Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: KA Pasir Besi di DAOP IX
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2
Ekspor Pasir Besi Lewat Banyuwangi
BANYUWANGI-Tak lama lagi, Pelabuhan Tanjung Wangi, Ketapang, Kecamatan Kalipuro, bakal menjadi tempat pelepasan ekspor pasir besi dari Lumajang. Saat ini, PT Kereta Api Indonesia (PT. Kereta Api Indonesia (Persero)) yang akan mengangkut pasir besi dari Lumajang menuju Banyuwangi, sudah melakukan beberapa persiapan.

Saat dikonfirmasi kemarin (10/6), Humas PT. Kereta Api Indonesia (Persero) Daops IX Jember, Burhani Sulton mengakui, pihaknya belum mengetahui prosedur dan gambaran kongkret dari rencana ekspor pasir besi tersebut. Namun diakui, pihaknya telah melakukan survei lokasi di Stasiun Banyuwangi Baru Ketapang dan Pelabuhan Tanjung Wangi. Survei itu dilakukan terkait dengan rencana ekspor pasir besi tersebut. "Saya baru saja melihat-lihat lokasi di Stasiun Banyuwangi Baru dan juga Pelabuhan Tanjung Wangi, untuk mengetahui kondisi di lapangan," terangnya saat dihubungi melalui telepon.

Menurut rencana, terang Sulton, pengiriman pasir besi memang menggunakan jasa angkutan kereta api (KA). Pasir besi diangkut dari Lumajang, kemudian transit di Stasiun Klakah. Selanjutnya, meneruskan perjalanan ke Stasiun Banyuwangi Baru. "Tetapi, sampai saat ini kami belum dapat memastikan di mana lokasi persis pasir besi tersebut," ujarnya.

Untuk menghindari terganggunya keberangkatan KA reguler, KAI Daops IX Jember telah menyediakan lokomotif dan gerbong khusus, untuk mengangkut pasir besi tersebut. Dalam menyusun jadwal keberangkatan KA yang mengangkut pasir besi, itu juga memperhatikan jadwal keberangkatan KA reguler. "Dengan adanya kereta pengangkut pasir besi tersebut, kami pastikan jadwal keberangkatan dan kedatangan KA reguler tidak terganggu," jamin Sulton.

Untuk memastikan rencana pengiriman pasir besi menggunakan jasa angkutan KA tersebut, pihak KAI masih terus berkomunikasi dengan beberapa pihak terkait. "Kami juga masih terus berkomunikasi dengan pihak pengekspor dan Pelabuhan Tanjung Wangi terkait rencana ekspor pasir besi tersebut," pungkasnya.

Radar Banyuwangi 11/06/2010
Wah akhirnya DAOP 9 bangkit....jalur Lumjang hidup lagi....wah senangya....Xie Xie
Tapiii...kalo ini cuma wacana lgi, jadinya Bethe
loknya darimana yah?
seandainya dikasih 201, apa relnya kuat nyampe Banyuwangi?
(12-06-2010, 08:13 AM)ajuy Wrote: [ -> ]loknya darimana yah?
seandainya dikasih 201, apa relnya kuat nyampe Banyuwangi?

Nah itu...masalah lok aja belom kelar, apalagi ada wacana seperti ini. Masalah rel...kan sekarang lagi diperkuat jalurnya. Lagian kemungkinan masih lama coz harus menunggu pembebasan lahan, mengingat potensi pasir besi ada di sepanjang pantai selatan Kab. Lumajang, jadi kemungkinan jalur Klakah-Pasirian yang akan dihidupkan terlebih dahulu.
(12-06-2010, 08:35 AM)fun_plano Wrote: [ -> ]Nah itu...masalah lok aja belom kelar, apalagi ada wacana seperti ini. Masalah rel...kan sekarang lagi diperkuat jalurnya. Lagian kemungkinan masih lama coz harus menunggu pembebasan lahan, mengingat potensi pasir besi ada di sepanjang pantai selatan Kab. Lumajang, jadi kemungkinan jalur Klakah-Pasirian yang akan dihidupkan terlebih dahulu.

selama ini aja Mutim masih "nunggu jatah" lok sekelas CC201 nganggur dari dipo SDT
apa bakal triple traksi pakai BB301?
wah ini harus di konfirmasi lagi
yang pasti PT. Kereta Api Indonesia (Persero) udah memikirkan haL itu. . .kaLo KA ini bner bner dijaLankan pasti DAOP IX dapet aLokasi Lok CC
Iya jangan sampe hal yang membuat maju DAOP IX ini kembali mundur gara2 cuma masalah lok.
pastinya DAOP IX sudah memikirkan matang2 hal ini, kalopun mereka tidak siap dengan lok mungkin tidak ada proyek ini.
SIIIIIIIIIIIIIIPPPPPPPPPPPPPPPP
kalo masalah relnya kuat apa gak, jelas sangat KUAT, lha wong udah lama MUtTim pake 201, malah kadang juga pake 203 milik SDT tinggal nunggu lok milik DAOP IX sendiri aja...
Pages: 1 2