02-09-2010, 08:21 AM
Sebelumnya aku mau kasih tau buat yg belum pada tau, perbedaan antara KRD dengan KD3. Tapi ralat yah kalau salah... KRD itu identik dengan rangkaian kereta bermesin diesel dengan formasi EMU alias Engine Multiple Unit yang berarti rangkaian KA dengan unit di mana di unit paling awal dan akhir itu memiliki kabin masinis. Sedangkan, KD3 itu (bukan KDI yg di TPI yah...
) rangkaian kereta diesel berklas 3 atau di sini identik dg Ekonomi. Karena serinya KD3 atau kereta diesel klas 3.
Nah... di setiap kota yang memiliki rangkaian KA komuter masih ditemukan malahan skarang cukup banyak yang dirangkaian dengan KD3 dengan ditarik lokomotif bertenaga diesel baik itu hidrolik maupun elektrik. Tidak menutup kemungkinan Pandanwangi yang rangkaiannya KRD tapi ditarik BB 200, makanya menjadi KD3 khan statusnya... Nah... aku cuma mau tanya, dari sekian rangkaian KD3 yang demikian ditarik lok - lok diesel, apakah teman2 setuju kalau digandeng sekalian dengan kereta Klas Ekonomi AC?
Sebut saja itu KD3 Langsam Rangkas - Jakarta, KD3 Penataran lingkar Surabaya, KA Raphi Dhoho lingkar Surabaya juga, KD3 Cianjuran Ciroyom - Cianjur dan Lampegan, Si Mandra Purwakarta - Cibatu, dll. Kesemuanya aku setuju aja dirangkai dengan Klas Ekonomi AC, tapi semisal dalam 1 rangkaian terdiri dari 10 kereta Klas Ekonomi, setidaknya yang 2 itu Ekonomi AC dan yang Ekonomi jadi 8. Tapi pengecualian utk yg Langsam Rnagkas - Jakarta + Purwakarta sekaligus mending kalau dirangkai sama Rangkas Jaya. Dengan karcis Rp 4.000,00 per orang masih gak tega kalau si Ekonomi AC dirangkaian dg Langsam yg Rp 1.500,00 dinaikin para penumpang sampai ke atap. Mau kayak apa nanti si Ekonomi AC kalau diisi ama sarden ABSe / atas bawah semaput...
) rangkaian kereta diesel berklas 3 atau di sini identik dg Ekonomi. Karena serinya KD3 atau kereta diesel klas 3.Nah... di setiap kota yang memiliki rangkaian KA komuter masih ditemukan malahan skarang cukup banyak yang dirangkaian dengan KD3 dengan ditarik lokomotif bertenaga diesel baik itu hidrolik maupun elektrik. Tidak menutup kemungkinan Pandanwangi yang rangkaiannya KRD tapi ditarik BB 200, makanya menjadi KD3 khan statusnya... Nah... aku cuma mau tanya, dari sekian rangkaian KD3 yang demikian ditarik lok - lok diesel, apakah teman2 setuju kalau digandeng sekalian dengan kereta Klas Ekonomi AC?
Sebut saja itu KD3 Langsam Rangkas - Jakarta, KD3 Penataran lingkar Surabaya, KA Raphi Dhoho lingkar Surabaya juga, KD3 Cianjuran Ciroyom - Cianjur dan Lampegan, Si Mandra Purwakarta - Cibatu, dll. Kesemuanya aku setuju aja dirangkai dengan Klas Ekonomi AC, tapi semisal dalam 1 rangkaian terdiri dari 10 kereta Klas Ekonomi, setidaknya yang 2 itu Ekonomi AC dan yang Ekonomi jadi 8. Tapi pengecualian utk yg Langsam Rnagkas - Jakarta + Purwakarta sekaligus mending kalau dirangkai sama Rangkas Jaya. Dengan karcis Rp 4.000,00 per orang masih gak tega kalau si Ekonomi AC dirangkaian dg Langsam yg Rp 1.500,00 dinaikin para penumpang sampai ke atap. Mau kayak apa nanti si Ekonomi AC kalau diisi ama sarden ABSe / atas bawah semaput...





