Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: Celah untuk kereta api, di tengah maraknya persaingan dunia transportasi.
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2 3 4
Tapi kan masih nggabung ama jalur KA antarkota. Saya pernah ke Turki. Di ibukotanya Ankara, jalur KA Metronya beda ama jalur KA antarkotanya yang nyambung sampe Kars maupun Haydarpaşa (stasiunnya Istanbul di sisi Asia). Gitu juga di Istanbul, biarpun rel antarkota dari Sta. Sirkeci (stasiunnya Istanbul di sisi Eropa) arah Edirne melintas di dekat Bandara Atatürk, tapi untuk KA Bandara dibuat jalur metro sendiri yang berujung di Aksaray. Belum lagi ditambah ama 2 jalur lainnya, 4 jalur trem dalam kota.
Mungkin yang mas maksud itu semacam LRT? Kalau itu memang jalurnya terpisah.

Tapi kalau "suburban train" jalurnya bersatu dengan jalur KA antar kota. Seperti yang saya lihat di Malaysia atau Australia.
Salam Semua Senior RF

Liat Tread ini jadi gatel pengen ikut urug rembug soal Perkembangan/Kemunduran KA di negeri kita tercinta ini.

Terus terang saya sejak awal tahun 1990an adalah pelanggan setia KA. Bangunkarta dari harga tiket masih Rp.7000 kali, dan KA.Sawunggalih ini dari tarip Rp. 8.000 tapi sejak tahun 2003 sampai saat ini saya benar2 berpaling dari Kedua KA tersebut, bukan karena tidak sayang dengan KA namun melihat postingan agan2 di atas seperti yang di Cilincing memilih naik Bus Sumber Alam tuk ke Kutoarjo, saya pun demikian persoalan tarif KA jujur aja saat ini udag tidak kompetitif entah bagaimana perhitungan biaya oprasional sebuah KA sampai saat ini saya buta sama sekali.

kalo boleh saya bandingkan dengan kompetitor darat lain disesuaikan dengan kampung saya di Nganjuk dan Kebumen.. Untuk naik KA. Eksekutif harus mengeluarkan budged Rp.220-250rb bahkan jika long Weekend meroket hingga Rp.280-320rb dengan fasilitas standar AC, Toilet, Blanket n pillow tanpa fasilitas tambahan seperti welocome drink, snack dan makan malam, jika saya naik Bus Malam Eksekutif Po. Harapan Jaya/Po. Rosalia Indah selain fasilitas standar itu saya bisa mendapatkan fasilitas tambahan berupa welcome drink, snack, makan malam prasmanan (bebas memilih lauk/sayur yang tersedia) saya cukup mengeluarkan budged Rp.175-190rb pun ini juga berlaku pada saat peak season kecuali Lebaran melonjak hingga Rp. 360-400rb. itu pun saya bisa menguranggi budged lagi jika menggunakan kelas VIP atau Bisnis AC, dengan fasilitas standar exe juga dengan pengurangan jarak seat saja FYI: seat kelas EXE 28 buah, VIP 36, Bisnis AC 44 buah masih dapat fasilitas tambahan berupa snack dan welcome drink. Jelas disini di lihat tarif KA sangat kalah jauh, untuk kenyamanan memang dari beberpa senior Semboyan 35 menilai Bus AKAP itu tidak nyaman, hal itu sudah diantisipasi dengan banyaknya Bus AKAP yang sudah menggunakan teknologi Air Suspention tuk peredam getaran juga sudah mulai banyaknya bus AKAP yang menggunakan armada terbaru HINO RK260, Mercedes-Benz OH-1525 dan OH-1526 yang baru aja di laucing bulan Februari lalu, SCANIA K124ib dan K380i lalu Volvo B7R yang semuanya relatif baru keluaran tahun 2007-2009

untuk ke Kebumen ini malah lebih-lebih deh... Naik KA. Sawunggalih Utama (non AC) harus keluar budged Rp. 80rb dengan rasa wes-was (barang bawaan hilang) untuk tidur selama perjalanan yah tau sendiri lah KA ini kan orang bebas keluar masuk, pedagang,pengamen, penumpang gelap. untuk yang satu ini Bus AKAP lebih unggul, dengan budged yang sama sudah bisa menikmati layanan VIP dengan AC, tidur lebih nyeyak merasa aman dengan barang bawaan di bagasi, tidak diganggu pengamen, bisa request dengan crew minta stel DVD Film/Lagu Favorit, saya selalu bawa CD/MP3 n Film DVD kalo naik bis.


Sekali lagi bukan untuk mengatakan bahwa bus AKAP lebih unggul, tapi memang seperti itu kenyataan, secara tarif, fasilitas dan fleksibelitas pengunaan membuat KA tertinggal mungkin, belum lagi jika ada Konsorsium Swasta yang masuk sebagai operator KA, bersaing dalam pelayanan dan kenyamanan dengan Bus AKAP saja sudah terasa berat "menurut saya"

ini hanya pendapat saya pribadi demi kemajuan KA di negeri kita
Wajar saja pak, tiket perjalanan kereta mahal daripada bus2 AKAP.
Habis mau gimana lagi, lha PT.KA dalam operasionalnya memakai BBM harga INDUSTRI
berbeda dengan bus2 yang memakai BBM harga subsidi. Kalau seandainya PT. KA memakai bahan bakar
BBM Subsidi sudah pasti pelayanannya lebih baik daripada sekarang.
Ini ternyata permasalahan utama atau penting perkeretaapian di Indonesia. Masalah BBM (khusus kereta AKAP).
Saya baru sadar tentang permasalahan ini. Ternyata pemerintahan kita tidak memihak perkeretaapian, jangan2 ada
main mata dibalik semua ini.
(23-04-2010, 02:07 PM)joe cole Wrote: [ -> ]Salam Semua Senior RF

Liat Tread ini jadi gatel pengen ikut urug rembug soal Perkembangan/Kemunduran KA di negeri kita tercinta ini.

Terus terang saya sejak awal tahun 1990an adalah pelanggan setia KA. Bangunkarta dari harga tiket masih Rp.7000 kali, dan KA.Sawunggalih ini dari tarip Rp. 8.000 tapi sejak tahun 2003 sampai saat ini saya benar2 berpaling dari Kedua KA tersebut, bukan karena tidak sayang dengan KA namun melihat postingan agan2 di atas seperti yang di Cilincing memilih naik Bus Sumber Alam tuk ke Kutoarjo, saya pun demikian persoalan tarif KA jujur aja saat ini udag tidak kompetitif entah bagaimana perhitungan biaya oprasional sebuah KA sampai saat ini saya buta sama sekali.

kalo boleh saya bandingkan dengan kompetitor darat lain disesuaikan dengan kampung saya di Nganjuk dan Kebumen.. Untuk naik KA. Eksekutif harus mengeluarkan budged Rp.220-250rb bahkan jika long Weekend meroket hingga Rp.280-320rb dengan fasilitas standar AC, Toilet, Blanket n pillow tanpa fasilitas tambahan seperti welocome drink, snack dan makan malam, jika saya naik Bus Malam Eksekutif Po. Harapan Jaya/Po. Rosalia Indah selain fasilitas standar itu saya bisa mendapatkan fasilitas tambahan berupa welcome drink, snack, makan malam prasmanan (bebas memilih lauk/sayur yang tersedia) saya cukup mengeluarkan budged Rp.175-190rb pun ini juga berlaku pada saat peak season kecuali Lebaran melonjak hingga Rp. 360-400rb. itu pun saya bisa menguranggi budged lagi jika menggunakan kelas VIP atau Bisnis AC, dengan fasilitas standar exe juga dengan pengurangan jarak seat saja FYI: seat kelas EXE 28 buah, VIP 36, Bisnis AC 44 buah masih dapat fasilitas tambahan berupa snack dan welcome drink. Jelas disini di lihat tarif KA sangat kalah jauh, untuk kenyamanan memang dari beberpa senior Semboyan 35 menilai Bus AKAP itu tidak nyaman, hal itu sudah diantisipasi dengan banyaknya Bus AKAP yang sudah menggunakan teknologi Air Suspention tuk peredam getaran juga sudah mulai banyaknya bus AKAP yang menggunakan armada terbaru HINO RK260, Mercedes-Benz OH-1525 dan OH-1526 yang baru aja di laucing bulan Februari lalu, SCANIA K124ib dan K380i lalu Volvo B7R yang semuanya relatif baru keluaran tahun 2007-2009

untuk ke Kebumen ini malah lebih-lebih deh... Naik KA. Sawunggalih Utama (non AC) harus keluar budged Rp. 80rb dengan rasa wes-was (barang bawaan hilang) untuk tidur selama perjalanan yah tau sendiri lah KA ini kan orang bebas keluar masuk, pedagang,pengamen, penumpang gelap. untuk yang satu ini Bus AKAP lebih unggul, dengan budged yang sama sudah bisa menikmati layanan VIP dengan AC, tidur lebih nyeyak merasa aman dengan barang bawaan di bagasi, tidak diganggu pengamen, bisa request dengan crew minta stel DVD Film/Lagu Favorit, saya selalu bawa CD/MP3 n Film DVD kalo naik bis.


Sekali lagi bukan untuk mengatakan bahwa bus AKAP lebih unggul, tapi memang seperti itu kenyataan, secara tarif, fasilitas dan fleksibelitas pengunaan membuat KA tertinggal mungkin, belum lagi jika ada Konsorsium Swasta yang masuk sebagai operator KA, bersaing dalam pelayanan dan kenyamanan dengan Bus AKAP saja sudah terasa berat "menurut saya"

ini hanya pendapat saya pribadi demi kemajuan KA di negeri kita

Mungkin beberapa waktu ke depan setelah tol trans jawa selesai dibangun kita bisa melihat siapa yg menang PO2 yg menggunakan bus super eksekutif pake OH1526 dgn air suspension atau kereta argo... Sakit
Semoga PTKA berinovasi baik dalam hal kecepatan dan kenyamanan....
(23-04-2010, 04:16 PM)JaY Wrote: [ -> ]Wajar saja pak, tiket perjalanan kereta mahal daripada bus2 AKAP.
Habis mau gimana lagi, lha PT.KA dalam operasionalnya memakai BBM harga INDUSTRI
berbeda dengan bus2 yang memakai BBM harga subsidi. Kalau seandainya PT. KA memakai bahan bakar
BBM Subsidi sudah pasti pelayanannya lebih baik daripada sekarang.
Ini ternyata permasalahan utama atau penting perkeretaapian di Indonesia. Masalah BBM (khusus kereta AKAP).
Saya baru sadar tentang permasalahan ini. Ternyata pemerintahan kita tidak memihak perkeretaapian, jangan2 ada
main mata dibalik semua ini.

bagaimana dengan TAC? itu bus2 akap kalo lewat jalan raya kan tidak dipungut TAC seperti kereta api ya? kecuali kalo bus2 nya lewat tol.
Jadi value for money adalah faktor penting yang harus diperhatikan bapak-bapak di PT KA. Persaingannya heterogen.

Oya, saya pernah dengar kalau ke depan ada wacana BBM bersubsidi akan dihapus untuk kendaraan jalan raya. Sayangnya, itu hanya berlaku untuk kendaraan plat hitam! Bethe
Wah klo itung2an bbm menurut sy tetep tarif ka ga msuk akal.knp sy brani ngomong bgtu?? Gni critanya,wktu hrga minyak lg gila2nya $130/barel sy dmintai tolong jualin hsd shell harga cuma rp.4950/lt itu ud tmsuk fee sy nyalo loh.logika sy yg orang bodo,klo hrga mnyak skrang kisaran $80/barel brarti hsd dbwah 4rb/lt.ga tau deh brp hrga hsd yg dpake kreta. Slain itu kreta kn irit rta2 cuma 2,5lt/km & yg diangkut bnyak.klo bis kn 2,5km/lt tp pnumpangny dkit.jd sy ingin k1 k2 tarifny drasionalisasi,paling ga 25% dr tarif skrang +klo wekend naekny 10rb aj.hehe
Bos kalo menurut ane kenapa kereta api di Indonesia daya saingnya lebih rendah dari mode transportasi lain (its only happens in Indonesia loh) karena memang Kereta Api dipinggirkan oleh pemerintah supaya industri otomotif jepang dan Indonesia berkembang ok.. Untuk meningkatkan daya saing, kereta api Indonesia mesti harus kudu, digerakan oleh listrik bukan oleh diesel, kecepatan rata2 nya 150 - 200 km/jam (kereta api dengan kecepatan ini sudah ada di jepang dan eropa sejak tahun 1960 an). Di jepang industri kereta berkembang sangat pesat dan kereta lebih banyak digunakan dibandingkan oleh bis (padahal jepang adalah pusat industri otomotif dunia) atao pesawat (ini salah satu alasan kenapa perusahaan penergangan Jepang yang terkenal JAL bankrut karena kalah bersaing dengan kereta super cepat).

Jadi kuncinya adalah keseriusan pemerintah mengembangkan industry kereta dengan memberdayakan maksimal PT INKA (Jangan pernah lagi import kereta dari Jepang!) dan PT. Kereta Api Indonesia (Persero) harus menambah atao memaksimalkan jalur yang ada, contohnya jalur Merak - Jakarta seharusnya jarak tempuhnya 2 jam bukan 4-5 jam (banyak warga Serang, Cilegon, Merak bekerja di Jakarta, pulang pergi setiap hari sperti Ane).

Naik Bis/mobil itu boros BBM, capek, macet, tidak efisien. Naik pesawat mahal dan resiko kecelakaannya cukup tinggi, jadi kereta punya potensi yang besar untuk jadi tulang punggung transportasi. Bayangkan kalo kereta api di Indonesia harganya murah (karena digerakan oleh listrik yang dihasilkan bukan dari BBM dan disubsidi dari hasil pajak) tapi cepat/efisien/reliable (karena kecepatannya 250 km dan tepat waktu sperti di jepang) dan nyaman (semua gerbong pake AC) bisa dihitung berapa besar subsidi BBM bisa dihemat belum lagi perpindahan barang/orang menjadi lebih efisien.

Ok semoga semua jadi kenyataan......or I will keep dreaming..thanks
saya masih berharap dan optimis bahwa kereta listrik beberapa tahun lagi bisa dijadikan andalan orang2 untuk berpergian
contohnya rumah saya di tanah baru depok, kantor saya di kemayoran

menggunakan motor 1 - 1 jam 15 menit tergantung macet ( 10 ribu bensin untuk 2 hari) tapi capek
menggunakan busway 1.45 jam an (rp. 3500 + 3000 titip motor) tapi kadang lama pas ganti koridor
naek kereta depok ekspres :
naek motor ke stasiun pondok cina 10 menit ,
30-35 menit depok ekspress POC - JUA tergantung sinyalan di MRI
naek bajaj 10 menit ( 3000 titip motor+9000 depeks+ 3500 Bajaj) total 15500
agak mahal tapi efisien dan ga capek dan ga ada macetnya
Pages: 1 2 3 4