Semboyan35 Indonesian Railfans

Full Version: penjelasan tentang filter
You're currently viewing a stripped down version of our content. View the full version with proper formatting.
Pages: 1 2
Sharing sedikit tentang filter kamera, kenapa tidak dimasukkan kedalam treat ini karena saya rasa treat tersebut sebagai gallery foto yang memakai filter. Jadi saya memutuskan untuk membuat sebuah treat baru untuk membahas filter itu sendiri.

1. Filter UV
[Image: uv_filter1.jpg]
Filter UV digunakan untuk menghalangi sinar UV untuk masuk ke dalam lensa, namun sebenarnya sinar UV sendiri tidak berwarna sehingga sebenarnya tidak mempengaruhi hasil foto. Namun untuk pencahayaan yang kuat seperti pemotretan pada siang hari, hasil foto dapat mengalami flare atau adanya garis-garis cahaya pada hasil foto. berkut contoh lens flare :
[Image: Rainbow_flare.jpg]
Filter UV merupakan filter termurah, jadi sering digunakan hanya sebagai pelindung lensa. Lebih aman dan murah untuk membersihkan filter UV yang terkena debu atau bahkan tergores daripada lensa kita yang tergores atau terkena debu. Beberapa fotografer ada yang tidak menyarankan penggunaan filter UV karena dapat menurunkan kualitas hasil foto

2. Filter CPL
[Image: 52mmCPL-1.jpg]
Circular PoLarizer filter atau CPL filter merupakan filter yang terdiri dari dua lapisan dimana lapisan terluar dapat diputar untuk mendapatkan hasil foto yang berbeda. Fungsi filter CPL adalah mengurangi pantulan dan menambah saturasi. Seperti pada contoh diatas, jika tidak menggunakan filter CPL maka terdapat bayangan pohon kelapa di permukaan kolam renang, namun juka menggunakan filter CPL bayangan pohon kelapa hilang dan kita bisa melihat dasar kolam renang.

Pengaplikasian CPL filter lainnya adalah kita bisa mamfoto pemandangan dari dalam kereta seolah-olah tidak ada jendela. Tentu dengan catatan kaca jendelanya tidak pecah dan juga tidak terlalu kusam. Cukup pasangkan filter CPL di kamera anda lalu putar bagian depan filter CPL, maka pantulan pada jendela akan hilang.

3. Filter ND
[Image: D-FILTER-ND8-58MM_2.jpg]
Filter Natural Densinity atau filter ND adalah filter yang mambatasi cahaya yang masuk ke dalam kamera tanpa merubah warna, sehingga speed kamera akan turun. Filter ND sendiri banyak jenisnya, ada ND2, ND 4, ND 8, ND 32 sampai ND 1000. penjelasannya sebagai berikut :
ND2 ---> turun 1 stop
ND4 ---> turun 2 stop
ND8 ---> turun 3 stop
ND400 ---> turun sekitar 8.64 stop atau 8-2/3 stop lah ---> orang sering membulatkan ke 9 stop
ND800 ---> turun sekitar 9.64 stop atau 9-2/3 stop
ND1000 ---> turun sekitar 9.97 stop atau 10 stop

Rumusnya kira2 ---> f-stop reduction = Log(Filter Factor)/Log(2) ---> misal ND8, f-stop reduction = Log(8)/Log(2) = 3 stops

Jadi misalnya di siang yang cerah anda set ISO 100, pada f/22, masih didapatkan speed 1/30 sec maka dengan ND8 anda bisa dapatkan speed 1/4 second (dari 1/30 sec ke 1/4 sec = 3 stop difference) ---> misalnya anda ingin mendapatkan efek halus air terjun
contoh hasil filter ND
[Image: image001.jpg]
^^^

Nah kan biang gajah eh biangnya nongol....

Thx bro sharingnya, nice info gan, nambah filter laen cendol meluncur....
wah makasih infonya...(walaupun gak punya kamera DSLR)...

ngomong" masih ada gak filter jenis lain...???
4. Filter Cross
Kalo filter ini rasanya RF udah pada apal kegunaannya . Filter Cross digunakan untuk memancarkan cahaya yang datang sebanyak spesifikasi filter cross itu sendiri. Jadi kalau kita menggunakan filter cross 8x maka cahaya yang datang akan dipecah menjadi 8, jika menggunakan filter cross 4x maka cahaya akan dipecah menjadi 4. Contohnya di foto ini saya menggunakan filter cross 8x
[Image: 19239_1267873150680_1645374458_630487_727995_n.jpg]
5. filter close up/macro
[Image: close-up-filter.jpg]
Filter close up/macro merupakan filter yang digunakan untuk fotografi macro atau memfoto hal yang kecil-kecil seperti serangga. Seperti filter ND, filter ini pun jenisnya banyak, ada yang +1,+2,+4, dsb. semakin besar nilainya, maka akan semakin besar perbesarannya. Misal jarak fokus macro normal pada kamera adalah 5cm, maka dengan menggunakan filter macro +2, akan diperoleh gambar yang seakan-akan diambil pada jarak 2,5cm (5cm/2).

sebenarnya masih banyak lagi jenis-jenis filter, diusahakan akan diupdate Tersenyuum

semua kamera sebenarnya bisa dipasangi filter, baik DSLR ataupun kamera biasa Namun tergantung apakah kamera tersebut tersedia ulir filternya atau tidak, jika tidak biasanya ada adapternya yang dijual terpisah. Juga harus diingat diameter filter apabila ingin memasangkan filter di kamera. Contohnya Panasonic Lumix FZ5 dan FZ50 ulir filternya berdiameter 55mm sehingga harus menggunakan filter berdiameter 55mm, Kodak ZD710 berdimeter 46,5mm (kalo gak salah) jadi harus digunakan filter berdiameter 46,5mm.

Sebenarnya ada cara untuk mengakali diameter filter yaitu menggunakan tambahan aksesoris yang disebut step-up / step down ring. Step up digunakan untuk mengakali diameter filter yang lebih besar dari diameter ulir filter kamera. misalnya kita mempunyai filter dengan diameter 55mm padahal lensa kamera kita ulir filternya 52mm. Step Down ring merupakan kebalikan step up ring.

sumber :
pengalaman pribadi ditambah :
http://yoxx.blogspot.com/2009/03/sedikit...amera.html
http://ericarianto.livejournal.com/5475.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Photographic_filter

semoga bermanfaat Tersenyuum
[Image: smiley_beer.gif]
thanks atas sharingnnya kang n kalau bisa ada judul lain lagi semua kit camera ada penjelasanya biar makin paham
kamera saya bisa dipasangi filter ga ya? (FinePix S5800)
^^^

Bisa om... tinggal cari filter yg ringnya sesuai sama kamera...

contohnya DISINI
^^^

tinggal nemplokin di kamera? asekk.....nabung ahh....tengkiu inponya Tersenyuum
Minta penjelasannya untuk filter Canon G 10 om !!!!

Thanks sebelumnya
^^^
KLo G10 musti pasang adapter filternya dulu om... soalnya di lensanya gk ada ulir buat pasang filternya...
(CMIIW)
Pages: 1 2