21-02-2012, 04:15 AM
Quote: PURWOKERTO--MICOM: Trayek Kereta Api (KA) Bogowonto kelas ekonomi AC yang sebelumnya melayani trayek Kutoarjo, Jawa Tengah-Pasar Senen, Jakarta bakal diperpanjang hingga ke Yogyakarta.sumber : http://www.mediaindonesia.com/read/2012/...Yogyakarta
Dengan demikian, pemberangkatan KA tersebut tidak lagi dimulai dari Kutoarjo, melainkan dari Yogyakarta. Selain itu, jadwal pemberangkatan KA tersebut juga diubah.
Manajer Humas PT KA Daerah Operasional (Daops) V Purwokerto Surono menyatakan bahwa pemberlakuan perpanjangan trayek KA Bogowonto bakal dimulai pada 1 Maret mendatang. "KA Bogowonto yang sebelumnya melayani trayek Kutoarjo-Pasar Senen kini diperpanjang sampai Yogyakarta. Pemberangkatan setiap harinya pukul 07.30 WIB. Sedangkan dari Pasar Senen berangkat pukul 18.40," jelasnya, Kamis (16/2).
Menurutnya, okupansi tetap 100% atau sesuai dengan jumlah tempat duduk. KA ini juga bebas dari pedangan asongan, bebas asap rokok, dan dilengkapi fasilitas AC. "Ke depan akan ada dua kelas di KA itu, yakni kelas eksekutif dan ekonomi AC," tambahnya. (LD/OL-01)
Kemungkinan make cadangan Purwo atau cadangan Taksaka.
[/quote]
Rekan-rekan, mungkin saja K3-AC yang Yogya, baik Bogowonto maupun Gajahwong nantinya ditambah kereta Eksekutif.
Kalau pemikiran saya begini.
(1) Bogowonto dan Gajahwong dijalankan dengan pola V-slag seperti sekarang ini dengan jam berbalikan, mengakibatkan waktu istirahat sangat kurang yang selanjutnya berdampak pada cepatnya kerusakan fasilitas kereta terutama generator dan AC
(2) Jika dimungkinkan, ditambah 1 rangkaian lagi sehingga tiap rangkaian setelah menjalani 1 trip bolak balik punya waktu istirahat sekitar setengah hari. Sepertinya ini sulit dipenuhi walaupun mungkin saja dilaksanakan. Pola ini diaplikasikan pada KA Serayu dan Argobromo Anggrek
(3) Kalau alternatif no.2 di atas belum bisa dilakukan sedangkan pola perjalanan tetap V-slag dengan satu rangkaian cadangan, maka kereta kepunyaan Gajahwong dan Bogowonto bisa disatukan, kira-kira sbb.:
- K3-AC dari Gajahwong = 11 kereta + 1 KMP
- K3-AC dari Bogowonto = 10 kereta + 1 KMP
- Jumlah K3-AC = 21 kereta, jumlah KMP = 2 kereta
Nah, kereta sejumlah ini dibagi 3, terus ditambah sebuah KMP dari jenis apa saja asal generatornya cukup sekitar 300 kVA, jadilah 3 buah rangkaian yang terdiri dari 7 K3-AC + 1KMP.
Untuk mengoptimalkan daya tarik lokomotif, dapat ditambahkan kereta eksekutif antara 3 sampai 4 kereta. Saya kira banyak tersedia K1 karena masuknya Argobromo Anggrek Go Green, belum lagi kalau rangkaian Argo Sindoro yang bolsterless juga masuk jajaran. Jika perlu ditambahkan kereta Bagasi sebagai laing-aling atau bahkan kereta generator (BP).
Dengan demikian tersedia 2 set rangkaian dengan formasi:
3K1 + KMP3-AC + 7K3-AC + B(AA)
dan satu set lagi dengan formasi:
3K1 + KM + 7K3-AC + BP
Bagus kan?
Salam kami
Nurcahyo
*******
