01-09-2010, 08:45 PM
01-09-2010, 10:19 PM
Proyek Percontohan Rel
DAOP VI Lakukan Pengecekan dan Ukur Rel
Rabu, 01 September 2010 | 17:12 WIB
![[Image: bchook_1283328817.jpg]](http://i712.photobucket.com/albums/ww123/negeribangau/bchook_1283328817.jpg)
Foto: Dok. Timlo.Net/Hendra
Solo - Dalam rangka persiapan lebaran 2010, PT Kereta Api Daop VI melakukan pengecekan rel kereta api. Pengecekan tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada para pemudik nantinya. Kepala Daop VI Yogyakarta, Noor Hamidi S mengatakan, kondisi rel di Daop VI ini paling bagus di seluruh Indonesia. “Oleh sebab itulah Daop VI nantinya akan dijadikan proyek percontohan.†ujarnya saat ditemui Timlo.net di Stasiun Balapan Solo.
Noor menjelaskan, proyek percontohan tersebut adalah menjelankan kereta dengan kecepatan maksimal. “Kereta akan berjalan dengan kecepatan 110 km perjam.†imbuhnya. Dengan kecepatan tersebut maka waktu tempuh kereta api Solo Yogyakarta yang semula 55 menit, akan ditempuh dengan waktu 35-40 menit.†Namun itu semua harus didukung saran dan prasarana yang bagus.†ujar Noor.
Sarana dan prasarana yang bagus meliputi, kesiapan kereta api kemudian jalur (rel) yang digunakannya. Noor menerangkan, saat ini usia KA Prameks yang paling muda adalah 5 tahun, dan yang lainnya berusia diatas 5 tahun. Untuk itulah masih perlu sarana yang bagus lagi. Ketika ditanya kapan bisa dimulai program tersebut, Noor menjawab, belum dalam waktu dekat ini. Sebab pihaknya masih terus melakukan peninjauaan semua sarana dan prasarana. â€ÂApalagi saat ini akan memasuki masa angkutan lebaran.†katanya.
http://wisata.timlo.net/baca/3772/daop-v...n-ukur-rel
DAOP VI Lakukan Pengecekan dan Ukur Rel
Rabu, 01 September 2010 | 17:12 WIB
![[Image: bchook_1283328817.jpg]](http://i712.photobucket.com/albums/ww123/negeribangau/bchook_1283328817.jpg)
Foto: Dok. Timlo.Net/Hendra
Solo - Dalam rangka persiapan lebaran 2010, PT Kereta Api Daop VI melakukan pengecekan rel kereta api. Pengecekan tersebut dilakukan untuk memberikan kenyamanan kepada para pemudik nantinya. Kepala Daop VI Yogyakarta, Noor Hamidi S mengatakan, kondisi rel di Daop VI ini paling bagus di seluruh Indonesia. “Oleh sebab itulah Daop VI nantinya akan dijadikan proyek percontohan.†ujarnya saat ditemui Timlo.net di Stasiun Balapan Solo.
Noor menjelaskan, proyek percontohan tersebut adalah menjelankan kereta dengan kecepatan maksimal. “Kereta akan berjalan dengan kecepatan 110 km perjam.†imbuhnya. Dengan kecepatan tersebut maka waktu tempuh kereta api Solo Yogyakarta yang semula 55 menit, akan ditempuh dengan waktu 35-40 menit.†Namun itu semua harus didukung saran dan prasarana yang bagus.†ujar Noor.
Sarana dan prasarana yang bagus meliputi, kesiapan kereta api kemudian jalur (rel) yang digunakannya. Noor menerangkan, saat ini usia KA Prameks yang paling muda adalah 5 tahun, dan yang lainnya berusia diatas 5 tahun. Untuk itulah masih perlu sarana yang bagus lagi. Ketika ditanya kapan bisa dimulai program tersebut, Noor menjawab, belum dalam waktu dekat ini. Sebab pihaknya masih terus melakukan peninjauaan semua sarana dan prasarana. â€ÂApalagi saat ini akan memasuki masa angkutan lebaran.†katanya.
http://wisata.timlo.net/baca/3772/daop-v...n-ukur-rel
01-09-2010, 11:04 PM
Kabar bagus,,, 
Mudah-mudahan setelah sukses di DAOP VI, merambah ke DAOP lainnya.

Mudah-mudahan setelah sukses di DAOP VI, merambah ke DAOP lainnya.
02-09-2010, 12:04 AM
02-09-2010, 07:30 AM
(02-09-2010, 12:04 AM)alin_masuk sepur 5 Wrote: [ -> ](01-09-2010, 08:33 PM)Narendro Anindito Wrote: [ -> ](01-09-2010, 08:30 PM)alin_masuk sepur 5 Wrote: [ -> ]tp syg... sinyalnya msih mekanik... ujd memungkinkan sepertinya ribet... utk lintas trsebutuntuk LPN ke barat sudah menggunakan sinyal Elektrik
kalo yg LPN k timur itu yg msh make mekanik...
gak smua mas
yang di SL0 udah elektrik bukannya?

02-09-2010, 07:31 AM
(01-09-2010, 08:12 PM)Narendro Anindito Wrote: [ -> ](01-09-2010, 06:30 PM)rapih_dhoho Wrote: [ -> ]Kalo jalur BKS-CN menurut railfans gimana? Sama2 DT juga, tapi jalurnya koq keliatan ga rapi gitu yah. Beda dg jalur KTA-SLO, sekilas pandang dari mata seorang RF keliatan rapi banget.
kalau untuk Batas Kecepatan sama KTA-YK-SLO cuma beda dikit, BKS-CN 95 km/h
Klo yg ke arah timur petak Klaten - Paron juga digunakan sebagai jalur ngebut tuh, coba deh rekan2 RF yang sering ke arah Surabaya pasti merasakan klo lepas Klaten KA pasti ngebut sampe dengan Paron (ngawi).
02-09-2010, 08:15 AM
Okeh friends... ane yang juga pernah ngerasaain petak KTA - SLO stuju dengan pendapat bahwa rel di daops VI YK saat ini yang terbaik ... jangankan sebelum double track, saat masih single track pun sudah baik ... saluts contoh buat daops lainnya
Tapi memang konsekuensinya agar KA bisa melaju di atas 100 km/jam, seluruh sarana penunjang seperti perlintasan sebidang harus ditertibkan/dirapihkan, rel dan pernak pernik lainnya harus diperlihara ... penambahan marka dan rambu-rambu (semboyan:...) juga dimaksimalkan ...
Tapi memang konsekuensinya agar KA bisa melaju di atas 100 km/jam, seluruh sarana penunjang seperti perlintasan sebidang harus ditertibkan/dirapihkan, rel dan pernak pernik lainnya harus diperlihara ... penambahan marka dan rambu-rambu (semboyan:...) juga dimaksimalkan ...
02-09-2010, 08:25 AM
(02-09-2010, 07:30 AM)Dj_Dj_300791 Wrote: [ -> ](02-09-2010, 12:04 AM)alin_masuk sepur 5 Wrote: [ -> ](01-09-2010, 08:33 PM)Narendro Anindito Wrote: [ -> ](01-09-2010, 08:30 PM)alin_masuk sepur 5 Wrote: [ -> ]tp syg... sinyalnya msih mekanik... ujd memungkinkan sepertinya ribet... utk lintas trsebutuntuk LPN ke barat sudah menggunakan sinyal Elektrik
kalo yg LPN k timur itu yg msh make mekanik...
gak smua mas
yang di SL0 udah elektrik bukannya?
cuma Solo Balapan aja. .. Purwosari-Maguwo, Solo Jebres, Palur belum.
02-09-2010, 10:26 AM
Tp pernah naik senja utama solo dr jakarta kecepatannya hanya 70 km/jam knp tuh ga maksmimal katanya relnya bagus tp kok masinis senja malah ekstra hati2. knp tuh apa krn telat, hrsnya telat bs nambah kecepatan donk.
02-09-2010, 10:44 AM
iya tuh, gak salah kalo daop VI YK berani ngomong gitu, coz kalo KA yg lewat jalur KTA-YK-SLO jalannya alus banget, minim polusi suara, tikungan aja dilibas dengan kecepatan rata2 kayak di tikungan prambanan, PJL makamhaji, delanggu, cuma di tikungan S syg agak banyak di sekitar Wates kec. dibatasi 70-80 km/jam.
buat jalur pendukung Daop VI yg masih jadul cuma PWS-WNG yg masih campuran R25,R33, sm R42 tp kedepan mw diganti R42 semua, yg pake R42 juga jalur ke arah gundih, relnya masih keriting...

buat jalur pendukung Daop VI yg masih jadul cuma PWS-WNG yg masih campuran R25,R33, sm R42 tp kedepan mw diganti R42 semua, yg pake R42 juga jalur ke arah gundih, relnya masih keriting...


kalo yg LPN k timur itu yg msh make mekanik...