitas sangat bagus di peruntukan buat mengangkut penumpang bertiket 1500 -2500 an ya tekor lah. dikasi harga tiket sebesar itu aja masih banyak yang tidak bertiket ! udah harganya maunya murah minta fasilitas ber AC emang PT. Kereta Api Indonesia (Persero) departemen sosial !!
Pages: 1 2