28-01-2012, 11:18 PM
kalo menurut pemikiran awam saya, gandakan dulu jalur utama kereta api di pulau jawa. Prioritas Lintas: Jakarta-Cirebon-Tegal-Semarang-Cepu-Bojonegoro-Lamongan-Surabaya; Jakarta-Cirebon-Prupuk-Purwokerto-Kroya-Kutoarjo; Jakarta-Cikampek-Bandung; Kroya-Cilacap; Kroya-Bandung
Sekunder Lintas: Bogor-Bandung; Jakarta-Merak; Kertosono-Malang; Malang-Surabaya; Malang-Banyuwangi; Surabaya-Banyuwangi.
Jadi mengurangi silang (kecuali disusul) dan memperbanyak jumlah penumpang dengan menambah KA lokal.
Untuk wilayah Jabodetabek, secara ekstrimnya, pemikiran saya begini:
1. Naikkan jalur kereta api selepas Kampung Bandan smp dengan Tambun dengan design DDT (lahannya kan cukup luas antara KPB-PSE-JNG). Jalur JAKK-TPK tetap di bawah
2. Di Rajawali tetap ada percabangan tapi diatas untuk ke arah Tanjung Priok. Di tengah2 antara Ancol-Tanjung Priok baru diturunin jalurnya ke bawah. Sebelum ini dibangun, benahin dulu Perlintasan2 sepanajang Ancol-Tanjung Priok.
3. Di PSE, formasi jalur tetap (tidak berubah yaitu 6 sepur. Bangunan fisik stasiun tidak dipugar seperti Gambir. Jadi jalur bekas rel nantinya untuk tiang pondasi. Peron tengah yg di bawah tetap ada untuk ruang tunggu penumpang dan waralaba. Di atas dibangun peron baru lengkap dengan Kantor PPKA, hanya saja dibangun dengan desain seminimalis mungkin tapi fungsional. Di timur dan barat di bangun peron. Di tengah di bangun peron plus ruang PPKA. jalur 2 dan 4 untuk stabling. 3 jalur stabling yg di sebelah utara juga tetap ada tapi dibangun diatas.
4. Di JNG, sama juga seperti di PSE, semua jalur naik keatas termasuk Dipo Lok.
5. Stasiun Cipinang bisa difungsikan untuk stabling kereta ato naik turun penumpang komuter.
6. Di BKS, sama juga seperti di PSE, semua jalur naik keatas termasuk jalur stabling KRL yg disebelah barat. Nah masalahnya di BKS bukankah juga ada pembongkaran batubara??? Kalo mau sedikit repot, agak jauh sebelum BKS dari arah JNG ada percabangan, 2 rel turun ke bawah khusus untuk KA batubara.
7. Selepas Tambun baru rel turun ke bawah. Kelak KA jarak jauh ekonomi bisa turun penumpang di Tambun
8 Sampe Cikampek/Cirebon formasi rel tetap DDT.
9. Berhubung di manggarai ada balai yasa, maka rel baru naik selepas MRI ke arah JNG. Untuk ke arah Bogor juga demikian. Formasi rel DDT. Knp supaya kalo kelak ada kereta Jakarta Bandung via Bogor kayak dulu, perjalanan Ka Jarak Jauh tidak tumplek dengan komuter
10. Selepas Jakarta Gudang, rel baru mulai naik sampai dengan Tanah Abang. Sebelum MRI dari Tanah Abang rel baru turun. Desain THB sama dengan PSE, semua naik ke atas. Selepas Tanah Abang menuju Permata Hijau rel mulai turun.
11. Di Stasiun Duri ada percabangan menuju Tangerang. Jalur ini di atas smp dengan Tangerang. dengan tujuan Stasiun Tangerang bisa menjadi stasiun besar. Saat ini kan jumlah rel disana terbatas,buat stabling aja pas2an. Di bawah jembatan, PT KA bisa menyewakan lahannya bekerja sama dengan PD Pasar Jaya untuk membangun pasar. Ada Pasar kan deket stasiun Tangerang???? Hal sama juga berlaku di Pasar Gaplok, setelah jalur dinaikan, lahan di bawah jembatan bisa disewakan (JANGAN DIJUAL).
12. Kalo untuk KA penumpang, sy lebih memlih semua tetap turun di GMR dan JAKK plus MRI. Dengan catatan MRI smp dengan JAKK membangun 2 rel tambahan di jalur layang yg sudah ada sekarang.
Kurang lebih begini pemikiran ekstrim sy.
Soal dana darimana???? Pasti ada jalan. Negeri kita "jagoan" korupsi, masa korupsi bisa cari dana pembangunan kereta api tidak bisa.
Sekunder Lintas: Bogor-Bandung; Jakarta-Merak; Kertosono-Malang; Malang-Surabaya; Malang-Banyuwangi; Surabaya-Banyuwangi.
Jadi mengurangi silang (kecuali disusul) dan memperbanyak jumlah penumpang dengan menambah KA lokal.
Untuk wilayah Jabodetabek, secara ekstrimnya, pemikiran saya begini:
1. Naikkan jalur kereta api selepas Kampung Bandan smp dengan Tambun dengan design DDT (lahannya kan cukup luas antara KPB-PSE-JNG). Jalur JAKK-TPK tetap di bawah
2. Di Rajawali tetap ada percabangan tapi diatas untuk ke arah Tanjung Priok. Di tengah2 antara Ancol-Tanjung Priok baru diturunin jalurnya ke bawah. Sebelum ini dibangun, benahin dulu Perlintasan2 sepanajang Ancol-Tanjung Priok.
3. Di PSE, formasi jalur tetap (tidak berubah yaitu 6 sepur. Bangunan fisik stasiun tidak dipugar seperti Gambir. Jadi jalur bekas rel nantinya untuk tiang pondasi. Peron tengah yg di bawah tetap ada untuk ruang tunggu penumpang dan waralaba. Di atas dibangun peron baru lengkap dengan Kantor PPKA, hanya saja dibangun dengan desain seminimalis mungkin tapi fungsional. Di timur dan barat di bangun peron. Di tengah di bangun peron plus ruang PPKA. jalur 2 dan 4 untuk stabling. 3 jalur stabling yg di sebelah utara juga tetap ada tapi dibangun diatas.
4. Di JNG, sama juga seperti di PSE, semua jalur naik keatas termasuk Dipo Lok.
5. Stasiun Cipinang bisa difungsikan untuk stabling kereta ato naik turun penumpang komuter.
6. Di BKS, sama juga seperti di PSE, semua jalur naik keatas termasuk jalur stabling KRL yg disebelah barat. Nah masalahnya di BKS bukankah juga ada pembongkaran batubara??? Kalo mau sedikit repot, agak jauh sebelum BKS dari arah JNG ada percabangan, 2 rel turun ke bawah khusus untuk KA batubara.
7. Selepas Tambun baru rel turun ke bawah. Kelak KA jarak jauh ekonomi bisa turun penumpang di Tambun
8 Sampe Cikampek/Cirebon formasi rel tetap DDT.
9. Berhubung di manggarai ada balai yasa, maka rel baru naik selepas MRI ke arah JNG. Untuk ke arah Bogor juga demikian. Formasi rel DDT. Knp supaya kalo kelak ada kereta Jakarta Bandung via Bogor kayak dulu, perjalanan Ka Jarak Jauh tidak tumplek dengan komuter
10. Selepas Jakarta Gudang, rel baru mulai naik sampai dengan Tanah Abang. Sebelum MRI dari Tanah Abang rel baru turun. Desain THB sama dengan PSE, semua naik ke atas. Selepas Tanah Abang menuju Permata Hijau rel mulai turun.
11. Di Stasiun Duri ada percabangan menuju Tangerang. Jalur ini di atas smp dengan Tangerang. dengan tujuan Stasiun Tangerang bisa menjadi stasiun besar. Saat ini kan jumlah rel disana terbatas,buat stabling aja pas2an. Di bawah jembatan, PT KA bisa menyewakan lahannya bekerja sama dengan PD Pasar Jaya untuk membangun pasar. Ada Pasar kan deket stasiun Tangerang???? Hal sama juga berlaku di Pasar Gaplok, setelah jalur dinaikan, lahan di bawah jembatan bisa disewakan (JANGAN DIJUAL).
12. Kalo untuk KA penumpang, sy lebih memlih semua tetap turun di GMR dan JAKK plus MRI. Dengan catatan MRI smp dengan JAKK membangun 2 rel tambahan di jalur layang yg sudah ada sekarang.
Kurang lebih begini pemikiran ekstrim sy.
Soal dana darimana???? Pasti ada jalan. Negeri kita "jagoan" korupsi, masa korupsi bisa cari dana pembangunan kereta api tidak bisa.


