saya yakin jalur bogor-sukabumi-cianjur-bandung prospek ekonominya tinggi, terutama buat orang yang tinggal di jalur tersebut, karena jalan biasa sudah macet sekali sekarang, terutama puncak,...

(20-10-2010, 03:01 PM)krisnasip Wrote: [ -> ]saya yakin jalur bogor-sukabumi-cianjur-bandung prospek ekonominya tinggi, terutama buat orang yang tinggal di jalur tersebut, karena jalan biasa sudah macet sekali sekarang, terutama puncak,... 
Benar sekali Mas, apalagi Yang digunakan adalah K3, pasti harga nya murah meriah
Jaman akan berubah seperti dulu,
masa depan transportasi adalah kereta api, terutama untuk angkutan barang.
muatannya banyak, bebas macet, irit bahan bakar, minim polusi.
Ini sudah dibuktikan di beberapa negara
(22-10-2010, 11:50 PM)krisnasip Wrote: [ -> ]Jaman akan berubah seperti dulu,
masa depan transportasi adalah kereta api, terutama untuk angkutan barang.
muatannya banyak, bebas macet, irit bahan bakar, minim polusi.
Ini sudah dibuktikan di beberapa negara 
Betul Mas, apalagi di Luar Negeri tersebut telah memaksimalkan pelayanan Kereta Api yang memuaskan. Dengan teknologi yang maju serta minim terjadi PLH dan vandalisme. Ini harus menjadi sebuah cerminan kepada PT. KAI.
MUdah-mudahan Kereta Api Indonesia bisa lebih baik.

Tanjakan Empang. Salah satu halte di Jalur KA petak BOO-BTT ini sudah punah. Bahkan keadaannya pun memprihatinkan.
Mana yang bekas haltenya yakh????
Halte ini menghadap ke Gunung Salak.
Sebelah selatan, ada sebuah viaduct yang baru saja diperbaiki.
Sebelah utara, melintas di bawah Jl. Raya Pahlawan.
Jalan Relnya menjadi perbatasan antara Bogor Selatan dan Bogor Tengah.
Bumi Geulis at Tanjakan Empang.
Selengkapnya! Click!
(04-11-2010, 08:31 PM)Alwi Semboyan 35 Munawar Wrote: [ -> ]Sebelah utara, melintas di bawah Jl. Raya Pahlawan.
![[Image: 5145203201_8b884c4a31.jpg]](http://farm2.static.flickr.com/1216/5145203201_8b884c4a31.jpg)
Sebelum BuGeu dinas menggantikan KRD BOO-SI, Jembatan - Terowongan ini sudah "makan" puluhan nyawa orang yg naek di atap KRD. Kejadian paling parah waktu musim liburan diakhir tahun 90-an
ngomong-ngomong jalur ini kok keye mati lagi sekarang, kapan waktu ngak ada krd bumi geulis kesana ??
Tau ngak KRD itu banyak di timpukin batu karena makan rute angkutan kota bogor - sukabumi
perlu dipasang kawat tuh jendelanya
Supir2 angkot banyak yang rugi dari beroperasinya jalur kereta ini,
(05-11-2010, 08:26 AM)van Baso Wrote: [ -> ] (04-11-2010, 08:31 PM)Alwi Semboyan 35 Munawar Wrote: [ -> ]Sebelah utara, melintas di bawah Jl. Raya Pahlawan.
![[Image: 5145203201_8b884c4a31.jpg]](http://farm2.static.flickr.com/1216/5145203201_8b884c4a31.jpg)
Sebelum BuGeu dinas menggantikan KRD BOO-SI, Jembatan - Terowongan ini sudah "makan" puluhan nyawa orang yg naek di atap KRD. Kejadian paling parah waktu musim liburan diakhir tahun 90-an
MEmang, itu karena tinggi terowongan ini. Tapi ini juga menjadi pelajaran agar penumpang tidak naik di "Lantai 2"

(08-11-2010, 12:05 PM)krisnasip Wrote: [ -> ]ngomong-ngomong jalur ini kok keye mati lagi sekarang, kapan waktu ngak ada krd bumi geulis kesana ??
Tau ngak KRD itu banyak di timpukin batu karena makan rute angkutan kota bogor - sukabumi
perlu dipasang kawat tuh jendelanya
Supir2 angkot banyak yang rugi dari beroperasinya jalur kereta ini,
Mengapa bisa begitu, padahal BuGE hanya berjalan 2X sehari. Itupun dengan tiket Rp.8.000,- jauh maupun dekat.
Kalau masalah rezeki kan sudah ada yang mengatur.

(09-11-2010, 04:19 PM)Alwi Semboyan 35 Munawar Wrote: [ -> ]MEmang, itu karena tinggi terowongan ini. Tapi ini juga menjadi pelajaran agar penumpang tidak naik di "Lantai 2"
padahal sama pihak stasiun Bogor dah disuruh turun n dijelasin keadaannya tp emang udah takdir kyanya... klo ga salah jumlah korbannya sampai lebih dari 100orang
(09-11-2010, 04:19 PM)Alwi Semboyan 35 Munawar Wrote: [ -> ]Mengapa bisa begitu, padahal BuGE hanya berjalan 2X sehari. Itupun dengan tiket Rp.8.000,- jauh maupun dekat.
Kalau masalah rezeki kan sudah ada yang mengatur.
klo santai pake BuGeu, dijamin minim PLH
klo buru2 ya pake angkutan setan (L300), siapin surat wasiat dulu sebelum berangkat
klo masalah ditimpukin, dari jamannya KRD juga dah ga aneh klo ditimpuk batu mah, yg aneh klo yg nimpuknya supir angkutan

karena biasanya yg nimpuk anak kecil
malahan dulu waktu jamannya KRD pernah ditimpuk (maaf) tahi manusia, temen saya ngeliat sendiri ada bapak2 yg kena trus ngomel-ngomel ke pemeriksa karcis minta KRD-nya berenti dulu mau marahin bocah yg nimpuk akhirnya KRD berenti di stasiun selanjutnya aga lama nunggu bapak itu bersih2 dulu
